
Crisstoffer Anderson dan Nikita tiba di ruang keluarga dengan tatapan tajam semua orang.
Keluarga besar itu seakan meminta penjelasan kepada keduanya kenapa bisa terlambat tiba di ruangan itu padahal semua orang sudah menunggu lama.
Orang-orang itu juga ingin beristirahat di kamar mereka masing-masing setelah pesta pernikahan yang sangat mewah ini.
"Aku mohon maaf yang sebesar-besarnya karena terlambat datang, aku lupa diri karena berjumpa dengan istriku." ujar Crisstoffer Anderson sembari meremas tengkuknya tidak nyaman.
Semua orang berusaha menyembunyikan senyumnya karena sudah bisa membayangkan apa yang sudah dilakukan pengantin baru itu. Mereka juga pernah merasakannya.
Dan yang paling mereka ingat adalah keisengan gadis cilik bernama Nikita Smith yang selalu menganggu kegiatan menyenangkan mereka waktu itu.
"Kami maafkan kamu Criss, dan sekarang duduklah," ujar Alex dengan wajah datar. Hatinya kembali tidak rela kalau putrinya sudah disentuh oleh menantunya itu.
"Nikita, duduklah disini bersama dengan Daddy," lanjut Alex dengan menunjuk satu kursi kosong di samping Aisyah sang istri.
Nikita menurut, ia pun meninggalkan Crisstoffer yang sedang mencari kursi kosong dan ternyata ada di samping uncle Omar dan juga Anna.
"Sayang, kenapa kamu memisahkan tempat duduk mereka?" bisik Aisyah dengan mengeratkan giginya kesal.
"Tidak apa Aisyee, Nikita masih putri kita meskipun Criss sudah menikahinya." Aisyah memutar bola matanya malas karena semakin kesal dengan tingkah suaminya.
"Karena semua sudah berkumpul, Aku ingin menyampaikan beberapa hal pada kesempatan ini." ujar Alex dengan senyum diwajahnya.
"Terimakasih aku ucapkan pada semua keluarga yang telah membantu acara pernikahan putriku Nikita dan Crisstoffer Anderson hingga bisa sukses dan semua tamu kembali ke rumah mereka dengan bahagia," semua orang tersenyum bahagia dan bertepuk tangan.
"Dan juga, untuk kamu Criss, kami semua menyambutmu secara resmi menjadi anggota keluarga kami."
"Dan mulai sekarang patuhi peraturan di rumah ini. Bahwa cinta dan keluarga di atas segalanya." jelas Alex dengan suaranya yang tegas.
Crisstoffer Anderson tersenyum dengan kata-kata seorang Alexander Smith, kepala keluarga di rumah besar itu.
Pria itu kemudian berdiri dari duduknya dan menghampiri pria yang masih tampan diusianya yang hampir mencapai separuh abad.
Crisstoffer mencium tangan Alex sebagai ayah mertuanya.
"Cintai putriku seperti aku mencintainya. Dan jika suatu saat nanti kamu merasa tidak nyaman lagi bersamanya, kembalikan ia padaku Criss. Karena Nikita adalah milikku sampai kapanpun."
"Aku tahu dad, aku akan sangat mencintainya melebihi nyawaku." janji Crisstoffer Anderson sembari menunduk merenungi kata-kata dari ayah mertuanya.
"Jangan sakiti dia, jangan sampai ia mengeluarkan air mata. Buat ia selalu bahagia, kamu mengerti?!" Alex menatap tajam pria muda itu.
"Iya dad, aku mengerti." jawab Crisstoffer sembari mengangguk pelan.
"Dan kamu tahu apa yang akan kamu dapatkan jika sekali saja kamu membuat putriku menangis?" tanya Alex lagi dan membuat dokter muda itu mengangkat wajahnya dan menatap semua orang secara bergantian.
Bayangan ketika ia babak belur karena pukulan the Smiths membuatnya mengernyit ngeri.
"Baguslah kalau kamu tahu Criss, kamu tidak perlu menjawabnya." ujar Alex sembari menepuk bahu putra menantunya itu.
"Terimakasih dad, karena mau mempercayakan Putri mu padaku. Aku sangat bersyukur menikahinya. Banyak keberkahan yang aku dapatkan karena mengenalnya. Terimakasih dad. Akan aku jaga kepercayaanmu ini padaku," pria muda itu tersenyum kemudian berdiri dan menghampiri semua pria di keluarga itu dan memeluknya.
"Selamat bergabung dikeluarga kami, Criss. Kami percaya padamu. Kamu pasti bisa membahagiakan putri kami," ujar Maksim sembari menepuk bahu pria muda itu.
"Hai kak Criss, aku Danil," ujar Danil memperkenalkan dirinya dan disusul oleh semua bocah yang ada di rumah itu.
"Hai Danil," balas Crisstoffer sembari mengelus kepala adik dari Nikita itu.
"Hai Asma."
"Hai Kak, aku Sofya,"
"Hai Sofya, senang berjumpa denganmu,"
Delapan bocah itu menyapa Crisstoffer Anderson sebagai penghuni baru rumah itu. Anak-anak generasi Smith dan juga Omar Yusuf itu memperkenalkan diri mereka sembari mengajak Crisstoffer dan Nikita untuk bermain.
Sedangkan para orang tua mereka memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat atau melakukan ritual malam pertama, merayakan pernikahan Crisstoffer Anderson dan Nikita.
"Kak Criss kita main dulu yuk," ajak El Rasyid sembari mengeluarkan jenis permainan elektronik dari dalam lemari khusus penyimpanan semua mainan di rumah itu.
"Tapi aku sekarang mengantuk adik-adik sayang, besok saja ya mainnya?" ujar Crisstoffer Anderson sembari memandang wajah istrinya dengan perasaan frustasi.
Sungguh ia terbayang-bayang akan manis dan indahnya tubuh Nikita yang sempat ia cicipi tadi Dan ia ingin menuntaskan rasa penasarannya.
Nikita hanya bisa tersenyum manis sambil memulai permainan Barbie dengan Sofya dan juga Asma.
"Kami belum mengantuk kak Criss, kita bermain saja dulu," jawab Danil dengan menunjukkan permainan lain di handphonenya.
"Ya ampun bagaimana bisa kalian mengantuk kalau terlalu banyak main, ayo cepat kumpulkan kembali mainan ini dan tidur!" tegas Crisstoffer dengan nada serius.
"Kak Criss, kami tidak mau. Pokoknya temani kami main dulu. Setelah kami lelah barulah kita semua kembali ke kamar." jawab Danil tidak mau mendengar. Crisstoffer langsung meraih mainan itu dan membawanya ke tempat yang seharusnya.
"Kak Criss jahat! aku tidak suka bermain denganmu," ujar Danil dengan wajah marah.
"Danil, kenapa kamu seperti itu pada kak Criss, itu tidak sopan dek." tegur Nikita karena tidak suka melihat adiknya berlaku tidak sopan seperti itu.
"Aku kan masih mau main kak, tapi kenapa mainannya diambil." jawab Danil bersungut-sungut.
"Kamu tidak lihat ini jam berapa Dek, ini sudah sangat larut. Tidak baik anak-anak kalau suka begadang seperti ini hanya untuk bermain. Lebih baik kan kalau kalian tidur." Danil terdiam. Bocah itu membenarkan kata-kata kakaknya. Ia tiba-tiba menguap dengan mata memerah menahan kantuk.
"Nah tuh kan, sudah ngantuk. Ayo kakak antar ke kamar. Kakak ada cerita untuk kalian semua."
"Horee, aku suka dibacakan dongeng sama kak Niki," seru Asma dan segera meninggalkan mainan Barbienya bersama Sofya.
"Ayo kak Criss kita antar bocah-bocah ini ke kamar mereka masing-masing." ajak Nikita pada suaminya yang terpana dengan kemampuan istrinya itu mengamankan suasana yang sudah mulai memanas antara dirinya dan juga Danil.
"Aku tidur bersama para beautiful girls. Dan kakak Criss tidur bersama para handsome boys, yeeey." ujar Nikita membuat pengaturan yang sangat disukai oleh bocah-bocah itu.
Nikita membawa bocah-bocah Perempuan ke atas tempat tidur sedangkan Crisstoffer membawa bocah laki-laki ke atas ranjang lainnya.
"Niki, aku tidak bisa mendongeng, jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Crisstoffer dengan wajah tak nyaman. Ia bahkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ceritakan saja tentang virus dan obatnya, hihihi," jawab Nikita sembari tertawa cekikikan.
Sementara itu di dalam kamar, Alex dan Aisyah yang sedang memadu kasih itu lupa kalau anak dan menantu mereka juga ingin melakukan hal yang sama.
---Bersambung---
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍