Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 270 EMHD



Nikita duduk disamping Elif dengan perasaan campur aduk. Rasa cinta dan cemburu yang berperang dalam hatinya membuat bibirnya cemberut sedari tadi.


"Hey pengantin baru, apa terjadi sesuatu semalam?" tanya Elif dengan berbisik-bisik, takut sang dosen melihat mereka dan berakhir dikeluarkan dari kelas.


"Tidak terjadi apa-apa Elif, perhatikan saja penjelasan dari profesor Neurologis di depanmu itu," jawab Nikita sembari menunjuk Mr. Edwin Hubble sang dosen berambut pirang dengan usia sudah berada sekitar 50 tahun itu.


"Neurosurgery VS Urology," baca Professor itu sembari menunjuk tulisan di layar di depan mahasiswa dengan mengunakan pointer.


Selain neurosurgery, istilah lain yang sering berdampingan dan muncul adalah urologi. Lalu, apa sih bedanya neurosurgery dengan urologi ini?


Urologi merupakan ilmu medis dengan spesialisasi pada gangguan yang melibatkan saluran genitourinari dan kelenjar adrenal. Sedangkan, neurosurgery lebih pada pembedahan yang berfokus pada gangguan sistem saraf.


Dokter spesialis urologi juga memiliki tugas untuk mendiagnosis, melakukan terapi medis dan bedah, memberikan informasi pencegahan serta melakukan rekonstruksi pada penyakit-penyakit yang diderita pasien.


Dokter spesialis urologi sendiri juga merupakan penolong pertama untuk perempuan maupun laki-laki yang mengalami gangguan pada kandung kemih,Β ginjal, ureter, prostat, testis dan sebagainya.


Jadi, itulah penjelasan singkat mengenai apa itu neurologi, neurosurgery dan berbagai jenis teknik yang dapat dilakukan didalamnya, beberapa tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh pada dokter spesialis neurosurgeon beserta neurosurgery nurse.


Selain itu, ada juga penjelasan singkat mengenai perbedaan neurologi dengan urologi dimana neurologi lebih berfokus pada sistem saraf sedangkan urologi lebih berfokus pada saluran genitourinary dan kelenjar adrenal.


"Tapi aku penasaran Niki, apa saja yang kamu lakukan selama 3 hari ini sampai kamu pucat begitu, kamu kurang tidur Nikita Anderson, hihihihi," balas Elif cekikikan.


"Kontrol otakmu Elif, jangan sampai celanamu basah karena berpikir yang tidak-tidak," jawab Nikita dengan berusaha tetap fokus pada penjelasan Mr. Edwin Hubble di depan kelas.


Padahal hatinya selalu berada pada suaminya karena merasa bersalah telah berlaku kasar pada pria itu.


Sedangkan kupingnya ada pada Elif yang terus menerus mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.


"Niki, apa benar kalau itu sakit sekali?" tanya Elif lagi sembari menarik tangan Nikita agar mendengarkannya.


"Elif Kaya dan Nikita Smith! keluar dari ruangan ini, kalian sibuk bicara sedangkan semua temanmu serius mendengarkan!" titah Professor Edwin Hubble dengan wajah merah padam.


"Tapi pak," ujar Nikita ingin memprotes karena ini bukanlah kesalahannya tetapi kesalahan sahabatnya yang sangat ingin tahu banyak hal.


"Keluar!" Nikita dan Elif pun mengumpulkan buku-bukunya kemudian meninggalkan ruang kelas itu.


"Aku bilang juga apa Elif, kita akan dapat masalah jika Professor Neurologis itu yang ada di kelas. Ia mempunyai banyak mata dan juga telinga."


"Maafkan aku Niki, tapi tidak apa. Kita bisa melanjutkan pembicaraan kita tadi," jawab Elif dengan wajah serius.


"Astagfirullah. Kamu tidak merasa takut kalau kita tidak akan lulus mata kuliah ini Elif?" tanya Nikita sembari berjalan ke arah taman baca di Universitas itu.


"Tidak. Karena aku sedang mengurus pindah ke Kazakhtan setelah aku menikah. Aku akan bertemu dengan dosen baru nantinya dan bukan Professor Edwin Hubble itu lagi."


"Ya ampun, tapi rekomendasi dari profesor itu berpengaruh untuk nilaimu Elif," ujar Nikita dengan menarik nafasnya kesal. Entah apa sekarang yang ada di kepala sahabatnya ini.


"Kak Roman memintaku jadi ibu Rumah Tangga saja di rumah. Ia ingin aku mengantar dan menjemputnya di rumah dan merawat anak-anak kami nantinya Niki," jawab Elif dengan senyum diwajahnya. Ia tampak sangat bahagia membayangkan kejadian itu nantinya. Nikita hanya bisa ikut tersenyum dengan cita-cita sahabatnya itu. Keinginan yang sangat sederhana dan pastinya membahagiakan.


"Dan kamu? suamimu sudah jadi dokter Niki, dan sekarang kamu juga ingin jadi dokter. Waktu kalian akan habis di luar sana bersama dengan orang lain. Dan ketika kalian sudah tua barulah kalian ingin tinggal di rumah. Hmm kasihan sekali," lanjut Elif dengan berdecak.


"Hey, jangan bicara seperti itu Elif Kaya, aku mau menjadi dokter karena ingin membantu sesama manusia, kamu tahu?"


"Yah, baiklah. Kamu juga bisa membantu merawat semua orang di keluarga Smith. Di sana cukup ramai seperti sebuah kota kecil di Moskow. Luangkanlah waktumu untuk merawat mereka saja." ujar Elif dengan senyum diwajahnya.


"Ah sudahlah sekarang kita mau kemana? apa kita akan duduk saja di sini sampai kelas bubar?" tanya Nikita pada Elif yang sudah mulai sibuk membalas chat dari calon suaminya.


"Bagaimana kalau kita membicarakan malam pengantinmu bersama Pak Anderson itu, pasti sangat berkesan iyakan Niki?" Elif mengedip-ngedipkan matanya lucu.


Pletak


"Itu karena otakmu mesum. Dan aku yakin karena kamu sudah terlalu lama berpacaran dengan kak Roman Subkhanmu itu dan belum juga menikah." Elif langsung terdiam dan menyadari dirinya tidak seperti Elif yang pemalu seperti dulu.


Apa mungkin karena kak Roman Subkhan sering merayu aku dengan kata-kata yang sangat manis hingga aku jadi lupa diri?


Ya ampun Astagfirullah, aku tidak sadar kalau berpacaran itu adalah salah satu hal yang mendekati zina.


Elif membatin kemudian menutup mulutnya karena merasa kata-kata Nikita benar adanya


"Elif ada apa? kenapa kamu diam saja?" tanya Nikita saat melihat sahabatnya itu terdiam cukup lama dan nampak sedang berpikir.


"Niki, kamu sudah selamat. Kamu sudah mempunyai suami yang akan menghindarkanmu dari dosa Zina hati,"


"Eh? maksud kamu apa Elif?" tanya Nikita tidak mengerti. Gadis itu hanya tersenyum meringis kemudian meraih kembali handphonenya dan menghubungi Roman Subkhan sang kekasih.


"Assalamualaikum kak," sapa Elif saat sambungan telepon jarak jauhnya terhubung.


"Waalaikumussalam Elif, ada apa? aku sedang meeting penting dengan gubernur di sini. Nanti kamu bisa menghubungi aku okey?" Roman menjawab kemudian ingin menutup panggilan itu. Tetapi Elif buru-buru menahannya dengan satu kalimat penting.


"Aku ingin kak Roman melamarku besok dan langsung menikah. Kalau tidak, maka lupakan aku titik." Elif menutup sambungan telepon jarak jauh itu dengan senyum diwajahnya.


"Wah kamu hebat sekali Elif. Aku suka gayamu sayang. Jangan biarkan laki-laki merayu saja dan tidak membuktikan kalau kita harus dihalalkan terlebih dahulu." Nikita tersenyum puas kemudian memeluk sahabatnya itu.


Sementara itu di Kantor Gubernur Kazakhstan. Roman Subkhan menatap layar handphonenya dengan perasaan tak menentu. Ia bahagia karena akhirnya Elif memintanya menikahinya dengan cepat seperti itu tetapi kalau besok?


Ia mempunyai banyak kegiatan besar yang menyangkut masa depan perekonomian di Kazakhstan.


"Tuan Subkhan, apa ada masalah?" tanya sang gubernur dengan penuh perhatian.


"Aku ingin menikahi kekasihku pak Gubernur," jawab pria itu sembari meremas tengkuknya tak nyaman.


"Wah bagus itu. Kamu memang sudah pantas untuk menikah. Lalu apa masalahmu?"


"Gadis itu minta aku menikahinya besok. Dan kalau tidak, maka ia akan memutuskan hubungan kami."


"Kalau begitu nikahi saja dia."


"Jarak kami lumayan jauh pak."


"Transportasi sekarang sangat bagus. Pesawat ada dan juga cuaca bagus. Lakukan segera kalau itu untuk kebaikan."


"Tapi pak. Bagaimana dengan proyek kita Besok?"


"Kita tunda sehari tak apalah. Karena ini lebih besar manfaatnya bagi kalian berdua."


"Terimakasih banyak Pak," ujar pria itu dengan senyum cerah diwajahnya.


Awas kamu Elif! akan kupastikan kamu membayar semua ini.


Ujarnya membatin dengan perasaan yang sangat bahagia di hatinya.


---Bersambung---


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍