
Elif menatap Nikita yang tidak bergerak samasekali. Gadis itu malah sibuk memandang layar laptopnya tanpa melakukan sesuatupun. Padahal deadline untuk mengumpulkan tugas dari hampir semua mata kuliah yang Nikita lewatkan sisa beberapa jam lagi.
"Niki, kenapa kamu diam saja, 15 menit lagi kelas anatomi akan dimulai," tegur Elif yang sudah cukup berkeringat mengerjakan tugas untuk sahabatnya itu.
Beberapa mahasiswa lain pun sudah memasuki ruang kelas dan bersiap menyambut dosen yang tak ingin ditemui oleh Nikita Smith yaitu Crisstoffer Anderson.
"Baca ini Elif," bisik Nikita pada sahabatnya itu. Ia pun mengarahkan layar laptopnya ke arah Elif agar gadis itu membaca isi email dari Crisstoffer Anderson.
"Oh my God!" Elif tercekat kaget dengan apa yang ia lihat. Suaranya sampai berhasil membuat suasana ribut di dalam ruangan itu langsung tenang.
"Elif, tutup mulutmu, kamu menarik perhatian semua orang," bisik Nikita sembari memandang tajam sahabatnya itu.
"Kamu curang!" teriak Elif lagi sembari menutup laptopnya keras tak berperasaan. Ia nampak sangat kesal saat ini.
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi Nikita Smith?" geram Elif masih dengan wajah kesalnya. Nikita hanya diam saja tidak tahu harus mengatakan apa.
"Atau jangan-jangan kamu sengaja ya?"
"Sengaja apa?" tanya Nikita dengan wajah polos tak mengerti.
"Kamu sengaja diculik supaya semua tugasmu dikerjakan oleh pak Anderson, Iyya?" Elif mendengus kesal karena sudah lelah membantu gadis itu padahal ternyata semua tugas sahabatnya itu sudah selesai dikerjakan oleh dosen penculik itu.
"Astaga Elif, kamu berpikir aku melakukannya dengan sengaja? kamu tega sekali menuduhku seperti itu." ujar Nikita dengan perasaan sedih. Ia tak menyangka sahabatnya tega menuduhnya seperti itu.
"Tapi itu kan kenyataannya. Kamu curang, dan lihat bahkan nilai yang kamu peroleh pun excellent semuanya." Elif masih menunjukkan kekesalannya sampai pelaku dari perdebatan mereka memasuki kelas.
"Good afternoon Class!" Sapa Crisstoffer Anderson pada semua mahasiswa yang masih kasak-kusuk di dalam ruangan itu.
"Good Afternoon Mr. Anderson." jawab semua mahasiswa itu kompak kecuali Elif dan juga Nikita. Dua gadis itu masih terlibat perang dingin dan menampakkan wajah kesal.
"Good afternoon, Elif Kaya and how are you?" sapa Crisstoffer Anderson dengan maksud menyapa dan juga mengabsen mahasiswa yang hadir.
"Good afternoon, Sir. Actually I am not find!" jawab Elif dengan nada suara tak senang. Semua mahasiswa berbisik-bisik dengan tingkah gadis itu.
Elif dan Nikita adalah mahasiswa muslim yang selalu tampak sopan dan ramah. Dan hari ini mereka berdua berlaku tidak seperti biasanya.
"If you're not fine at this moment, you can find another place, Okey?" ujar Crisstoffer Anderson pada kedua gadis itu kemudian melanjutkan menjelaskan tentang anatomi.
Ia sempat memperhatikan wajah Nikita yang juga memandangnya dengan sinis dengan kebencian yang sangat kentara dimatanya.
Tetapi Ia berharap kedua gadis itu tidak memperdulikan ucapannya barusan. Ia tak mau kedua gadis itu keluar dari ruang kelas karena ia sangat rindu pada gadis itu.
Dalam tubuh manusia terdiri dari beberapa susunan organ, dari susunan organ tersebut membentuk suatu sistem organ.
Tubuh manusia terdiri dari sistem kerangka, sistem otot, sistem peredaran darah, sistem pernapasan, Sistem Indera, Sistem Pencernaan, Sistem Imun,
Sistem Reproduksi, Sistem Syaraf, Sistem Endokrin. Dan dalam setiap sistem terdapat beberapa organ bagian tubuh, contohnya pada sistem kerangka terdapat beberapa organ tubuh antara lain tulang kepala, tulang kerangka dada, tulang wajah dan lainnya.
Rupanya dua gadis itu tidak keluar dari ruangan dan ikut bergabung berdiskusi dengan teman-temannya yang ada di dalam ruangan sampai kelas selesai.
"Okey class, cukup untuk hari ini, kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang, sampai jumpa lagi, selamat siang," tutup Crisstoffer Anderson pada siang hari itu. Nikita segera keluar dari kursinya sebelum dosen itu keluar dari ruangan.
"Ah baik, dimana?" tanya Crisstoffer dengan wajah tenang. Ada senyum samar muncul dibibirnya.
"Di sini saja saat semua orang sudah keluar." jawab Nikita sembari memperhatikan semua temannya yang sudah meninggalkan ruangan itu.
"Aku tidak butuh kebaikanmu bajingan!" teriak Nikita langsung pada inti permasalahannya. Rasanya ia ingin melempar laptopnya ke wajah pria itu.
Gadis itu sengaja menunjukkan kemarahannya pada pria brengsek itu di depan Elif sahabatnya agar gadis itu percaya padanya kalau ia sangat membenci pria itu meskipun ia adalah dosennya. Dan juga ia tak tahu menahu tentang tugas dan nilai itu.
"Kebaikan yang mana Niki?" tanya Crisstoffer Anderson pura-pura tidak tahu. Ia pun tidak sadar menyebutkan nama panggilan Nikita dengan sangat akrab.
"Aku bisa mengerjakan tugas sendiri dan kamu tidak perlu membantuku, aku tidak suka!" teriak Nikita lagi sembari menunjuk-nunjuk wajah pria itu dengan jarinya.
"Eh, itu hanya ucapan permintaan maaf karena ini semua salahku," jawabnya dengan nada rendah. Ia ingin mengambil simpati Nikita lagi dengan cara seperti itu karena ia tidak punya cara yang lain.
"Cih, kamu pikir aku mau memaafkan kesalahanmu padaku begitu saja? tidak akan pernah. Karena aku sangat membencimu!" teriak Nikita lagi kemudian kembali ke kursinya di samping Elif yang terlongo tidak percaya dengan tingkah Nikita pada dosen tersebut.
"Aku masih kuat mengerjakan tugas-tugas itu pak Anderson, tanpa bantuanmu!" seru Nikita lagi tanpa mau menatap pria itu yang nampak kecewa tetapi masih berusaha untuk tenang.
"Aku lakukan itu bukan untukmu sebenarnya nona Smith. Itu karena permintaan kakek Will, ia ingin bertemu denganmu saat ini juga." ujar Crisstoffer dengan perasaan campur aduk.
Pria itu berbohong kalau itu permintaan William sang Kakek tetapi ia jujur kalau kakeknya memang sangat ingin bertemu Nikita saat ini.
"Aku tidak percaya. Kamu pembohong dan juga penculik mana mungkin ada perkataanmu yang benar, ayo Elif kak Roman pasti sudah menunggu kita di luar." Nikita berdiri dan menarik tangan sahabatnya itu untuk keluar dari ruangan kelas itu.
Crisstoffer Anderson ingin sekali berbuat kekerasan lagi untuk menahan gadis itu tetapi berusaha ia tahan karena ini masih di dalam lingkungan universitas.
Nama baiknya juga perlu ia jaga, jadi ia mengikuti saja kemana gadis itu pergi sembari menghubungi kakeknya agar pria tua itu sendiri yang bicara pada Nikita agar ia percaya.
Di depan sana Nikita dan Elif menemui seorang pria tampan dan ikut memasuki mobil pria itu.
"Brengsek! ternyata gadis itu hanya berpura-pura menolak nilai itu padahal ia juga menikmatinya. Tadi ia bilang bisa mengerjakan sendiri tugasnya tetapi malah akan hanging out bersama teman prianya," geramnya menahan emosi di dadanya.
Drrrt
Drrrt
Drrrt
Panggilannya pada kakeknya yang tadi tidak tersambung kini sudah mendapat jawaban. Nomor kakeknya yang sekarang menghubunginya.
"Halo, tuan. Kakek anda sedang kritis kembali dan kami sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit Moskow."
"Oh my God," Ujarnya pelan kemudian segera berlari ke mobilnya dan mengikuti mobil yang dikendarai oleh Nikita dan sahabatnya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍