Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 207 EMHD



Crisstoffer Anderson masih memantau dua mobil Maybach Exelero yang masih berada disisi kiri jalan di perempatan jalan sekitar 500 meter dari tempatnya sekarang.


Ingin sekali ia meledakkan kedua mobil itu dan segera melenggang pulang, ia yakin kakeknya sedang menunggunya pulang saat ini. Menanti laporan apa yang akan ia bawa.


"Aku harus cari minuman segar dulu sebelum memberikan pelajaran pada bajingan tengik itu." ujarnya pelan kemudian turun dari mobilnya.


"Elif, kita beli minuman dulu sebelum uncle Al datang menjemput," ujar Nikita sembari menarik tangan Elif Kaya sahabatnya untuk memasuki swalayan yang ada di depannya trotoar itu.


"Baiklah Niki, tapi tidak perlu menarik tanganku seperti itu," gerutu Elif sedikit kesal karena ia hampir saja jatuh terjerembab di depan pintu swalayan itu.


"Nah kan kamu jadi menabrak orang," Elif sekali lagi mengomeli Nikita yang tiba-tiba jatuh di depannya karena menabrak seorang pria tinggi besar di dekat pintu masuk.


"Awwww! tuan anda tidak lihat kalau kita juga mau masuk? sungguh tak tahu antri," gerutu Nikita sembari memegang bokongnya dengan tangan kanannya. Pria tinggi besar itu hanya menatap sekilas kemudian memasuki pintu swalayan dengan cepat.


"Ih aku baru lihat ada orang Moskow yang sangat sombong seperti itu." ujar Nikita kemudian bangun setelah dibantu oleh Elif.


"Kamu yang salah menabrak beruang merah hahhaha, makanya hati-hati," Elif terus tertawa sampai memasuki swalayan itu mencari minuman dingin di tengah panasnya udara siang itu.


Mereka bertiga kembali bertemu didepan rak berbagai macam minuman segar.


"Elif aku ambil ini, kamu mau?" tanya Nikita sembari mengangkat dua botol minuman isotonik di depan hidungnya.


"Iya, aku juga mau itu, tunggu aku di depan kasir. Aku cari kue Fla favoritmu, kita nanti memakannya di depan sana." Elif segera meninggalkan Nikita dan menuju rak-rak tempat bermacam-macam kue yang harus ia pilih dengan teliti, yaitu kue yang terdapat label halalnya.


Nikita tanpa sadar memperhatikan pria tinggi berpakaian hitam itu. Orangnya tampan tapi sangat dingin dan sombong.


"Kamu lihat apa?" tanya Crisstoffer pada Nikita yang tertangkap sedang menatapnya.


"Ah tidak, aku hanya melihat minumanmu saja, sepertinya kita memilih minuman yang sama," jawab Nikita sembari mengangkat kembali dua botol minumannya di depan wajah pria itu.


Crisstoffer tidak peduli, ia melanjutkan langkahnya ke arah kasir dan mulai membayar minumannya dan segera keluar dari swalayan itu.


"Nah ini lihat, aku sudah menemukan kue Fla isi kurma, pasti sangat enak," ujar Elif sembari menaruhnya di depan meja kasir.


Setelah mereka membayar, dua gadis remaja itu keluar dari swalayan itu dan mencari tempat untuk makan dan minum sebelum pulang.


"Nah disana ada meja kosong Niki," Elif menunjuk sebuah meja dan dua kursi kecil di dekat sebuah mobil mewah di depan swalayan itu.


Mereka segera menuju tempat itu dan mulai memakan dan meminum apa yang sudah mereka beli tadi.


"Kamu keren sekali tadi, kita menang karena pukulanmu selalu berhasil." ujar Elif memuji permainan Bisbol sahabatnya tadi.


"Jangan memujiku, itu karena kamu juga hebat. Semua bisa bekerjasama dengan baik dalam tim kita." Nikita menjawab sambil terus mengunyah kue favoritnya.


"Kamu nampak lapar sekali, hihihi, sampai bungkusnya pun ingin kamu makan," Elif cekikikan sendiri melihat gaya makan Nikita yang sangat rakus.


"Aku sudah lama memikirkan lomba ini dan jarang makan di rumah dan sekarang setelah semuanya selesai aku baru merasakan lapar, hahahaha," ujar Nikita kemudian mulai memakan potongan kue yang kedua.


"Terlalu banyak makan manis bisa membuatmu gemuk," ujar Elif dengan senyum diwajahnya.


"Ah tidak juga, lihat badanku masih seperti ini." Nikita berdiri dan memperlihatkan tubuhnya yang masih kecil Padahal usianya sekarang sudah 17 tahun.


Gadis itu tidak sadar kalau dari dalam Lykan Hypersport di sampingnya Crisstoffer Anderson sedang memperhatikannya.


"Tubuhmu masih akan bertambah nantinya kalau kamu makan kue seperti tadi hahaha."


"Ah di Rumahku mommy dan semua ontyku juga suka makan tapi badan mereka tidak ada yang besar." Mereka terus mengobrol sampai pria yang mereka temui tadi keluar dari mobilnya untuk membuang botol minumannya yang sudah kosong di tempat sampah.


Saat ia kembali ia pura-pura berjongkok di samping pintu mobilnya dimana ada tas Nikita dan Elif tak jauh dari sana.


Tangannya dengan cepat memasukkan sebuah benda kecil dalam sebuah kotak segi empat ke dalam tas besar salah satu tas itu yang terbuka kancingnya.


Elif Kaya dan Nikita Smith saling berpandangan saat melihat pria sombong dan dingin itu pergi dari hadapan mereka dengan membawa mobilnya.


"Pria aneh!" ujar Nikita pelan kemudian melanjutkan menghabiskan minumannya dan melemparnya kedalam tempat sampah bersama sampah yang lainnya.


Sebuah mobil Mercedes-Maybach anti peluru berwarna hitam memasuki parkir swalayan itu setelah Lykan Hypersport hitam itu keluar dari sana.


"Ah itu uncle Al, dia pasti datang menjemput kita," ujar Nikita bahagia sembari mencari tasnya yang berisi perlengkapan olahraganya.


"Terimakasih Elif, aku lupa mengancingnya tadi setelah mengambil uang untuk membayar minuman ini." jawab Nikita kemudian menutup dengan baik tas yang sudah ada ditangannya.


"Niki, sudah siap pulang?" tanya Albert yang baru saja turun dari mobilnya.


"Iya uncle, kami siap pulang. Ayo Elif," jawab Nikita dan menarik tangan Elif untuk masuk ke mobil itu.


"Antar Elif terlebih dahulu ke rumahnya uncle," pinta Nikita kepada Albert dengan senyum diwajahnya.


"Siap tuan putri," jawab Albert yang bergaya sebagai sopir pribadi.


Mereka pun naik ke mobil dan mulai keluar ke jalan raya.


"Uncle lihat ada apa di depan sana." teriak Nikita karena melihat Lykan Hypersport yang ia lihat tadi sedang di tembaki oleh dua pria dari dalam Maybech Exelero.


Meskipun begitu si Lykan Hypersport itu terus melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi meninggalkan kota Moskow yang begitu ramai. Ia berkelit dengan sangat lihai dengan bunyi tembakan terus mengiringinya dari belakang.


Beberapa mobil polisi dengan sirine yang cukup memekakkan telinga dari arah belakang mereka bertiga.


"Polisi!"


"Berhenti kalian!"


"Door!


"Door!


Polisi berhasil melumpuhkan salah satu Maybech Exelero itu dengan menembak rodanya dan menghadangnya di depan jalanan yang cukup ramai itu.


Albert memelankan Mercedes-Maybach nya dan menarik nafas. Ia memutar arah cepat dan mencari jalanan alternatif yang lain untuk menghindari kemacetan di depan sana.


"Dasar bandit brengsek! beraninya bermain-main, ditengah keramaian begini," gerutu Albert dengan mencengkram kemudinya kesal.


"Elif, bukankah mobil yang tadi dan pria itu..." bisik Nikita dengan wajah tegang.


"Iya Niki, kurasa pria itu pria yang berbahaya, masak sudah tahu ada polisi disini dia berani berulah, kalau ia ditangkap kurasa kita harus merayakannya, hihihi," Elif menutup mulutnya karena tertawa terlalu besar takut Albert mendengar mereka berdua.


Sementara itu di dalam Lykan Hypersport, Crisstoffer Anderson berhasil membawa Maybech Exelero yang memburunya ke jalanan sepi dan berhadapan satu lawan satu.


Ia turun dari mobilnya dengan mengarahkan Accuracy International Arctic Warfare 50 atau yang lebih dikenal dengan sebutan AW 50.


Jenis senjata ini memiliki kemampuan yang tinggi karena dapat menembus kendaraan tempur berlapis baja.


Bahkan senjata ini mampu menembus rekor untuk menembak objek tank dengan jarak lebih dari 2000 meter dan memberikan kerusakan yang sangat hebat.


Booom!!!


Maybech Exelero itu meledak sebelum si brengsek Ivanov itu mengarahkan senjatanya ke kepala Crisstoffer Anderson.


"Kutu kecil!?" Crisstoffer Anderson mengangkat alisnya sebelah dengan seringaian kejam diwajahnya.


Setelah menunggu beberapa saat ia kemudian memutar arah mobilnya ke arah swalayan tadi, ia ingin mengambil benda yang ia titipkan di tas gadis muda tadi.


"Oh Sial! kemana gadis cerewet itu pergi!" geramnya sambil memukul kemudinya. Ia menyesal harus mengamankan benda itu padahal ia cukup bisa mengecoh Ivanov bersama rekan-rekannya tadi.


Ia cuma sedikit ragu karena polisi yang memeriksa identitasnya tadi sepertinya mencurigainya makanya ia amankan dulu benda itu.


Kembali ia masuk ke swalayan itu dan meminta rekaman CCTV di depan swalayan itu untuk mengetahui kemana perginya gadis itu.


"Hem got you!" ujarnya semangat. Setidaknya ia tahu mobil yang membawa gadis itu pergi dan bisa segera mengecek keluarga kaya mana yang punya mobil mewah seperti itu.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍