
"Hai dokter Anderson, aku Omar Yusuf dari Moskow." sapa Omar pada Crisstoffer Anderson yang sudah mulai bebas bergerak dari para awak pemburu berita.
"Oh Hallo dokter Omar, senang berjumpa dengan anda." jawab Dokter muda itu dengan senyum ramah diwajahnya. Mereka berdua saling bersalaman.
"Apa anda ada waktu?" tanya Omar pada dokter yang sedang naik daun itu. Crisstoffer Anderson mengangkat alisnya sebelah. Ia tak biasa menyediakan waktu berharganya untuk orang yang tidak ia kenal.
"Sorry?"
"Ah maaf, anda belum mengenalku dengan baik. Maaf sekali lagi. Anda pasti sangat sibuk." ujar Omar kemudian berpamitan. Tetapi sebelum ia jauh melangkah, ia mendengar namanya dipanggil oleh Crisstoffer Anderson.
"Maaf dokter Omar? aku ada sedikit waktu. Kita bisa menggunakan itu untuk saling mengenal." ujar pria itu dengan wajah tak nyaman.
Dokter muda itu sebenarnya tidak punya waktu saat ini karena ingin segera mengembalikan Nikita ke Moskow beberapa jam lagi.
Tetapi karena Julia Webber mantan kekasihnya ada di sana dan sedang ia hindari akhirnya ia menerima ajakan dokter Omar yang tidak ia kenali samasekali.
"Criss, bisa kita bicara sebentar?" panggil Julia Webber sembari tangannya ia kaitkan pada lengan pria itu.
"Maaf Julia, aku sedang ada janji dengan dokter Omar Yusuf dari Moskow. Kuharap kamu mengerti, okey?" jawab Crisstoffer sembari berusaha melepaskan tautan tangan dokter perempuan itu dari lengannya.
"Baiklah Criss, tapi kita akan tetap bertemu malam ini di tempat biasa, okey?"
"Aku tidak bisa berjanji Julia, maaf." ujar pria itu kemudian meninggalkan Perempuan cantik yang pernah sangat menyakiti hatinya itu.
"Mari dokter, aku bisa menunjukkan tempat yang nyaman untuk kita bicara," ujar Crisstoffer sembari mengajak Omar untuk keluar dari Auditorium itu. Mereka berdua menuju Valet yang diikuti oleh pandangan tajam enam pasang mata yang sedang meraba pistol didalam saku jas mereka.
"Apakah anda membawa mobil sendiri dokter?" tanya Crisstoffer Anderson sembari membuka Lamborghini Siรกn FKP 37 miliknya.
"Tidak, aku kesini hanya diantar oleh adikku." jawab Omar dengan seringaian diwajahnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa anda ke sebuah tempat yang nyaman dan menarik. Apakah anda pernah ke Birmingham sebelumnya?"
"Tidak, ini pertama kalinya aku ke kota ini." jawab Omar sembari mengetik pesan kepada the Smiths.
Aku akan ikut mobil ini dan jangan sampai kalian mengirimkan bom, Anna dan anak-anakku masih ingin aku hidup!
Alex tertawa terbahak-bahak membaca pesan dari Kakak iparnya itu. Mana mungkin ia menghabisi pria itu dengan mudah. Ia ingin menyiksa dulu pria itu barulah kemudian ia melempar mayatnya di Westminster Bridge.
Hot Daddy dari Nikita itu tersenyum kemudian mulai berpikir dimana ia bisa membawa dokter muda itu untuk diberikan pelajaran yang sangat berkesan.
Albert mulai mengikuti Lamborghini di depannya dengan pelan. Albert mulai mempercepat lajunya dan menyalip kendaraan itu ketika mereka sedang melewati jalanan sepi yang cukup terkenal di Birmingham sebagai daerah yang cukup berbahaya di kota itu karena seringnya terjadinya perampokan dan pencurian pada mahasiswa.
Alex melepaskan satu tembakan kearah mobil tersebut hingga jalan mobil itu tampak oleng dan akhirnya berhenti secara mendadak.
"Brengsek! siapa itu yang berani berulah di sini." umpat Crisstoffer Anderson sembari menarik satu pucuk pistol dari dalam pakaiannya.
"Maaf dokter Omar, anda duduk saja di dalam sini. Aku akan menyelesaikan urusan ini terlebih dahulu." ujar Crisstoffer Anderson kemudian membuka pintu mobilnya dengan waspada.
Dan tiba-tiba saja beberapa pria asing melompat ke arahnya dan menyerahkannya secara membabi-buta. Rupanya mereka adalah para perampok yang sedang mendapatkan mangsa dengan gratis.
Bugh
Desh
Bugh
Bush
Crisstoffer Anderson melayani mereka sembari memberikan tembakan. Mereka berduel 4 lawan satu hingga pria itu kewalahan.
"Hey, ini bukan rencana kita, ayo turun!" Seru Alex pada Albert dan juga Maksim. Mereka yang ingin memberi pelajaran pada pria itu kenapa malah digantikan oleh kawanan perampok bersenjata.
Dengan cepat mereka membidik para perampok yang ingin merampok isi mobil mewah pria muda itu.
Bush
Bush
Bugh
Desh
Crisstoffer Anderson memberikan tendangan mematikan kepada seorang pria bermasker yang sedari tadi ingin menyerang titik vitalnya.
Door
Aaaaaakh!
Satu lagi anggota perampok yang sedang menyerang Crisstoffer tumbang. Alex mengacungkan pistolnya. Sedangkan satu lagi berhasil ditumbangkan sendiri oleh dokter muda itu.
Empat orang perampok itu sudah terkapar di jalan dengan darah yang terus mengalir dari tubuh mereka.
Crisstoffer Anderson tertegun dan menatap
Alexandre Smith yang sedang memandangnya dengan mata berkilat.
"Terimakasih tuan Smith, Aaaakh!" belum selesai ia bicara satu tendangan keras berhasil bersarang di perutnya hingga ia terhuyung ke belakang sembari meringis.
Bugh
Satu lagi pukulan mengenai wajahnya yang tampan dari tangan Maksim.
"Aaaaaakh," teriaknya tertahan ketika satu tendangan bebas mendarat lagi di perutnya ketika ia ingin bangkit berdiri.
Crisstoffer bahkan belum mengambil kuda-kuda untuk menyerang tetapi sekali lagi tubuhnya sudah terhuyung ke belakang. Pria muda itu merasakan satu lagi tendangan ke arah wajahnya hingga ia merasa kepalanya berdenging. Perih dan juga sakit ia rasakan.
Dokter muda itu meludah ke samping untuk mengeluarkan cairan asin dari dalam mulutnya.
Karena tersudut ia mengangkat pistolnya ke arah kepala Alex bersamaan dengan the Smith mengarahkan 3 moncong senjata api itu ke kepalanya.
3 lawan 1. Crisstoffer Anderson menyeringai dan tidak tampak takut samasekali meskipun ia sudah babak-belur dengan serangan 3 pria dari Moskow itu.
Pria muda itu menarik nafas dalam-dalam dan merasa ia mungkin akan kalah sekarang. Ia menurunkan tangannya yang sedang mengacungkan senjata api ke kepala Alex.
Pria itu sudah mencari tahu bagaimana kehebatan seorang Alexander Smith jika ingin menghabisi lawannya. Dan ia mungkin akan mati sekarang juga.
"Apa mau kalian?!" tanyanya dengan suara rendah. Ia lupa kalau telah bersalah menculik putri kesayangan 3 pria itu.
Bugh
Albert memberikan tendangan kearah kaki pria brengsek yang tidak sopan itu hingga ia jatuh tersungkur ke aspal berikut pistolnya terlepas dari tangannya.
"Dimana kamu menyembunyikan Nikita brengsek!" Tanya Alex sembari menjambak rambut Crisstoffer yang sudah tidak berdaya.
Meskipun sudah kalah, pria itu dengan angkuhnya menjawab,
"Nona Smith ada di Rumah sakit." Albert dan Maksim bersiap menarik pelatuknya karena emosi tetapi Alex memberikan kode untuk menunda.
"Bawa kami kesana!" seru Alex sembari memukul kembali pria itu. Crisstoffer Anderson terpincang-pincang ke arah mobilnya dan diikuti oleh satu Koenigsegg Jesko yang dikemudikan oleh Albert.
"Kenapa Kak Alex menahan kami untuk menghabisinya?!" tanya Albert dengan kesal. Tangannya sudah sangat gatal ingin menembak kepala pria muda itu.
"Kalau ia mati siapa yang akan menunjukkan dimana Nikita berada Al." jawab Alex sembari mengawasi terus mobil dokter muda itu.
"Ah ya benar juga, kurasa tendangan ku tadi pada tubuhnya sudah bisa membuat ia tidak bisa tidur malam ini," timpal Maksim dengan seringai diwajahnya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ๐๐๐๐๐