
Pagi-pagi sekali Crisstoffer Anderson sudah bangun dan bersiap ke rumah dokter Omar. Ia ingin menyampaikan keinginannya untuk memeluk Islam sebagai keyakinannya.
Setelah mandi ia pun berangkat dengan menggunakan mobilnya. Semangatnya masih sangat panas dan menggebu-gebu. Wajahnya tampak sangat cerah hari ini meskipun ia mungkin hanya tertidur selama 1 jam saja.
Sepanjang malam itu ia tidak bisa tidur karena terlalu penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang Islam dan kitab sucinya yang ternyata adalah penyempurna dari kitab-kitab terdahulu.
Di depan gerbang rumah Omar tak sengaja mobilnya berpapasan dengan mobil Nikita yang baru keluar dari sana.
Piip
Dengan percaya diri ia memberi salam calon istrinya itu yang langsung meninggalkannya tanpa membalas klakson mobilnya.
"Tak apa Criss, kamu harus bersabar yang penting kamu sekarang sudah punya Tuhan untuk meminta," ujarnya pelan untuk menghibur dirinya sendiri karena sepertinya Nikita belum juga mau menerimanya.
"Selamat pagi uncle, maaf aku datang pagi sekali, semoga aku tidak menggangu waktu santai kalian," ujar Crisstoffer Anderson sebelum mendapatkan teguran dari sang pemilik rumah.
"Ah tidak apa Criss, kami menerimamu kapan saja kamu mau berkunjung," jawab Omar yang kebetulan masih berdiri di beranda depan mengantar kepergian Nikita yang meminta cepat pulang kerumahnya pagi-pagi buta itu.
"Tapi tidak masalah kan kalau gadis yang ingin kamu temui sudah tidak ada di rumah ini?" tanya Omar dengan senyum menggoda. Crisstoffer langsung meremas tengkuknya karena malu perasaannya bisa ditebak oleh dokter itu.
"Tidak masalah uncle, aku punya keperluan lain, dan ini kurasa sangat penting." jawab Pria itu dengan dada berdebar-debar. Ia merasakan perasaan gembira yang luar biasa.
"Mari kita duduk di dalam, kamu belum pernah mencoba makanan buatan istriku kan?" Crisstoffer tersenyum.
"Kita sarapan dulu, baru kita bicarakan apa yang ingin kamu katakan itu."
"Baiklah, dengan senang hati aku tidak menolak uncle, aku memang sangat lapar, hahaha,"
"Sepertinya kamu memang sudah pantas menikah," ujar Omar dengan senyum samar diwajahnya.
"Apa hubungannya lapar dengan menikah uncle?"
"Hubungannya sangat erat, kalau kamu sudah menikah kemudian lapar kamu bisa langsung meminta dibuatkan makanan oleh istrimu," jawab Omar sembari mengajak pria muda itu untuk duduk di depan meja makan.
"Hemm, ide yang bagus Uncle tapi aku tak ingin membuat istriku nanti memasak. Aku tak mau membuatnya kelelahan," ujar Crisstoffer dengan pikiran melayang kepada Nikita Smith.
"Aku juga dulu tidak ingin membiarkan Anna untuk ke dapur karena aku pintar memasak. Tetapi kamu tahu Criss, istri itu katanya merasa tidak sempurna kalau tidak menginjak dapur sekali-kali hahaha. Aku tidak tahu apa itu mitos atau Fakta," Crisstoffer ikut tertawa dan kembali membayangkan Nikita akan berada di dapur bersamanya. Melakukan hal yang lain yang lebih menyenangkan.
"Criss, kamu tidak sedang membayangkan yang tidak-tidak kan?" tanya Omar dengan pandangan mata tajam. Ia melihat Pria itu tersenyum-senyum sendiri.
"Ah tidak uncle, aku hanya sedang membayangkan berada di dapur dengan...,ah sudahlah." jawabnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir wajah Nikita yang menggangunya sejak ia bertemu gadis cantik itu di depan gerbang tadi.
"Halo Criss, selamat menikmati menu sarapan kami yang sangat sederhana ini," ujar Anna sembari mengatur makanan khas Rusia di atas meja makan.
"Terimakasih onty, makanannya tampaknya sangat lezat."
"Iya tentu saja, karena kamu juga spesial. Anggap ini adalah pengganti undangan makan malam semalam." ujar Omar sembari memberikan piring kepada Crisstoffer.
"Ah ya, maafkan aku karena terlambat pulang dari Universitas."
"Tak apa makanlah, semoga cocok dengan lidah Inggrismu Criss,"
"Iya uncle, aku akan mencobanya," jawab pria itu kemudian mengarahkan makanan itu kedalam mulutnya.
"Hey stop kakak tampan, kata kak Niki sama ibu guru Onty Reisya, sebelum makan harus baca do'a dulu," tegur ElRasyid yang baru ikut bergabung di meja makan itu.
"Humm maaf, tapi kakak tidak tahu membaca do'a makan, " jawab Crisstoffer sembari tersenyum meringis.
Omar dan Anna tersenyum dan sepakat tidak mau menegur kedua anak kembar itu berkomunikasi dengan Crisstoffer Anderson.
"Apa perlunya kita membaca doa sebelum makan guys?" tanya Crisstoffer dengan wajah bingung.
"Tentu saja kak, karena makanan yang kita makan tidak akan membawa keberkahan pada tubuh kita jika tidak menyebut nama Tuhan yang telah memberi kita banyaaaak makanan ini." jawab ElRasyid sembari menunjuk semua hidangan yang ada di atas meja.
"Dan juga supaya syetan tidak ikut makan bersama kita, hiiiii," lanjut Elmira dengan wajah dibuat takut.
"Hahahaha, kalau begitu ajarkan aku do'a makan, supaya makanan ini terasa nikmat, right?"
"Right!" jawab Elmira dan ElRasyid bersamaan.
"Ikuti aku yah kak, eh siapa nama Kakak? kita kan belum berkenalan," ujar ElRasyid dengan wajah ingin tahu.
"Eh iya, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" timpal Elmira lagi.
"Hai namaku Crisstoffer, kalian bisa memanggilku kak Criss, okey? sekarang ayo cepat baca do'anya aku sudah sangat lapar,"
"Hihihihi iya kami lupa, maafkan kami kak Criss,"
"Bismillahirrahmanirrahim, robbana atina fiddunya ..."
"El itu bukan doa makan, itu doa sapu jagad, hahahaha," Elmira langsung tertawa terpingkal-pingkal karena saudara kembarnya salah membaca doa makan.
"Yang benar itu yang ini El, dengarkan ya kak Criss, Bismillahirrahmanirrahim. Allohumma baa riklana fi ma rozaktana wa kina azabannar, aamiin,"
"Amen," jawab Crisstoffer Anderson dengan khusuk meskipun ia tidak tahu artinya. Ia akan menanyakannya nanti. Sekarang ia sudah sangat lapar.
"Nah, silahkan makan Kak Criss, ini adalah pelmeni dan juga sup ayam favorit ku resep dari Indonesia," jelas Elmira menunjukkan semua makanan yang ada di atas meja itu.
"Mira, jangan ganggu kak Criss, kamu makan juga karena kita akan ke sekolah setelah ini, okey?"
"Okey mum," jawab Elmira kemudian menyantap makanannya.
Setelah sarapan pagi itu setelah. Anna langsung membawa kedua anaknya ke sekolah dengan mengemudi sendiri. Sedangkan Omar dan Crisstoffer sedang terlibat pembicaraan yang cukup serius di ruangan keluarga rumah itu.
"Aku sudah mantap memeluk Islam sebagai agamaku Uncle," ujar Crisstoffer sembari menatap dalam wajah paman dari Nikita itu.
"Apa kamu yakin Criss?"
"Iya uncle, aku sangat yakin. Aku beriman kepada Allah, dan aku mengakui kebesaranNya,"
"Alhamdulillah, Allahu Akbar!" seru Omar kemudian memeluk tubuh Crisstoffer dengan erat.
Hatinya bergetar mengucapkan kebesaran nama Tuhan yang telah menggerakkan hati seorang Crisstoffer Anderson seorang Atheis yang tidak mengenal Tuhan kini berikrar kalau pria ini mempercayai Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad adalah Rasulullah.
"Criss, Apakah engkau tahu kalau seseorang itu haruslah dikhitan atau disunat terlebih dahulu sebelum resmi mengikrarkan 2 kalimat syahadat?"
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍