Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 211 EMHD



Crisstoffer Anderson tersenyum samar melihat kedua gadis ini sangat tak sabaran seperti dirinya.


"Cepat katakan tuan, apa maksudmu mengajak kami kemari?" seru Nikita sembari menatap pria itu dengan pandangan menyelidik.


"Aku ingin kamu menyerahkan sebuah benda yang aku simpan di dalam tas kamu waktu itu." Nikita dan Elif saling bertatapan.


"Benda apa? Aku tak pernah melihat benda lain selain milikku sendiri yang ada di dalam tas itu." jawab Nikita lagi sembari mengangkat ujung gaunnya bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


"Aku yang tahu karena aku yang menyimpannya di sana!" geram pria itu dengan wajah mulai kesal. Crisstoffer Anderson bergerak mendekati Nikita bermaksud menahan pergerakan gadis itu.


"Oh itu salahmu sendiri. Karena tas itu bukan milikmu dan kenapa kamu malah menaruh barangmu di dalam sana?" ujar gadis itu sembari memutar bola matanya malas kemudian ia melanjutkan,


"Dan ya aku tidak bisa percaya begitu saja, enak saja mengaku-ngaku menyimpan benda asing di dalam tas aku."


Crisstoffer Anderson mengerang kesal. Rasanya ia ingin mencekik gadis cerewet ini karena tidak bisa bekerjasama dengan baik.


"Permisi tuan, kami punya urusan lain yang lebih berharga. Anda hanya membuang waktu kami saja, ayo Elif," Nikita menghentakkan kakinya dan ingin berlalu dari hadapan pria asing yang baru 2 kali ia temui itu.


"Hey nona, jangan sampai aku tidak berlaku tidak sopan padamu ya, cepat serahkan benda itu padaku!" Titah Crisstoffer sembari menarik tangan Nikita dengan paksa dan membawanya kearah dinding.


"Awwww, kamu menyakitiku brengsek!" teriak Nikita dan berhasil menginjak kaki pria itu. Karena kesal dan tak sabar, Christoferr menarik pistol dari dalam saku jasnya dan menodongkan pistol itu di perut gadis itu.


Gadis itu tercengang karena kaget luar biasa. Tubuhnya langsung membeku karena takut.


Beberapa bodyguard yang melihat hal yang buruk terjadi pada putri Bos mereka tidak tinggal diam, mereka langsung melompat kearah pria itu dan menyerangnya dengan tangan kosong.


Senjata api yang ada di dalam jas mereka sedang berusaha untuk tidak digunakan mengingat tempat ini begitu ramai dan jangan sampai ada korban jiwa di dalamnya.


Bugh


Dessh


Kyattt


Crisstoffer Anderson menyimpan kembali senjata apinya kedalam jasnya dengan cepat kemudian memberikan perlawanan kepada dua orang berpakaian hitam-hitam itu.


Mereka bertiga berduel 2 lawan satu dengan sangat indah dan gesit sampai tidak seperti sedang ingin menjatuhkan.


Gerakan tangan mereka begitu indah dan malah tampak seperti sedang melakukan atraksi beladiri. Semua tamu promnight memusatkan perhatian pada 3 orang itu yang seakan memberikan hiburan ditengah-tengah acara.


"Apa yang kamu lakukan pada nona kami, tuan asing?" tanya sang bodyguard sembari terus menendang dan memukul udara karena Crisstoffer Anderson begitu lincah berkelit.


Pria itu tidak menjawab, ia hanya berusaha berkelit dan tidak bermaksud memberikan perlawanan. Ia tidak mau mencari masalah baru sebelum mendapatkan benda itu dan segera pergi dari Moskow.


Dari ekor matanya, ia menangkap dua gadis remaja itu perlahan meninggalkan acara promnight dengan diam-diam.


"Berhenti!" teriaknya dengan suara keras bermaksud menghentikan langkah Nikita dan Elif yang ingin meninggalkan tempat itu. Bersamaan dengan satu lagi teriakan keras di dalam ruangan itu.


"Stop it!" seru seorang pria yang ternyata adalah seorang guru di sekolah itu.


Crisstoffer dan dua bodyguard itu dengan cepat menghentikan duelnya. Ketiga pria itu langsung merapikan pakaian mereka dan berdiri dengan angkuh seperti tidak sedang terjadi apa-apa.


"Siapa kalian?! Apa kalian memiliki undangan masuk ke tempat ini?"


Para bodyguard itu memperlihatkan undangannya. Begitupun dengan Crisstoffer Anderson.


Mr. William Henry tersenyum tetapi masih nampak curiga pada mereka bertiga.


"Silahkan nikmati pestanya dan ya jangan membuat acara baru yang tidak sesuai dengan susunan acara pada pesta ini," ujar guru itu kemudian meninggalkan mereka bertiga dan segera ke atas panggung untuk memulai acara.


Crisstoffer Anderson mengedarkan pandangannya mencari sosok Nikita dan sahabatnya itu tapi tak ia temukan.


Dengan cepat ia berlari keluar dari ruangan itu dan melihat gadis bergaun hitam itu sedang menaiki Maybach Exeleronya bersama sahabatnya.


"Oh shi*t!" umpatnya kemudian mencari mobilnya juga. Ia harus memberi satu pelajaran penting pada gadis ingusan itu.


"Jadi kita harus meninggalkan prom ini Niki?" tanya Elif Kaya karena ia tiba-tiba saja ditarik ke dalam mobil itu sahabatnya itu.


"Tempat ini berbahaya Elif, kamu lihat pria asing itu kan? ia membawa pistol kamu tahu? aku pikir dia adalah seorang psikopat yang sedang lari dari Rumah Sakit jiwa." jawab Nikita sembari memasang seatbeltnya. Ia kemudian melajukan mobilnya keluar dari tempat itu.


Ciiiiiit


"Turun kamu!" seru Christoffer Anderson sembari mengetuk kaca mobil Nikita. Gadis yang ada di dalam mobil itu tersentak kaget. Mereka berdua saling berpandangan dengan wajah takut. Tetapi Nikita langsung menarik nafas dan membuka kaca mobilnya.


"Anda mau apa tuan?" tanya Nikita pura-pura berani meskipun ia sungguh sangat takut sekarang.


"Sudah kubilang berikan benda itu dan kamu bisa tidur dengan nyenyak!" ancam Crisstoffer Anderson dengan seringaian diwajahnya.


"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak tahu benda apa yang kamu maksud brengsek!" teriak Nikita kesal dengan melupakan tata krama kesopanan pada orang yang lebih tua.


Pria itu langsung memasukkan tangannya kedalam mobil dan berusaha mencekik leher Nikita tetapi gadis itu langsung memencet tombol untuk menutup kaca mobil dengan cepat hingga tangan Crisstoffer terjepit.


"Aawwww, buka kacanya!" teriak pria itu kesakitan. Tangan kirinya langsung menarik kembali pistol yang sudah disembunyikannya tadi kemudian menarik pelatuknya.


Ia menembak mobil itu agar gadis itu membuka kacanya


Door


Nikita langsung menginjak gas dan melajukan mobilnya dengan cepat setelah tangan pria itu terlepas dari pintu mobilnya.


"Sial! awas kamu gadis nakal!" teriak Crisstoffer Anderson kemudian berlari ke Lykan Hypersportnya. Ia harus memburu gadis itu dan mendapatkan benda itu secepat mungkin.


Nikita melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi.


Maybach Exelero ini adalah hadiah ulang tahunnya dari sang Daddy. Merupakan mobil termahal di dunia saat ini.


Mobil yang diproduksi oleh pabrikan asal Jerman tersebut menawarkan mesin bertenaga 700 hp dengan mesin V12 Twin-Turbo yang mampu menghasilkan top speed mencapai 351 km/jam.


"Niki! kita bisa mati di sini kalau kecepatanmu tidak kamu turunkan, aku takut Niki!" Elif tak berhenti berteriak meminta sahabatnya itu mengurangi kecepatan laju mobil yang mereka tumpangi.


"Pria psikopat itu memburu kita Elif, kita harus sampai di rumah sebelum ia menangkap kita." jawab Nikita sembari menambah kembali kecepatannya.


Tetapi rencana Nikita sepertinya hanya tinggal rencana karena tiba-tiba saja disampingnya sebuah Lykan Hypersport sedang menyerempet mobilnya dan memaksanya untuk berhenti atau mobil mewah termahal ketiga di dunia itu membuatnya celaka dengan menabrak pembatas jalan.


Mesin yang dimilikinya membuat mobil itu hanya membutuhkan waktu 2,8 detik untuk melaju 0-100 km/jam.


Sementara, kecepatan maksimal yang mampu diraih mencapaiΒ 390 km/jam. Selain digerakkan dengan tenaga besar, Lykan Hypersport juga dibalut dengan pernak-pernik fisik dengan tingkat modernitas tinggi.


"Niki stop it! kita bisa mati!" teriak Elif berusaha mempengaruhi sang driver baru itu. Gadis itu pun memelankan mobilnya dan mulai menepi.


"Turun kamu!" teriak Crisstoffer Anderson dengan emosi diwajahnya. Rahangnya tampak mengeras menahan rasa marah dihatinya.


Nikita pun turun bersama dengan Elif.


"Kamu mau mati sekarang juga atau berikan benda itu padaku!" tangan besar pria itu mencengkram rahang Nikita dengan keras hingga gadis itu mendesis kesakitan.


"Baik, baik, aku akan mencarinya tetapi lepaskan aku, brengsek!" teriak Nikita karena pria itu semakin mencengkram dengan kuat hingga bisa dipastikan akan membekas pada wajah cantik gadis itu.


"Okey, aku akan mengikutimu ke rumahmu dan jangan coba-coba membuat masalah, mengerti?!" Pria itu menghempaskan tubuh gadis itu hingga menabrak body mobilnya sendiri.


"Aaaaakh!" desis Nikita kesakitan. Ia mengelus tubuhnya dengan tangannya.


"Niki, kamu tidak apa-apa?" tanya Elif dengan wajah khawatir.


"Tidak Elif, aku tidak apa-apa. Ayo cepat kita ke rumah dan mencari benda sialan itu." ujar Nikita kemudian segera naik ke mobilnya sendiri dan melajukannya diikuti oleh Crisstoffer Anderson dari arah belakangnya.


"Nikita? apa acaranya sudah selesai sayang?" tanya Maksim saat melihat putri pertama Alex itu berlari ke dalam rumah dengan terburu-buru.


"Iya uncle, aku sedang mencari sesuatu," jawab Nikita dan meninggalkan Maksim yang tampak mencurigai sesuatu.


Setelah membongkar tas yang pernah dipakainya sewaktu mengikuti lomba bisbol itu dan menemukan benda yang dimaksud, ia segera berlari keluar lagi dan membawakan benda itu pada pria asing yang sampai sekarang belum ia tahu namanya itu.


"Terimakasih banyak," ujar Crisstoffer Anderson kemudian segera melajukan mobilnya keluar dari lokasi rumah keluarga Smith itu.


"Niki, siapa itu?" tanya Maksim yang tiba-tiba berada dibelakang gadis itu. Nikita tersentak kaget.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍