Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 252 EMHD



Alex dan Maksim segera melajukan Range Rover Evoquenya ke arah barat kota Moskow. Mereka berdua baru saja mendapat panggilan penting dari seseorang yang mengaku sebagai Jose Martin.


"Apakah kamu mengenal orang yang bernama Jose Martin itu, Max?" tanya Alex saat Range Rover Evoquenya melaju cepat ke arah lokasi yang telah dishare oleh pria asing itu.


"Tidak. Aku belum pernah mendengar ada nama seperti itu di Moskow," jawab Maksim dengan sikap waspada. Pria itu mencurigai sesuatu karena sampai sekarang Albert belum juga kembali.


Sejak mereka berhasil menyelamatkan Omar dan juga Crisstoffer Anderson atas percobaan pembunuhan lewat jalur Lamu lintas itu, adik bungsu dari keluarga Smith itu sudah tidak bisa lagi dihubungi. Nomornya tidak aktif sampai sekarang dan belum juga pulang ke rumah.


Range Rover Evoque yang dirancang anti peluru dan juga bom itu tiba di lokasi yang dimaksud puluhan menit berikutnya. Alex dan Maksim seperti biasa menyiapkan senjata api andalan mereka untuk berjaga-jaga.


Mereka berdua tidak tahu bagaimana kondisi lapangan yang mereka kunjungi saat ini.


"Selamat datang Alexander Smith," ujar seorang pria tua yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Rupanya pria tua itu sudah lama menunggu mereka berdua dengan membawa Albert sebagai sandra.


Alex menatap tajam pria tua itu yang ia kenal sebagai orang penting di dalam Genk Yuris yang juga pernah menjadi musuh bebuyutan klan Smith.


"Serahkan pria itu pada kami tuan Stevanof!" seru Alex sembari mengacungkan senjatanya ke arah jantung pria tua yang mungkin berusia 75 tahun.


"Tenang dulu tuan Smith, sabar!" ujar Viktor Stevanof dengan seringaian diwajahnya.


"Aku ingin kamu menyerahkan bajingan tengik Crisstoffer Anderson itu padaku barulah aku menyerahkan adik kesayanganmu ini."


"Beraninya kamu membuat penawaran padaku, tuan." ujar Alex dengan pandangan tajam. Ia melirik ke arah Maksim agar segera bersiaga menyerang.


"Hehehe, jangan memancing emosi aku tuan, Smith. Aku tahu kamulah yang menolong bajingan tengik itu dari jangkauan kami," kekeh Viktor Stevanof dengan menyebalkan.


"Oh ya? Dan apa perlunya kamu dengan Crisstoffer Anderson yang masih kritis di Rumah Sakit itu. Pria muda itu sudah tidak berguna bagimu jadi biarkan saja ia disana."


"Aku belum puas kalau belum berhasil melihatnya meregang nyawa. Anak itu terlalu licik dan juga licin seperti kakeknya William Anderson."


"Sekarang kembalilah lagi kemari dengan memberikan aku jasad bajingan kecil itu." ujar Victor Stefanov sembari meminta anak buahnya untuk membawa tubuh Albert yang terikat itu ke dalam mobil mereka.


Door


Door


Alex dan juga Maksim sana-sama melepaskan tembakan dengan cepat tanpa berkedip ke arah titik vital pria tua dan anak buahnya yang sedang menahan Albert.


"Aaargh..."


"Kurang ajar!"


Door


Door


Anggota Genk Yuris yang berjaga tak jauh dari sana langsung membalas serangan dua Smith itu dengan tembakan juga. Mereka semua beradu kecepatan peluru untuk melumpuhkan lawan.


Albert yang merasa kalau posisinya sangat bagus, segera melompat dan memberikan tendangan memutar kepada pria yang sedang memuntahkan banyak timah panas ke arah Alex dan juga Maksim. Tangannya yang terikat ia gunakan untuk memukul bahu pria tua pimpinan genk Yuris yang sudah terkena timah panas di dadanya.


"Aaaargh," pria tua itu mengerang kesakitan diantara bunyi senjata yang saling beradu kekuatan di Udara.


Door


Door


Mereka terus saling menyerang dengan sangat tidak seimbang. 2 lawan sepuluh.


Sementara itu pimpinan Geng Yuris itu meregang nyawa tanpa ada seorang anggotanya pun yang melihatnya kecuali Albert.


Karena Albert tidak mempunyai senjata ditangannya, ia dengan cepat mengambil pistol didalam pakaian pria tua itu dan membantu saudaranya untuk membalas serangan demi serangan lawan.


Door


Door


"Aaaargh,"


Maksim berhasil melemparkan bom molotov berdaya ledak tinggi ke arah posko mereka. Percikan api dan juga getaran tanah akibat peledak itu membuat mereka hancur dan kacau balau.


Mereka memenangkan pertempuran itu dengan sangat Indah. Posko Genk mereka meledak tak bersisa.


🍁


Alexander Smith duduk berhadapan dengan Albert dan juga Maksim di ruang kerja pria itu. Mereka bertiga sedang membahas fakta-fakta yang mereka dapatkan ketika berada di lokasi masjid Agung Moskow dua hari yang lalu.


"Mereka sedang memburu Crisstoffer Anderson sampai saat ini kak," ujar Albert dengan pandangan lurus ke arah mata biru Alex. Pria itu seakan ingin memutar kembali kejadian mengerikan beberapa jam yang lalu.


"Ya, aku tahu. Sebenarnya bukan kak Omar yang menjadi target mereka. Tetapi orang yang pernah berada pada masa lalu Genk Yuris yaitu William Anderson."


"Biar aku tebak, Viktor Stevanof ingin membalaskan dendamnya pada Crisstoffer atas kesalahan almarhum kakeknya." timpal Maksim dengan wajah serius.


"Kamu benar kak Max, tetapi ternyata Crisstoffer Anderson itu juga punya kesalahan pada Genk Yuris bukan hanya kesalahan kakeknya saja."


"Darimana kamu dapatkan informasi ini Al?" tanya Alex dengan tatapan penasaran.


"Aku bertemu dengan Viktor Stevanof setelah meninggalkan sniper yang ada di menara masjid itu," jawab Albert dengan pandangan menerawang jauh mengingat bagaimana ia bisa menjadi Sandra karena ingin mengorek informasi yang lebih banyak tentang kelompok penyerang itu.


"Oh jadi kamu sengaja ya?" tanya Alex dengan wajah tak percaya.


"Yah begitulah kak. Itu karena aku penasaran ada maksud apa mereka ingin menghabisi kak Omar padahal kan Criss yang menjadi target mereka."


"Kamu hebat Al, aku tidak menyangka kalau kamu ingin dipukuli seperti ini dan berubah jadi sandra." ujar Maksim sembari memandang wajah adiknya itu yang sudah membiru keunguan karena ingin menjadi sandra yang disengaja.


"Tidak apa kak, yang penting sekarang kita sudah tahu kalau kecelakaan Kak Alex sekitar 15 tahun lalu yang menyebabkan meninggalnya Paula adalah karena suruhan pria tua itu." jelas Albert dengan pandangan mata sendu.


"Apa?!" teriak Alex tidak percaya.


"Iya kak, pria tua itu mengakuinya padaku, kalau ia adalah dalang kecelakaan itu." Alex meraup wajahnya kasar.


Pria itu pikir, ia sudah melenyapkan pelakunya. Ternyata Genk Yuris bukan saja musuh klan Smith tetapi juga sengaja mengincar keturunan William Anderson yang merupakan mommy Nikita.


"Keparat!" umpat Alex dengan emosi diwajahnya. Andai ia tahu dari awal maka ia akan memburu pria tua itu sampai kemanapun saat itu juga.


"Alex, minumlah dulu," ujar Aisyah yang baru saja masuk ke ruang kerja suaminya itu sembari membawa minuman.


Perempuan cantik itu sempat mendengar pembicaraan ketiga Smith itu dan merasa sedikit khawatir. Ia ingin menghentikan aksi kekerasan yang selama ini terjadi di dalam keluarganya.


Maksim dan juga Albert segera berpamitan dan meninggalkan pasangan itu. Mereka juga ingin menemui istri-istri mereka setelah banyak-banyaknya kejadian yang terjadi di dalam keluarga itu akhir-akhir ini.


"Alex, kumohon segera hentikan balas dendam ini sayang," ujar Aisyah sembari duduk dipangkuan suaminya yang nampak masih emosi.


"Hemm," jawab Alex kemudian memeluk tubuh istrinya. Saat ini ia sedang butuh pelampiasan emosi yang sangat memuncak di dalam dadanya.


"Peluk aku Aisyee, sayangku," ujar Alex dengan suara bergetar. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Meskipun dalang kecelakaan Paula sudah mati tetapi emosinya saat ini belumlah stabil.


Aisyah membiarkan kepala Alex bersandar didadanya. Tangannya mengelus lembut rambut tebal suaminya itu dengan penuh kasih sayang.


"Aisyee, aku..." suara Alex bergetar. Pria itu menangis tersedu-sedu didalam dada Istrinya. Aisyah paham bagaimana perasaan suaminya saat ini.


"Menangislah sayang, keluarkan semua emosimu. Dan mulai saat ini buang semua dendam dan sakit hatimu," Alex mengangguk dan tetap menaruh kepalanya di dua buah benda kenyal istrinya itu. Ia merasa sangat nyaman disana.


"Alex, apa yang kamu lakukan sayang?," tanya Aisyah setelah mereka lama dalam posisi seperti itu.


---Bersambung--


Hai, tahu gak apa yang dilakukan Alex?


Dukung terus karya ini dengan cara klik like dan ketik komentar kemudian kirim bersama hadiahnya yang banyak, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍