
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di dalam ruangan keluarga. Mereka duduk sembari mengirimkan sholawat kepada Rasulullah Muhammad Saw. Mohammad Yusuf membacakan kitab Al Barzanji di depan semua orang.
Pria tua itu ingin memperdengarkan kisah kehidupan Rasulullah dan keluarganya sebelum memulai ritual mencukur rambut dan memberikan nama yang baik untuk putri ketiga Alexander Smith dan juga Aisyah ini.
Setelah itu mereka mencukur rambut baby Asma Aaliyah, Alex sebagai daddy dari bayi cantik itu diminta menimbang berat rambut baby girl itu yang dihargai setara dengan berat emas.
"Bersedekahlah dengan itu anakku," titah Mohammad Yusuf kepada Alex sang menantu.
"Iya ayah," Alex segera meminta asistennya untuk membawa sedekah itu ke yayasan sosial yang terdapat di sekitar kota Moskow.
"Alhamdulillah dalam beberapa tahun ini keluarga kita tumbuh dan berkembang sangat pesat. Di rumah ini yang terdiri dari 3 kepala keluarga sudah memberikan putra putri yang sangat sehat dan juga menyenangkan hati."
"Dan sekarang kita tinggal menunggu satu lagi kelahiran bayi dari Albert dan Reisya, semoga persalinannya juga lancar dan mudah." ujar Mohammad Yusuf dengan penuh pengharapan.
"Aamiin Allohumma Aamin," jawab semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Setelah melakukan ritual cukur rambut dan juga memberikan nama yang baik yaitu Asma Aliyah, mereka menikmati sajian makanan dari kolaborasi chef dari Indonesia dan juga Dagestan yaitu Suriya dan juga Sarah.
Di meja besar dan panjang itu sudah tertata begitu banyak makanan berat dan juga ringan.
Dari mulai berbagai jenis puding ala Dagestan sampai kue tradisional dari Indonesia ada di sana. Lidah semua orang dimanjakan dengan makanan yang cukup menggugah selera.
"Aku suka ini," ujar Aisyah sembari menunjuk kue favoritnya bolu pisang dan bolu gulung selai strawberry buatan tangan Suriya.
"Kalau aku suka ini dan ini," ujar Maryam sembari menunjuk kue yang begitu manis, Cucur bayao dan juga Serikaya.
"Hem aku juga, suka ini," timpal Anna sembari mencicipi kue kuning itu yang terbuat dari kelapa sangrai dan juga kuning telur bebek itu.
"Hati-hati sayang, kue itu terlalu manis." tegur Omar mengingatkan Anna.
"Iya Omar, aku cuma makan sedikit,"
Setelah mereka menikmati sajian yang begitu nikmat itu, mereka kembali berkumpul di sebuah ruangan besar untuk menonton acara pertunjukan musik live disebuah layar bioskop mini.
Tetapi ternyata hiburan itu terjeda oleh sebuah berita nasional dari pemerintah Rusia.
"Hey coba perhatikan berita dilayar di atas, ada hal yang sangat menarik."
Semua orang yang sedang sibuk mengatur posisi yang bagus untuk menonton mulai memperhatikan berita resmi dari stasiun Tv milik pemerintah Rusia itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan memberi gelar kehormatan dan hadiah 1 juta rubel (sekitar Rp245 juta) bagi tiap ibu yang dapat melahirkan 10 anak. Kebijakan ini diterapkan Rusia dalam menghadapi krisis populasi dengan angka kelahiran yang terus merosot.
"Akan memberikan hadiah 1 juta rubel kepada seorang ibu yang merupakan warga Federasi Rusia yang telah melahirkan dan membesarkan sepuluh atau lebih anak," sebut pernyataan Rusia di bawah dekrit terbaru yang keluar pada Senin pekan ini.
Kesepuluh anak itu harus dipastikan menjadi warga negara Rusia
Rusia memutuskan untuk menerapkan kebijakan penghargaan "Mother Heroine", setelah sebelumnya pada masa kepemimpinan Uni Soviet Josef Stalin pada 1944, kebijakan tersebut sudah berlaku.
Gelar "Mother Heroine" setara dengan gelar kehormatan tertinggi "Pahlawan Rusia"
Dikutip dari Neewsweek, hadiah 1 juta rubel itu akan diberikan dengan syarat, semua 10 anak harus hidup. Pengecualian jika salah satu di antaranya meninggal dunia atau hilang karena "membela Tanah Air" dan dalam tugas militer.
Adapun gelar "Mother Heroine" yang diberikan itu setara dengan gelar kehormatan tertinggi seperti "Pahlawan Rusia" dan "Pahlawan Pekerja". Gelar yang layak diberikan oleh Rusia ini dilatarbelakangi karena enam bulan pertama 2022, Rusia kehilangan rata-rata 86.000 warga per bulan. Penuruan itu merupakan rekor tertinggi sejauh ini.
Tingkat penurunan populasi Rusia hampir 2 kali lipat sejak 2021
Dilansir The Moscow Times, populasi Rusia mengalami penurunan yang konstan selama beberapa dekade terakhir yaitu hanya 145,1 juta penduduk setelah penurunan drastis di awal 2022.
Tingkat penurunan populasi Rusia hampir 2 kali lipat sejak 2021, ketika pandemik COVID-19 menyebabkan penurunan populasi alami terbesar di negara itu sejak akhir Uni Soviet dan hampir tiga kali lipat sejak 2020.
Populasi Rusia juga diperkirakan turun menjadi sekitar 132 juta dalam 2 dekade mendatang. PBB bahkan memperkirakan dalam skenario terburuk, populasi Rusia hampir bisa berkurang setengahnya, menjadi hanya 83 juta pada awal abad berikutnya
"Wahh hadiah yang banyak ya," ujar Maksim setelah menonton berita utama hari itu.
"Hadiahnya banyak, dan hanya ibu yang kuat yang mampu melahirkan anak sampai 10 seperti itu." timpal Omar dengan senyum diwajahnya.
"Kalau semuanya kembar seperti anak-anakmu kan cuma lima kali Anna melahirkan," ujar Maksim lagi.
"Oh tidak, aku tidak kuat melihat Anna berjuang seperti itu, itu terlalu beresiko," Omar menjawab sembari menimang baby Elmira dan menciuminya lembut. Sedangkan Anna menggendong baby ElRasyid.
"Jadi berapa anak yang kamu inginkan Omar?" tanya Anna pada suaminya.
"Semampumu sayang, yang terpenting bukan banyaknya tapi yang utama adalah bisa tidak kita merawat dan memberikan pendidikan yang sesuai untuk masa depannya kelak." jelas Omar dan disetujui oleh Anna.
"Aku ingin anak yang banyak dari Maryam, 2 atau 3 tidak perlu 10, hahaha," ujar Maksim sembari merengkuh pinggang istrinya mengajaknya untuk duduk disampingnya sembari memangku baby Emran.
"Wah, kalian semua membicarakan calon populasi Rusia ya, padahal bayiku saja belum lahir, dan aku sudah ingin menambahnya lagi," ujar Albert ikut bergabung dalam pembicaraan itu, dan alhasil mendapatkan timpukan bantal boneka dari Reisya.
Semua orang ikut menertawakan tingkah Albert dan Reisya di dalam ruangan itu. Hingga layar di depan mereka menampilkan berbagai jenis musik dari yang klasik sampai dengan yang modern.
Hari yang cukup indah dan berkualitas bagi keluarga besar Mohammad Yusuf dan Smith. Mereka bersama-sama menikmati kebersamaan saat itu dengan hati gembira.
Mereka berharap hari-hari kedepannya bisa selalu seperti ini.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍