
POV Alexander Smith
Kami sampai di Moskow sudah sangat larut. Kendaraan yang kami tumpangi sering berhenti di rest area untuk beristirahat karena kondisi Aisyah yang sangat memprihatinkan selama dalam perjalanan.
Aku sampai tak ingin melanjutkan perjalanan dan berpikir akan tinggal di sebuah hotel saja.
Kehamilan Aisyah yang sudah mulai menginjak bulan ke empat ternyata masih membuatnya belum cukup kuat untuk melakukan perjalanan jauh.
"Aku minta maaf bos. Karena gara-gara aku nyonya muda sampai kecapekan seperti ini." ujar Anna dengan wajah menyesal.
Ia tertunduk di hadapanku dengan kepala semakin jatuh ke bawah. Aku tidak menjawab, aku hanya menarik nafas panjang berharap kandungan Aisyah baik-baik saja setelah perjalanan panjang ini.
"Anna jangan bicara seperti itu." jawab Aisyah dengan suaranya yang sangat pelan hingga hampir tak terdengar ditelingaku. Kulihat ia mengangkat wajah agen Anna dan menatapnya.
"Kita harus saling membantu Anna. Kamu sudah termasuk bagian dari keluarga Smith." ia menatapku seolah-olah meminta persetujuanku menggunakan nama Smith pada Anna. Aku tersenyum lalu mengangguk.
"Alex bisa saja pergi sendiri ke sini untuk menyelesaikan masalahmu. Tetapi aku takut tak kuat berlama-lama berjauhan dengannya." aku meremas tengkukku merasa tersanjung.
Kurasakan diriku bagai di atas angin akan ucapan istriku itu. Terlalu indah bagaikan air segar mengguyurku di tengah gurun yang panas. Aku menatapnya dengan penuh cinta dan ia membalasku dengan senyum manisnya.
Deg
Hatiku menghangat oleh tingkah istriku itu. Dengan gerakan tanganku kuminta Anna keluar dari kamar kami. Anna segera berdiri dan membawa Nikita turut serta bersamanya.
Perempuan itu tahu kalau aku hanya ingin berdua dengan istriku sekarang juga.
"Bagaimana keadaanmu?" tanyaku berbasa-basi.
"Sangat baik, berkat perawatan khusus dari tuan Alex yang sangat tampan." Aisyah menatapku dengan senyumnya yang sangat manis. Dan itu kuanggap sebagai sebuah undangan.
Tak menunda waktu aku langsung menyentuhnya dengan penuh perasaan. Menghantarkan perasaan penuh pemujaan akan indah dan nikmatnya dirinya ketika berada dalam kuasaku.
Tak pernah lelah kami berdua mensyukuri banyaknya nikmat yang Tuhan berikan dalam hubungan ini. Berbagi rasa, cinta, dan juga rindu.
"Aku mencintaimu Aisyah, sangat...Dan jangan pernah lagi meragukan perasaanku." bisikku disela-sela cumbuanku padanya. Hingga ia benar-benar memasrahkan dirinya padaku, membalas cumbuanku dengan rasa penuh cinta.
🍁
Malam ini, dibawah cahaya lampu-lampu taman. Aku menyusuri blok demi blok menuju apartemen tempat orang tua Anna tinggal. Maksim berjalan di sisi kananku sebagai penunjuk jalan. Sesekali ia menjelaskan beberapa hal tentang asal mula kedekatan Anna dengannya di masa lalu
Aku memperhatikan kondisi apartemen sederhana berlantai 10 ini dengan baik.
"Tidak buruk." ujarku pelan. Kurasa yang tinggal di sini adalah orang-orang baik. Tetapi kenapa mereka bisa menerima orang seperti Juan Peminov itu tinggal di antara mereka. Yang jelas-jelas suka mabuk-mabukkan dan juga berjudi.
Setelah menaiki lift dan berhenti di lantai 7. Maksim menunjuk sebuah unit apartemen yang aku tebak adalah milk orang tua Anna.
Maksim mengetuk pintunya dan aku menunggu sembari bersandar di dinding yang cukup dingin itu.
"Max? apa kamu datang bersama Anna?" aku mendengar suara perempuan dari dalam apartemen yang sudah terbuka itu. Maksim mengajakku masuk dan bertemu langsung dengan orang tua Anna.
"Siapa dia Max?" kulihat perempuan itu menanyakan tentang diriku.
"Apa dia yang akan menebus Anna pada Sam?" tanya seorang pria yang berjalan sempoyongan ke arah kami. Aku menebaknya sebagai Juan Peminov, pria brengsek yang selalu membuat anak dan istrinya menderita.
Nampak sekali kalau ia sedang dalam pengaruh minuman beralkohol. Ia sedang setengah mabuk.
"Iya aku yang akan menebusnya." jawabku tegas sebelum Maksim memberikan jawaban. Ketiga orang itu menatapku dengan pandangan yang berbeda-beda.
"Apa kamu cukup kaya, anak muda?" tanya pria pemabuk itu dengan wajah berubah cerah. Aku bisa melihat bola matanya sudah memandangku seperti sebuah kotak brangkas berisi milyaran Rubel.
"Berikan tebusanmu sekarang dan kamu bisa membawa Anna kemana saja sampai kamu bosan." pria itu menengadahkan tangannya di depanku.
"Juan! jaga mulutmu. Kamu anggap apa Putriku sampai kamu ingin menjualnya seperti itu hah!" perempuan paruh baya yang tampak kurus itu mulai berteriak pada suaminya.
"Kamu pun bisa aku jual kalau ada yang mau denganmu."
Plak!
Dengan emosi di dada. Aku memberikan satu tamparan pada wajah pria menyedihkan di hadapanku itu.
"Hei! siapa kamu berani memukulku, hah!" teriaknya tak terima. Dengan tubuh yang sedikit terhuyung ke depan ia ingin membalas apa yang aku lakukan padanya.
"Aku Alexander Smith. Apa kamu mengenalku tua bangka?" aku mencengkeram kerah bajunya dengan sangat marah. Seketika wajahnya memucat dan mulai menghiba meminta ampun.
"Tuan Alex. Ampuni aku...Kamu bisa mengambil Anna tanpa membayar sedikitpun. Aku berikan dia cuma-cuma kepadamu tapi lepaskan aku, tuan." Juan Peminov gemetar takut setelah mendengar namaku.
Aku menghempaskan tubuhnya yang gempal itu sampai menabrak dinding dengan keras. Kudengar ia mengaduh kesakitan. Istrinya memandangku dengan tatapan bingung. Ia langsung membantu suaminya berdiri.
"Maksim akan memberikanmu sejumlah uang untuk membayar utang-utangmu pada Samuel. Setelah itu kamu sudah tidak punya hak pada Anna. Karena dia sudah menjadi milikku, paham?" ia mengangguk dengan tubuh gemetar takut.
Aku memberikan juga sejumlah uang untuk ibunya Anna dan membuat penawaran padanya.
"Bibi, kalau kamu mau tinggallah bersama Anna di rumahku dan tinggalkan saja suamimu yang menyedihkan ini."
Perempuan itu menangis lalu menjawab, "Aku serahkan Anna padamu, tetapi aku tidak bisa meninggalkan pria brengsek ini karena aku sangat mencintainya."
Aku sangat tidak setuju dengan tindakannya yang lebih memilih pria itu daripada putrinya sendiri tetapi aku tetap tak bisa mengerti bagaimana cinta yang katanya buta itu telah memberikannya kegelapan dan kesuraman dan masih juga dipertahankannya.
Aku meninggalkan keluarga Anna dengan nafas lega. Masalah Anna Peminov telah selesai hanya dengan menggunakan uang dan ancaman sedikit saja.
Dan kuharap orangtuanya bisa lebih baik lagi setelah kuberikan kesempatan menjadi seorang security di sebuah swalayan di bawah kekuasaan Smith. Semoga dengan memiliki pekerjaan tetap, ia bisa lebih bermanfaat bagi keluarganya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍 😍😍😍😍