Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 136 EMHD



"Indonesia, akhirnya aku berada di sini bersama keluargaku," Aisyah menatap kota Jakarta dari atas lantai tertinggi dari kamar yang sedang ia tempati bersama Alex dan juga kedua anaknya.


Negara yang selama ini ingin ia datangi setelah bersahabat dengan seorang perempuan cantik dan baik hati seperti Reisya Rachman.


Indonesia adalah negara dengan Jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan jumlah 253,60 juta jiwa dan merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 17.559 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.


Keunikan Indonesia terdapat pada keanekaragamannya yang tidak ada di Negara lain.


Indonesia juga dikenal dengan Negara seribu pulau yang memiliki keaneka ragaman budaya serta sumber daya yang amat berlimpah.


Namun sedikit disayangkan bahwa masyarakatnya masih belum menyadari bahwa Indonesia sangat kaya dengan keunikan.


Banyak sekali keunikan Nusantara Indonesia yang bahkan tidak dimiliki oleh Negara lain.


Karena itu banyak sekali wisatawan asing maupun lokal mengunjungi beberapa tempat yang dianggap memang hanya ada di Indonesia tersebut.


Beberapa keunikan Indonesia yang tidak ada di Negara lain adalah Masyarakat Indonesia Menguasai Multi Bahasa, Ramah, sopan, dan juga murah senyum.


Orang Indonesia terkenal ramah dan baik dengan orang yang sudah kenal maupun yang masih belum kenal.


Bahkan juga dengan warga negara asing pun orang Indonesia juga sangat Ramah.


Hal ini juga sudah menjadi salah satu keunikan Indonesia yang dikenal dunia.


Masyarakat Indonesia kebanyakan menjunjung tinggi nilai kesopanan.


Bahkan masyarakat Indonesia tau cara menghargai orang tua.


Kesopanan ini dicontohkan ketika berbicara dengan orang tua, yang lebih muda pasti akan menggunakan bahasa Kromo Inggil.


"Apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya Alex sembari memeluk tubuh sang istri dari belakang, ia menaruh kepalanya di pundak Aisyah yang sedang mencepol rambutnya itu ke atas, hingga ia bisa mencium leher jenjang sang istri.


"Aku senang berada di negara ini Alex, terima kasih karena sudah membawaku kemari."


"Hey, aku bisa membawamu ke negara manapun yang engkau mau sayang,"


"Orang-orang di sini ramah dan murah senyum, lihat tadi kan mereka menyapa kita dengan sangat sopan,"


"Tentu saja sayang, semua orang yang bekerja dibagian pelayanan atau public service akan sangat ramah pada semua orang,"


"Tidak begitu Alex, mereka nampak tulus,"


"Iya, iya, aku juga baru kali ini berkunjung ke negara ini, dan yah betul sekali, orang-orang Indonesia ramah dan juga sopan."


"Aku ingin keluar, jalan-jalan sebelum ke kampungnya Reisya," ujar Aisyah kemudian memutar tubuhnya dan menghadap langsung pada suaminya.


"Kemana?"


"Aku ingin shopping Alex, aku ingin membeli banyak hadiah untuk calon pengantin kita, bukankah semua daerah sama budayanya? pihak laki-laki harus membawa banyak hadiah untuk pihak perempuan."


"Baiklah, tapi apa sebaiknya kita belanja di kampung Reisya saja saat tiba di sana?" Alex tampak berpikir. Ia selalu mengutamakan hal-hal yang efektif dan efisien.


"Alex?!, kemarin sewaktu masih di Moskow engkau melarangku untuk membawa pakaian sekarang aku juga harus menunda lagi untuk berbelanja,"


"Bukan begitu maksudku sayang,"


"Jadi apa?" Aisyah mengerucutkan bibirnya kesal.


"Bersiaplah, aku akan menghubungi Albert dan juga Maksim." ujar Alex kemudian mengecup bibir istrinya sekilas. Ia melangkah keluar dari kamar untuk mencari informasi tentang kota ini.


"Nikita, Ayo bersiap sayang kita akan jalan-jalan di kota ini,"


"Siap Mom, apakah Adek Danil juga ikut?" tanya Nikita sembari memandang Danil adiknya yang sedang bermain dengan sebuah bola karet yang ia gigit karena gusinya sedang gatal, mungkin sebentar lagi giginya akan tumbuh.


"Tentu saja sayang, kita akan membawa adek Danil karena tidak ada nanny yang menjaganya di sini."


🍁


Grand Mall Indonesia. Disinilah mereka sekarang dengan diantar oleh guide dari hotel tempat mereka menginap.


"Wah, Mallnya tak kalah keren dengan GUM di Moskow, Alex." ujar Aisyah takjub. Alex hanya tersenyum, ia selalu senang jika melihat sang istri bahagia. Yah, 9 dari 10 perempuan di dunia suka berbelanja dan Aisyah adalah salah satu dari perempuan itu.


"Lokasi Mall ini sangat strategis tuan, ini sangat dekat dengan bundaran Hotel Indonesia," ujar Udin sang guide.


"Bundaran Hotel Indonesia itu apa uncle?" tanya Nikita penasaran, ia berjalan bersisian dengan Udin karena ingin mendengar banyak informasi tentang negara dan ibukotanya ini.


"Bundaran Hotel Indonesia adalah salah satu ikon kota Jakarta sebagai ibukota negara ini. Seperti Red Square di Moskow," jelas Udin sembari terus melangkah ke dalam Mall.


"Mall ini adalah salah satu tempat yang sangat bagus untuk berkumpul bersama teman sepulang dari kantor."


"Mudah diakses karena dekat dengan MRT, tempatnya luas, akses parkir mudah, dan yang paling penting jumlah tenant yang sangat banyak." Udin terus melakukan tugasnya sebagai guide meskipun para wisatawan dari Rusia sibuk sendiri melihat-lihat apa yang ingin mereka beli.


"Tunjukkan padaku dimana tempat untuk membeli barang-barang asli buatan Indonesia," titah Aisyah pada sang guide tetapi sebelumnya ia membeli dulu stroller baby untuk baby Danil, karena sepertinya Alex sang suami sudah lelah menggendong sang bayi yang tubuhnya sangatlah gembul.


Telinga Aisyah kerap menangkap para gadis memuji suaminya sebagai hot Daddy yang sangat keren menggendong bayinya.


"Nah Alex sayang, simpan Baby Danil di sini dan aku akan memegang tanganmu, gadis-gadis disini banyak yang manis dan sedikit menarik," bisik Aisyah dengan bagaikan geraman. Alex tersenyum dengan kecemburuan sang istri. Ia sangat menikmatinya.


"Ini adalah kain batik, yang merupakan hasil kerajinan asli buatan Indonesia, sudah diakui di dunia dan mendapatkan hak paten untuk ini," jelas Udin sembari menunjuk bermacam-macam batik dari berbagai daerah di Indonesia.


"Maryam kamu pilih yang mana?" Aisyah meminta pendapat Maryam yang juga sibuk memilih batik couple dengan suaminya.


"Aku suka warna dan motif yang ini, aku pikir bagus untuk pesta pernikahan Albert nanti, kita akan seragam." jawab Maryam sembari menunjukkan kain batik tulis sutra berwarna dasar hitam yang sangat elegan.


"Wah ini cantik sekali, apakah ada yang sudah jadi?" tanya Aisyah pada Udin, agar melanjutkan pertanyaannya pada sang pemilik toko.


"Belum ada, ini baru kainnya saja, tetapi kalau anda mau bisa diukur sekarang kemudian akan dijahitkan secepatnya." jawab Udin setelah mendapat penjelasan dari sang pemilik toko.


Aisyah dan Maryam tampak berpikir. "Besok kan kita berangkat sudah harus terbang ke Makassar,"


"Saya bisa menyelesaikannya kurang lebih 10 jam untuk tuan dan nyonya," ujar pemilik toko itu dengan menggunakan bahasa Inggris. Udin langsung ternganga dibuatnya.


"Kenapa anda tidak bilang kalau anda bisa berbahasa Inggris pak?" ujar Udin kesal, ia seperti sedang kena prank.


"Supaya anda juga punya tugas sebagai guide," jawab si pemilik toko dengan santai. Udin langsung cengengesan dibuatnya sedangkan Rombongan the Smiths hanya bisa mengangkat bahu tak mengerti.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor, kita istirahat dulu shoppingnya ya, kita minum es Boba dulu, kasihan Udin capek ngomong di depan para wisatawan yang keren-keren itu. hehehe.


Boleh minta Votenya gak???


Part ini terkhusus untuk seluruh rakyat Indonesia yang harus bangga dan semakin cinta sama tanah airnya, Merdeka!!!