
Alexander Smith memandang kepergian putrinya itu dengan perasaan tak terbaca. Ia merasa seperti sedang melihat Paula Anderson 18 tahun yang lalu.
Gadis remaja itu begitu mirip dengan mommy kandungnya. Semua yang ada pada Nikita bagaikan cerminan dari perempuan yang pernah dicintainya dulu. Terutama sorot dari bola mata hitamnya itu, Alex merasa seolah-olah Paula ada dihadapannya.
Pria tampan itu menarik nafasnya untuk melonggarkan dadanya yang tiba-tiba terasa berat.
"Alex, apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya Aisyah sembari menyentuh lengan suaminya lembut.
"Ah tidak, aku hanya merasa Nikita terlalu cepat tumbuh, aku masih ingin ia berada di sini, di dalam gendonganku." Aisyah tersenyum kemudian menatap dalam mata biru Alex.
Kedua tangannya membingkai wajah suaminya yang tiba-tiba berubah sangat khawatir itu.
"Lihat aku Alex, semua anak-anakmu pasti akan tumbuh dewasa kemudian akan meninggalkan kita dan mempunyai keluarga baru." Alex hanya diam karena belum sanggup menghadapi hal mengerikan seperti itu.
Nikita adalah gadis kecilnya dan akan selalu seperti itu. Ia belum siap memikirkan akan berpisah dengan gadis kecilnya.
"Ayolah Alex, berikan juga kebebasan pada putrimu, apalagi sebentar lagi ia akan masuk universitas."
"Iya sayang, aku mengerti. Tapi tetap saja aku harus mengawasinya." jawab Alex dengan wajah masih tampak khawatir.
"Aku tak ingin ia terlibat asmara diusianya yang masih sangat muda itu, dan juga ia terlalu cantik tadi, aku takut ada pria ingusan brengsek yang menyukainya." Aisyah tertawa terpingkal-pingkal melihat kekhawatiran seorang Daddy yang terlalu berlebihan untuk putrinya sendiri.
"Ya ya aku lihat Nikita memang sangat cantik dan kurasa ia sangat mirip dengan seseorang, iya kan?"
Deg
Alex langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Ia tak mau istrinya meraba perasaannya sekarang. Dan malah mengakibatkan perempuan cantik itu cemburu.
"Kamu teringat Paula kan? aku tahu putrimu itu sangat mirip dengannya." ujar Aisyah kemudian menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskannya.
Aisyah pernah menemukan foto Paula yang tersimpan rapih di dalam ruang kerja suaminya itu dan penampilan Nikita tadi benar-benar mengingatkan semua orang akan mendiang istri Alex tersebut.
"Aisyee, dengarkan aku sayang, kamu tidak cemburu kan?" Alex meraih tangan istrinya dan membawanya kebibirnya. Ia mengecupnya pelan. Ia takut Aisyah merasa diduakan.
"Aku hanya mengingatnya saja dan tidak ada maksud yang lain sungguh," Aisyah tidak menjawab. Ia hanya menampakkan wajah kecewanya.
"Dan karena itu kamu tidak membiarkannya dilihat oleh orang lain, benarkan?" tanya Aisyah dengan mata mendelik berpura-pura kesal.
"Tidak seperti itu sayang, aku hanya tak mau ia memikirkan hal-hal yang belum cocok untuk usianya. Nikita masih terlalu muda dan Ia harus belajar yang banyak dulu." jawab Alex memberi alasan.
"Kamu terlalu berlebihan Alex, bilang saja kamu masih mengingat Paula," Aisyah semakin merajuk. Ia melepaskan tangannya dari genggaman suaminya kemudian melangkah kedalam kamarnya.
"Aisyee, dengarkan aku sayang," panggil Alex sembari mengikuti langkah istrinya itu kedalam kamar. Perempuan cantik itu masih berpura-pura marah dan kecewa.
"Awwww," teriak Aisyah saat merasakan tubuhnya melayang dan berakhir jatuh di atas tempat tidur empuknya dengan suaminya langsung menindihnya.
"Kamu sengaja membuatku kesal Aisyee," ujar Alex dengan suara pelan kemudian segera meraup bibir Istrinya lembut. Ia melummat lama daging kenyal yang selalu terasa manis itu.
"Aku tidak..." Aisyah belum menyelesaikan ucapannya dan Alex kembali membungkam mulutnya dengan bibir suaminya.
Perlahan tapi pasti tangan Alex bergerak kemana-mana memeriksa semua miliknya yang berada pada tubuh istrinya.
"Hmmmpt Alex, aaaakh," Aisyah benar-benar berteriak nikmat malam itu karena permainan kasar sang suami yang sangat memacu adrenalinnya.
🍁
SMA tingkat akhir di seluruh Rusia mengucapkan selamat tinggal pada sekolah dan kehidupan remaja mereka untuk terakhir kalinya.
Di Rusia, Belarus, dan Ukraina, prom night dikenal dengan nama Vipusknoy vecher yang berarti malam kelulusan. Biasanya Vipusknoy vecher ini diselenggarakan setelah semua ujian sudah selesai dilaksanakan.
Pada 23 – 24 Juni, siswa-siwi SMA tingkat akhir di seluruh Rusia mengucapkan selamat tinggal pada sekolah dan kehidupan remaja mereka untuk terakhir kalinya. Mereka kini sudah dewasa dan siap menghadapi persaingan dunia.
Nikita Smith bersama sahabatnya Elif Kaya turun dari Maybach Exelero yang ia kemudikan sendiri setelah ia berhasil mendapatkan surat izin mengemudi.
Dan tentu saja ia harus melewatkan satu hari satu malam ceramah dari Alex bahwa ia harus berhati-hati mengemudi atau ia tidak boleh keluar rumah selama setahun.
Prom night adalah pesta semalam suntuk yang penuh keglamoran. Semua siswa yang datang biasanya dari kaum Borjuis dan memamerkan pakaian yang mewah.
Konser musik tahunan yang menandai akhir masa sekolah digelar di Kremlin dan Gorky Park di Moskow. Sementara di Sankt Peterburg, Festival Malam Putih (Alye Parusa) menarik perhatian banyak orang dewasa dan anak-anak yang baru lulus.
Tradisi Vipusknoy vecher adalah berjalan sepanjang malam dan melihat matahari terbit saat pagi hari. Biasanya dilakukan di atas bukit atau kalau bisa sih di Sparrow Hills, Moskow.
Malam ini Sekolah Nikita tidak merayakannya di Sparrow Hills, Moskow karena banyak guru dan orang tua yang tidak sepakat anak-anak mereka menghabiskan malam di tempat itu.
Pesta itu harus berakhir pada jam 10 malam saja, mengingat ini masih dalam kondisi new normal setelah serangan virus covid 19 yang merupakan bencana dunia.
"Elif, kamu sangat cantik," puji Nikita pada sahabatnya yang berasal dari Turki itu. Gadis itu sangat cantik dengan gaun panjang dan juga hijab dikepalanya.
"Aku juga akan mengenakan hijab setelah pesta prom ini selesai, aku sudah berjanji pada Daddy." jelas Nikita karena Elif hanya tersenyum.
"Wow Niki, kenapa pakaianmu sederhana sekali padahal kamu kan orang kaya," tegur Valeria Sterkova salah satu teman kelas Nikita dan juga Elif.
"Iya, kamu tidak asyik Niki, pakaianmu seperti orang yang mau pergi tidur seperti Elif hahahhaha." timpal Masha Trofimova dengan tawa yang sangat menyebalkan. Nikita dan Elif hanya tersenyum.
"Untuk apa aku memaksakan diri untuk terlihat kaya padahal tanpa itupun semua orang tahu siapa Daddyku, iyakan Elif?" ujar Nikita santai kemudian berlalu dari hadapan teman-temannya dengan angkuh.
Meninggalkan mereka yang kadang suka sekali memamerkan kekayaannya itu.
"O M G!" ketiga gadis itu langsung menutup mulutnya karena tak menyangka Nikita akan membalasnya dengan cara seperti itu.
"Kamu terlalu sombong Niki!" geram Angelina Lee dengan mengepalkan tangannya.
Seorang pria bertuksedo dari arah tiang besar di dalam ruangan luas itu, menyeringai.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍