
Alex tiba di Moskow pukul 9 pagi waktu setempat. Ia memasuki rumah kediamannya dengan langkah cepat, Semua pelayan berdiri menyambutnya di pintu masuk.
"Dimana nyonya muda?" tanya Alex pada ketua pelayan.
"Masih ada di kamarnya tuan." jawab sang pelayan dengan sopan.
"Apa nona Nikita sudah berangkat ke sekolah?" tanya Alex lagi sembari berjalan ke arah kamar pribadinya.
"Iya tuan, baru saja diantar oleh sopir."
"Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu." ujar Alex dengan mengibaskan tangannya meminta pelayan itu agar tidak mengikutinya ke kamar.
Perlahan Alex membuka pintu kamarnya dan memasukinya dengan suara pelan. Ia ingin memberi sebuah kejutan untuk istrinya tercinta di dalam sana.
Alex terpukau dengan apa yang ia saksikan sendiri dengan mata kepalanya. Aisyah sepertinya sedang melakukan yoga untuk ibu hamil. Ia sungguh belum pernah melihat ibu hamil sedang melakukan gerakan-gerakan seperti itu. Saat Paula dulu mengandung Nikita, ia tidak pernah melakukan hal seperti itu, paling senam ringan yang ia lakukan atau mungkin saja ia tidak pernah memperhatikannya.
Aisyah tampak sangat menggoda dengan pakaian senam yang ia gunakan. Sebuah tank top ketat memperlihatkan belahan dada yang cukup menggoda dan hanya sebatas bawah dadanya saja sehingga memperlihatkan perutnya yang besar tanpa penghalang sedikitpun dan dipadukan oleh celana legin berwarna hitam ketat.
Ia sedang dalam Posisi bridge, yang merupakan gerakan yang ibu hamil lakukan dengan fokus mengangkat tubuhnya setelah terbaring. Posisi perut ada di atas, hal ini sangat baik dilakukan baik trimester pertama, kedua maupun ketiga. Berguna untuk melatih otot paha, perut hingga otot ******, yang akan membantu memperlancar persalinan nantinya.
Alex tanpa berkedip dan menahan nafas memperhatikan apa yang dilakukan oleh sang istri.
Untuk melakukan gerakan bridge ini, Aisyah harus terlentang dan meletakkan kedua tangan berada di samping. Selanjutnya angkat tubuh ke atas secara perlahan dengan semaksimal mungkin pinggul pun terangkat. Alex menahan nafas karena takut terjadi kecelakaan pada tubuh istrinya itu, ia ingin mendekat dan ikut membantu tetapi tiba-tiba ia ingat kalau ia sedang ingin membuat kejutan.
Setelah beberapa menit Aisyah dalam posisi itu ia melanjutkan dengan posisi King Pigeon.
Saat hamil biasanya ibu hamil akan merasa pegal pada bagian punggung dan pinggang terasa tidak nyaman. Maka posisi yoga king pigeon ini mampu memberikan terapi untuk mengurangi rasa sakit dan melenturkan otot panggul. Jadi posisi king pigeon ini membantu saat persalinan dan mengurangi sakit di punggung serta pinggang.
Istri Alex yang sangat menggoda iman itu melakukan posisi king pigeon dengan duduk tegak dan meletakkan kaki bagian kiri ke belakang. Gerakan ini harus dilakukan secara perlahan agar bisa maksimal memberikan tekanan kepada otot panggul. Selanjutnya tahan gerakan tersebut beberapa menit untuk hasil yang maksimal.
Alex sungguh menikmati apa yang dilakukan Aisyah itu di depan hidungnya sendiri. Ia seakan disuguhkan keindahan yang sangat alami. Pose Garland yaitu pose dimana Aisyah melakukannya sambil berdiri, dengan membuka lutut selebar bahu dan jongkok dengan pelan.
Ia mempertahankan postur tubuhnya dengan melakukan gerakan kaki secara nyaman saat menopang berat tubuh yang dilakukan. Ia lakukan penyatuan tangan ke depan dada dan tubuh tetap lurus ke depan.
Pose garland atau malasan ini mampu memberikan keringanan dan menghilangkan rasa kaku di paha serta lutut. Juga memberikan kekuatan pada punggung serta meningkatkan fleksibilitas tubuh ibu hamil. Lakukan pose tersebut dengan bertahap dan cara yang benar agar tetap rasanya nyaman ketika tubuh menopang perut yang semakin berat.
Alex dengan sabar memperhatikan istrinya melakukan gerakan terakhir, yaitu pose kucing.
Jika ibu hamil sering mengeluh sakit pada punggung, maka pose kucing ini cocok dilakukan. Sakit punggung dipengaruhi dengan kehamilan semakin besar jadi punggung semakin besar menopang. Itulah kenapa ketika hamil bagian punggung yang terasa terbebani dan sering sakit.
Melakukan pose kucing ini mampu melenturkan otot-otot pinggul yang terasa tegang. Lakukan gerakan pose kucing ini dengan menekuk hingga meregang secara perlahan dan diulang. Dengan mempertahankan posisi tubuh meniru kucing dan kaki sejajar untuk menopang.
Setelah merasa kalau Aisyah sudah selesai dengan posisi terakhirnya Alex langsung mendekat dan memeluk istrinya itu dari belakang.
"Alex, kamu sudah datang?" jawab Aisyah dengan suara terkejut.
"Hem." jawab Alex kemudian mengigit kuping istrinya lembut.
"Aaaakh, aku lelah Alex habis yoga seperti ini." ujar Aisyah dengan nafas sedikit memburu karena sang suami mulai mengaktifkan tangannya ke arah bagian sensitifnya.
"Tak apa sayang, ini cuma sebentar saja ya, kamu sungguh menggodaku dengan pakaianmu yang seperti ini. Kamu seksih."
"Tapi Alex..."
"Sudah, kumohon jangan bicara, aku yang akan bekerja Aisyah, nikmati saja okey?" ujar Alex dengan pandangan berkabut.
"Posisi yang terakhir itu bikin aku panas dingin sayang." bisik Alex disela-sela cumbuannya. Ia ingin Aisyah rileks dan santai terlebih dahulu baru ia menyerang dengan kerinduan yang sangat.
"Belajar dari mana posisi seperti tadi?"
"Dari tutorial ibu hamil di sosmed."
"Ya ampun sayang, kamu sempit sekali, aaaakh." Aisyah tidak menanggapi racauan suaminya yang benar-benar menikmati dirinya. Ia hanya tersenyum karena ia merasakan hal yang sama. Ia tak ingin menahan perasaan nikmatnya kali ini. Alex paling suka kalau ia memuji kehebatan suaminya ketika mengunjunginya.
"Kamu juga Alex, apa karena berjauhan beberapa hari ini kamu jadi semakin tumbuh besar seperti sekarang?" Alex tersenyum bangga kemudian mengecup lembut bibir Istrinya.
"Sebut namaku Aisyah..." Dan pagi itu hanya nama mereka berdua yang memenuhi udara kamar mereka. Diawali dengan gerakan yoga dan diakhiri dengan gerakan yoga dalam bentuk lain.
Di kamar yang lain, Maksim juga melakukan hal yang sama pada istrinya, ia mendatangi sang istri dengan rasa rindu yang menggebu-gebu. Berpisah beberapa hari membuat mereka kembali seperti orang asing, saling menatap dengan wajah malu padahal rindu sudah sampai ke ubun-ubun.
"Maryam, kemarilah..." ujar Maksim sambil menepuk kedua pahanya. Ia meminta istrinya itu untuk duduk di atasnya agar bisa lebih dekat dan mudah untuk ia jangkau. Maryam menurut. Ia pun duduk di paha suaminya sambil menunduk.
"Aku merindukanmu Maryam, tatap mataku sayang." perempuan cantik itu mengikuti perkataan sang suami. Ia membawa bola matanya untuk memandang mata suaminya yang sudah dipenuhi oleh hasrat yang sangat tinggi. Perlahan ia menyentuh bibir Istrinya dengan bibinya, dimulai dengan kelembutan hingga mulai kasar dan menuntut.
"Aku ingin anak darimu sayang," bisik Maksim dengan suara parau. Maryam mengangguk, ia sudah berkonsultasi pada dokter dan ini adalah masa suburnya. Ia akan menerima dan menangkap dengan baik bibit yang akan suaminya berikan dengan senang hati. Karena ia juga menginginkannya.
Dengan menyebut nama Tuhan mereka berharap apa yang mereka lakukan ini adalah ibadah dan membuahkan hasil.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍