Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 50 EMHD



Aisyah memeluk kembali ayahnya yang akan kembali hari ini ke Dagestan. Ini adalah perjalanan terlama yang Mohammad Yusuf lakukan keluar dari desanya seumur hidupnya. Ia dan Sarah tinggal selama sisa liburan musim panas untuk melihat banyak hal di kota besar ini. Aktivitas Aisyah yang ditinggal oleh suaminya serta kesibukan Omar di Rumah Sakit.


"Aku akan datang kalau kakakmu menikah." ujar Mohammad Yusuf ketika Aisyah menanyakan kapan ia akan kembali ke kota ini lagi.


"Ayah, maafkan tuan Alex. Kamu tahu kan bagaimana kakak. Ia membenci suamiku sampai ke tulang-tulangnya."


"Aku akan memaafkannya jika ia berani bertanggung jawab padamu nak."


"Ayah, aku sudah tidak menunggu pertanggung jawabannya. Biar kuhabiskan sisa hidupku ini seperti ini." ujar Aisyah dengan air mata berlinang.


"Dan aku menerima semua yang Allah takdirkan padaku, ayah." Mohammad Yusuf memeluk putrinya dengan perasaan sedih yang sama.


"Jaga kehormatanmu nak. Jaga kehormatan suamimu. dan juga ayahmu. Setelah pendidikanmu selesai kembalilah ke rumah ayah." Aisyah mengangguk dan kembali memeluk ayahnya.


"Aku janji akan pulang secepatnya." ujarnya sambil tersenyum agar ayahnya tidak bersedih lagi. Ia menoleh ke arah bibi Sarah yang ikut bersedih akan nasib ponakannya.


"Bibi, jangan menangis. Ini pilihanku kan. Jaga ayah. Jangan biarkan ia tidur terlalu larut. Dan yah, minuman herbalnya juga harus rajin ia minum." titah Aisyah seperti seorang dokter yang menasehati pasiennya.


"Iya sayang, ingat nak, kamu harus bahagia."


"Iya bibi. Ada Tuhan dalam diriku. Insyaallah Aku bahagia."


Setelah acara pamitan yang cukup menguras air mata. Akhirnya Mohammad Yusuf dan Sarah benar-benar meninggalkan Moskow dan kembali ke Dagestan dengan menyimpan sepenggal kisah sedih yang belum tuntas.


🍁


Aisyah memulai harinya pagi itu dengan berangkat ke Lomonosov Moscow State University. Ia memilih Fakultas Pendidikan karena ia ingin melanjutkan ilmunya tantang keguruan meskipun Omar memaksanya memilih Fakultas kedokteran karena ia punya keahlian ortopedi. Baginya guru adalah pekerjaan yang mulia dan juga merupakan kesukaannya.


Rusia dikenal sebagai negara dengan salah satu sistem pendidikan terbaik yang pernah ada di dunia (Ani, 2020). Rasio antara guru dan murid yang dimiliki oleh negara Rusia dapat dikatakan surplus secara mentalitas. Jika dimaknai dalam angka, maka kompetensi dan kapasitas pengajaran satu orang guru yang ada di Rusia, bisa dengan siap mengajar 9 orang murid. Dengan kata lain, surplusnya tenaga kerja profesi guru bisa diakomodasi oleh pemerintah Rusia untuk mengajar lebih banyak murid dari yang seperti biasanya.


Profesi keguruan yang dimaksud ini juga didalamnya ada para dosen, para professor, dan para pengajar yang ada di tingkat universitas. Dengan total dari adanya tingkat populasi keguruan yang dimiliki negara Rusia, bukan tidak mungkin sistem pendidikan yang ada di Rusia menjadi yang terbaik. Baik dari segi level sekolah dasar, sekolah menengah, hingga tingkatan universitas. Dengan adanya sistem pengajaran terbaik yang didorong oleh pemerintah Rusia, universitas-universitas yang ada di Rusia pun ikut menjadi universitas terbaik. Salah satunya adalah Lomonosov Moscow State University.


Lomonosov Moscow State University berletak di pertengahan kota Moskow, Rusia. Secara historis, berdirinya universitas ini ditenggarai berkat adanya dorongan Mikhail Lomonosov & Ivan Shuvalov sebagai pencetus ide membangun universitas untuk membangun kekaisaran Rusia lebih baik lagi pada tahun 1755. Namun, berkembang seiring berjalannya waktu. Secara laten berdirinya Lomonosov Moscow State University difungsikan untuk menyaingi rival universitasnya sendiri yaitu Saints Petersburg State University (1724).


Saat ini, Lomonosov Moscow State University sudah menyabet banyak penghargaan dari dunia nasional maupun internasional. Di tahun 2019 kemarin, setidaknya Lomonosov Moscow State University sudah berhasil mendapatkan 13 nobel penghargaan, 6 medali ilmuwan terbaik, dan juara 1 pada Turing Awards (kontribusi pada bidang ilmu komputer dan teknik). Sejak dulu, kontribusi-kontribusi yang diberikan oleh universitas negeri lomonosov moscow ini tidak pernah ada habisnya.


Dengan diantar oleh kakaknya Aisyah memasuki kampus yang sangat terkenal itu dengan hati canggung tetapi Omar selalu memberinya semangat.


"Terima kasih kak.' ujar Aisyah sembari tersenyum. Ia memperbaiki posisi tas dan juga buku-buku yang dia bawa.


"Aku berangkat dulu. Ingat hubungi aku kalau kamu sudah selesai, akan kukirim orang untuk menjemputmu." ujar Omar lagi kemudian benar-benar meninggalkan Aisyah sendiri di sana.


"Bismillahirrahmanirrahim." ujarnya kemudian melangkah menuju kelas yang pernah ditunjukkan ketika ia pertama kalinya datang mendaftar. Sepanjang perjalanan ia menyapa mahasiswa lain dengan senyum dan ucapan sapaan yang umum. Ketika tiba di depan kelas secara tak sengaja seorang mahasiswa perempuan seperti dirinya menabraknya di depan pintu.


"Eh, maaf. Aku tidak sengaja. Aku kira aku sudah terlambat." ujar perempuan itu yang ternyata seorang muslimah juga seperti dirinya. Mereka sama- sama menggunakan hijab.


"Tidak apa, siapa namamu?" ujar Aisyah memanfaatkan kesempatan itu untuk berkenalan.


"Aku, Reisya dari Indonesia. Dan kamu siapa?"


"Aku, Aisyah dari Dagestan. Senang berkenalan dengan mu. Reisya." Aisyah tersenyum senang. Semoga gadis ini bisa menjadi sahabatnya nanti. Gadis itu membalasnya dengan senyum manis.


"Oh iya kamu jauh sekali belajar ke sini?" tanya Aisyah ketika mereka sudah mendapatkan tempat duduk.


"Eh iya aku ikut beasiswa LPDP tahun ini, pemerintah Indonesia menyiapkan ini untuk membantu kami yang ingin belajar diluar negeri." jawab Reisya bangga akan negaranya.


"Wow hebat. Apa tunjangan apa saja yang kamu dapat ikut beasiswa ini?" rupanya Aisyah sangat tertarik dengan informasi yang baru ia peroleh saat ini.


"Beasiswa LPDP tahun ini, pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai macam tunjangan-tunjangan yang bisa kamu dapatkan saat berkuliah. Antara lain: Biaya pendidikan (fully funded, termasuk biaya penelitian, biaya praktikum, biaya yang berkaitan dengan pendidikan) Biaya hidup (transportasi, visa, akomodasi, asrama, dll)." jelas Reisya bersemangat.


"Wah," sekali lagi wajah Aisyah menampakkan kekaguman yang luar biasa.


"Kalau kamu, ikut beasiswa juga?" kali ini Reisya yang balik bertanya.


"Tidak. Aku dibiayai oleh Kakakku. Ia sangat menginginkan aku melanjutkan pendidikan yang tinggi padahal awalnya aku hanya ingin tinggal di rumah saja menjadi seorang istri dan ibu untuk anak-anakku kelak." jawab Aisyah sendu. Ia tiba-tiba sangat rindu pada Alex suaminya.


"Hey, perempuan itu harus pintar dan siap untuk belajar sebanyak-banyaknya. Dia harus jadi sekolah untuk anak-anaknya. Ayo semangat!" Reisya menggenggam tangan Aisyah dan memberinya senyum semangat.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor jumpa lagi kite pagi ini, Mohon dukungannya di kencengin dong. Like dan komentar, kirim hadiah yang sangat banyak. Ada kopi atau bunga othor terima dengan senang hati.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍