Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 174 EMHD



Nikita memandang handphonenya dengan pandangan mata berbinar.


Karena rindunya yang teramat sangat pada mommy Aisyah hingga ia membuka instagram Story milik perempuan cantik yang selama ini dekat dengannya.


"Elif, lihat. Mommyku sedang aktif sekarang. Ia memposting fotonya di sebuah Restoran."


"Ya betul sekali Niki, dan ternyata Restoran itu dekat dengan hotel ini." jawab Elif sembari ikut memperhatikan postingan mommy Nikita sahabatnya.


"Aku akan menghubungi Daddy sekarang, supaya dia langsung menjemput mommy di sana." ujar Nikita sambil log out dari aplikasi itu dan mengalihkannya menjadi panggilan telepon kepada Alex sang Daddy.


Tut


Tut


Nikita memandang layar handphonenya dengan wajah kesal.


"Daddy, kenapa setiap aku menghubungimu di saat penting seperti ini selalu saja sulit." ujarnya dengan nada tak sabar.


"Tenanglah Niki, sebentar lagi pasti Daddymu menghidupkan handphonenya." hibur Elif sang sahabat.


"Tapi aku takut mommy tidak berada lagi di Restoran itu kalau terlalu lama." ujar Nikita dengan wajah sedih.


Tangannya kembali membuka layar handphonenya dan tak disangka ia mendapatkan pesan atau Direct Message dari Aisyah mommynya.


"Niki, tolong mommy. Aku tahu kamu ada di Meksiko sekarang. Tolong datangi alamat ini bersama orang dewasa atau polisi, segera sayang kalau kamu masih merindukan Mommy," 😭😭😭😍😘


"Lihat Elif, sepertinya mommy dalam bahaya, bagaimana ini?" Nikita mulai tampak panik.


Sekali lagi ia menghubungi nomor telepon Daddynnya tapi tetap tidak juga tersambung.


"Ya ampun Daddy, kamu begitu menyebalkan." umpat Nikita semakin kesal.


"Elif, ayo kita minta tolong sama Miss. Annette. Dia kan juga orang dewasa."


"Eh iya itu betul sekali. Kita akan melaporkan ini kepada Miss. Annete agar bisa segera ke kantor Polisi untuk melapor."


Tak lama kemudian Miss. Annete datang ke kamar mereka setelah mendapatkan telepon dari gadis kecil yang bernama Nikita itu.


"Ada apa Niki?" tanya Miss, Annette dengan perasaan khawatir.


"Saya minta maaf Miss. karena telah memanggilmu disaat sedang beristirahat seperti ini." ujar Nikita khawatir karena jam sudah menunjukkan tengah malam.


Ia yakin gurunya ini pasti sudah tertidur dan akhirnya bangun karena panggilannya.


"Ah tidak apa-apa sayang, apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu?"


"Mommy mengirimiku pesan Miss. Annette. Mommy memintaku membawa orang dewasa untuk menolongnya dan juga Polisi."


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Miss.Annette dengan wajah bingung.


"Lihat Miss. Sepertinya mommy sedang dalam bahaya," jawab Nikita sembari memperlihatkan Direct Message dari Aisyah sang Mommy.


"Oh iya sayang, sebaiknya kita hubungi 911untuk mendapatkan bantuan." usul perempuan cantik yang merupakan guru seni di sekolahnya itu.


"Iya Miss, ayo segera, jangan sampai kita terlambat."


Akhirnya mereka menghubungi 911. sebagai nomor darurat yang bisa membantu mereka saat itu.


Tak lama kemudian mereka mendapatkan kabar baik kalau Aisyah ditemukan di sebuah Mansion mewah bersama seorang baby boy yang berusia 1 tahun dalam keadaan sehat.


Sedangkan orang atau pelaku yang menculik Aisyah itu ditemukan tewas di sebuah Rumah Sakit karena telah digrebek oleh agen FBI sebagai buronan yang sudah lama dicari oleh kepolisian Rusia dan juga Amerika Serikat.


"Aku ingin ke kantor polisi Miss," ujar Nikita sembari menangis.


"Aku ingin bertemu dengan Mommy." lanjutnya lagi tanpa bisa menghentikan tangisnya.


"Baiklah sayang, kita akan bersama-sama kesana." ujar Miss. Annette kemudian meminta anak itu agar memakai baju hangatnya.


"Elif, kamu ikut bergabung dengan teman-temanmu do kamar sebelah. Aku akan membawa Nikita malam ini ke kantor Polisi untuk menjemputnya."


"Iya Miss. Aku akan bergabung dengan teman yang lain. Kalian hati-hati ya," ujar Elif dengan senyum diwajahnya.


"Iya Elif, terimakasih banyak."


"Mommy, " panggil Nikita dengan air mata berderai.


"Nikita sayangku..Terima kasih karena telah membantu mommy," ujar Aisyah sembari memeluk dan mencium pipi putri kecilnya itu.


"Apa kamu baik-baik saja Mom, dan dimana Adek Danil?" tanya Nikita sembari meraba seluruh permukaan wajah Aisyah.


Ia seperti seorang dokter kecil yang memeriksa semua bagian tubuh perempuan yang sedang ia rindukan itu.


"Aku baik dan sehat sayang, Adek Danil sedang tidur didalam ruangan Polisi itu." jawab Aisyah tersenyum lembut.


Ia sangat bersyukur karena telah bertemu dengan keluarganya di negara yang cukup jauh dari kota kelahirannya.


"Mommy maafkan aku, aku yang bersalah padamu, huaaa." Nikita kembali meraung karena merasa bersalah dan menyesal telah mengabaikan Mommynya sampai jadi seperti ini.


"Tidak sayang, kamu tidak bersalah, mommy yang salah telah mengambil kasih sayang Daddy darimu." jawab Aisyah dengan airmata yang terus mengalir dari kelopak matanya.


"Mommy...huaaa..." Nikita masih menangis terus dan memeluk tubuh Aisyah seakan tak mau berpisah lagi.


"Ayo kita pulang mommy, kita akan tidur bersama lagi."


"Iya sayang, kita akan pulang."


"Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu ada di Kota ini Niki?"


"Ah ya, perkenalkan ini guru seni di sekolahku. Nama nya Miss. Annette. Kami sedang ada kunjungan di pemeran lukisan dunia, mom."


"Hai Miss. Annette senang berjumpa denganmu."


"Hai Mrs. Smith. Aku juga senang berjumpa denganmu."


"Terimakasih sudah menjaga Nikita Miss."


"Ah, tidak apa Mrs.Smith."


"Permisi, putra anda sudah bangun dan mencari mommynya." seorang polisi menjeda percakapan mereka bertiga.


"Ah, iya terimakasih tuan, aku akan membawanya pulang sekarang."


Setelah mengurus segala sesuatunya, mereka berempat pun kembali ke Hotel dengan perasaan penuh syukur karena bisa berkumpul lagi.


"Mommy, aku takut terjadi sesuatu pada Daddy, dia tidak mengangkat panggilan teleponku." ujar Nikita kemudian menangis kembali.


Deg


Aisyah merasa dadanya berdebar kencang. Ia merindukan Alex sang suami.


"Memangnya Daddymu ada juga di kota ini Niki?" tanya Aisyah dengan suara pelan. Ia takut berharap terlalu jauh pada pria yang selama ini mengabaikannya dan membuatnya jadi seperti ini.


"Iya mom, Daddy juga sedang mencarimu. Tapi entah kenapa daddy belum memberi kabar padaku, padahal aku sudah mengirimkan pesan kalau polisi sudah menemukanmu."


Deg


Aisyah merasakan hatinya menghangat. Ia langsung menyentuh perutnya yang sudah mulai membuncit.


Alex mencariku Ujarnya membatin dengan senyum diwajahnya.


"Mommy, Daddy juga menyesal dan meminta maaf padamu," ujar Nikita sembari memeluk tubuh perempuan yang sangat dicintainya itu.


"Iya, sayang, aku juga Ingin minta maaf pada Daddy, aku sangat merindukannya." jawab Aisyah lagi.


"Aku janji tidak akan cemburu lagi padamu, kamu bisa bersama dengan daddy sepanjang waktu. Aku tak akan marah Mom."


"Niki, jangan bicara seperti itu sayang, kamu pantas mendapatkan waktu dan kasih sayang kami."


"Terimakasih Mom, aku sayang padamu. Dan semoga Daddy segera menghubungi kita."


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, Okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍