Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 278 EMHD



"Criss, aku ingin ke Birmingham. Aku ingin berziarah ke makam kakek Will," ujar Nikita sesaat mereka berdua baru pulang dari Universitas.


"Aku akan lihat jadwalku dulu ya sayang." Nikita tersenyum dan mengangguk. Ia juga sebenarnya masih ada mata kuliah, tapi entah kenapa perempuan itu ingin sekali ke sana.


Ia ingin berdua saja dengan suaminya di rumah kakek William. Perempuan cantik itu ingin merasakan bulan madu bersama Crisstoffer Anderson yang sangat tampan dan juga hebat.


"Aku sebenarnya sudah lama ingin mengajakmu ke rumah kita di sana tetapi kamu lihat kan ada banyak jadwal seminar internasional akhir-akhir ini." lanjut Crisstoffer sembari meraih tangan istrinya.


"Belum lagi ditambah dengan harus mengajar 3 kelas di fakultas kedokteran. Kita sampai jarang bertemu sayang dan aku sangat merindukanmu," lanjut pria itu kemudian lembut tangan istrinya.


"Aku mengerti Criss. Nanti setelah kita bebas, kita bisa tinggal di rumah kakek untuk sementara waktu, aku sungguh ingin merasakan suasana baru, hanya berdua denganmu," ujar Nikita tersenyum.


"Ide yang bagus sayang, asalkan Daddy Alex mengizinkan kita, hehehe," jawab Crisstoffer tertawa garing. Ia heran dengan ayah mertuanya itu yang sampai sekarang masih belum bisa merelakan 100% Nikita padanya.


"Jangan tertawa seperti itu Criss, bagaimana pun juga dia itu Daddyku yang sangat aku sayangi. Cintanya padaku lebih besar daripada cintamu Criss," gerutu Nikita dengan bibir mengerucut. ia tidak suka kalau suaminya mengolok-olok Daddynya yang sangat posesif padanya.


"Eh, darimana kamu tahu kalau cintaku lebih kecil daripada Daddymu?" tanya Crisstoffer sembari meraih tubuh Nikita ke dalam pelukannya. Dan dengan cepat bibir Istrinya itu dikulumnya lembut.


Nikita tidak bisa lagi menjawab kecuali mendessah nikmat saat suaminya itu memperlakukannya dengan sangat manis.


Tangan Crisstoffer bergerak sangat lembut dan berirama diseluruh permukaan kulitnya.


"Aaaaakh Criss, a aku,"


"Kenapa sayangku," bisik pria itu lembut diantara cumbuannya yang begitu memabukkan dibagian sensitif Nikita.


"Aaaakh Crisss!," sekali lagi Nikita berteriak dan memberontak nikmat karena bibir dan jari-jari suaminya membuatnya tak kuat menahan sensasi yang luar biasa nikmatnya.


"Aku akan membuatmu berteriak Niki," bisik Crisstoffer sembari melepaskan semua penghalang pada tubuh mereka.


Nikita pasrah dengan serangan-serangan yang diberikan suaminya itu dan berhasil membuatnya tidak berkutik. Tubuhnya jadi lemas tak berdaya.


"Aaaaakh Crisstoffer Anderson!" perempuan itu benar-benar berteriak keras karena tiba-tiba saja pria itu menyerangnya dengan agak kasar dengan hentakan-hentakan yang membuatnya meremas kain bed cover yang ada dibawahnya.


"Nikita sayangku, ya ampun kamu nikmat sekali," Crisstoffer meracau sembari terus menghentak didalam tubuh istrinya.


Beberapa hari tidak berkunjung karena harus berpuasa membuatnya menggila. Stok tenaganya yang cukup banyak membuat istrinya benar-benar berteriak minta ampun.


"Stop it Criss, aaaakh hmmmpt," Nikita meracau tidak jelas.


"Should I stop it honey?" bisik Crisstoffer diantara endusannya pada titik sensitif Nikita yang nampak sangat indah dimatanya.


Tubuh perempuan itu merespon dengan sangat indah. Ia bergetar hebat ketika pria itu menenggelamkan wajahnya ketempat yang sangat spesial itu.


"Criss!" Nikita menjambak rambut tebal suaminya dibawah sana. Sungguh ia benar-benar dibuat terbang oleh pria yang sangat dicintainya itu.


"Should I stop it honey?" Crisstoffer mengulang lagi pertanyaannya dengan memandang wajah istrinya yang sangat cantik dengan ekspresi yang sangat disukai olehnya.


"No, Criss! I like it aaaakh," Nikita meracau tidak jelas ketika suaminya melanjutkan apa yang sangat diinginkan oleh istrinya itu.


Bibir dan lidahnya benar-benar beradu dengan satu titik yang membuat tubuh Nikita memberontak tak karuan. Nikita merasakan dirinya sudah meledak berkali-kali. Memohon ampun tetapi tak ingin suaminya berhenti.


Crisstoffer tersenyum menang, ia ingin menunjukkan betapa cintanya pada istrinya itu tidaklah kalah dengan Alexander Smith. Ia bisa membahagiakan istrinya dengan cara yang lain yang Alex tidak bisa.


"Here we go honey," bisik Crisstoffer dan kembali menyerang istrinya dengan cepat dan berirama. Pria itu mendayung dengan sangat indah dengan saling menatap bahagia. Mengantarkan rasa yang tidak bisa diucapkan oleh kata.


Mereka berdua akhirnya meledak bersama dalam sebuah kenikmatan yang tak berujung.


Pria itu mengecup lembut kening istrinya saat puncak hasrat itu datang dan berhasil menumbangkan keduanya.


"Nikita, terimakasih banyak sayang, aku sangat mencintaimu," ujar pria itu sembari membersikan sisa-sisa percintaan mereka dengan tissue.


"Criss, aku bisa sendiri sayang," ujar Nikita karena suaminya memperlakukannya seperti bayi kecil.


"Tidak apa, kamu pasti sangat lelah. Apa aku terlalu berlebihan Niki?" Pria itu menatap milik istrinya yang seperti membengkak karena perbuatannya.


"Tidak Criss, itu tadi luar biasa. Kau tahu?" wajah Nikita kembali menghangat. Ia merasakan sensasi yang benar-benar lain dari biasanya.


"Nah sudah selesai," pria itu meluruskan kaki perempuan cantik itu setelah melakukan sesuatu yang sangat manis dibagian inti istrinya.


"Criss, kamu baik sekali sayang," ujar Nikita yang merasa sangat nyaman dengan apa yang baru dilakukan suaminya itu.


"Milikmu itu adalah tempat terhormat sayang, sangat spesial. jadi harus dijaga dengan baik. Hem," Nikita tersenyum bahagia. Ia benar-benar merasa sangat dicintai oleh suaminya. Ia dirawat setelah digunakan.


"Tidurlah, besok kita akan berangkat ke Birmingham. Kita akan berbulan madu di sana," ujar Crisstoffer kemudian mengecup lembut kening Nikita.


Perempuan cantik itu memeluk tubuh suaminya dan jatuh ke dalam mimpi yang sangat indah.


🍁


Pagi itu seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan yang sangat besar itu seperti biasa.


Crisstoffer menggenggam tangan istrinya ketika ingin meminta izin untuk berbulan madu di tempat tinggalnya di Birmingham.


"Bisa aku bicara dad?" tanya Crisstoffer saat Alexander nampak sudah selesai sarapannya.


"Silahkan Criss, bicaralah."


"Aku ingin meminta izinmu membawa Nikita ke Birmingham." wajah Alexander nampak berubah warna tetapi ia segera mengatasi kekagetannya dengan tersenyum normal.


Ia tahu Aisyah pasti akan memarahinya kalau ia kembali bertingkah menjadi Daddy yang posesif lagi.


"Apa ada urusan pekerjaan Criss?"


"Sebenarnya ada sedikit pekerjaan yang akan aku lakukan di Rumah Sakit dan juga kami ingin menziarahi makam kakek William."


"Oh iya, kalian bisa pergi. Dan jaga Nikita dengan baik ya,"


"Tentu saja Dad, Nikita adalah prioritas utama dalam hidupku." jawab Crisstoffer dengan senyum diwajahnya.


"Terimakasih banyak Dad,"


"Jangan terlalu lama. Cepat kembali. Rumah ini sepi tanpa kalian berdua,"


"Alex sayang," Aisyah menegur suaminya itu dengan tatapan tajam. Alex langsung meremas tengkuknya dengan tak nyaman. Semua orang tersenyum melihat tingkah Alex yang berubah jadi kucing manis karena takut pada istrinya.


Setelah mereka semua meninggalkan meja makan, Kedua pasangan pengantin baru itu segera kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


"Bagaimana dengan kelasmu sayang? kamu tidak masalah dengan dosen yang lain?"


"Kan ada kamu sayangku, mintakan izin ya, aku percaya padamu," ujar Nikita dengan senyum menggoda. Crisstoffer hanya bisa meraup wajahnya dengan senyum pula.


Ia akan melakukan apapun asal selalu bersama dengan perempuan cantik itu.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍