
Albert Smith dalam beberapa hari ini tak pernah pulang ke rumah.
Ia masih sangat kesal pada istrinya yang selalu saja menolaknya hanya karena aromanya yang belum juga bisa beradaptasi dengan hidung sang istri yang masih ngidam.
Karena di rumah ia tak bisa mendapatkan apa yang ia mau akhirnya ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan sibuk bekerja agar ia bisa lupa kekesalannya.
Sungguh ia ingin percaya bahwa perubahan pada istrinya itu karena faktor hormon kehamilan tetapi ternyata otaknya tidak bisa menerimanya dengan baik.
Kebutuhannya melakukan pelepasan yang nikmat membuatnya sering lupa diri.
Ia jadi sering melakukannya sendiri dan itu sangat bertentangan dengan ajaran agama yang sudah dianutnya selama beberapa tahun ini.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dari Nabi Saw. yang bersabda: “Ada tujuh orang yang Allah enggan melihat mereka pada hari kiamat, tidak berkenan membersihkan (dosa-dosa) mereka, dan tidak berkenan pula mengumpulkan mereka bersama orang-orang yang ‘alim.
Sebaliknya, Allah justru melemparkan mereka ke neraka sebagai orang-orang yang paling awal masuk neraka.
Kecuali jika mereka mau bertobat, kecuali jika mereka mau bertobat, maka semoga Allah akan mengabulkan tobatnya.
Tujuh orang itu adalah: 1) orang yang menikahi tangannya sendiri;
2) homoseks/lesbi yang menjadi subjek; 3) maupun homoseks/lesbi yang menjadi objek; 4) orang yang meminum khamr;
5) seorang anak yang memukul orang tuanya hingga keduanya berteriak meminta tolong; 6) orang yang menyakiti para tetangga hingga mereka mengutuknya, dan;
7) orang yang berzina dengan tetangganya.” (HR. al-Bukhari).
Dalam hadits riwayat al-Baihaqi dari jalur Anas bin Malik disebutkan pula sebuah ancaman yang tak kalah mengerikan: “Orang yang menyenggama tangannya akan bangkit pada hari kiamat, sementara tangannya dalam keadaan hamil.” Wallahu a’lam.
Menyenggama dengan tangan adalah Ona*ni bagi laki-laki dan mas*turbasi bagi perempuan.
Selama beberapa hari ini Albert sibuk berolahraga dan bekerja. Hal itu semata-mata ia lakukan agar ia bisa melupakan kebutuhan yang satu itu.
Ia merinding takut dengan dosa besar yang ditimbulkan jika bersolo karier atau malah mengunjungi tempat-tempat yang terlarang seperti yang sering ia lakukan selama ini.
Sekarang ini ia dalam perjalanan pulang ke rumah setelah mengikuti kegiatan sepakbola yang ia ikuti akhir-akhir ini.
Maksim menghubunginya kalau Reisya sangat merindukannya dan memintanya untuk pulang segera.
"Reisya, aku pulang sayang, kuharap kamu sudah tidak menolakku lagi karena aku begitu merindukanmu." ujarnya sembari bersenandung senang.
Kehamilan bukan penghalang aktivitas sek*sual, seng*gama boleh dilakukan selama kehamilan dalam keadaan sehat.
Wanita hamil lebih mudah mencapai orgasme ganda, hal ini terjadi karena berbagai hormon wanita dan hormon kehamilan mengalami peningkatan.
Ini menyebabkan perubahan pada sejumlah organ tubuh antara lain payudara dan organ reproduksi, termasuk va*gina sehingga menjadi lebih sensitive dan responsif (Depkes RI, 2009).
Libido dan keinginan untuk menikmati hubungan intim selama masa kehamilan sangat bervariasi. Umumnya dorongan seksual agak menurun di triwulan pertama.
Hal ini disebabkan perubahan hormon yang menimbulkan mual-mual membuat ibu tidak ada dorongan untuk melakukan hubungan ****.
Triwulan kedua dorongan seksual wanita hamil akan kembali meningkat, sejalan dengan hilangnya keluhan mual.
Libido ini turun kembali di triwulan ke 3 akibat ukuran dan berat janin yang semakin meningkat (Depkes RI, 2009).
"Reisya, maafkan aku yang tidak menemanimu disaat-saat tersulit ini, hmm, aku akan menggantinya dengan waktu yang banyak bersamamu, sayang," Albert terus bermonolog sampai ia tidak sadar menabrak sebuah mobil mewah yang berhenti asal di sebuah trotoar jalan di ujung kota Moskow itu.
Brakkk
"Oh ya ampun, siapa yang memarkir mobil dengan Semborono seperti ini?!" geramnya sembari turun dari mobilnya dan memeriksa kerusakan yang mungkin terjadi pada kendaraannya dan kendaraan korban.
"Kemana pemiliknya, sampai pintunya pun tidak ditutup seperti ini?" tanya Albert lagi pada angin yang bertiup cukup kencang malam itu. Daun-daun dari pohon-pohon besar dipinggir jalan itu beterbangan ditiup angin. Albert melongo ke dalam mobil yang terbuka pintunya itu. Ia takut jangan-jangan di dalam mobil itu terdapat orang yang mungkin butuh pertolongan.
Sebuah dompet besar tergeletak di atas jok mobil begitu menarik perhatiannya.
Dengan memohon ampun pada Tuhan, ia membuka dompet itu berharap mengetahui identitas pemilik atau penumpang mobil yang berada di pinggir jalan itu.
"Anna? dompet ini milik Anna Peminov istrinya kak Omar," ujarnya pelan. Otaknya langsung bergerak cepat menelpon Omar untuk menanyakan keberadaan perempuan itu.
"Assalamualaikum kak Omar, apakah Anna sedang bersamamu sekarang?" tanya Albert hati-hati.
"Waalaikumussalam, Tidak Al, apa kamu tahu dimana istriku sekarang?" suara Omar kedengaran sangat panik sekarang. Ia tidak menjawab pertanyaan Albert tetapi malah bertanya kembali.
"Kemarilah kak karena aku menemukan dompet istrimu di sebuah mobil yang tidak aku kenal."
"Share lokasinya Al, cepat!" teriak Omar dengan suara kerasnya. Ia sudah tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan istrinya sekarang di malam yang larut seperti ini. Ia sendiri sudah memeriksa rekaman CCTV di rumahnya. Dan ternyata istrinya meninggalkan rumah sekitar waktu sholat ashar. Dan dari tampak di jalanan itu sebuah mobil hitam menjemputnya di depan jalanan. Dan sekarang ia sudah menduga mobil itu adalah mobil yang sama dengan yang ada di dalam rekaman CCTV itu.
Setelah Albert mengirimkan lokasi kepada Omar, ia segera menghubungi Alex dan Maksim agar ke lokasi itu juga secepatnya dengan membawa senjata atau alat perlindungan diri. Ia mencurigai ada sesuatu yang tak beres di sini, karena ia melihat ada proyektil peluru di sekitar jalan itu. Dan juga darah yang berceceran.
Alex yang baru saja tiba dari puncak bersama istrinya langsung membersihkan diri dan memandang handphonenya yang berkedip-kedip. Sengaja ia mengaktifkan nada senyap karena ia tak ingin ada gangguan saat ia sedang mendayung indah bersama Aisyah.
"Al, ada apa?" tanya Alex dengan suara tenangnya.
"Anna sedang dalam bahaya kak, segera ke lokasi ini sekarang."
Tut
Alex langsung memakai pakaiannya dan mengambil pistolnya kemudian mengecup bibir Istrinya yang sudah tertidur.
"Aku pergi Aisyi.."
Maksim yang baru meletakkan baby boynya di dalam box karena baru bisa tertidur juga nampak kaget dengan kabar yang Albert sampaikan lewat telepon.
"Maryam, aku akan keluar sebentar, doakan semua urusan kami lancar sayang, aku mencintaimu." Maryam hanya melongo dengan apa yang dilakukan Maksim, suaminya. Pria itu mengecup bibirnya lembut kemudian mengambil sesuatu dari dalam lemari khusus. Sebuah benda yang membuat Maryam gemetar.
"Max," panggilnya pelan.
"Jangan berpikir macam-macam, okey? doakan saja semua baik-baik saja," ujar Maksim kemudian dengan langkah cepat keluar dari kamar dan menemui Alex yang menunggunya di depan pintu utama.
"Ayo!" seru Maksim lalu menghidupkan mesin mobil.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍