
Crisstoffer Anderson merasakan aura ruang makan itu terasa sangat berbeda. Pandangan tajam Alexander Smith padanya seakan menembus jantungnya dan membuatnya terbakar.
"Jangan kemana-mana Criss!" seru Alex pada menantu barunya itu. Crisstoffer Anderson menurut. Ia duduk saja di ruang makan itu menunggu apa yang akan disampaikan oleh ayah kandung dari istrinya itu.
Setelah semua orang meninggalkan meja makan, tinggallah ia di meja itu berdua dengan sang mertua. Bahkan pelayan yang biasanya berdiri disekitar mereka terpaksa harus menyingkir sampai pembicaraan dua orang itu selesai.
"Apa yang kamu lakukan pada putriku sampai dua hari ini tidak pernah bergabung bersama anggota keluarga lainnya, hah?!" tanya Alex dengan pandangan mengintimidasi.
"Bahkan untuk makan saja seperti saat ini, Nikita juga melewatkannya. Kamu tidak melakukan sesuatu yang berlebihan kan?" lanjut Alex dengan suara yang terdengar marah.
"Tentu saja tidak dad. Aku memperlakukan istriku sangat lembut dan juga manis seperti Daddy memperlakukan mommy Aisyah," jawab Crisstoffer Anderson sembari tersenyum.
"Halah! darimana kamu tahu kalau aku sangat manis sama istriku?" tanya Alex dengan alis terangkat.
"Karena Nikita yang mengatakannya padaku Dad. Ia juga ingin aku mencintainya seperti kamu mencintai mommy Aisyah." kata-kata Crisstoffer Anderson membuat Alex langsung merasakan hatinya menghangat.
Putrinya ternyata sangat memperhatikan bagaimana ia selalu memperlakukan ibu dari anak-anaknya dengan sangat manis dan juga lembut. Pria itu langsung berdiri dari duduknya dan mendekati kursi Crisstoffer Anderson sang menantu.
"Aku percayakan Nikita padamu. limpahkan ia cinta yang sangat banyak sampai ia tidak lagi membutuhkan cinta dari yang lain," ujar Alex sembari menepuk bahu menantunya itu.
"Jadi Daddy setuju kalau cintaku membuatnya melupakanmu?" Alex langsung mendelik tidak suka.
"Tentu saja tidak Criss. Cinta Nikita padaku tidak boleh berkurang, kamu mengerti?!"
"Aku mengerti Dad." jawab Crisstoffer tersenyum samar. Ia sekarang yakin kalau Alex adalah tipe daddy yang sangat hot pada putra-putrinya.
"Bagus! Nah sekarang aku mau tanya apa yang kamu lakukan dengan putriku sampai ia tidak keluar-keluar kamar sampai sekarang, hah?!"
"Apa aku perlu menjawabnya Dad?"
"Tentu saja, aku tidak mau kamu menyiksanya. Nikita masih kecil, kau tahu? jangan terlalu berlebihan padanya," jawab Alex dengan perasaan tiba-tiba khawatir.
"Aku mengerti maksudmu Dad. Nikita itu istimewa. Dan aku sangat mencintainya. Sepanjang waktu kami melakukan hal-hal yang sangat menyenangkan."
"Baiklah Criss, aku percaya padamu. Dan sekarang kembalilah ke kamarmu dan minta Nikita menemuiku. Aku sangat rindu padanya." ujar Alex pada akhirnya.
Mereka berdua pun berpisah di tempat itu. Keduanya kembali ke kamar mereka masing-masing.
"Alex, apa yang kamu bicarakan dengan menantumu sayang?" tanya Aisyah saat Alex sudah tiba di dalam kamar mereka berdua.
"Aku hanya memintanya untuk tidak berlebihan pada Nikita," jawab Alex sembari duduk di atas tempat tidur dimana istrinya juga sedang duduk di sana.
"Berlebihan apa Alex? jangan katakan kalau yang kamu maksud adalah soal itu?" Aisyah menutup mulutnya tidak percaya kalau suaminya sampai mengurusnya hal-hal yang sangat intim seperti itu tentang putrinya.
"Maafkan aku Aisyee, aku cuma sangat khawatir pada putrimu. Usianya baru 19 tahun. Ia masih sangat muda. Dan sekarang kamu lihat? Nikita tidak pernah keluar kamar dan bergabung bersama dengan kita sayang," jawab Alex sembari menatap istrinya dengan pandangan khawatir.
"Alex, kamu seperti tidak pernah merasakan yang namanya pengantin baru sayang. Kamu tidak ingat bagaimana kamu memakanku habis-habisan waktu itu?" Aisyah tersenyum kemudian mengikis jarak dengan suaminya.
"Dan sampai sekarang kamu pun tidak berubah sayang, kamu bahkan lebih ganas dan aku suka." bisik Aisyah dengan suara bergetar. Alex langsung menarik tubuh istrinya dan melabuhkan satu ciuman panas pada bibir sang istri.
"Biarkan Nikita diperlakukan seperti ini oleh suaminya sayangku. Aku yakin mereka sedang sangat berbahagia saat ini, kamu mengerti Alex?" bisik Aisyah dengan suara mendayu penuh hasrat saat suaminya benar-benar menenggelamkan dirinya dalam lautan kenikmatan dunia yang tidak pernah bosan mereka kunjungi.
Alex tersenyum. Ia menyadari kalau ia yang terlalu berlebihan pada putrinya sendiri. Melihat Aisyah selalu tampak sangat menikmati perlakuan lembutnya, ia berharap Crisstoffer juga melakukan hal yang sama pada Nikita.
Mereka berdua benar-benar menikmati proses penyatuan yang kesekian kalinya itu. Mereka tidak pernah mau kalah dengan pengantin baru.
Sementara itu di kamar lain di Rumah itu.
"Niki, Daddy dan semua orang mencarimu di meja makan. Terutama Daddy Alex. Ia menanyakan keadaanmu," ujar Crisstoffer Anderson sembari duduk di samping istrinya yang sedang berbaring di atas sebuah sofa di dalam kamar itu.
"Kenapa kamu tidak mau bergabung dengan mereka Niki?" tanya Crisstoffer pada istrinya itu.
"Aku malu bertemu mereka Criss. Aku takut mereka meledek aku," jawab Nikita kemudian menyimpan buku yang sedang dibacanya.
"Malu karena apa sayangku?" tanya Crisstoffer sembari mendekatkan wajahnya pada istrinya itu.
"Aku takut mereka memperhatikan bibirku Criss."
"Lihat Criss, aku merasa bibirku membengkak karenamu." ujar Nikita manja sembari menyentuh bibirnya dengan jari-jarinya. Crisstoffer tersenyum kemudian menyentuh bibir itu dengan bibirnya sendiri.
"Benarkah sayangku? itu karena bibirmu sangat manis Niki, aku tidak tahan jika tidak mencicipinya sampai puas sayangku," bisik Crisstoffer dengan suara bergetar. Nikita benar-benar bisa membuatnya gila. Semua yang ada pada perempuan itu membuat dirinya selalu ingin lagi dan lagi.
"Criss..."
"Hemmm,"
"Apa kata Daddy?"
"Ia memintamu menemuinya sayang, katanya Daddy rindu," bisik Alex ditengah-tengah sentuhan lembut bibirnya pada permukaan wajah dan leher istrinya.
"Apakah Daddy memintaku kesana sekarang Criss Awwww Aaaakh," Nikita menjerit tertahan saat suaminya menggigit lehernya karena gemas.
"Iya sayangku," jawab Crisstoffer tetapi tidak menghentikannya apa yang sudah dimulainya sampai istrinya berada dalam dilema.
"Criss, bagaimana kalau Daddy menungguku di sana?"
"Ah ya maafkan aku sayang, aku sangat menginginkanmu sekarang," ujar Crisstoffer dengan tatapan berkilat.
"Tapi bagaimana dengan Daddy?" tanya Nikita sembari menatap wajah suaminya yang nampak sangat menginginkannya lagi.
"Baiklah aku akan membawamu kesana. Akan kita lanjutkan nanti saja," jawab Crisstoffer sembari meraup wajahnya kasar. Sungguh ia merasakan inti dirinya sudah sangat siap sekarang ini. Tetapi ia harus menundanya atau ayah mertuanya itu nanti marah padanya.
"Criss, kamu tidak masalah kan sayangku?" tanya Nikita yang bisa merasakan suaminya sedang menahan sesuatu.
"Tidak apa sayang, aku baik-baik saja. Aku takut Daddy akan tidak percaya lagi padaku." ujar Crisstoffer kemudian menutup kembali tubuh istrinya yang sudah sangat menggodanya itu.
"Criss?" panggil Nikita saat tatapan suaminya selaku berada pada asetnya.
"Hem?"
"Lakukan saja sayang, daddy pasti mengerti," ujar Nikita merasa kasihan pada suaminya yang sepertinya masih sangat ingin.
"Akan aku antar kamu ke kamar Daddy dan Mommy. Aku akan menunggu, okey?" ujar Crisstoffer dan membantu istrinya untuk bangun dan berpakaian dengan benar.
Nikita tersenyum. Mereka berdua pun keluar dari kamar dan melangkah menuju kamar Alex dan juga Aisyah yang tidak begitu jauh dari kamar mereka.
Tok
Tok
Alex dan Aisyah yang sementara memanjat ke puncak langsung saling bertatapan. Alex menghentikan langkahnya yang sedang menggebu-gebu itu.
"Apa mungkin Danil atau Asma sayang?" tanya Aisyah yang tiba-tiba kembali ke dunia nyata.
"Tidak mungkin mereka sayang. Aku yakin Danil dan Asma sudah tertidur di kamar mereka," ujar Alex kemudian melanjutkan langkahnya ke Nirwana.
Tok
Tok
"Tapi Alex, aaaakh,"
"Biarkan saja. Mereka pasti akan pergi kalau kita tidak membukakan pintu. Aku sedang konsentrasi ini." ujar Alex sembari menutup matanya menikmati rasa yang luar biasa dari istrinya.
"Niki, sepertinya Daddy dan mommy sedang tidak ingin diganggu. Kita kembali ke kamar saja," ujar Crisstoffer tidak sabar. Tangannya segera meraih tangan istrinya dan membawanya ke kamar mereka dengan terburu-buru.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍