Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 133 EMHD



Albert menghubungi Reisya kalau beberapa hari ke depan rombongan keluarga besarnya akan bertolak dari Rusia ke Indonesia untuk melamar gadis itu.


Ia ingin memastikan kesediaan gadis itu untuk mengikutinya nanti kembali ke negara ini dan tinggal selamanya di sini dan pindah kewarganegaraan. Awalnya Reisya menolak karena tak mau meninggalkan orang tuanya dan juga tentu saja adalah tanah airnya, tetapi Albert langsung memberinya sebuah pilihan.


"Kalau kamu tidak bersedia mengikutiku kemanapun, Aku kira hubungan kita cukup sampai di sini saja Reisya." ujar Albert dengan tatapan sendu pada gadis yang sudah bertahta di dalam hatinya itu.


"Pekerjaanku ada di sini. Dan aku tidak bisa meninggalkannya." lanjut Albert, karena Reisya dari ujung sana tidak memberi respon dan hanya diam saja.


"Bagaimana Reisya? jawab sekarang karena kami semua akan mengurus Visa dan lain-lainnya."


"Kamu tidak serius mencintaiku Al?" tanya Reisya setelah lama terdiam.


"Aku yang harus menanyakan itu padamu Reisya, kita hidup nanti bukan hanya butuh cinta, tetapi juga butuh kenyamanan dan kemampuan. Aku takut tidak nyaman dengan suasana baru di negaramu."


"Lalu bagaimana denganku Al?"


"Kamu sudah pernah tinggal di sini bertahun-tahun, dan juga kamu sudah tahu semua keluargaku di sini dan juga kebiasaan-kebiasaan kami, jadi kurasa kamu akan gampang beradaptasi. Sedangkan aku? bahasamu saja tidak aku tahu." Albert terus memaparkan alasannya untuk membawa gadis itu ikut bersamanya setelah menikah.


"Tapi Al, orangtuaku sudah sering sakit dan juga cuma aku anaknya satu-satunya." Reisya masih bersikukuh dengan pendapatnya.


"Baiklah Reisya, aku tetap memberimu pilihan atau kita selesai sampai di sini saja." putus Albert dengan hati kecewa. Sedangkan diseberang ribuan pulau di sana, Reisya hanya bisa menangis akan nasib percintaannya yang kemungkinan tidak akan berakhir seperti yang ia harapkan.


Latar belakang negara dan budaya yang berbeda terkadang sangat mempengaruhi hubungan sebuah pasangan. Dan itu termasuk adalah ujian yang berat. Tetapi kalau mereka benar-benar saling mencintai pastinya segala rintangan pasti akan dihadapi.


"Alex, sepertinya hubunganku dan Reisya akan sulit. Ia tak mau mengikutiku ke mari setelah kami menikah." ujar Albert setelah ia dan Reisya saling menghubungi.


"Kenapa?"


"Ia tak rela meninggalkan orang tuanya. Dan ia ingin aku yang tinggal di sana di negaranya." Alex menarik nafas berat. Hubungan LDR, long Distance Relationship memiliki banyak sekali kerumitan, menurutnya sendiri.


Alex sangat mengerti perasaan kecewa Albert sang adik, tetapi ia tidak mungkin mendorong agar pria itu meninggalkan Reisya saja dan mencari gadis yang seiman dan juga senegara dengan mereka.


Aisyah pasti akan marah sekali padaku kalau aku memberi saran seperti itu. batin Alex.


"Tenangkan pikiranmu Al, dan pastikan berdoa kepada Tuhan, agar masalahmu segera mendapatkan jalan keluar. Lagipula cinta memang harus diperjuangkan betul?" Alex menepuk bahu Albert kemudian meninggalkan Albert dengan segala kemelut dihatinya.


"Reisya, kamu tahu kan aku sudah lama menginginkanmu menjadi istriku, aakhhh," ujar Albert sembari menatap gambar Reisya yang ia jadikan sebagai wallpaper di handphonenya.


🍁


Albert terbangun ditengah malam itu saat handphonenya berbunyi begitu nyaring. Dengan mata masih tertutup ia mengangkat panggilan itu.


"Halooo, ini sudah tengah malam, aku ngantuk," ujar Albert dengan suara khas baru bangun tidur. Ia tak melihat siapa yang sedang memanggilnya.


"Al? ini aku, Reisya. Apakah aku sedang mengganggumu?"


"Tentu saja, aku sedang tidur dan kamu menelpon," jawab Albert dengan suara sedikit kesal. Ia belum terlalu sadar akan siapa yang ia temani bicara. Nyawanya saja belum terkumpul dengan penuh.


"Al, aku bersedia kamu bawa kemanapun, datanglah melamarku," ujar Reisya di seberang sana dengan suara bergetar menahan tangis yang sepertinya sudah ingin pecah. Albert tersentak kemudian bangun dari tidurnya. Ia mengganti panggilan suara itu menjadi panggilan video. Ia ingin melihat gadis pujaan hatinya itu secara langsung.


"Reisya, jangan bersedih seperti itu sayang," ujar Alex sembari mengusap layar handphonenya seakan ia sedang menyentuh gadis itu.


"Berdoalah agar kami bisa secepatnya ke sana, kami akan mengurus Visa terlebih dahulu dan segera menjemputmu, bersabar ya?"


"Aku juga Reisya, aku mencintaimu, jangan menangis, aku pasti datang." ujar Albert dengan pandangan penuh cinta pada gadis berhijab itu. Mereka berdua mengucapkan kata-kata cinta nan syahdu sebagai penguat perasaan mereka yang begitu jauh terpisah jarak.


🍁


Pagi itu keluarga besar Smith bersiap melakukan perjalanan yang cukup lama dan panjang. Mereka akan berangkat ke Indonesia, negara asal dari Reisya Rachman calon istri dari Albert Smith.


Kesibukan semua orang mempersiapkan semuanya membuat Aisyah mondar-mandir bagai setrikaan di dalam kamarnya yang luas. Ini merupakan perjalanan terjauh yang akan ia lakukan bersama suaminya.


Alex merasa istrinya terlalu antusias pada acara perjalanan ini sampai ia merasa diabaikan oleh sang istri tercinta dari semalam.


"Aisyah, tidak usah terlalu sibuk sayang, kita bisa membeli pakaian dan perlengkapan lainnya di sana." ujar Alex yang langsung menangkap tubuh sang istri agar tidak terlalu sibuk kesana-kemari memilih pakaian yang cocok untuk mereka bawa dan masukkan ke koper besar di atas meja lantai berbalut karpet berbulu domba itu.


"Yang penting kamu sehat dan kuat sayang, kamu kan suka mabuk perjalanan." lanjut Alex karena sang istri hanya menatapnya dengan pandangan intens.


"Di negara sana pasti ada toko atau pusat perbelanjaan seperti di sini, jadi bawa saja pakaian seadanya sayang," Alex menatap istrinya lembut kemudian mengecup bibirnya pelan.


"Mengerti?" Aisyah mengangguk.


"Para pelayan yang akan menyiapkan kebutuhan kita yang lainnya, jadi kamu konsentrasi saja mengurus dirimu sendiri dan baby Danil," ujar Alex kemudian dengan cepat mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang king sizenya.


"Dan aku sayang, kamu sudah lama mengabaikan aku, aku juga butuh diperhatikan Aisyah," bisik Alex dengan suara bergetar menahan sesuatu dari dirinya. Akhir-akhir ini karena seorang bayi kecil dan juga gangguan dari Nikita, mereka kadang sering tak punya waktu untuk saling mengunjungi.


Aisyah tersenyum saat suaminya merengek seperti bayi kecil padanya.


"Alex bukankah aku selalu mengurus keperluanmu sayang?" ujar Aisyah dengan jari-jari bergerak lembut di seluruh permukaan wajah tampan sang suami.


"Aku tidak mengabaikanmu Alex, kamu saja yang terlalu sering meminta banyak, hihihi," lanjut Aisyah kemudian tertawa cekikikan karena Alex malah menangkap jarinya dan menghisapnya pelan.


Lama mereka bertatapan dengan mengantarkan sebuah rasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Hingga Alex melepaskan jadi istrinya dari mulutnya. Perlahan ia mendekat ke wajah istrinya yang sangat cantik itu.


"Beri aku sesuatu yang spesial sayang," bisik Alex kemudian mencium lembut bibir istrinya yang merekah kemerahan itu.


"Aku menginginkanmu Aisyah," dessah Alex yang sudah berada dipuncak hasratnya. Tangannya membelai lembut punggung polos sang istri yang ia tak sadari kalau sudah tak berpenghalang sama sekali, begitupun dirinya.


"Aku ingin memberimu bekal sayang, bekal perjalanan panjang kita ke negara orang," racau Alex ditengah hentakan-hentakannya pada tubuh Aisyah yang sudah jadi candu baginya.


Satu season tak akan cukup, dengan dalih bekal perjalanan panjang, ia melakukannya berkali-kali dengan memakai berbagai macam posisi yang kadang ekstrim.


Aisyah begitu sangat menikmati apapun yang dilakukan suaminya padanya. Karena Alex selalu memanjakan dan mengutamakan kenyamanannya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey???


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


Eits mampir dulu dong di lapak teman aku, dijamin oke punya, cusss