
Setelah mengunjungi The Palace Of Peace And Reconciliation, Alex membawa semua anggota keluarganya untuk berkunjung ke kediaman rekan bisnisnya di negara itu.
Nurzhan Subkhan adakah salah seorang pengusaha jasa yang cukup terkenal di Kazakhstan. Pria paruh baya itu bertemu dengan Alex pada saat ada pameran produk-produk jasa yang ditawarkan oleh banyak perusahaan jasa di seluruh dunia.
Mereka berdua nampak cocok dan ingin bekerjasama dalam berbagai bidang.
"Perkenalkan, ini istri dan putri pertama saya," ujar Alex saat mereka berkunjung ke rumah kediaman Nurzhan Subkhan malam itu.
"Senang berjumpa denganmu nyonya Smith dan anda nona." sapa Nurzhan Subkhan bersama istrinya. Mereka pun berkenalan dengan semua keluarga besar Smith yang semuanya datang ke tempat itu. Mulai dari Maksim dan keluarganya hingga Albert dan juga keluarga kecilnya.
Rupanya Nurzhan Subkhan dan istrinya sangat tertarik dengan Nikita Smith, tanpa malu mereka ingin mempererat hubungan bisnis ini menjadi hubungan kekerabatan.
Razia Nurzhan Subkhan menghampiri para istri dari keluarga Smith untuk menyampaikan maksudnya sementara para suami mereka berbincang-bincang tentang masalah bisnis yang sedang berkembang di negara Kazakhstan.
"Permisi nyonya Smiths, aku ingin mengutarakan niatku yang baik ini semoga kalian bisa menerimanya." ujar Nyonya Subkhan dengan senyum ramah di wajahnya yang masih sangat cantik diusianya yang sudah melewati seperdua abad.
"Oh silahkan nyonya, katakan saja." jawab Aisyah dengan wajah gembira. Rupanya ia tampak menikmati kunjungan mereka ini untuk yang pertama kalinya mengenal keluarga muslim lainnya di negara lain tetapi merupakan negara yang berdekatan dengan negara mereka.
"Kami mempunyai seorang putra, usianya sekarang 28 tahun. Ia bekerja sebagai petugas pemerintahan di negara ini. Kalau nyonya tugas keberatan kami ingin melamar putri anda Nikita untuk menjadi menantu dikeluarga kami."
Aisyah, Maryam, dan juga Reisya saling berpandangan. Mereka bertiga belum pernah berpikir bahwa gadis kecil mereka yang sangat cerewet itu akan segera menikah.
"Mohon maafkan kami Nyonya, Nikita, putri kami masih terlalu muda untuk menikah. Gadis itu masih ingin mengejar cita-citanya menjadi dokter. Maafkan kami Nyonya." jawab Aisyah setelah lama terdiam.
Ia tahu Alex pasti tidak akan menerima lamaran ini mengingat suaminya itu selalu rewel dengan keseharian putrinya. Ia belum rela melihat sang putri menikah atau menjalin asmara diusia yang masih sangat muda seperti itu.
"Oh tidak apa-apa, mereka berdua bisa saling berkenalan dulu. Putraku cukup tampan lho, dan juga aku yakin putrimu pasti akan terpikat padanya." ujar Nyonya rumah itu dengan penuh percaya diri.
"Maafkan kami Nyonya, tapi kami tidak bisa menjanjikan hal itu. Karena suami saya sangat menjaga betul putrinya. Ia belum bersedia membiarkan seorang pria mendekatinya."
"Ya ya itu adalah hal yang wajar bahwa seorang ayah yang akan selalu menjaga anak perempuannya, kami sangat menyukai itu."
Setelah berbasa-basi sekedarnya Nyonya Razia Nurzhan Subkhan meninggalkan keluarga Smith untuk mencari putranya sendiri. Ia berharap Nikita bisa tertarik pada sosok putranya yang katanya sangat tampan dan juga menarik.
"Wah bisa-bisa kunjungan kita yang hanya berniat untuk berlibur ini akan mendapatkan seorang menantu, hehehe," ujar Reisya setelah melihat nyonya Rumah mewah itu sudah meninggalkan mereka.
"Iya betul juga, aku jadi penasaran bagaimana rupa dari putra mereka yang katanya sangat tampan itu." timpal Maryam yang tiba-tiba begitu penasaran dengan sosok Roman Subkhan yang ingin dijodohkan untuk Nikita putri tertua keluarga Smith.
"Hey lihat, apakah pria muda itu orangnya?" bisik Maryam di kuping Aisyah saat melihat seorang pria muda memasuki ruangan pesta itu.
"Lumayan, tapi kita tidak tahu apakah Nikita akan tertarik atau tidak." jawab Aisyah dengan senyum diwajahnya.
"Mommy, kalian sibuk sekali mengobrol, lihat Danil dan juga Emran, mereka berdua bermain di taman depan rumah ini dan tak mau kembali."
"Oh ya ampun, anak itu selalu saja membuat ulah." ujar Aisyah kemudian segera keluar dari ruangan itu dan mulai mencari Danil dan juga Emran putra dari Maksim dan Maryam.
"Tidak masalah anak-anak itu bermain di luar. Itu karena mereka bosan dengan pesta orang dewasa seperti ini. Biarkan mereka menikmati kegiatan mereka sendiri." ujar seseorang yang tiba-tiba berada di depan mereka.
Rupanya pria itu sudah lama ikut bergabung bersama dengan bocah-bocah dari keluarga Smith itu di taman depan rumah.
Nikita dan Reisya saling berpandangan. Mereka tidak mengenal pria muda yang sok akrab dengan mereka.
"Senang berjumpa dengan anda semua dan semoga kalian menikmati suguhan dari kami yang sangat sederhana ini."
Mereka pun mengobrol lama sampai Aisyah dan juga Maryam berhasil membawa bocah-bocah mereka untuk masuk dan bergabung dengan yang lainnnya.
🍁
Keesokan harinya mereka mengunjungi sebuah tempat yang sangat terkenal di negara itu diantar oleh Roman Subkhan yang berubah menjadi seorang guide dadakan.
"Khan Shatyr merupakan tenda transparan terbesar di dunia yang berlokasi di Astana, dimana tempat ini sendiri resmi dibuka pada tahun 2006 tepatnya pada tanggal 9 Desember." ujar Roman Subkhan dengan wajah serius kemudian melanjutkan penjelasan tentang tempat itu.
"Tenda ini sendiri memiliki tinggi 150 m dengan luas mencapai 14 hektar yang setara dengan 10 lapangan bola."
"Tentunya di dalam tenda ini terdapat berbagai macam tempat rekreasi dimana sangat beragam dan bisa Anda pilih sesuai dengan selera mulai dari taman hiburan, sungai, pusat perbelanjaan, hingga pantai indoor."
Semua orang langsung berubah gembira dan cerah karena melihat begitu banyak permainan dan juga tempat untuk berbelanja menghabiskan uang dari para suami mereka.
Tidak heran jika warga sekitar sering mengunjungi tempat ini, selain itu bangunan ini sendiri dirancang oleh Norman Foster yaitu arsitek asal Inggris.
Elif Kaya yang baru muncul dan bergabung dengan mereka langsung berjingkrak senang sampai Roman Subkhan sang guide langsung tertawa melihat keakraban Nikita dan juga sahabatnya.
"Elif, perkenalkan ini guide kita yang sangat baik hati Roman Subkhan," ujar Nikita memperkenalkan kedua orang itu.
"Hai aku Elif senang berjumpa denganmu." Roman Subkhan hanya tersenyum kemudian mengajak mereka semua untuk berkeliling tenda terbesar itu. Para perempuan seperti biasa adalah berbelanja sedangkan Anak-anak memilih menaiki semua jenis permainan di tempat itu.
Hari itu mereka benar-benar menghabiskan waktu dengan kompak dan bahagia.
Destinasi terakhir yang mereka kunjungi adalah Masjid Nur Astana.
salah satu masjid terbesar kedua di Kazakhstan dan di Asia Tengah yaitu masjid Nur Astana dimana berlokasi di kota Astana. Masjid ini sendiri memiliki ketinggian mencapai 40 m dimana melambangkan usia nabi Muhammad ketika menerima wahyu. Selain itu menara dari masjid ini mencapai 63 m dimana melambangkan usia Nabi Muhammad ketika wafat. Masjid ini sendiri dibangun pada tahun 2005.
Setelah melaksanakan sholat di masjid itu. Mereka pun kembali ke Hotel untuk beristirahat. Liburan kali ini sangat menyenangkan bagi semua orang kecuali Alexander Smith.
Sejak mereka berangkat mengunjungi tempat-tempat wisata di Kazakhstan.
Matanya selalu menatap curiga pada putra rekan bisnisnya yang tiba-tiba datang menawarkan diri jadi guide. Ia takut putrinya akan tertarik pada pria itu dan berakhir melupakannya.
Duh Alex, gimana sih🙄🤔
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍