Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 214 EMHD



Crisstoffer Anderson sedang berdiri di pintu masuk Moscow State University of Medicine and Dentistry (MSUMD). Hari ini adalah hari pertamanya menjadi dosen di Fakultas kedokteran umum di Universitas tersebut.


Permintaan William Anderson untuk mencari dimana keberadaan bibinya yang merupakan putri kedua kakeknya itu membuatnya harus kembali ke Moskow.


Padahal ia sudah berjanji tidak akan lagi menginjakkan kakinya di kota ini lagi sejak ia berhasil menghancurkan bukti kejahatan sang kakek dimasa lalu.


Dan sekarang disinilah ia di kota Moskow. Setelah mendaftar sebagai dosen di Universitas ini ia berharap bisa menemukan bibinya.


"Excuse me, would you mind showing me where the general medical faculty is?" tanyanya dengan menggunakan bahasa Inggris pada salah seorang mahasiswa yang sedang lewat di sampingnya.


Pria muda yang ditanyai tertegun kemudian tersenyum ramah.


"Please go straight ahead and you'll find that place About 10 meters from here." jawab pria itu dengan gembira.


"Thank you,"


"Your'e welcome."


Crisstoffer Anderson melangkah ke arah yang ditunjukkan oleh pria tadi dan langsung tersenyum. Ia menemukan Fakultas yang dimaksud. Sehingga ia dengan mudah menyampaikan maksudnya datang ketempat ltu.


"Saya Crisstoffer Anderson. Senang berjumpa denganmu, tuan," ujar pria itu kemudian menjabat tangan pimpinan fakultas itu dengan ramah.


"Saya Andrew Permanev, senang juga berjumpa denganmu." jawab pimpinan fakultas itu.


"Oh anda dosen yang akan mengajar di fakultas ini ya." lanjut pria itu sembari membuka beberapa file yang dibawa oleh pria itu dengan teliti.


Beberapa beberapa hari yang lalu Fakultasnya membuka lowongan untuk dosen pada Fakultas itu. Dan pria dihadapannya ini ternyata telah lulus tes secara online.


Ia melihat pria muda dihadapannya ini sangat cocok dengan kualifikasi yang ia inginkan. Dan ya ternyata ia seorang dokter di Rumah Sakit di Inggris.


"Hari ini anda bisa langsung bertemu dengan mahasiswa di kelas A, anda tidak keberatan kan, tuan Anderson?"


"Oh, tentu saja tidak. Saya akan sangat senang sekali karena itu berarti saya bisa menggunakan waktu saya dengan baik."


'Terima kasih banyak, tuan Anderson."


"Sama-sama tuan Permanev."


Mereka pun berpisah di ruangan itu. Crisstoffer Anderson segera menuju kelas yang ditunjukkan oleh pimpinan fakultas itu.


Pria itu akan mengajarkan mata kuliah Anatomi dan juga Genetika.


"Selamat pagi semuanya!" salamnya kepada semua mahasiswa kedokteran umum di kelas itu.


"Selamat pagi Pak," jawab mereka kompak.


Deg


Nikita dan Elif saling berpandangan. Jantung mereka berdua berdetak lebih cepat dari biasanya. Bahkan saat ini mereka merasakan bahwa sepertinya bagian dari tubuhnya itu akan segera meledak karena kaget dan takut.


"Perkenalkan saya Crisstoffer Anderson, saya yang akan mengajar kalian tentang ilmu Anatomi dan juga Genetika pada semester ini. Dan saya berharap kalian bisa bekerjasama dengan baik agar tujuan kita sama-sama tercapai." jelasnya dengan wajah serius.


Nikita menunduk dan hanya bisa menekan pulpennya ke atas buku catatannya. Hingga ia tak sadar sudah berhasil melubanginya.


"Anatomi. Mata kuliah ini salah satu akar dari kuliah kedokteran karena akan mengenali setiap anggota tubuh. Bukan hanya bagian luar, seperti kepala, tangan, dan kaki saja, namun juga bagian dalam tubuh serta susunan yang membentuk susunan sehingga setiap anggota tubuh dapat bergerak dan berinteraksi secara optimal." jelas Crisstoffer Anderson sembari memperlihatkan gambar-gambar dengan menggunakan slideshow.


Matanya terpejam. Ia kembali mengingat wajah yang pernah ia temui dan kemiripan dengan gambar yang diperlihatkan kakeknya.


"Kamu! yang menggunakan penutup di kepala berwarna pastel maju ke depan!" titah Crisstoffer Anderson pada Nikita Smith.


Deg


Nikita kembali merasakan dadanya berdebar. Ia berharap dipanggil karena semata-mata untuk menjelaskan ulang apa yang sudah dijelaskan oleh dosen psikopat itu.


Gadis itu berdiri dari duduknya dan dengan cepat melangkah ke depan kelas.


"Ceritakan siapa dirimu!" titah Crisstoffer Anderson sembari menatap gadis cantik itu dari atas ke bawah.


"Baik Pak, terimakasih. Saya Nikita Smith, usia 18 tahun dan bercita-cita menjadi seorang dokter untuk membantu merawat orang yang sedang membutuhkan tindakan kesehatan."


"Apakah ini pakaianmu yang sebenarnya?"


"Maksud bapak apa?" tanya Nikita tidak mengerti.


"Eh, maaf. Semuanya bisa keluar dari kelas ini. Saya ingin bicara pribadi dengan nona ini." ujar Crisstoffer Anderson tanpa basa-basi.


Ia meminta semua mahasiswa untuk keluar dari kelas itu. Dan saat semua mahasiswa itu keluar tinggallah mereka berdua di dalam kelas.


"Apa kamu mengenal saya?" tanya Crisstoffer Anderson sembari menatap wajah cantik di depannya dengan intens. Otak Nikita berpikir keras. Ia yakin pria dihadapannya ini hanya meraba-raba saja. Mengingat penampilannya sekarang jauh berbeda dengan penampilannya dulu.


"Tidak, saya tidak mengenal anda. Ini pertama kalinya kita bertemu." jawab Nikita dengan tegas. Ia tak boleh tampak takut atau terintimidasi agar dosen gila ini tidak mengenalinya. Crisstoffer Anderson menyeringai kemudian meminta maaf karena salah orang.


"Baiklah kamu bisa keluar dari sini." ujar pria itu mempersilahkan Nikita untuk keluar dari kelas.


"Terimakasih banyak Pak Anderson." ujar Nikita kemudian mengambil tasnya dan benar-benar meninggalkan kelas itu.


"Sayangnya aku tidak percaya nona cerewet, aku tahu kamu pasti ada hubungannya dengan bibi Paula. Wajah kalian sangat mirip." ujarnya pelan kemudian membuka layar handphonenya. Melihat kembali gambar-gambar yang diberikan oleh kakeknya.


"Apa mungkin gadis itu tahu kalau aku sedang mencari informasi tentang dirinya makanya ia menyamar dengan menggunakan penutup kain di kepalanya itu seperti dari kamu Muslim salah satu kepercayaan yang lumayan mendunia itu." Ia terus bermonolog sendiri sampai ia sadar kalau ia sudah lama tinggal di dalam kelas itu.


Dengan cepat ia melangkah menuju bagian Administrasi Fakultas itu. Ia harus menemukan informasi tentang gadis itu sekarang juga agar kakeknya bisa segera bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya itu.


"Nikita Smith, usia 18 tahun. Nama ayah Alexander Smith dan nama ibu Aisyah Smith." bacanya pada sebuah kartu indentitas mahasiswa yang ia peroleh dari bagian administrasi kampus.


"Tidak mungkin ada orang mirip seperti ini tanpa ada ikatan darah dan gen samasekali." ujarnya setelah lama terdiam. Ia kemudian mencari tahu informasi tentang orangtua gadis itu di Internet.


"Alexander Smith. Pria yang sangat terkenal di Moskow." ujarnya lagi setelah menemukan informasi lengkap tentang orangtua gadis itu.


"Atau, mungkinkah aku salah orang? lalu dimana lagi aku harus mencari bibi Paula?" Ia menarik nafas panjang kemudian segera pulang ke apartemen tempatnya tinggal selama di Moskow.


*Excuse me, would you mind showing me where the general medical faculty is?" : Permisi, bisakah anda menunjukkan dimana Fakultas kedokteran umum?


*Please go straight ahead and you'll find that place About 10 meters from here. : silahkan jalan terus dan anda akan menemukan tempat itu sekitar 10 meter dari sini.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍