Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 169 EMHD



Antonio Cassano tersenyum samar saat melihat perempuan cantik berhijab itu sudah mulai membuka diri dengan ikut makan pagi bersamanya pagi itu.


Berbulan-bulan ia menunggu dengan sabar agar Aisyah mau menerima kenyataan bahwa sekarang ia sudah menjadi tawanannya, bos mafia atau gembong narkoba berdarah Meksiko.


"Makanan khusus untuk perempuan spesial." ujar Antonio Cassano sembari menyerahkan makanan khas orang Rusia yang berlabel halal itu.


"Terimakasih tuan Cassano," ujar Aisyah sembari tersenyum cerah.


Terlalu lama ia merenungi nasibnya yang menyedihkan sungguh tak baik untuk kesehatannya yang kian menurun.


Wajahnya kian tirus dan juga pucat hingga semalam saat ia bermunajat panjang dan lama dalam sujudnya, ia mendapat semangat baru.


Ia harus bisa mendapatkan hati Antonio dan mendapatkan akses untuk keluar dari mansion mewah itu.


"Aku senang sekali melihatmu hari ini, kamu seperti bunga yang baru mekar." ujar Antonio Cassano dengan senyum cerah di wajahnya.


Aisyah membalas senyum menawan Antonio sembari mengangkat gelasnya seakan bersulang.


"Aku ingin keluar berjalan-jalan hari ini, bolehkan tuan Cassano?" Antonio tersentak kemudian menatap perempuan cantik itu dengan intens.


"Anda tidak lihat ini?" Aisyah mengangkat tangan kanannya ke udara dan memperlihatkan jari-jarinya yang lentik dan putih,


"Kulitku jadi begitu pucat sekarang, aku sudah lama tidak melihat cahaya matahari dan indahnya kota ini, tuan," lanjutnya dengan nada sedikit merajuk.


Antonio merasakan dadanya berdebar kencang dengan suara perempuan itu yang kedengaran sangat manis di telinganya.


Pria itupun berdiri dari duduknya dan menghampiri perempuan cantik itu.


"Baiklah, aku akan membawamu berkeliling kota ini. Aku juga sudah lama tidak melihat perubahan pembangunan di sekitar daerah ini." Aisyah tersenyum kemudian membaca doa dan mulai memakan makanannya yang memang khusus dibuatkan untuknya.


"Kamu selalu berdoa sebelum makan?" tanya Antonio dengan pandangan mata berbinar senang. Rasanya ia tak ingin berkedip jika memandang wajah perempuan cantik di depannya ini.


"Iya tuan, supaya makanan yang kita makan mengandung keberkahan. Dan juga aku bisa selamat jika seandainya anda mencampur makanan ini dengan racun."


"Hahahaha, apa kamu berpikir seperti itu? aku ingin membunuhmu? itu tidak mungkin sayang, aku sangat menyukaimu." tawa Antonio menggema di dalam ruang makan itu.


Aisyah tersenyum senang kemudian menatap Antonio dengan intens.


Sesuatu yang tak pernah ia lakukan selama ini. Karena selama ini hanya Alex yang ada di dalam matanya.


Mereka saling bertatapan mengantarkan banyak rasa pada keduanya kemudian diakhiri dengan gerakan tangan Antonio ke arah wajah Aisyah tetapi Aisyah segera mengelak. Ia segera menunduk.


Antonio meremas udara tetapi ia masih tersenyum meskipun hatinya kecewa. Ia semakin yakin untuk memiliki perempuan istimewa ini bagaimanapun caranya.


Pria Meksiko itu merasakan hari ini begitu indah, hatinya berdendang dengan irama ceria. Ia pun kembali ke tempat duduknya dengan kebahagiaan yang teramat sangat.


"Apa kita akan membawa Danil?" tanya Aisyah sesaat setelah menghabiskan makanannya.


"Kalau itu membuatmu senang, aku akan mengikuti apa saja kemauanmu."


"Terimakasih tuan Cassano, anda baik sekali." sekali lagi Antonio merasa diatas angin.


Sebentar lagi aku mendapatkan hatimu sayang, aku akan bersabar sedikit saja. ujarnya membatin.


Tak lama kemudian Bibi Rossy membawa Danil yang baru bangun tidur itu bergabung bersama mereka berdua.


"Dadddy," panggil Danil dan segera berlari ke arah Antonio.


"Lusa adalah ulangtahunnya, tuan."


"Wah kebetulan sekali, aku juga ingin membuat pesta untukmu. Kita akan merayakannya bersama. Eh, Danil asem sekali," ujar pria itu sembari menciumi leher Danil hingga tergelak lucu.


"Aku akan memandikan dan menyiapkan Danil terlebih dahulu, permisi." Ujar Aisyah kemudian meraih putranya dari rengkuhan Antinio. Ia pun meninggalkan tempat itu yang diiringi tatapan tak biasa dari seorang Antonio Cassano.


Tidak cukup 30 menit Antonio menunggu, mereka bertiga pun keluar dari Mansion mewah itu dan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi icon kota Meksiko.


"Kamu senang Danil?" tanya Antonio dengan pandangan tak lepas dari wajah Aisyah yang bagaikan malaikat dimata pria itu.


"Daddy," panggil Danil dan memeluk pria itu dengan wajah senang. Dan hal itu semakin membuat Antonio semakin bahagia.


Mereka bagaikan sebuah keluarga kecil bahagia.


Aisyah berusaha tak peduli akan pandangan mata pria itu padanya. Ia hanya ingin memikirkan bagaimana caranya bisa kabur dari tahanan pria asing itu.


🍁


Berbulan-bulan ditinggalkan oleh ratu di rumah kediaman Alexander Smith, Reisya benar-benar bisa menempatkan diri menjadi onty yang sangat perhatian pada putri pertama Alex ini.


Setiap saat ia selalu menemani Nikita mengerjakan tugas-tugas dari gurunya dan terkadang ikut mengantarkan gadis cantik itu ke sekolah.


Sedangkan Alex sibuk kembali ke dunia hitam yang sudah lama ditinggalkannya.


Kerjanya adalah keluar masuk Club dan mendatangi tempat-tempat yang sudah lama ditinggalkannya.


Ia banyak melakukan transaksi-transaksi gelap yang bahkan tidak diketahui oleh Albert dan anggota klan Smith lainnya.


"Al, apa aku ketinggalan banyak hal selama ini?" tanya Maksim sembari memandang Albert tajam, kemudian melanjutkan, "Ceritakan padaku kenapa bisa Alex jadi seperti ini?" Maksim merasa menyesal dan terpukul setelah tahu apa yang terjadi pada saudara tertuanya itu sejak ia berada di Dagestan.


"Aku tidak tahu Max, aku sudah tidak mengenali Kak Alex lagi. Ia sudah berubah menjadi orang lain yang sangat berbeda dengannya dulu."


Maksim menarik nafasnya berat. Kalau kepergian Paula dulu membuat Alex menjadi lebih baik, kepergian Aisyah ini malah membuatnya kembali ke lubang hitam yang sangat dalam.


"Aku harus bertindak sebelum Alex semakin jauh merusak dirinya." ujar Maksim dengan tekad di dadanya.


"Apa kamu belum juga menemukan pelaku penculikan Aisyah, Al?"


"Beberapa hari ini kami sudah mengetahui pergerakan pria bernama Antonio Cassano itu. Ia sekarang sedang berada di Meksiko."


"Apa Alex sudah tahu hal ini?"


"Aku tidak tahu Max, ia bahkan tidak pernah mengangkat sambungan teleponku dan ya sudah beberapa bulan ini Kak Alex tak pernah pulang. Kamu tahu? Nikita berubah menjadi gadis pendiam sekarang."


"Astagfirullah, begitu banyak perubahan yang terjadi di rumah ini sejak aku pergi ke Dagestan."


"Ya betul. Dan kita harus mengembalikan semuanya agar kembali seperti semula."


Maksim mengangguk paham. Ia pun segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan Albert yang masih diam memikirkan apa yang harus dilakukannya ke depannya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍