Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 265 EMHD



Crisstoffer Anderson tersenyum saat melihat Nikita sudah ikut tertidur di atas ranjang bersama tiga bocah kecil.


Meskipun ia kecewa karena sepertinya malam ini ia hanya akan memeluk bantal guling, tetapi entah kenapa hatinya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan selama ini.


Sebuah keluarga yang lengkap dan bahagia ia dapatkan di rumah yang pernah ditinggali oleh bibi Paula yang tidak pernah ditemuinya.


Rumah yang sangat besar ini memiliki banyak cinta dan kasih sayang. Sesuatu yang sudah lama ia impikan diantara sibuknya ia dengan dunia dan kemewahannya.


"Criss, kamu ada di sini?" tanya Nikita yang tiba-tiba membuka kelopak matanya setelah ia rasakan seseorang sedang menatapnya.


"Hum ya seperti yang kamu lihat sayang," jawab pria itu tersenyum.


"Kamu sudah lama di sini?" tanya Nikita lagi pada pria tampan bermata biru itu dan lagi-lagi Crisstoffer Anderson hanya tersenyum. Nikita jadi merasa bersalah karena membiarkan suaminya menunggu.


"Maafkan aku Criss, bocah-bocah ini menahanku di sini," ujar Nikita sembari memindahkan tangan Asma dan juga Sofya yang sedang memeluknya.


"Tidurlah lagi, aku tidak apa-apa menunggumu di sini," ujar pria itu dengan pandangan penuh cinta.


"Tidak Criss, mereka menghimpitku seperti ini. Aku jadi tidak bisa tidur dengan nyaman." jawab Nikita sembari berusaha untuk bangun. Pria itu pun membantunya untuk turun dari ranjang itu.


"Ayo kita kembali ke kamar." ajak Nikita kepada pria itu yang sepertinya masih betah berada di kamar bocah-bocah itu.


"Hey, kalian masih ada di sini?" tanya Maryam yang tiba-tiba muncul di kamar itu. Perempuan itu sedang ingin memeriksa keadaan putra dan putrinya meskipun berada di kamar yang berbeda.


"Iya Onty, mereka baru saja tertidur," jawab Nikita sembari menatap 3 bocah perempuan yang sedang nyenyak di atas ranjang.


"Terimakasih banyak karena sudah menidurkan mereka." ujar Maryam sembari menyentuh lengan Nikita.


"Ah jangan katakan itu onty." jawab gadis itu tersenyum.


"Maafkan kami ya karena telah mengganggu waktu kalian," ujar Maryam tidak enak hati. Pasalnya Maksim sang suami ingin merasakan kembali rasa malam pertama juga dengannya.


"Tidak apa onty, jangan sungkan seperti itu. Aku sekalian berkenalan dengan mereka." jawab Crisstoffer Anderson.


"Ah ya, itu betul sekali. Sekarang kembalilah ke kamar Kalian. Ini sudah sangat larut. Pasti kalian sudah sangat lelah." kedua pasangan pengantin baru itu mengangguk setuju.


"Baiklah onty, good night." mereka berdua pun meninggalkan Maryam yang sedang memperbaiki letak selimut ketiga bocah itu.


"Good night." jawab Maryam tersenyum kemudian mematikan semua lampu di kamar itu dan hanya menghidupkan lampu tidur. Perempuan itu meninggalkan kamar itu dan kembali tidur bersama suaminya.


🍁


Crisstoffer Anderson mendorong pintu kamar pengantinnya kemudian mengajak sang istri untuk masuk.


Mereka berdua saling bertatapan setelah menyaksikan begitu kacaunya keadaan kamar itu seperti sewaktu mereka meninggalkannya tadi.


Otak mereka tiba-tiba bertraveling ke beberapa jam yang lalu dimana mereka hampir saja menuju ke nirwana andaikan mommy Aisyah tidak datang mengganggu.


"Aaawwwww," Nikita tersentak kaget dan berteriak ketika merasakan tubuhnya terbang dan mendarat mulus di atas ranjang empuknya.


Crisstoffer Anderson langsung menindih perempuan cantik itu dan mengelus lembut pipinya. Wajah mereka yang begitu sangat dekat membuat mereka berdua bisa merasakan deru nafas masing-masing.


Nikita memejamkan matanya menikmati rasa aneh yang merambat disekujur tubuhnya. Perempuan cantik itu tidak menjawab tetapi hanya menampilkan senyum yang sangat menggoda seorang Crisstoffer Anderson.


Perlahan pria itu menyentuh kelopak mata Nikita dengan bibirnya. Kiri dan kanan ia kecup lembut kemudian perlahan turun ke hidung kecil dan imut sang istri.


Nikita tidak bergerak. Ia merasakan seluruh tubuhnya membeku. Gelenyar aneh berkejaran dengan sangat lembut keseluruh saraf-sarafnya.


Bibirnya pun dilummat lembut oleh Crisstoffer Anderson hingga ia merasakan hal yang sangat luar biasa.


"Balas aku sayangku," bisik Crisstoffer kemudian melumaatenya kembali dari agak lembut sampai agak kasar menuntut. Nikita mulai mengerakkan lidahnya pelan berusaha beradaptasi.


Pria itu semakin bersemangat ketika istrinya sudah mulai pintar membalasnya.


"Aku mencintaimu Niki," bisik Crisstoffer dengan suara bergetar penuh hasrat. Tangannya yang besar sudah mulai membuka kancing-kancing baju sang istri Tetapi Nikita tiba-tiba mendorongnya agar menjauh.


"Ada apa sayang?" tanya Pria itu tak rela. Ia menatap Nikita dengan pandangan tanya.


"Astagfirullah, aku baru ingat Criss. Aku belum sholat isya. Tadi aku tertidur setelah magrib." jawab Nikita kemudian mendorong kembali tubuh Crisstoffer yang sedang menindihnya.


Pria itu menarik nafas berat dan langsung menjauhkan dirinya dengan wajah frustasi.


"Maafkan Aku Criss. Tapi apakah kamu juga sudah sholat?" tanya Nikita sembari memperbaiki letak pakaiannya yang sudah terbuka dibagian atasnya. Rupanya tangan suaminya itu sangatlah cekatan dalam hal buka membuka.


"Aku sudah sholat tadi bersama semua pria di rumah ini." jawab Crisstoffer sembari turun dari tubuh istrinya. Ia melangkah ke arah lemari pendingin di kamar itu. Hasratnya yang sudah sampai di ubun-ubun kini harus ia siram dengan air dingin.


Dan minuman segar adalah yang paling ia butuhkan saat ini sembari menunggu Nikita melakukan ritual sholatnya.


Nikita hanya bisa tersenyum dan berharap suaminya bisa mengerti. Perempuan cantik kemudian berlari ke kamar mandi. Ia harus bersuci dulu sebelum melaksanakan sholat isya.


Lama ia bersimpuh di atas sajadahnya. Perempuan cantik itu ingin berdoa dan mengucapkan banyak syukur pada Tuhan karena telah melembutkan hati seorang Crisstoffer Anderson dan mengikuti petunjukNya.


Ia juga tidak lupa berdoa agar apa yang akan mereka lakukan nanti diberkahi dan mendapatkan keturunan yang baik, Soleh dan Solehah.


"Criss," panggil Nikita dengan suara yang sangat lembut pada suaminya yang sedang menunggunya sembari bermain Mobile Legend di handphonenya.


"Hum," pria itu sepertinya sedang menikmati permainan itu padahal istrinya sudah memberi kode yang sangat manis. Ia sama sekali tidak menoleh padahal Nikita saat ini sedang memakai sebuah lingerie seksi.


"Criss!" sentak Nikita sekali lagi karena suaminya sepertinya sedang berada di dunia para gamer. Pria itu menghentikan permainannya dan menatap tubuh indah di hadapannya tak berkedip.


"Ini kamu sayang?" tanya pria itu tidak percaya pada penglihatannya. Gadis manis yang selalu berpakaian tertutup itu kini menampilkan sisi lain dari dirinya. Dam Crisstoffer sangat menyukainya. Ia sudah bisa membayangkan kejadian apa yang akan terjadi sepanjang malam ini.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Bersiaplah wahai readers, kita akan terbang bersama Crisstoffer Anderson dan juga Nikita.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍