Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 261 EMHD



Robert Pattinson dan juga Andrew nampak sangat gembira. Mereka berdua tersenyum puas saat menyaksikan Crisstoffer Anderson dan Nikita Smith berhasil memenuhi surat wasiat dari Willian Anderson.


Itu berarti tugas mereka akhirnya selesai dan beres. Mereka berdua saling berpandangan dengan pikiran yang sama yaitu mereka sudah bisa menerima bonus yang sangat banyak dari mendiang William Anderson.


"Terimakasih banyak tuan Anderson junior. Kalian berdua sudah sangat membantu pekerjaan kami. Dan kami ucapkan selamat atas pernikahan kalian. Semoga bahagia dan segera menambah lagi keturunan Anderson agar tidak punah," ujar Robert Pattinson dengan senyum tulus.


"Sama-sama, tuan,"jawab Criss dan Nikita bersamaan. Mereka pun mendatangani beberapa dokumen yang terlah dipersiapkan oleh kedua pengacara itu.


Setelah keduanya pamit barulah kedua pengantin itu duduk di pelaminan untuk menyambut para tamu yang akan memberikan doa restunya.


Tak berhenti Crisstoffer Anderson mencuri pandang wajah Nikita yang begitu sangat cantik saat itu. Gaun putih dengan kerudung senada hasil rancangan desainer dunia kenamaan yang Nikita gunakan semakin membuatnya tampak memukau.


Pria itu sudah membayangkan ritual mencium pengantin seperti budaya barat lainnya tetapi ternyata itu ritual itu tidak berlaku bagi keluarga Alexander Smith. Sayangnya Ia samasekal tidak diberi kesempatan untuk menyentuh istrinya itu pasca akad nikah. Akhirnya ia hanya bisa melihat tanpa menyentuh.


"Masya Allah, kamu cantik sekali sayangku," ujar Elif dengan wajah bahagia. Gadis itu baru saja tiba di acara resepsi bersama dengan Roman Subkhan sang kekasih.


"Selamat ya Niki, kamu sekarang sudah menjadi nyonya Anderson. Semoga kamu bahagia setiap saat dan selamanya," lanjutnya sembari memeluk dan mencium pengantin perempuan itu.


"Terimakasih banyak Elif, semoga kebahagiaan juga ada padamu," jawab Nikita tersenyum.


"Kamu hebat sekali Niki. Kamu bahkan mendahului acara pernikahan kami, iyyakan kak?" Elif pura-pura cemberut sembari memandang Roman Subkhan calon suaminya. Nikita hanya bisa tersenyum.


"Itu karena kalian sangat lambat dan aku yang sudah tidak sabar ingin menikahinya," timpal Crisstoffer Anderson dengan gaya narsisnya. Pria itu menatap Nikita dengan pandangan memuja.


"Aku juga sebenarnya tidak sabar tuan Anderson tetapi gadis cantik ini yang selalu memintaku menunggu karena tidak mau berpisah dengan istrimu, " ujar Roman Subkhan sembari menatap wajah Elif dengan pandangan penuh cinta.


"Ih jangan memandangku seperti itu kak, aku kan malu sama pengantin baru ini," rajuk Elif dengan manja.


"Elif, aku pastikan besok kita akan menikah sayang kamu membuatku tidak sabar," ujar Roman Subkhan dengan gemas sembari mencubit hidung calon istrinya itu.


Elif tertawa renyah dan semakin membuat pria asal Kazakhstan itu bersemangat menggodanya.


"Hey kalian berdua sengaja memancing kami ya?" tanya Crisstoffer Anderson kesal.


Pria itu mulai jengah dengan tingkah dua orang dihadapannya ini yang lebih berani tampil mesra dibandingkan dengan dirinya sendiri. Ia tidak bisa berbuat banyak karena Alex sang mertua seperti ingin mengulitinya jika tangannya bergerak menyentuh Nikita.


"Maaf ya tuan Anderson, kami akan menikmati pesta kalian. Datanglah besok ke acara pernikahan kami ya," ujar Roman Subkhan sembari menggandeng tangan Elif meninggalkan pelaminan itu.


Acara resepsi pernikahan yang begitu mewah dan sangat ramai itu dihadiri oleh orang-orang penting di Moskow.


Persatuan Dokter dari Birmingham dan Moskow tidak terlewatkan. Mereka semua diundang untuk menyaksikan dan memberikan doa restu atas pasangan yang sangat serasi itu.


Berjam-jam mereka semua menerima tamu yang sangat banyak. Sampai Nikita sudah tampak kelelahan begitupun Crisstoffer Anderson yang sebenarnya masih harus banyak beristirahat setelah kecelakaan itu.


"Kalian bisa istirahat, biarkan kami yang akan menyambut dan menjamu tamunya," ujar Aisyah sembari membawa Nikita sang putri ke kamarnya.


"Terimakasih mommy, padahal aku masih kuat kok," jawab Nikita tersenyum. Tampak sekali kalau gadis ini sangat bahagia dengan pernikahan ini.


Crisstoffer Anderson yang juga ingin mengikuti mereka terpaksa harus tinggal lagi di tempat acara, karena tamunya dari Birmingham yang khusus datang untuknya tidak ingin ia abaikan.


"Iya Mommy, rasanya gerah memakai pakaian seribet ini."


"Baiklah, Mommy bantu ya," ujar Aisyah kemudian mulai membuka segala pernak-pernik yang dipakai oleh pengantin baru itu.


"Mommy, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Nikita saat semua pakaian dan perhiasan yang ia pakai sudah dicopot dari dirinya dan menyisakan hanya underwear saja.


"Katakan apa yang ingin kamu tanyakan."


"Bagaimana perasaanmu saat kamu menikah dengan Daddy waktu itu?" tanya Nikita sembari memandang wajah perempuan cantik yang selama ini membesarkannya dengan penuh cinta.


Aisyah tersenyum kemudian menjawab,


"Kemarilah sayang, duduk bersama mommy di sini," Aisyah menarik tangan gadis itu agar ikut duduk bersamanya di atas ranjang empuk yang sudah dihiasi dengan kelopak mawar yang sangat indah.


"Aku sangat bahagia Niki, karena pernikahan itu yang sangat aku inginkan. Cita-citaku menjadi mommymu dan merawatmu sudah tercapai," jawab Aisyah sembari membelai rambut putrinya yang halus dan pirang.


"Lalu?"


"Lalu apa sayang? kamu sebenarnya ingin menanyakan pertanyaan seperti apa?" tanya Aisyah menggoda putrinya. Wajah Nikita bersemu merah. Ia jadi malu dengan pertanyaannya sendiri.


"Kamu tahu Niki, aku dan Daddymu baru bisa bertemu setelah tiga tahun sayang, padahal kami sudah sangat merindukan," ujar Aisyah dengan senyum diwajahnya. Ia mengingat bagaimana menderitanya ia dan Alex karena dipisahkan oleh othor gendeng.


"Maksud Mommy apa?"


"Iya, kami bahkan belum merasakan malam pertama dan si othor yang rese' itu memisahkan kami sampai bertahun-tahun. Bisa kamu bayangkan bagaimana tersiksanya kami sayang," jawab Aisyah sembari memandang wajah Bhebz yang sedang tersenyum samar dipojok kamar pengantin itu. Nikita hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sekarang persiapkan dirimu ya, karena sepertinya suamimu itu sudah tidak sabar sayang," ujar Aisyah kemudian bersiap meninggalkan putrinya yang tiba-tiba merasa gugup.


"Mommy, jangan pergi. Aku takut," Nikita menarik tangan Aisyah kembali agar bisa menemaninya di kamar itu.


"Istirahatlah sayang, mumpung suamimu masih menerima tamu di luar sana, okey?" Nikita mengangguk kemudian melepaskan pegangan tangannya pada sang mommy.


"Dan berdoalah yang baik-baik untuk othor agar tidak menghadirkan gangguan pada kalian nantinya, okey?" ujar Aisyah sembari melirik kembali wajah othor yang masih betah duduk di pojok kamar.


"Mom, aku takut," ujar Nikita lagi saat membayangkan bagaimana dulu Crisstoffer Anderson merebut ciumannya dengan paksa dan memperlakukannya dengan sangat kasar.


"Istirahatlah dan mommy akan meminta pelayan mengantarkan makanan untukmu sayang."


"Iya mom," jawab Nikita kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa make-upnya.


Aisyah pun pergi dari kamar itu dengan senyum diwajahnya. Bayangan tentang malam pertamanya dulu yang begitu mengesankan setelah berpisah selama 3 tahun membuatnya rindu pada Alex sang suami.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍