
Alex menyerahkan sebuah map yang berisikan surat wasiat dari almarhum William Anderson kepada putrinya dengan sedikit terpaksa.
Pria itu berharap putri kesayangannya itu menolak apa yang tertera dalam kertas bermaterai yang terbungkus dalam map berwarna hitam itu.
Setelah menatap semua orang yang sepertinya menunggu dengan wajah tegang, Nikita pun membuka kertas berharga itu dan mulai membacanya.
Mata gadis itu nampak membola dengan mulut terbuka saat sedang meneliti kalimat demi kalimat surat wasiat yang telah ditandatangani oleh kakeknya, William Anderson yang disaksikan oleh kedua pengacara keluarganya itu.
Dilihat dari tanggal pembuatannya. Surat wasiat itu disahkan saat ia baru saja meninggalkan Birmingham Inggris.
Bismillahirrahmanirrahim.
Saya Wiliam Anderson, 70 tahun, Muslim dan berkewarganegaraan Inggris.
Dengan ini *Menyerahkan harta kekayaan berupa 1unit rumah dan juga 2 kendaraan pribadi serta uang sejumlah 100 Milyar dollar Amerika yang terdapat dalam rekening pribadiku pada Crisstoffer Anderson dan Nikita Smith sebagai pewarisku.
Mereka akan membagi harta itu* fifty fifty .*Terkecuali 1 unit rumah itu harus mereka tinggali bersama agar kenangan-kenangan dalam rumah itu tetap terjaga dengan baik untuk penerus keluarga Anderson.
Dan saya berharap dan memohon dengan sangat kedua cucuku itu bisa menikah dan melanjutkan generasi keturunan William Anderson*.
Jika suatu hari mereka tidak melaksanakan permintaan aku ini, maka rumah itu akan menjadi kantor yayasan sosial untuk membantu masyarakat muslim di Birmingham city dalan hal pendidikan maupun ekonomi.
Harta yang lain yang tidak disebutkan di sini sudah saya serahkan kepada Andreas yang sudah bekerja padaku selama puluhan tahun. Dan selebihnya sudah saya serahkan kepada yayasan sosial di daerah perkampungan muslim di Birmingham city.
Birmingham Inggris, 1st, September 2002.
Pembuat Surat Wasiat
Ttd
William Anderson
Kuasa Hukum
Ttd
Robert Pattinson dan Andrew Dickinson
Nikita kembali menatap Daddynya meminta pertimbangan tetapi pria tampan kesayangannya itu hanya diam.
Akhirnya gadis itu membuka lagi lembaran kertas berikutnya yang merupakan catatan kecil atau surat pribadi dari seorang William Anderson.
Untuk cucuku tersayang, Nikita Smith, yang telah mengisi kekosongan hatiku selama beberapa hari ini.
Terimakasih banyak atas waktu yang cukup berharga ini. Meskipun sangat singkat tetapi kesan yang engkau berikan pada kakekmu ini sungguh sangat mendalam.
Engkau persis seperti ibumu, Paula. Kalian berdua diciptakan oleh Tuhan untuk selalu menjadi penyenang dan penyemangat hatiku.
Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi selain terimakasih yang banyak. Karena melalui dirimu aku mendapatkan hidayah dari Tuhan.
Dan sekarang aku berharap, melalui dirimu juga cucuku yang lain, Crisstoffer yang nakal itu bisa juga menjemput hidayah. Meskipun aku tahu kalau itu semua adalah hak yang Maha Kuasa.
Aku merindukanmu Nikita, saat aku menulis surat ini. Sungguh aku ingin bertemu denganmu tetapi sepertinya keadaan belum bisa mempertemukan kita.
Andreas yang menulis surat ini karena tangan dan tubuhku yang lain sudah tidak bisa aku gerakkan. Seluruhnya kurasakan begitu sakit. Mungkinkah ini yang dinamakan ajal akan segera tiba?
Kamu tahu sayang, aku melihat nenekmu, Jessy dan Paula mendatangiku. Mereka berdua tersenyum padaku.
Nikita, aku menitipkan Crisstoffer padamu. Meskipun ia lebih dewasa daripada dirimu tetapi sesungguhnya ia masih perlu bimbingan.
Nikita, aku akan tidur sejenak. Kuharap besok kita akan bertemu lagi,
Kakekmu, William Anderson.
Nikita langsung meninggalkan semua orang di ruang tamu itu menuju kamarnya sembari menutup mulutnya yang terisak-isak. Aisyah yang melihatnya langsung mengikuti gadis itu ke dalam kamarnya, karena ia tahu gadis itu pasti sedang butuh hiburan.
"Maafkan kami tuan, kami belum bisa memberi jawaban atas isi dari surat wasiat itu," ujar Alex merasa tak nyaman dengan keadaan yang sedang terjadi pada putrinya.
Pria itu tahu kalau Nikita pasti masih sangat terpukul dengan apa yang telah terjadi saat ini.
"Tidak masalah tuan Smith. Kami mengerti bahwa hal ini pasti sangat berat bagi keluarga anda. Kami permisi saja kalau begitu," ujar Robert Pattinson sembari menjabat tangan Alexander Smith.
"Iya tuan, terimakasih atas pengertiannya." jawab Alex dengan senyum diwajahnya.
"Kami akan datang beberapa hari lagi dan kami berharap anda dan nona Smith sudah bisa memberikan kami keputusan. Karena kami ingin semua berjalan sesuai keinginan mendiang William Anderson." ujar Andrew Dickinson yang suka semua Pekerjaan mudah, efektif dan efisien.
Alex tidak menjawab, semua ia serahkan pada putrinya. Apapun keputusannya adalah keputusannya juga.
Nikita sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan tidak bagi dirinya, kecuali tentang Crisstoffer Anderson itu, ia akan berdiri paling depan untuk menolak meskipun pria itu adalah sepupu dari putrinya sendiri.
"Siapa mereka kak?" tanya Albert yang baru tiba dari sebuah perjalanan bisnis di luar negeri dan membawa serta Reisya dan anak-anaknya.
"Kuasa hukum dari almarhum William Anderson dari Birmingham Inggris," jawab Alex sembari memandang kepergian tamu-tamu itu dari jauh.
"Bagaimana perjalanan kalian,?" tanya Alex pada adik bungsunya itu.
"Alhamdulillah semua urusan baik dan lancar Kak. Kami berhasil mendapatkan proyek itu." jawab Albert dengan senyum lebar diwajahnya.
"Alhamdulillah. Apa mungkin karena kamu membawa semua keluargamu kesana?" Alex melangkah masuk diikuti oleh Albert dan semua anggota keluarga kecilnya.
"Halo Uncle, dimana kak Danil dan Asma, kami membawa banyak hadiah untuk mereka," ujar salah satu putra Albert yang membawa banyak mainan ditangannya. Alex langsung mengacak rambut bocah-bocah itu dengan senyum diwajahnya.
"Mereka sedang bermain bersama di ruangan keluarga, bagaimana jalan-jalan kalian?"
"Menyenangkan uncle, lain kali kami ingin kesana lagi bersama kak Danil dan juga semua keluarga."
"Ah ya itu bagus sekali," jawab Alex sembari terus melangkah ke dalam.
"Reisya kamu sudah sampai?" tegur Maryam pada saudara iparnya itu.
"Seperti yang kamu lihat, sayangku," jawab Reisya sembari menatap berkeliling mencari keberadaan Aisyah dan Nikita.
"Apa ada hal yang terjadi selama kami tidak ada, kak?" tanya Albert lagi setelah mereka sampai di ruang keluarga dimana ada Maksim dan juga Istrinya disana.
"Ya tentang berpulangnya kakek Nikita, bukankah kami sudah memberimu kabar?"
"Ah ya, kami turut berdukacita untuk itu.
"Terimakasih banyak Al,"
"Bagaimana dengan Nikita, semoga ia kuat menerima semua ini," ujar Albert kemudian duduk di samping Maksim.
Sedangkan Maryam dan juga Reisya pergi ke kamar Nikita untuk menghibur gadis itu karena beberapa hari ini begitu terpukul dengan banyaknya kejadian yang terjadi padanya.
"Nikita masih sangat bersedih apalagi pengacara kekek William membawa hal yang sangat mengejutkan tadi," jawab Alex kemudian menarik nafasnya berat.
Albert dan Maksim saling bertatapan dengan wajah yang sama. Sama-sama tidak tahu harus bilang apa.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍