Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 259 EMHD



Nikita Smith tersenyum samar saat membuka kotak masuk emailnya. Disana ia temukan sebuah kirimkan dari Crisstoffer Anderson. Dengan cepat ia membuka email itu karena penasaran dengan isinya.


Assalamualaikum Nikita Smith.


Beberapa hari ini kamu tidak pernah melihatku di Rumah Sakit dan itu membuat aku sangat menderita. Jadi aku putuskan untuk pulang saja ke apartemenku. Aku akan melanjutkan pengobatanku dengan rawat jalan saja.


Ada beberapa perawat freelance bersedia merawatku di Apartemen untuk memenuhi semua kebutuhanku. Kalau kamu tidak keberatan apakah kamu mau memilihkannya untukku?


Aku sering kesulitan mencari seorang asisten atau perawat. Aku takut mereka tidak bisa bekerja dengan baik. Jadi kuharap kamu bisa membantuku. Ini adalah CV orang-orang itu.


Jennifer Aniston, usia 21 tahun. Suzanne Collins, usia 23 tahun. Dan Ketty Yan, 25 tahun.


Tolong pilihkan ya, balas sekarang juga karena salah satu dari mereka ingin ikut pulang bersama-sama dengan aku ke Apartemen.


Wajah Nikita tampak berubah warna saat melihat CV ketiga gadis itu berikut foto-foto mereka yang sangat mengganggu penglihatannya. Crisstoffer Anderson mengirimkan foto-foto yang sangat seksih dari para perempuan muda itu.


Dengan cepat ia membalas email itu dengan satu kalimat saja.


Tidak ada yang cocok untukmu, tuan Anderson!!!!


Gadis itu sign out dari emailnya dengan perasaan kacau. Ia berharap pria itu mendengarkan apa yang ia kirimkan tadi. Hatinya tidak rela ada perempuan seksih seperti itu yang merawat Crisstoffer Anderson meskipun itu cuma beberapa hari.


Aisyah memandang putrinya yang mondar-mandir tidak jelas di dalam ruang keluarga itu. Ia mencurigai pasti ada sesuatu yang sedang dipikirkan gadis cantik itu.


Perempuan cantik itu pun menghampiri Nikita dan menanyakan apa masalahnya.


"Niki, ada apa sayang? sepertinya ada sesuatu yang membuatmu khawatir."


"Iya, mom. Baru saja Pak Anderson mengirimkan email padaku, katanya ia akan pulang hari ini. Ia akan melanjutkan pengobatan lewat rawat jalan saja."


"Oh syukur Alhamdulillah. Baguslah. Semoga Criss bisa cepat pulih," jawab Aisyah dengan senyum diwajahnya.


"Tapi mom, ia memintaku untuk memilihkan salah satu perawat Perempuan untuk merawatnya di apartemennya," ujar Nikita dengan suara pelan. Aisyah meraih bahu putrinya dengan lembut.


"Nikita sayang, aku rasa Criss memang butuh seseorang yang merawat dan memenuhi kebutuhannya saat ini. Ia sedang sakit dan kamu tahu kan tangannya pasti belum bisa digerakkan dengan bebas." Nikita menatap Aisyah dengan intens.


"Kamu mengerti maksudku kan sayang?" Nikita mengangguk.


"Dan aku bisa membayangkan bagaimana senangnya perawat itu melakukan semua kebutuhan dokter tampan itu Niki, buktinya ada banyak yang mendaftarkan dirinya, iyya kan?" Nikita berusaha tersenyum dengan debaran keras di dadanya.


"Kalau kamu tidak rela, terimalah lamaran Crisstoffer Anderson padamu sayang," ujar Aisyah setelah melihat putrinya itu terdiam.


"Kamu yang akan merawatnya dan itu pasti akan lebih baik bagimu dan juga dirinya," ujar Aisyah yang mengerti kegundahan hati sang putri.


"Kalaupun belum ada perasaan khusus yang kamu miliki untuknya, niatkanlah karena Allah sayang, niatkan sebagai bentuk bantuan kepada sesama manusia. Bukankah itu adalah tujuanmu ingin menjadi seorang dokter?"


"Tapi Mom, bagaimana dengan Daddy? pasti ia masih sangat keberatan," jawab Nikita kembali gundah.


"Daddymu sudah menerimanya sayang, semalam Uncle Omar sendiri yang mewakilinya melamarmu untuk menjadi nyonya Crisstoffer Anderson."


"Apa? kenapa kalian tidak memberitahukannya padamu mom?" tanya Nikita tidak percaya.


"Kamu kan sudah menyerahkan keputusan ini pada kami sayang, kamu ingat kan?" Nikita meringis kemudian mengangguk. Gadis itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya berharap keluarganya nanti bisa bahagia seperti kedua orangtuanya.


"Nah sekarang pergilah ke Rumah Sakit dan jangan biarkan perawat itu ikut serta pulang bersama dengan calon suamimu," ujar Aisyah dengan senyum diwajahnya.


Nikita pun pergi dari hadapan Aisyah dan segera meraih kunci mobilnya.


"Niki, kamu datang?" tanya Crisstoffer Anderson saat melihat gadis cantik itu menghampirinya yang sudah siap untuk pulang. Nampak sekali kalau wajah pria itu langsung berubah cerah dengan mata berbinar bahagia.


"Sudah siap pulang Pak Anderson?" tanya Nikita pada pria yang sedang menatapnya tak berkedip itu.


"Siap nona Smith," jawab Crisstoffer dengan semangat.


"Dimana perawat-perawat yang sangat cantik dan seksih itu pak Anderson?" tanya Nikita sembari membantu pria itu untuk turun dari ranjangnya.


Crisstoffer tidak menjawab. Ia hanya tersenyum samar dengan tangan berpegangan pada lengan gadis itu.


"Hey kenapa cuma senyum-senyum saja hah?" tanya Nikita dengan pandangan curiga.


"Ya tidak apa-apa, apa aku juga tidak boleh tersenyum?" Nikita terdiam kemudian mengalihkan segera mengalihkan pembicaraan kearah lainnya.


"Apa anda ingin jalan sendiri atau naik kursi roda?"


"Aku ingin jalan sendiri supaya bisa berdampingan denganmu." Nikita memutar bola matanya malas dan membuat pria itu semakin semangat menggodanya.


"Sudah kuat?" tanya gadis itu lagi saat Crisstoffer Anderson melangkahkan kakinya dengan pelan dan agak oleng.


"Tentu saja. Dan jangan menatapku seperti itu seolah-olah aku pria lemah." Nikita kembali mendengus.


"Baiklah, kalau begitu aku tunggu di depan." ujar Nikita kemudian bersiap meninggalkan pria itu berjalan sendiri.


"Nikita, kamu tega melihat aku seperti ini?" Nikita kembali memutar bola matanya dan menatap pria itu dengan wajah kesal.


"Katanya kuat, anda maunya apa sih?"


"Aku ingin jalan berdampingan denganmu. Dan sini berikan tanganmu," Crisstoffer meraih tangan gadis itu cepat agar tidak lagi berpikir untuk pergi lebih dari ruangan itu.


"Nah begini kan lebih bagus, ayo kita pulang," ujar Crisstoffer lagi sembari menggenggam erat tangan Nikita. Mereka berdua pun pulang ke apartemen pria itu dengan Nikita sebagai drivernya.


"Dimana kamar anda?" tanya Nikita saat mereka sudah sampai di apartemen mewah milik dokter muda itu.


"Kenapa kamu buru-buru sekali menanyakan kamarku Niki? apa kamu tidak sabar melihatnya dan ingin tidur di sana?" tanya Criss dengan senyum mesum diwajahnya. Nikita langsung mendelik kesal.


"Otakmu dokter sepertinya perlu dibedah ulang, aku tidak suka dengan kata-katamu itu," jawab Nikita sembari melemparkan bokongnya ke sofa.


"Maafkan aku Niki, aku cuma bercanda. Kamarku ads di sana dan kamu bebas melakukan apa saja. Apartemen ini sekarang milikmu," ujar Crisstoffer sembari menatap gadis itu yang sedang membuang pandangan ke arah lain.


"Hum, baiklah. Aku maafkan. Dan karena sekarang apartment ini milikku jadi aku bebas berbuat apa saja kan?"


"Iya. Silahkan, Nyonya Anderson," jawab Crisstoffer dengan hati menghangat. Ia begitu bahagia bersama gadis itu saat ini.


Nikita pun masuk ke kamar pria itu dan mulai mengganti semua hal yang ada di dalamnya yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Sementara itu Crisstoffer Anderson menghubungi kuasa hukumnya di Birmingham Inggris untuk segera datang ke Moskow karena ia akan segera menikahi sepupunya itu.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍