Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 282 EMHD



Akhir-akhir ini Crisstoffer merasakan Nikita semakin lezat dari biasanya. Hingga ia jarang keluar rumah kalau tidak ada hal yang sangat penting. Mereka berdua lebih betah tinggal di kamar.


Kondisi fisik dan psikis istrinya pun ia rasakan mengalami perubahan yang sangat berarti. Hingga ia merasa perlu untuk membuktikan kecurigaannya tanpa perempuan itu tahu.


Ada aura berbeda diwajah Crisstoffer Anderson pagi ini. Senyum cerah nampak tak lepas dari bibirnya. Semua pelayan pun ia kumpulkan dan diberinya hadiah.


Semua orang senang sekaligus curiga karena sejak menikah dengan putri pertama di keluarga Smith, ia jarang berkomunikasi dengan orang lain selain keluarga inti di rumah itu.


"Apakah ada kabar baik yang ingin kamu bagikan pada kita-kita Criss?" tanya Maksim saat melihat dokter muda itu tersenyum bahagia.


"Aku akan menjadi ayah uncle, dan kamu akan menjadi seorang grandfa," ujar Crisstoffer sembari meraih tangan Maksim.


"Benarkah Criss? wah kamu hebat ya. Aku ucapkan selamat." puji Maksim dengan senyum diwajahnya.


"Terimakasih uncle, aku akan ke kamar menemui Nikita. Terus terang aku belum memberitahunya,"


"Dasar dokter. Kamu bahkan lebih tahu terlebih dahulu daripada istrimu sendiri."


"Yah begitulah uncle. Aku bisa apa hehehe," Crisstoffer tertawa cengengesan kemudian berpamitan pada Maksim. Ia segera kembali ke kamarnya untuk menemui istrinya tercinta.


"Apa yang dilakukan Criss pagi-pagi buta seperti ini bersama para pelayan?" tanya Alex yang baru muncul dari halaman rumah besar itu bersama dengan Aisyah. Rupanya pagi itu mereka berdua melakukan joging.


"Oh itu, ia sedang membagikan banyak hadiah dan sedekah karena sedang sangat bahagia."


"Oh ya? Memangnya ia sedang mendapat penghargaan lagi?" tanya Alex dengan wajah yang juga ikut bahagia.


"Bukan penghargaan, tapi Crisstoffer Anderson menantumu itu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan kamu menjadi seorang kakek," jawab Maksim yang langsung membuat Alex dan Aisyah saling berpandangan kemudian sama berlari ke arah Nikita dan juga Crisstoffer Anderson.


Sementara itu, Nikita yang melanjutkan tidurnya setelah sholat subuh dengan suaminya menggeliat pelan ketika suaminya meniup rambut& rambut kecilnya yang terburai di wajahnya yang cantik.


"Niki, terimakasih sayang, kamu mau mengandung anakku," bisik Crisstoffer pelan dikuping sang istri.


Nikita tidak menjawab. Ia malah menarik bantal gulingnya dan semakin mengeratkannya dalam pelukannya.


Perempuan itu ingin mengganti waktu tidurnya pagi ini karena semalam ia dibuat terjaga oleh kemauan suaminya yang sangat kelewat batas.


Tok


Tok


Tok


Crisstoffer tersentak oleh bunyi ketukan di pintu kamarnya. Pria itu ingin membuka pintu tetapi ia tidak rela meninggalkan perempuan cantik itu tanpa mengecup keningnya terlebih dahulu.


Ia tidak akan menggangu tidur Nikita saat ini karena Ia begitu bahagia dan ingin membuat perempuan cantik itu ikut senang.


Pria itu berjalan ke arah pintu dan melihat Alex dan juga Aisyah berdiri di depan pintunya dengan ekspresi yang tidak terbaca.


"Daddy mommy, ada yang bisa aku bantu?" tanya pria itu pada kedua orang mertuanya.


"Katakan pada kami apa yang terjadi pada Nikita?" tanya Alex yang diangguki oleh Aisyah.


"Nikita sedang mengandung anakku dad." jawab Crisstoffer dengan wajah bahagia.


"Benarkah? Alhamdulillah aku akan jadi seorang kakek sayang," jawab Alex sembari memandang wajah Aisyah dengan senyum lebar. Aisyah balas tersenyum kemudian menatap Crisstoffer sang menantu.


"Kalau begitu biarkan kami bertemu dengannya Criss." ujar Aisyah sembari mendorong tubuh suami Nikita untuk menjauh dari depan pintu kamar. Mereka berdua ingin masuk dan melihat sendiri kondisi putri mereka.


"Istrimu kok tidur Criss? apa ia tidak apa-apa?" tanya Alex sembari memandang putrinya yang tertidur pulas bagai seorang bayi.


"Nikita masih mengantuk dan ingin tidur lagi dad," jawab pria itu sembari ikut memperhatikan istrinya tertidur.


"Ia baik-baik saja kan?" tanya Alex lagi karena Nikita benar-benar sedang menikmati tidurnya.


"Cih! kami kesini karena kamu kembali mengurungnya di kamar dan tidak pernah lagi mengizinkannya beraktivitas di luar. Itu sangat tidak baik untuk kesehatan putriku," balas Alex kembali dengan mode posesifnya.


"Sayang, kamu juga seperti itu. Kamu lupa ya?" tatap Aisyah tajam pada suaminya. Crisstoffer langsung tersenyum melihat tingkah kedua mertuanya.


"Hmmmpt ada apa ini? kenapa semuanya berkumpul di tempat ini?" tanya Nikita yang merasa terganggu dengan keributan Orang-orang yang ia sayangi di depan tempat tidurnya.


Perempuan cantik itu berusaha untuk bangun kemudian mencepol rambutnya ke atas. Aisyah langsung duduk di samping putrinya itu dan menatapnya dengan wajah penuh perhatian.


"Nikita sayang, apa kamu mengalami pusing saat baru bangun seperti ini?" tanya Aisyah dengan tangan mengelus lembut punggung putrinya. Pasalnya dulu ia pernah mengalami morning sickness meskipun tidak begitu parah.


"Tidak mom. Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?" jawab Nikita sembari memandang semua orang dengan wajah bingung.


"Syukurlah kalau begitu. Kamu kan calon dokter dan suamimu juga dokter jadi pasti tahu apa yang harus kalian lakukan saat ada keluhan seperti itu," jelas Aisyah tersenyum penuh arti.


"Ah iya Mom. Criss setiap hari memperlakukan aku seperti seorang pasien. Aku sangat dimanjakannya," ujar Nikita tersenyum. Pria bermata biru itu langsung ikut tersenyum tak nyaman karena mendapat pujian seperti itu dari istrinya.


"Tentu saja itu yang harus dilakukannya padamu atau ia tak akan kubiarkan tidur di kamar ini," timpal Alex yang merasa cemburu pada menantunya.


"Dad, suamiku itu sangat sayang padaku. Tapi aku lebih mencintaimu daripada dirinya hehehe," Nikita langsung meraih tangan Daddynya dan memeluk perut rata pria yang masih sangat kuat diusianya yang melebihi 50 tahun itu.


"Nah kamu lihat kan Criss? betapa putriku ini masih sangat menyayangiku Meskipun kamu sudah memberikan calon bayi padanya." Alex semakin jumawa.


Ia ingin menunjukkan pada menantunya kalau ia adalah hot Daddy yang sebenarnya bagi Nikita. Dan Crisstoffer Anderson hanya bisa tersenyum maklum karena ia bisa mendapatkan lebih dari sebuah pelukan dari kekasih hatinya itu.


"Calon bayi?" tanya Nikita kemudian melepaskan pelukannya pada Alexander Smith sang Daddy.


"Criss, katakan padaku apa maksud perkataan Daddy?!" suaminya langsung menghampiri istrinya dengan senyum diwajahnya.


"Kamu sedang hamil sayang, dan ada calon bayi yang ada dalam kandunganmu," jelas Crisstoffer dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


"Kamu tidak bercanda kan Criss?" tanya Nikita lagi dengan ekspresi tidak percaya. Ia memang kurang memperhatikan lagi masa periodenya karena terlalu sibuk berduaan dengan suaminya. Ia sedang jatuh cinta hingga tidak bisa lagi memikirkan yang lainnya.


"Tidak sayang, kamu memang sedang mengandung." Nikita memeluk kembali Alex bergantian dengan Aisyah. Perempuan itu tanpa sadar menangis haru.


Alex dan Aisyah saling berpandangan kemudian segera keluar dari kamar itu. Mereka berdua ingin memberikan waktu pasangan muda itu untuk saling mengekspresikan kebahagiaan mereka.


"Criss, benarkah?" Nikita menyentuh perutnya dengan wajah bahagia.


"Iya sayang. Aku ucapan terimakasih yang banyak untukmu. Aku mencintaimu Niki, kamu akan melahirkan bayi kembar sayang."


"What?"


"Kita akan semakin meramaikan keluarga ini dengan anak-anak kita." ujar Crisstoffer sembari meraih bibir Istrinya dan mengulumnya lembut, mengantarkan banyak cinta pada istrinya.


Tamat


Terimakasih banyak othor ucapkan pada readers yang masih setia menemani Alexander Smith dan keluarganya.


Othor sayang kalian dan tanpa kalian othor ini hanya akan menghalu sendiri.


Dan nantikan kisah lain yang lebih menarik dan pastinya membuat readers tersayang terhibur. othor tunggu ya, tapi sekarang masih dalam tahap review. 🤭



Ini juga,



Aku tunggu di sana ya. Fans dengan dukungan tertinggi akan mendapatkan pulsa 50k, 30k, 20k, dan 10k.