Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 140 EMHD



"Aaaaaaaa"


"Tampan banget si."


"Beruntungnya Reisya dapat jodoh bule."


"Aaaa pengen juga."


"Cowoknya yang mana si?"


"Ya ampun ini vitamin mata tahu gak?"


"Tiga-tiganya kok gak bisa dipilih sih keren semuanya."


"Hush yang itu kayaknya istrinya deh,"


"Duh patah hati adek bang..."


"Trus calonnya Reisya yang mana?"


"Tuh si hot Daddy so sweet banget sih,"


Bisik-bisik histeris dari gadis-gadis di pinggir jalan semakin ramai dan panas. Dan pada akhirnya Herulah yang terkena imbasnya.


Semua gadis itu meminta Heru sebagai perantara agar bisa mengenal tiga cowok keren berwajah tampan dan cool itu.


"Her, dapat dimana si?" sekali lagi pertanyaan unfaedah itu mampir di kupingnya.


Pria muda itu hanya tersenyum samar lalu menjawab, "Dapatnya di Bandara, mereka nyasar tak tahu jalan pulang jadi aku bawa kesini,"


"Ih kamu kok pintar juga bercanda sih Her," ujar sang gadis gemas, pria muda yang masih jomblo itu segera melangkah ke dalam rumah. Karena ia adalah penyambung lidah antara pihak keluarga calon mempelai pria dan juga calon mempelai wanita.


"Her!"


Heru tidak mau menggubris suara-suara dibelakangnya lagi. Dengan langkah seribu ia segera memasuki rumah yang sudah sangat ramai itu.


🍁


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, kami dari pihak keluarga Abdul Rachman mengucapkan selamat datang kepada keluarga tuan Smith." Abdul Rahim sebagai saudara tertua dari ayah Reisya menyambut tamu istimewa dari luar negeri itu.


Pekerjaannya sebagai aparatur sipil negara membuatnya mampu dan percaya diri berbicara di depan orang banyak sayangnya ia tidak mengerti bahasa asing apalagi bahasa Inggris. Jadi Heru lah yang diharapkan sebagai penerjemah.


Alexander Smith sebagai kakak tertua dari Maksim dan Albert mengucapkan hal yang sama. Bahwa mereka juga sangat bahagia karena disambut dengan baik oleh keluarga Reisya.


"Saya sebagai Kakak tertua mewakili adik saya Albert Smith datang melamar Reisya Rachman sebagai istri." ujar Alex yang bertindak sebagai wali dari Albert, sang adik.


Setelah mendapatkan jawaban dari Reisya yang masih diam di dalam kamarnya. Perwakilan keluarga itupun menjawab.


"Kami menerima lamaran nak Albert Smith semoga urusan pernikahan ini dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT."


"Aamiin.." semua yang ada di dalam ruangan mengucapkan aamiin bersama-sama.


"Nah, sekarang kita akan membahas tentang adat dan budaya di suku kami ya tuan dan nyonya Smith," ujar Abdul Rahim selaku juru bicara. Albert tampak menyimak dengan baik.


"Mohon maaf sebelumnya ya, Pihak keluarga pria sesuai kebiasaan kami di sini memberi pihak perempuan dana untuk pelaksanaan acara yang dinamakan sebagai uang panaik, dan itu adalah sesuai kesepakatan dak keikhlasan dari pihak mempelai pria." Heru kembali menyampaikan pernyataan itu kepada keluarga Smith.


"Kami siap pak. Kami akan menanggung semua biaya atau dana acara pernikahan ini sampai selesai. " jawab Alexander Smith dengan mantap.


Permintaan dari keluarga pihak perempuan itu wajar karena begitulah setiap acara pasti membutuhkan dana untuk melancarkan dan memudahkannya.


"Baik terima kasih banyak pak Alex." ujar Abdul Rahim lagi dengan wajah gembira.


"Mahar, pihak mempelai pria harus sudah menyebutkan mahar yang harus dibayarkan nanti pada saat akad nikah."


Alex menatap Albert, menanyakan apa mahar pria muda itu untuk istrinya kelak.


"Maharnya adalah sebuah apartemen di Moskow yang sudah aku bawa dokumennya." jawab Albert mantap. Alex tersenyum karena ternyata pria itu sudah lama menyiapkan semuanya untuk Reisya.


"Lebih cepat lebih baik bukan, untuk hal yang baik dan diridhoi oleh Allah Semua harus kita percepat. Supaya calon pengantin kita tidak terlalu lama menunggu, iyya kan Albert?"


Albert tersenyum menunduk karena sekali lagi semua mata mengarah padanya.


Ya, ia sangat gugup dan ingin segera melaksanakan akad nikah ini agar ia segera membawa Reisya ke Moskow.


Tetapi apa daya tidak gampang membawa anak perempuan orang terhormat untuk dibawa pergi begitu saja.


"Sekarang kita mulai harus membicarakan tentang dokumen yang harus anda siapkan sebelum acara pernikahan ini terlaksana, agar bisa tercatat di Kantor Urusan Agama." kali ini yang bicara adalah tamu dari staf kantor Urusan Agama setempat yang sengaja diundang untuk hadir agar urusan bisa lebih cepat dan mudah.


"Iya Pak," jawab Albert bersiap menyimak.


"Anda harus punya kartu indentitas yang sah, kemudian karena anda adalah warga negara asing, jadi anda harus mempunyai surat keterangan resmi dari kantor konsulat jenderal negara anda yang menyatakan bahwa anda benar-benar warga negara dari sana."


"Baik pak, saya akan mengunjungi kantor konsulat jenderal Rusia dan mengurus dokumen ini."


"Baik nak Albert, saya menunggu dokumen anda selesai bersama dokumen dari pihak nak Reisya Rachman agar segera bisa didaftarkan di kantor kami, dan satu lagi jarak pendaftaran pernikahan 15 hari sebelum hari H."


"Baik pak, setelah acara ini selesai kami akan segera mengurusnya."


"Alhamdulillah, saya suka anak muda yang bisa bergerak cepat seperti anda, insyaallah semuanya berjalan dengan lancar, Aaamiin."


Setelah acara lamaran selesai dan jari Reisya juga sudah dipasangkan sebuah cincin pengikat oleh Albert, mereka semua menikmati hidangan yang disediakan oleh tuan rumah.


Acara ini juga sebagai bukti bahwasanya mereka sudah sah sebagai tunangan dan tinggal menunggu beberapa hari lagi menjadi halal.


"Reisya, kamu semakin cantik sayang," ujar Aisyah sembari memeluk dan mencium Reisya yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya.


"Kamu juga semakin cantik Aisyah, dan Nikita sekarang sudah semakin besar dan juga punya adek Danil, ternyata kita sudah berpisah sangat lama,"


"Iya, sekarang coba sapa istri Maksim, kalian belum pernah bertemu kan?" Reisya mengangguk dan memeluk tubuh Maryam yang sedang hamil besar itu.


"Hai Maryam, kita pernah bertemu lewat sambungan video saja, dan sekarang kita benar-benar bertemu di rumahku yang sederhana ini."


"Kami senang kok, Reisya. Aku sangat suka negara ini. Hampir semua makanannya cocok dilidahku." ujar Maryam tersenyum.


"Hai onty Reisya, senang bertemu denganmu lagi, kamu semakin cantik." ujar Nikita yang rupanya baru muncul bersama baby Danil.


"Terimakasih banyak sayang, kedepannya kita pasti akan sering bertemu dan berkumpul seperti ini." jawab Reisya tersenyum dan mencium pipi gadis kecil itu.


"Danil tampan sekali ya, mirip siapa ya?" sapa Reisya pada baby Danil yang seperti biasa anteng dengan bola karetnya.


"Ya tentu mirip Daddy dong onty, Daddy Alex yang paling tampan kemudian Daddy Max, terakhir daddy Al, hehehehe," timpal Nikita disertai tawanya yang lucu. Semua yang ada didalam kamar calon pengantin itu langsung ikut tertawa.


"Nah sekarang ayo kita makan, aku akan memperkenalkan makanan dan kue-kue tradisional di tempat kami. Dan semoga kalian suka." ujar Reisya kemudian mengajak semua calon keluarganya ini untuk menuju ruang tamu dan berkenalan dengan kuliner asli dari negara ini.


"Ini kue apa onty?" tanya Nikita saat melihat ada kue berwarna kuning bulat-bulat dan basah.


"Oh ini namanya kue Cucuruk bayao, rasanya manis dari campuran telur, kelapa sangrai dan juga gula, coba saja."


"Ah, manis sekali seperti permen."


"Eh, ini mirip ladoo makanan dari India itu ya?" tanya Maryam saat mulai mengambil dan mencobanya.


"Entahlah, aku belum pernah makan ladoo tetapi ini mirip bentuknya."


---Bersambung--


Sebentar siang kita lanjutkan ya para readers tersayang, biarkan the Smiths pada icip-icip dulu makanannya sebelum acara inti dimulai.


Mana nih like dan komentarnya supaya othor semangat updatenya.


Ada bungakah???


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍