
"Kak Omar dalam bahaya Max!" ujar Alex dan segera menyiapkan senjata api yang selalu ada di dalam saku bagian dalam jasnya. Nampak pria itu memeriksa ketersediaan peluru pada Desert eagle kesayangannya.
Sedangkan Maksim dan Albert segera mempersiapkan senjata api mereka setelah mereka sampai di dalam halaman luas Masjid Agung Moskow.
M2HB 50-Caliber Machine Gun, Senjata buatan Amerika ini memiliki julukan sebagai The Fifth atau Ma Deuce, senapan ini digunakan secara terus menerus karena kemampuannya yang sangat handal.
Kaliber senapan ini berukuran 50 dengan tunas sekitar 500 putaran per menit. Tak ayal jika senjata ini dapat menembak secara akurat dari jarak 100 mil jauhnya.
"Dimana posisi mereka kak?" tanya Albert sembari mengarahkan pandangannya ke segala arah. Dan matanya yang awas mampu melihat beberapa titik yang mencurigakan.
Di Kedua menara masjid yang memiliki ketinggianย 78 meter itu. Salah satunya menyerupai menara Spasskaya Kremlin Moskow, dan yang kedua menyerupai menara Syuyumbik Kremlin Kazan.
Menara kedua dimahkotai dengan bulan sabit yang disimpan dari bangunan bersejarah masjid. Dua sniper itu berada di atas menara yang berbeda.
Dan nampak mereka mengarahkan senjatanya ke arah pintu utama depan Masjid besar itu.
"Kak, hubungi kak Omar untuk segera lari ke dalam masjid terlebih dahulu untuk berlindung." ujar Albert kepada Alex.
"Ya kamu betul. Mereka benar-benar dalam posisi yang sangat tepat sasaran kalau berada di tempat terbuka seperti itu." jawab Alex dan dengan cepat meminta Omar untuk lari dari sana.
"Tidak Al, mereka lebih aman jika berada di sana. Ada dinding kecil di sana sebagai tempat berlindung. Sementara kita menghabisi sniper brengsek itu. Jika mereka berdiri aku yakin peluru itu siap meluncur." saran Maksim sembari mengangkat senjatanya dan bersiap ke menara Syuyumbik Kremlin Kazan.
"Okey, aku akan ke menara Spasskaya Kremlin masjid dan melumpuhkan bagian sana." ujar Albert dan segera berlari ke arah yang ia maksud. Alex tersenyum dengan kecerdasan kedua adiknya.
"Aku akan berada di sini, memastikan Kak Omar tidak bergerak karena akan membahayakan keselamatan jamaah yang sudah semakin banyak keluar dan masuk di lokasi masjid itu.
"Kak Omar jangan bergerak dari sana dan tetap berlindung di bawah dinding itu." ujar Alex kepada Omar lewat sambungan telepon.
"Iya, kami akan tetap berada di sini sampai keadaan aman, terimakasih," jawab Omar dari seberang sana. Alex menyimpan kembali handphonenya dan tetap memantau keadaan sekitar.
Pandangan matanya yang tajam mendapati ada satu mobil yang cukup mencurigakan di deretan mobil-mobil yang terparkir di pelataran parkir di halaman luas masjid itu.
"Aku sepertinya mengenal pria tua itu," ujarnya pelan.
"Bukankah itu pimpinan genk Yuris yang sudah pernah di Penjara beberapa tahun yang lalu. Apa mungkin sniper itu adalah suruhannya?" tanya Alex lagi dengan tangan siap menarik pelatuk Desert eaglenya.
Tetapi bunyi tembakan yang begitu keras dari arah menara membuatnya kembali waspada. Beberapa orang yang menyadari bunyi itu langsung berlari dengan panik ke arah tempat yang lebih aman.
Door
Door
Sniper yang berada di menara Spasskaya Kremlin menembak sembarang arah karena kaget dan terdesak oleh serangan M2HB 50-Caliber Machine Gun milik Maksim. Rupanya pria itu lupa memakai peredam suara pada senjatanya hingga membuat suara gaduh di tempat itu.
"Aaaaargh," erang si sniper bermasker itu kesakitan saat 2 timah panas sudah berhasil menembus jantungnya dan jatuh tak sadarkan diri.
"Brengsek!" umpat Maksim kemudian meninggalkan segera tempat itu. Kemudian menginjak tangan pria itu dengan sepatu larasnya.
Sementara itu, Albert sudah berhasil sampai ke atas menara Spasskaya Kremlin. Dengan nafas tersengal-sengal ia berdiri di depan pintu menara itu dengan ketinggian 73 meter. Untung saja ada lift menuju ke atas.
Dengan gerakan pelan ia mendorong pintu ruangan itu dan,
Door
Albert tak menyangka kalau sniper itu telah menunggunya di dalam sana. Suami dari Reisya itu langsung menutup cepat pintu ruangan itu. Dan alhasil peluru itu hanya terpantul di pintu.
"Kurang ajar!" ujar Albert dan mengatur nafasnya. Pria itu masih terus berusaha bagaimana caranya ia melumpuhkan orang yang ada di dalam sana. Ia hanya berharap Omar bisa segera lari dari tempat itu sebelum sniper itu kembali menyerang.
Dan benar saja, Crisstoffer Anderson dengan cepat menarik tangan Omar untuk segera kabur dari tempat itu.
"Uncle, bersiaplah kita akan pancing mereka keluar dari lokasi masjid ini, disini terlalu berbahaya, ada banyak nyawa yang terancam di sini." ujar Crisstoffer Anderson dan segera melajukan Bugatti Veyron Super Sportnya yang memiliki 1.200 tenaga kuda atau dapat mencapai kecepatan paling tinggi yaitu 430 km/jam.
Sebuah mobil sport mengikuti mereka dari belakang, begitu juga dengan Alex dan Maksim.
"Oh ya Allah, ternyata Omar bersama bajingan kecil itu." ujar Alex sembari meraup wajahnya kasar.
"Ikuti mereka Max, sepertinya mobil dibelakangnya punya niat jahat." lanjut Alex dengan pandangan tajam ke arah jalanan di depannya.
"Okey siap!" jawab Maksim dengan cepat menambah laju Range Rover Evoquenya.
"Sepertinya Albert belum berhasil melumpuhkan sniper itu," lanjut Maksim dengan tangan mengarahkan kemudinya mengikuti laju dua mobil di depannya yang seperti kilat. Dua Bugatti Veyron itu Terlalu cepat.
"Oh Sial!" Crisstoffer Anderson merasakan mobilnya diserempet dari samping oleh mobil Sport merek Bugatti sampai ia terdesak.
"Apa Uncle bisa memakai senjata ini?" tanya pria itu pada Omar. Ia ingin sekali Omar menembak driver Bugatti Veyron kuning itu.
"Tidak Criss, aku tak pernah memegang benda berbahaya seperti itu." jawab Omar dengan wajah tegang. Pasalnya ia merasakan mobil yang mereka tumpangi semakin terdesak ke arah pembatas jalan.
Wush
Crisstoffer Anderson kembali menambah kecepatan lajunya. Dan berhasil meninggalkan Bugatti kuning di belakangnya.
Prang
Street
"Oh Sial, ternyata mereka adalah driver handal juga," ujar Crisstoffer Anderson dan berusaha lolos dari himpitan lawannya.
Door
Door
Alex melepaskan dua tembakan kearah Bugatti kuning yang sedang menyerempet mobil yang dikendarai Omar dan juga Criss karena sudah tak sabar melihat aksi mobil itu yang semakin mendesak ke pembatas jalan.
Alhasil laju Bugatti kuning itu oleng dan tak seimbang. Dan malah berakhir terbalik dan menabrak dengan keras Bugatti Veyron milik Crisstoffer Anderson. Kedua mobil itu saling bertabrakan dan menabrak pembatas jalan.
"Ya Allah!" teriak Omar dan Crisstoffer bersamaan saat mobilnya terbalik dan bergerak meluncur menabrak apa saja yang ada di hadapannya.
"Ya ampun Alex, mereka semua terbalik!" teriak Maksim dengan wajah khawatir. Pria itu segera menghentikan laju Range Rover Evoquenya dan segera mendekati mobil Crisstoffer.
Alex dan Maksim lari kesana dan berusaha membalik posisi mobil agar kembali ke posisi semula.
"Aaaargh," teriak Omar dan Criss yang terjepit di dalam sana.
"Bertahanlah, kami akan mengeluarkan kalian!" teriak Alex sembari terus berusaha membuka pintu mobil itu.
Bugh
Maksim Menendang pintu mobil dan akhirnya berhasil mengeluarkan dua orang yang sudah terluka parah itu. Bunyi sirene polisi dari jauh semakin membuat keadaan semakin genting.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ๐๐๐๐๐