
Mohammad Yusuf dan Sarah adiknya tiba di Moskow pada keesokan harinya. Mereka berdua dijemput oleh Omar bersama seorang asisten pribadinya di Bandara.
Kegembiraan jelas terpancar pada wajah pria tua itu saat menyaksikan Aisyah yang selama ini ia khawatirkan ada di rumah Omar menyambutnya dengan wajah ceria khas putrinya selama ini.
"Ayah..." Aisyah langsung memeluk tubuh ayahnya yang sudah lama ia rindukan. Mohammad Yusuf membalas pelukan itu dengan rasa rindu yang teramat sangat. Ia sangat senang ketika mendapati kedua anaknya akur dan sehat dalam suatu tempat, mengingat hubungan mereka sempat renggang karena keinginan Omar ditolak oleh adiknya itu.
"Bibi sehat?" tanya Aisyah sembari memeluk bibi Sarah dan menciumi seluruh wajah perempuan yang selalu merawatnya itu sampai sebesar ini.
"Dimana suamimu?" tanya Mohammad Yusuf dengan rasa ingin tahu yang tinggi karena Nikita pun tidak berada di sana bersama mereka. Aisyah tidak bisa menjawab ia hanya bisa menangis dan kembali memeluk ayahnya.
Omar kini menghampiri ayahnya dan memintanya untuk duduk dan tenang. Ia mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Flashback on
"Ada banyak korban yang akan datang sebentar lagi, persiapkan alat dan tim dokter di bagian emergency room!" teriak pimpinan Rumah sakit yang sudah mendapatkan kabar bahwa ambulans yang membawa korban jiwa dan luka-luka dari insiden perampokan bersenjata Armoury Chamber 10 menit lagi sampai.
Omar yang waktu itu masih bertugas di Rumah Sakit langsung menuju Emergency Room. Dan ia begitu kaget ketika menyaksikan adiknya sendiri termasuk dalam jumlah korban tersebut. Luka parah yang diderita oleh adiknya membuatnya sangat marah pada Alexander Smith sang suami. Ia mengutuk pria itu yang tidak bisa menjaga adik yang sangat disayanginya.
Segera ia membawa tubuh Aisyah yang tidak sadarkan diri itu sebelum polisi mengambil data korban. Ia bersama tim dokter lainnya membawa Aisyah ke ruangan bedahnya sendiri dan mengeluarkan sebuah peluru berdiameter 55 mm yang bersarang di pundak adiknya. Dan juga pecahan kaca yang menembus kepalanya hingga sangat dalam dan mengakibatkan pendarahan yang cukup banyak. Untunglah pecahan kaca itu tidak sampai pada jaringan otak dan jaringan lainnya di kepalanya yang sangat vital. Aisyah sempat tak sadarkan diri selama berminggu-minggu hingga ketika ia sadar ia mencari suaminya.
"Kak Omar apa yang terjadi?" tanyanya ketika ia berhasil membuka matanya setelah lama tertidur.
"Kamu ingat apa yang terakhir kali terjadi padamu?" tanya Omar balik. Ia ingin memastikan ingatan adiknya itu. Aisyah mengangguk dan merasakan sakit di kepalanya.
"Dimana tuan Alex?" tanya Aisyah setelah lama berpikir.
"Lupakan suamimu. Ia tak pantas disebut suami. Ia tak bisa melindungimu dan malah membawamu dalam bahaya." Aisyah hanya menangis. Ia tak percaya Alex seperti itu. Ia lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana suaminya menolong orang-orang.
"Tidak kak, tuan Alex tidak seperti itu. Kakak pasti tahu kalau ia yang menyelamatkan semua korban di sana." elak Aisyah. Ia masih mempertahankan pendapatnya.
"Lihat sekarang. Dia mafia berbahaya adikku. Mereka adalah jaringan yang sama. Mereka akan saling membunuh jika ladang mereka diganggu oleh yang lainnya. Mereka seperti binatang di hutan."
"Kak Omar stop. Jangan bicara seperti itu. hiks." Aisyah tetap menolak dan hanya bisa menangis.
"Lihat, mereka bahkan tidak mencarimu. Mereka anggap kamu sudah mati. Itulah kehidupan hitam seorang yang tak punya perasaan seperti Alexander Smith."
"Aku akan mencarinya kak. Ia suamiku dan Nikita putriku." Aisyah tetap bertahan. Hatinya menolak keras kata-kata kakaknya. Sampai ketika ia sembuh dan bisa bangun sendiri ia mendatangi hotel tempat mereka menginap selama ini tetapi Alexander sudah pergi dari sana beberapa hari yang lalu tanpa ada sedikitpun pesan untuknya.
"Kamu masih muda adikku, masa depanmu masih cerah dan cukup panjang." ujar Omar ketika suasana hatinya mulai membaik.
"Aku sudah mendaftarkan mu di universitas supaya kamu bisa melanjutkan pendidikanmu." putus kakaknya itu tanpa meminta persetujuannya. Aisyah akhirnya hanya menurut saja apa kata kakaknya. Mungkin jodohnya bersama Alex memang cukup sampai di situ. Kenangan manis yang pernah ada bersama suaminya akan ia simpan di tempat terdalam di hatinya.
Flashback Off
Mohammad Yusuf menatap Aisyah yang masih menangis tersedu-sedu. Ia meraih tubuh putrinya itu dalam pelukannya. Ia selalu percaya bahwa apapun yang diberikan Tuhan pada keluarganya adalah pasti yang terbaik.
"Aku sudah bilang ayah, Alex itu orang berbahaya. Kita ini tak cocok masuk dalam kehidupan mereka." ujar Omar masih dengan persangkaan buruknya.
🍁
Tenggelam dalam kenangan-kenangan manis Aisyah yang cuma secuil tapi sangat berkesan di hati seorang Alexander Smith membuat jiwa dan raganya sakit, ia banyak merokok dan tidak pernah bisa tidur nyenyak di malam hari hingga ia sempat dirawat di Rumah Sakit karena drop.
Ia seakan kehilangan arah hidupnya hingga Maksim memberikan padanya shock Terapy. Memberinya ilustrasi terburuk jika keadaannya seperti itu terus bagaimana nanti dengan masa depan Nikita dan organisasi ke depannya. Nasib orang-orang yang ia sayangi akan lebih buruk lagi jika ia tidak bisa move on dan berani membuka lembaran baru.
Pria muda yang selalu setia padanya itu juga membawakannya seorang penasihat spiritual dan juga seorang guru ngaji. Mereka sama-sama belajar tentang Tuhan dan segala kekuasaannya pada setiap makhluk yang ada di bumi ini.
Alex kembali memimpin rapat organisasi hari ini. Setelah hampir dua bulan berada pada titik terendah untuk yang kedua kalinya dalam hidupnya, ia ingin memulai lagi lembaran baru yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama.
Semua harta yang mereka dapatkan selama terlibat dalam dunia hitam, dikumpulkan dan dilelang untuk disumbangkan ke sebuah badan sosial untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan. Bersama para anggota organisasi membentuk sebuah usaha yang bergerak di bidang ekonomi, industri, dan kesehatan.
Dengan harta yang dimiliki klan Smith mereka membangun sekolah dan juga toko-toko swalayan tersebar di Moskow.
Nikita juga sudah ia daftarkan di sekolah baru, agar ia bisa memperoleh suasana baru dan teman baru. Hidup mereka lebih tenang tanpa harus menebarkan kebencian dan menumpahkan darah.
Hingga catatan hitam pada Alexander Smith perlahan berubah. Banyak rakyat yang menyukainya dan mendorongnya ikut terlibat dalam politik Rusia. Dan akhirnya ia ikut mencalonkan diri menjadi salah satu anggota senator Rusia.
---Bersambung--
Ada nih yang benar dugaannya, selamat!!! bagi vote nya dong say hahahha.
Like dan komentar ya gaess supaya aku semangat update lagi.
Cium jauh dari babang Alex mmmuahh