
Resort Pantai Galumbaya yang sangat indah dengan nuansa hijau di tengah suasana laut yang begitu panas menyambut kedatangan pengantin yang sedang berbahagia itu.
Sebagai kado pernikahan dari pemiliknya yaitu Rama Putra Tama Raditya, pasangan pengantin dan keluarganya bebas menggunakan tempat wisata itu sebagai tempat resepsi dan juga bulan madu sampai beberapa hari kedepan.
"Mommy, aku mau berenang di pantai..." teriak Nikita sembari berlari ke arah bibir pantai dengan hamparan pasir putih itu.
"No, Nikita!" seru Alex dengan langkah cepat ke arah pantai. Ia cukup trauma dengan gadis cilik itu yang pernah tenggelam di kolam renang saat masih kecil.
"Daddy! ayo kemari. Aku mau pakai banana boat itu!" teriak Nikita lagi dengan wajah gembira. Kaki kecilnya berlari ke arah semua wahana laut yang tersedia di sebuah spot di pinggir pantai itu.
"Niki sayang, Daddy akan menemanimu naik permainan ini tetapi bukan sekarang, okey?" ujar Alex dengan nada tak sabar. Nafasnya memburu karena berlarian mengejar gadis kecilnya itu.
"Hmm Dad, tapi aku maunya sekarang." wajah Nikita nampak memberenggut tidak suka.
"Niki, dengarkan Daddy, pesta Uncle Albert belum selesai dan juga tidak mungkin kita berdua turun ke laut dengan pakaian resmi seperti ini kan sayang?" jelas Alex berusaha menjelaskan dengan sabar.
"Baiklah Dad, aku akan menunggu sampai acara selesai." gadis kecil itu akhirnya mengalah. Ia lantas menarik tangan sang daddy dan mengajaknya menyusuri bibir pantai itu.
"Dad, kalau aku besar nanti aku mau tinggal di dekat laut." ujar Nikita sembari memandang laut lepas dengan hamparan air birunya yang bersih.
"Kenapa?" tanya Alex dengan pandangan yang sama ke arah laut lepas.
"Disini damai dad, tak ada keributan. Dan aku akan bebas melukis di tempat seperti ini."
"Dagestan juga damai sayang, ada banyak pemandangan menarik di sana. Kamu bisa bebas berekspresi juga di kampungnya mommy." Nikita tersenyum kemudian meminta daddynya menunduk.
"Aku mencintaimu dad," ucap Nikita sembari mencium pipi sang Daddy.
"Aku juga sayang, selalu dan selamanya." Alex langsung meraih gadis kecil itu kedalam gendongannya.
"Daddy turunkan aku, malu sama semua tamu disana, aku sudah besar," ujar Nikita memberontak meminta turun. Tetapi Alex tak ingin melepaskannya. Entah kenapa ia ingin berlama-lama dengan putrinya itu.
Rasanya gadis kecil itu baru saja melalui masa-masa balitanya dibawah pengawasannya dan sekarang ia sudah pintar membayangkan bagaimana kehidupannya saat besar nanti.
"Sepatumu nanti kotor dan basah, Niki. Diamlah." Nikita menurut. Ia pun sebenarnya sangat rindu diperlakukan sangat manis seperti ini oleh sang daddy.
Alexander Smith membawa gadis kecilnya itu ke arah aula yang sudah disulap sangat cantik sebagai tempat resepsi pernikahan.
🍁
"Selamat ya Reisya, semoga keluargamu bahagia." ujar salah satu tamu yang datang memberi do'a restunya.
"Terima kasih banyak ya Fir, udah datang," jawab Reisya tersenyum pada sahabatnya sewaktu masih di SMA itu.
"Doakan aku juga cepat nyusul seperti kamu," ujar Fira lagi dengan senyum diwajahnya.
"Aamiin." jawab Reisya dan Albert bersamaan. Alhasil Reisya dan Fira menatap Albert dengan ekspresi lucu.
"Fir, nikmati pestanya ya besti," ujar Reisya sembari mempersilahkan sahabatnya itu untuk menikmati hiburan dan hidangan yang disiapkan oleh keluarganya.
"Jangan menatapku seperti itu Reisya sayang," ujar Albert dengan pandangan penuh cinta pada istrinya itu.
"Kamu ikut kursus bahasa Al?" tanya Reisya dengan pandangan masih lekat pada wajah suaminya. Albert hanya tersenyum dan meraih tangan istrinya.
Ia ingin sekali memberi ciuman panas pada perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu tapi apa daya budaya di negara ini tidak bisa langsung ia tabrak seenaknya.
Apa kata dunia kalau ia berani mencium istrinya ini di depan umum.
"Al, ada tamu lagi, tolong lepaskan tanganku," bisik Reisya pada suaminya. Beberapa tamu sudah hampir sampai di panggung pelaminan itu untuk memberinya doa restu.
Dengan berat hati pria bule itu melepaskan tautan tangannya pada tangan sang istri.
"Kamu hebat Reisya, dapat suami bule, mau memperbaiki keturunan ya?" ujar tamu yang baru saja menyalami sepasang pengantin itu. Ucapan itu hanya dibalas oleh Reisya dengan senyuman. Ia sendiri tidak pernah berpikir seperti itu karena cinta yang datang pada mereka berdua sungguh tak perlu alasan.
"Reisya, kapan pesta ini selesai?" rajuk Albert dengan wajah ditekuk bosan.
Pria tampan dari Rusia itu sudah lelah menjadi bahan tontonan dan juga konten bagi para youtuber yang sudah banyak mengabadikan momen indahnya bersama sang istri tercinta.
"Kenapa, kamu lelah ya? maaf ya Al, memang harus seperti ini kalau kita jadi pengantin." ujar Reisya dengan senyum diwajahnya.
"Aku tidak lelah sayang, aku cuma tak sabar ingin menciummu." jawab Albert dengan wajah santai. Sekali lagi Reisya menutup mulutnya tak percaya suaminya itu begitu mesum dan berani blak-blakan seperti itu di depan semua orang yang hadir di atas pelaminan. Dimana ada Abdul Rachman dan juga Suriya sang ibu.
"Jangan menatapku seperti itu Reisya, atau aku benar-benar menciummu di tempat ini sekarang juga," ujar Albert yang semakin gemas dengan ekspresi diwajah istrinya itu.
"Albert!? ya ampun kamu sepertinya harus berendam di tengah laut dulu setelah acara ini selesai. Kamu tidak tahu malu," ujar Reisya dengan semburat merah di pipinya.
"Mereka tidak akan mengerti bahasa kita sayang," ujar Albert sembari memandang berkeliling dan hanya ada orang-orang yang dari Indonesia ini di atas pelaminan ini. Ia dan Reisya sedang berkomunikasi menggunakan bahasa Rusia.
"Aku mendengarmu uncle Al," ujar Nikita dengan senyum lebar di wajahnya. Ia baru saja muncul dari belakang panggung pelaminan ini bersama Alex Daddynya.
Reisya langsung menutup wajahnya dengan menggunakan kipas tangan yang biasa dibawa oleh pengantin cilik pendamping yang sedang terkantuk-kantuk disampingnya.
"Oh my God!" ujar Albert dengan berpura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan oleh putri kecil dari Alexander Smith itu. Gadis kecil yang selalu ada dimana-mana disetiap moment-moment penting semua pengantin baru di keluarga besar Smith.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
Sepanjang siang itu ada banyak do'a dan harapan agar pasangan pengantin itu bahagia dan cepat mendapatkan keturunan.