Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 230 EMHD



"Kamu tidak apa-apa dokter Anderson?" tanya Omar pada Crisstoffer Anderson yang sedang mengemudi mobilnya dengan wajah meringis.


Pria itu meraba rahangnya yang nampak membiru karena pukulan dari the Smiths. Meskipun begitu ia masih kelihatan sangat berbahaya dan tampan.


Omar tersenyum samar karena dokter berprestasi itu tidak menjawab. Dalam hati ia mengucapkan syukur karena pengacau kecil ini sudah berhasil ditemukan.


"Jadi, kita akan kemana dokter?" tanya Omar lagi masih dengan senyum diwajahnya. Crisstoffer Anderson menoleh dan menatap penumpangnya dengan mata tajam. Beberapa fakta pun saling berhubungan di dalam kepalanya yang cerdas.


"Apakah ini ada hubungannya dengan anda dokter Omar?" tanya Crisstoffer Anderson dengan rasa curiga yang mulai tampak diwajahnya.


"Menurutmu?" Omar balik bertanya dengan alis terangkat.


"Aku mencurigaimu dokter, anda dari Moskow kan?"


Omar tersenyum samar kemudian berucap,


"Perlu kamu tahu Criss, sebenarnya Nikita adalah keponakanku. Dan gadis yang kamu culik itu adalah kesayangan kami semua," jawab Omar tanpa mau menatap mata Crisstoffer yang tiba-tiba membola tak percaya.


"Oh shi*t!" erangnya sembari mencengkeram kemudi Lamborghininya.


"Kamu telah melakukan hal yang fatal, Criss. Berdoalah supaya Daddynya tidak membunuhmu setelah hari ini." lanjut Omar dengan emosi yang mulai naik ke kepalanya.


Mengingat bagaimana khawatirnya semua orang akan kehilangan gadis cantik itu. Dan juga bagaimana almarhum ayahnya yang selalu ingin bertemu dengan Nikita sebelum kepergiannya menghadap ilahi.


Omar juga sebenarnya ingin memberikan satu stempel diwajah yang tampan itu tapi ia tidak tega, mengingat pria muda ini sangat berjasa pada dunia kedokteran.


Crisstoffer Anderson hanya diam dan tak ingin berbicara lagi. Masa depan kelam rasanya sudah tampak di depan matanya. Karirnya dan juga hatinya.


Ciiiiiit


Lamborghini Siรกn FKP 37 itu berhenti di depan sebuah Rumah Sakit mewah di Birmingham city.


Crisstoffer Anderson merapikan pakaiannya dan juga rambutnya yang tampak acak-acakan.


Wajahnya yang biru lebam dan juga sudut bibirnya yang pecah tak bisa ia tutupi dan pasti akan menjadi perhatian semua orang di rumah sakit ini. Apalagi sekarang ini namanya sedang di atas angin. Nama baiknya sedang dipertaruhkan.


Dengan segera ia mengambil selembar masker untuk menutupi bekas-bekas penganiayaan the Smiths pada wajahnya yang tampan.


Hari ini Ia seperti mendapatkan lelucon April mop karena ia mendapatkan 2 penghargaan sekaligus. yakni penghargaan dari Konferensi internasional dunia kedokteran dan penghargaan dari Keluarga Smith dari Moskow di seluruh tubuhnya.


Alex, Maksim, dan juga Albert mengikuti langkah pria bajingan itu ke dalam rumah sakit. Mereka berusaha tampak normal dan tidak mencurigakan.


"Menurutmu kenapa Nikita bisa berada di sini Max?' tanya Alex dengan perasaan khawatir. Maksim menghentikan langkahnya lalu menatap Alex.


"Aku tidak tahu, tapi aku berharap ia baik-baik saja." jawab Maksim berusaha menghibur Daddy dari Nikita itu.


"Atau mungkin karena Nikita calon dokter jadi bisa saja kan ia ikut magang di Rumah Sakit besar ini. Awwww!" Albert meringis karena tiba-tiba saja Alex memukul kepalanya dengan keras.


"Penculik yang aneh kalau seperti itu, Al." timpal Alex sembari terus melangkah di lorong-lorong rumah sakit yang tampak sangat mewah itu.


"Kalau tidak aneh lalu apa maksudnya, ia tidak pernah meminta tebusan dan juga ia nampaknya tidak mencintai Nikita kita," jawab Albert dengan segala persangkaan di kepalanya.


Pembicaraan dan langkah mereka terhenti karena melihat Omar dan dokter muda itu berhenti di depan sebuah ruangan VVIP.


Mereka bertiga ikut berhenti dan memperhatikan apa yang bajingan itu lakukan di depan sana.


Dua orang itu terpana melihat Nikita sedang duduk di samping ranjang rumah sakit yang berisikan seorang pria tua. Gadis itu sedang menuntun William Anderson dan juga Andreas menyebutkan huruf-huruf Hijaiyah dengan suara yang sangat fasih.


Omar dan Crisstoffer Anderson tak bisa berkata-kata. Mereka berdua merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hati mereka.


Sampai pintu didorong dari luar yang disusul oleh the Smiths memasuki ruangan itu tanpa menimbulkan suara.


Tiga orang itu menahan nafas antara kaget tak percaya, haru dan juga rindu menyeruak dari dalam hati mereka. Alex ingin segera memeluk putri kesayangannya itu tapi tiba-tiba ia tak bisa bergerak. Suara putrinya mengalun lembut dan juga tegas mengajar kedua pria paruh baya itu.


Mereka bertiga sepertinya tidak terganggu dengan kedatangan mereka semua.


"huruf Qof (ู‚). Maksudnya begini kakek, bunyi huruf qof ini keluar dari pangkal lidah dekat dengan kerongkongan yang dihimpitkan ke langit-langit mulut bagian belakang." ujar Nikita kemudian mencontohkan menyebut huruf itu.


"Qof," ulang Nikita yang diikuti oleh Willliam Anderson dan juga Andreas. Lama mereka membaca dan mengulang huruf-huruf Hijaiyah itu sampai selesai. Barulah Alex mulai membuka mulutnya.


"Niki..." panggilnya pelan dengan tatapan penuh rindu.


"Daddy, huaaaaa," jawab Nikita kemudian berlari memeluk pria tampan cinta pertamanya itu. Ada haru, rindu, dan bahagia bertemu kembali dengan sang daddy.


Gadis itu menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Alex hingga Albert dan juga Maksim langsung melompat kearah Crisstoffer Anderson dan memutar tangan dan menendang kedua kaki pria itu hingga berlutut di lantai.


"Awwww!" Crisstoffer Anderson berteriak dengan suara tertahan. Ia tak menyangka akan mendapatkan serangan secara tiba-tiba seperti itu hingga ia tidak siap.


"Kamu apakan Nikita brengsek!" geram Maksim sembari menodongkan moncong pistolnya ke arah pelipis pria muda itu.


Crisstoffer Anderson tidak menjawab. Ia merasa tak pernah melakukan hal yang keterlaluan pada Nikita, kecuali ya, ia pernah mencuri paksa ciuman gadis itu.


Apa aku harus mengakui kalau aku pernah mencuri ciuman putri mereka? bisa-bisa aku tinggal nama saja.


Batin Crisstoffer Anderson dengan wajah menunduk.


"Ayo jawab! apa yang sudah kamu lakukan pada putri kami, brengsek!" teriak Alex setelah melepaskan pelukan Nikita yang masih menangis.


Bugh


Sekali lagi satu tendangan bersarang di perut pria itu hingga ia jatuh terjengkang ke belakang.


"Hentikan tuan!" teriak Andreas tak tega melihat tuan mudanya di hajar habis-habisan seperti itu. Ia segera berlari ke arah Crisstoffer dan berusaha menolongnya untuk bangun.


"Siapa Kalian?" tanya William Anderson berusaha untuk bangun dari tidurnya. Ia cukup terganggu dengan suara ribut-ribut di dalam ruangan itu.


"Aku adalah ayah dari Nikita Smith yang telah diculik oleh pria bajingan ini. Dan aku tidak tahu apa motifnya melakukan hal ini." jawab Alex sembari menatap tubuh Crisstoffer Anderson yang sedang dibantu bangun dari lantai ruangan rumah sakit itu.


"Mohon maafkan cucuku tuan, Ia hanya ingin menggembirakan aku saja, itu karena putrimu sangat mirip dengan putriku Paula Anderson yang tinggal di Moskow."


Deg


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜