Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 64 EMHD



Suasana makan siang itu bertambah ramai dengan kedatangan Maksim. Ia bergabung di meja makan dengan keluarga Smith sembari memperhatikan seorang gadis berhijab yang terasa asing baginya.


"Uncle Max, ini aunty Reisya sahabatnya mommy." ujar Nikita memperkenalkan gadis yang sedang jadi pusat perhatian Maksim.


"Hai, Reisya, aku Maksim Smith. Senang berjumpa denganmu." ujar Maksim dengan ramah. Reisya hanya membalas Maksim dengan senyumnya yang manis. Albert langsung merasa tidak nyaman dengan senyum gadis itu.


"Dia gadis incaranku Max, jangan berani meliriknya." bisik Albert pelan bagaikan desisan di kuping Maksim. Ia takut Maksim tertarik juga pada gadis itu.


"Kamu bisa bernafas lega, Al. Karena aku masih menyimpan nama seseorang di hatiku." jawab Maksim santai dan mengambil piring untuk memulai makan siang yang tertunda. Albert langsung tersenyum senang dengan nafas yang sangat lega.


Alex yang memperhatikan interaksi mereka berdua hanya bisa tersenyum tipis. Mereka berdua memang sudah waktunya juga menikah. Ia berharap dua orang adiknya itu segera bertemu dengan jodohnya masing-masing.


Setelah acara makan siang selesai dengan beberapa kalimat pujian atas masakan tiga orang perempuan cantik itu. Aisyah dan Reisya melanjutkan acara mengobrol tentang banyak hal.


"Reisya, mana handphone aku?" tanya Aisyah pada sahabatnya itu. Ia ingin mencari tahu kabar tentang kakaknya yang sudah 2 hari ini tidak bertemu. Reisya pun menyerahkan handphone itu kepada Aisyah.


"Albert menghubungimu kemarin ketika kamu meninggalkan kantor KBRI bersama tuan Alexander Smith. Katanya ia diminta oleh Omar kakakmu." jelas Reisya sebelum gadis itu menghubungi kakaknya. Aisyah menyimak penjelasan sahabatnya itu sembari mencoba menghubungi kakaknya tetapi yang menerima panggilan itu justru Albert yang sedang duduk berempat di ruang kerja Alex, suaminya. Mereka sedang kedatangan tamu, seorang gadis cantik bernama Anna Peminov.


"Albert? kenapa handphone kak Omar ada bersamamu?" tanya Aisyah penasaran dan curiga. Diseberang sana Albert menatap Alex meminta bantuan karena tidak sengaja menerima panggilan yang ternyata dari Aisyah. Alex segera mengambil alih handphone itu.


"Akan aku jelaskan nanti, Sayang." ujarnya kepada Aisyah yang pastinya sedang bengong karena suaminya itu yang menjawab panggilannya. Alex langsung menutup panggilan itu tanpa menunggu lagi respon dari istrinya.


Alex menyimpan handphone itu di atas meja di depannya. Dan meminta Anna Peminov untuk menjelaskan apa yang sudah ia dapatkan.


"Tuan Omar sedang dijebak untuk kesalahan yang tidak dilakukannya." ujar agen cantik itu memulai informasi yang ditemukannya. Ketiga pria dari klan Smith itu menyimak dengan baik.


"Semua data penjualan alat kesehatan memakai atas nama dan tanda tangan tuan Omar hingga menimbulkan kerugian Rumah Sakit 1 milyar Rubel ( 15 juta dollar )".


"Oh, rupanya jumlahnya cuma segitu." ujar Maksim tanpa sadar. Semua orang menatapnya tajam. Ini bukan masalah banyak atau sedikit tetapi tentang menyalahgunakan kekuasaan dan juga merugikan negara.


Maksim langsung meremas tengkuknya tidak nyaman dengan pandangan tiga orang dihadapannya yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Maksudku, kamu bisa mengganti rugi dana itu hanya dalam hitungan menit, boss." ujar Maksim membela diri sambil menatap Alex. Suami Aisyah itu langsung tersenyum samar. Ia akui ia bisa saja mengeluarkan Omar sekarang juga dengan mengganti dana tersebut dengan kekayaannya sendiri tetapi ia ingin tahu siapa sebenarnya yang menjebak saudara iparnya itu.


"Jadi siapa orangnya Anna?" tanya Alex pada agen kepercayaannya itu.


"Seorang staf keuangan di Rumah Sakit itu, namanya Alexey Geizer. Umur 45 tahun. Ia sudah menjadi staf keuangan jauh sebelum tuan Omar diangkat menjadi kepala Rumah Sakit itu." jelas Anna.


"Apa menurutmu ia iri atau semacamnya?" tanya Albert penasaran.


"Aku rasa tidak. Ia tidak pernah punya masalah dengan tuan Omar dan sepertinya ia juga kena suap agar mau menghancurkan karir Omar." jawab Anna serius.


"Siapa orangnya Anna?" tanya Alex semakin tertarik.


"Itu masalahnya boss. Ia tak mau mengakuinya." jawab Anna sembari menunduk.


"Kalau begitu bawa ia padaku, hari ini juga. Jangan sampai ia melarikan diri, Max." ujar Alex sambil menatap dalam mata Maksim.


"Baik!" ujar Maksim kemudian berdiri dari sana dan mengajak Anna turut serta.


"Hei, kenapa kau mengajak aku, Max?" gerutu Anna sembari menghentakkan tangannya agar terlepas dari pegangan Maksim.


"Hey, lalu apa hubungannya aku dengan Geizer hah?" tanya Anna lagi dengan wajah jengkel.


"Memangnya kamu belum melihat dokter Omar itu seperti apa? ia sangat tampan kau tahu? kamu bisa menarik perhatiannya jika kamu berhasil dalam misi ini." jawab Maksim dengan senyum aneh di bibirnya.


"Max!" teriak Anna merasa malu. Ia memang sangat menyukai profesi dokter dan selalu membayangkan ia bersuamikan seorang dokter suatu saat nanti. Tapi apakah benar dokter Omar itu orang yang sangat tampan sesuai cerita Maksim. Ia tak tahu.


"Anna, jangan menghayal!" ujar Maksim bermaksud menggoda gadis cantik itu.


"Max! berhenti menggoda ku atau aku melompat dari mobilmu ini."


"Lompat saja kalau kamu bisa." jawab Maksim dengan senyum diwajahnya.


🍁


Sementara itu di dalam rumah Alexander Smith.


Karena Aisyah begitu sangat khawatir akan kakaknya . Ia lalu meminta Albert untuk mengantar Reisya pulang ke Asramanya. Ia ingin bertanya baik-baik pada Alex suaminya tentang apa sebenarnya yang terjadi pada Omar.


"Alex, katakan padaku apa sebenarnya yang terjadi pada kak Omar!" tanya Aisyah langsung pada inti ke khawatirannya. Ia mendatangi suaminya itu di ruang kerjanya.


"Sayang, duduklah dulu di sini." ujar Alex menunjuk pahanya. Ia ingin Aisyah duduk di pangkuannya.


"Tidak. Sebelum kamu mengatakan apa sebenarnya yang terjadi." jawab Aisyah sembari menghapus air matanya yang tiba-tiba saja keluar karena merasa sedih, suaminya menyembunyikan sesuatu darinya.


Alex langsung berdiri menghampirinya.


"Aisyah, lihat aku sayang. Aku akan menceritakannya padamu kalau kamu berjanji tidak akan menangis, okey?" ujar Alex kemudian memeluk tubuh istrinya itu erat. Ia tak akan sanggup melihat mata indah istrinya itu digenangi air mata.


"Nah, sekarang katakan Alex! aku sudah tidak menangis." ujar Aisyah sambil memandang mata elang suaminya. Alex langsung meraup bibir istrinya lembut mengantarkan kehangatan dan cinta yang meluap-luap.


Ia ingin istrinya santai dan melupakan pertanyaannya itu sampai ia bisa melepaskan Omar dari penjara. Ia ingin membawa Aisyah terbang ke nirwana agar ia tidak ingat pernah mendengar kisah menyedihkan ini. Bibir dan lidahnya mulai bermain lembut hingga agak kasar dan menuntut membuat Aisyah terlena dan akhirnya jatuh ke dalam buaiannya yang begitu memabukkan.


Istrinya itu menatapnya dengan pandangan mata sayu meminta lebih. Alex tersenyum, ia selalu ahli di bidang ini dan inilah yang ia inginkan. Ia akan membawa Aisyah terbang jauh hingga lupa segalanya.


Perlahan ia menggendong tubuh istrinya yang sudah sangat lemas tanpa melepaskan bibirnya. Ya ia adalah Alexander Smith si most wanted kisser. Siapa pun akan bertekuk lutut karena ciumannya. Aisyah ia bawa ke sebuah sofa di ruang kerjanya. Ia kemudian menekan remote khusus agar pintunya bisa terkunci otomatis.


"Lihat aku Aisyah." bisiknya dengan suara parau menahan hasratnya yang sudah terbakar hanya karena menyentuh bibir istrinya.


"Aku milikmu sayang, minta apa saja yang kamu mau, okey? aku akan melakukan semuanya." ujar Alex sembari membuka semua kain yang menghalangi pandangannya untuk bisa memandang tubuh istrinya yang indah itu.


---Bersambung--


Maaf ye othor CUT dulu, ada iklan yang mau lewat.


Like dan komentarnya dong. Kalau ada hadiah bunga bolehlah, hehehe. Maaf maksa.


Eh, mampir dulu yuks ke novel karya teman othor nih, dijamin oke punya.