Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 218 EMHD



Sampai di Hotel tempat mereka menginap, Alex masih menunjukkan wajahnya yang datar dan dingin.


Ia benar-benar tak suka kalau ada pria yang berani mendekati Nikita dan mengambil perhatian gadis itu dari dirinya. Meskipun itu putra dari rekan bisnisnya sendiri dan anak itu tampak sopan.


Aisyah hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya yang kadang sangat berlebihan seperti itu.


"Alex plis, kamu seperti anak kecil. Nikita sudah dewasa sayang. Apa kamu akan selalu seperti ini kalau ada pria yang mendekati putrimu?" tanya Aisyah sembari menghampiri suaminya yang masih diam saja setelah memasuki kamar mereka berdua.


Danil dan juga Asma, mereka tempatkan di dalam satu kamar yang diawasi oleh Nikita dan Elif.


Alex tidak menjawab. Pria itu tahu betul apa maksud pandangan Roman Subkhan sepanjang hari ini pada Nikita.


"Aku tidak suka Roman menatap putriku seperti itu, Aisyee," ujar Alex setelah lama terdiam. Tangannya sibuk dengan gadget yang ia gulir-gulir saja karena kesal.


"Aku tahu jenis pandangan seperti itu. Dan untungnya Nikita sekarang sudah menutup tubuhnya dengan hijab. Karena kalau tidak, aku akan dengan senang hati mencongkel mata Roman putra Subkhan itu." gerutu Alex dengan rahang mengetat marah.


"Ya Allah, itu lucu sekaligus menyerahkan sayang," jawab Aisyah pura-pura bergidik ngeri. Lalu ia melanjutkan,


"Apakah kalau ada yang menatapku seperti itu kamu juga akan mencongkel matanya Alex?" tanya Asiyah sembari meraih wajah suaminya itu kemudian membingkainya dengan kedua tangannya.


"Aku bukan saja mencongkel matanya tapi kuhancurkan juga kepalanya agar pria itu tak pernah mengingat kalau ia pernah memandangmu sayang," jawab Alex dengan wajah berubah manis.


"Uuuh, betulkah itu sayangku? Aku tak pernah mendengar ada kisah seperti itu," ujar Aisyah sembari mengecup sekilas bibir suaminya yang begitu sangat menggoda imannya.


"Kamu tidak percaya sayang, hmmm?" Tanya Alex sembari membalas kecupan bibir seksih istrinya itu dengan ******* lembut.


"Sayangnya tidak Alex, aku minta maaf." jawab Aisyah dengan mendorong tubuh suaminya menjauh. Ia berpura-pura kecewa.


Alex segara menarik tubuh istrinya itu dan bahkan mengangkatnya ke atas pangkuannya.


"Kamu ingat Azzam?" bisik Alex sembari menempelkan ujung hidungnya ke hidung istrinya. Aisyah mengangguk pelan sembari merasakan deru nafas suaminya yang memburu, ia tahu kalau sekarang Alex sangat menginginkannya.


"Aku menghancurkan kepalanya karena berani melihat dan membayangkan tubuhmu waktu itu," suara Alex bergetar antara emosi dan hasrat yang sudah menjalar diseluruh sarafnya karena tangan kanan Aisyah bergerak lincah membelai dada dan perutnya. Sedangkan tangan kiri perempuan cantik itu membelai kupingnya yang sangat sensitif dengan sentuhan.


"Jadi kamu yang melenyapkan nyawa Azzam saat itu Alex, padahal kita bahkan belum menikah," Aisyah sengaja menjauhkan wajahnya saat Alex ingin meraih kembali bibirnya.


"Waktu itu kita belum menikah tapi aku sudah tak rela ada mata lain yang bebas memandangmu seperti ini sayangku." Alex kembali menekan pinggang istrinya itu agar tidak bergerak menjauh dari jangkauannya.


"Jadi waktu itu kamu sebenarnya ingin memilikiku Alex?" tanya Aisyah sembari menghisap ujung dagu suaminya tetapi saat pria itu ingin membalasnya, ia sengaja menjauhkan dirinya lagi hingga Alex seperti sedang dipermainkan oleh istrinya itu.


"Aisyee, jangan salahkan aku kalau aku kasar sayang," erang Alex sembari tangannya meremas bokong istrinya dari lembut hingga kasar.


"Awwww, aku nantikan itu Alex, hahahaha," Pria maskulin mantan mafia itu semakin terbakar dengan gaya Aisyah yang menantangnya untuk melakukan yang kasar-kasar.


"Awwww!" Aisyah merasakan tubuhnya dibanting oleh suaminya diatas ranjang yang sangat empuk itu. Alex langsung mengambil dasinya dan mengikat kedua tangan perempuan cantik itu di headboard ranjang setelah melucuti semua penghalang pada tubuhnya.


"Alex apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Aisyah saat tangan dan kakinya sudah terikat.


"Kamu mau aku kasar kan?" tanya Alex dengan seringaian diwajahnya.


"Tapi..hmmpt.."


"Aaaaakh!"


Aisyah tak berkutik, tubuhnya hanya bisa bergerak seperti cacing kepanasan dan tak mampu memberontak ketika Alex menyerangnya dari mulai yang lembut sampai kasar dan membuatnya berteriak minta ampun berkali-kali.


"Plis, Alex ampun aku tak kuat..." Aisyah menatap suaminya dengan pandangan sayu dan memohon dengan sangat.


Perempuan itu tersenyum dan mengikuti semua keinginan suaminya. Ia ingin membalas dengan memberikan pelayanan yang sangat memuaskan pada pria yang sangat dicintainya itu.


Hingga mereka berdua hanya mengisi kamar hotel itu dengan erangan dan dessahan nikmat sampai dini hari menjelang.


"Kak Niki, aku mau tidur sama mommy, " rengek Asma adik bungsunya yang memang sangat manja itu.


"Tidak bisa sayang, mommy sama Daddy sudah tidur, kasihan kan kalau diganggu." ujar Nikita menghibur adiknya yang sedari tadi tidak bisa tidur meskipun ia dan Elif sudah membacakan banyak dongeng.


"Tapi aku sama mommy, huaaaa." Nikita merasa kewalahan sendiri melihat tingkah adiknya yang begitu rewel tidak seperti malam-malam sebelumnya. Nikita menatap jam tangannya dan yakin sekali kalau mommy dan Daddynya pasti sudah terlelap.


"Bawa aku ke kamar mereka kak Niki!" teriak Asma lagi dengan suara melengking tinggi. Nikita mengalah. Ia akhirnya membawa adiknya itu keluar kamar dan mulia mengetuk pintu kamar kedua orangtuanya.


Tok


Tok


"Dad? Mom?" panggil Nikita dengan suara pelan. Ia tak mau mengganggu penghuni kamar yang lain dengan suaranya di tengah malam seperti ini meskipun itu tidak mungkin juga karena kamar-kamar ini adalah kamar mewah yang pastinya kedap suara.


"Aisyee sayangku, siapa yang mengetuk pintu dijam seperti ini?" tanya Alex yang masih terjaga setelah mereka tiba dari kayangan.


Mereka masih menata laju pacu jantung yang cukup bekerja sangat ekstra tadi setelah melalui kegiatan ekstrim yang cukup memacu adrenalin. Posisi mereka masih berpelukan dibawah selimut tebal dengan tubuh melengket polos.


"Dengarkan baik-baik sayang,"


"Dad?"


"Mom?"


"Ah itu suara Nikita, apa mungkin kebiasaan waktu kecilnya untuk mengganggu kita ia ulangi lagi? padahal ia harusnya sudah dewasa sayang, Nikita kan calon dokter."


"Buka saja pintunya Alex siapa tahu ada hal penting." ujar Aisyah yang dengan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Baiklah," Alex juga menyingkirkan selimut dan segera memakai pakaiannya kemudian membuka pintu kamar itu.


"Daddy! mana mommy?!" Asma langsung menubruk tubuh Alex kemudian menangis sejadi-jadinya.


"Mommy lagi di kamar mandi sayang, ada apa?"


"Asma tidak mau tidur bersama kami di kamar, ia mau tidur bersama mommy." ujar Nikita yang mengerti pandangan tanya Daddynya itu.


"Baiklah, kamu kembali ke kamarmu. Asma akan tidur di sini."


"Good night Dad."


"Good night sayang,"


Nikita pun kembali ke kamarnya dengan seringaian seseorang dari balik pintu kamarnya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍