Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 57 EMHD



Aisyah memandang rumah Alex dengan pandangan takjub. Ia sampai lupa menutup mulutnya yang menganga karena terlalu terpesona akan keindahan rumah suaminya ini. Dalam hati ia memuji kebesaran nama Tuhan atas ciptaanNya yang seperti istana ini.


" Masuklah, ini rumahmu." ujar Alex sambil menarik tangan Aisyah untuk melangkah masuk dimana semua pelayan rumah itu sudah berjejer di depan pintu bagaikan pagar ayu sedang menjemput tamu yang sangat penting seperti dirinya.


"Ayo mommy masuklah, akan aku tunjukkan kamarmu." ujar Nikita dengan berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Alex dan Aisyah saling berpandangan kemudian saling melempar senyum bahagia.


"Ini sangatlah besar dan luas, tuan." ujar Aisyah saat ia merasa sudah terlalu jauh melangkah dan belum juga menemukan kamar yang dimaksud Nikita. Alex hanya tersenyum hangat tanpa melepaskan genggaman tangannya pada istrinya itu, istri yang sangat dirindukan.


Rasanya ia tak ingin melepaskan tautan tangan mereka tetapi Nikita, si gadis kecil yang super aktif itu langsung menarik Aisyah ketika kamar yang dimaksud sudah ada di depan mata mereka.


"Ayo mommy, ini kamarmu dan kamarku. Kita akan berbagi kamar." Nikita mulai menjelaskan pada Aisyah dimana ia harus tidur. Dan juga mulai menjelaskan benda-benda yang ada dalam ruangan yang luas dan cantik itu kepada mommynya.


"Biasanya kamu tidur sendiri kan sayang, kenapa mommy jadi ikut tidur bersamamu?" tanya Alex sedikit tak nyaman dengan pengaturan gadis kecil itu.


"Daddy, aku selama ini tidur sendiri dan itu tidak menyenangkan. Aku jadi sering takut. Aku butuh teman Daddy." jawab gadis kecil itu kemudian meminta pelayan mengganti seprei dan selimut di ranjangnya. Ia ingin semuanya tampak baru karena ia akan tidur bersama mommynya di situ.


"Aku juga butuh teman sayang, biar mommy tidur sama aku ya?" bujuk Alex pada putrinya yang sepertinya ingin menguasai Aisyah sendiri.


"No!, aku punya banyak cerita untuk mommy.Jadi aku harus tidur sama mommy." jawab Nikita masih berkeras akan keinginannya.


"Baiklah sayang, kita akan tidur bersama." timpal Aisyah cepat. Ia sedikit gerah dengan perdebatan kedua ayah dan anak ini. Wajah Alex nampak cemberut tidak suka. Tetapi Aisyah segera menyentuh tangan suaminya itu sembari tersenyum penuh arti.


"Nikita masih kecil tuan, ia butuh teman." ujar Aisyah kemudian melangkah ke atas ranjang king size putri kecilnya.


"Pasti menyenangkan tidur di sini." ujarnya seakan bicara pada diri sendiri.


"Niki, bisa aku pinjam mommy dulu sayang, aku juga ingin menunjukkan kamarku padanya." ujar Alex meminta izin pada Nikita. Ia ingin sekali berdua saja dengan Aisyah sekarang.


"Baiklah dad, tapi jangan lama-lama ya."


"Iya sayang, terima kasih." ujar Alex kemudian segera membawa istrinya itu ke kamarnya yang ada di samping kamar Nikita. Dalam perjalanan ke kamar sebelah. Aisyah sempat memperhatikan lukisan-lukisan yang terpajang di dinding-dinding lorong luas itu.


"Maaf Tuan, boleh aku lihat dapur di sini?" tanya Aisyah yang langsung menghentikan langkah mereka berdua.


"Untuk apa melihat dapur?" tanya Alex bingung.


"Pasti dapurnya sangat luas juga dan bagus. Aku ingin melihat perlengkapan masak-masaknya, pasti juga mewah." jawab Aisyah dengan mata berbinar senang.


Ia sudah membayangkan dirinya memasak di tempat yang sangat cantik.


"Nanti aku akan mengantarmu kesana. Tapi aku ingin tunjukkan dulu kamar kita, okey?" jawab Alex tak sabar.


"Aku maunya sekarang." ujar Perempuan berhijab itu dengan pandangan mata memaksa.


"Baiklah, aku akan mengantarmu nyonya Smith." Alex mengalah.


Ia akan mengikuti apa saja kemauan istrinya itu. Kemudian ia menghubungi kepala pelayan agar mengosongkan daerah dapur dan sekitarnya. Ia tak mau ada seorang pelayan pun yang berkeliaran di sana.


"MasyaAllah." ujar Aisyah takjub. Dapur yang sangat bersih dan luas dengan segala perlengkapan masak-masaknya terpampang indah di depan matanya. Ia menoleh ke arah Alex yang sejak tadi memperhatikannya.


"Aku ingin mengajak Reisya kemari, bolehkan?" ujarnya meminta izin.


"Kenapa mengajak tamu ke dapur? mau masak?" tanya Alex membalas pertanyaan istrinya dengan pertanyaan pula.


"Iya, tadi siang ia mentraktir ku di kantin kantor KBRI, nah gantinya aku ingin masak makanan khas negara kita di sini di dapur ini." jawab Aisyah masih dengan senyumnya. Alex segera melangkah mendekat dan mengangkat tubuh istrinya itu ke atas meja dapur.


"Aku tak mau kamu sibuk memasak. Ada banyak pelayan di sini." ujar Alex sembari menatap dalam ke mata bulat bening istrinya. Ia rasanya ingin tenggelam ke dalam mata bulat itu.


"Tapi kan, Reisya sangat baik padaku selama ini." jawab Aisyah dan balas menatap mata elang suaminya. Dan tanpa aba-aba Alex sudah melabuhkan ciuman panas pada bibirnya.


"I love you," bisik Alex ketika tautan bibir mereka terlepas setelah sekian menit. Wajah Aisyah sampai memerah dan juga bibirnya sekarang membengkak karena Alex benar -benar menghisapnya tanpa ampun.


"Love you, too." bisik Aisyah dengan hasrat yang mulai terbakar. Sungguh, suaminya benar-benar seorang kisser hebat.


"Aku menginginkanmu sekarang sayang." ujar Alex dengan pandangan mata berkilat kemudian melabuhkan kembali bibirnya ke daging kenyal tak bertulang istrinya itu.


Tubuh Aisyah menegang sekaligus meleleh bagai jelly. Ia tak kuat menahan dan mengimbangi sentuhan-sentuhan lembut dari suaminya itu. Dengan terpaksa ia melepaskan dirinya dengan nafas memburu.


"Aku...aku..." ujar Aisyah dengan kata terpotong-potong. wajahnya menunjukkan kalau ia sekarang sudah berada di dimensi lain.


"Kenapa sayang?" tanya Alex sembari menyentuh bibir istrinya yang semakin kelihatan seksih dan menggoda itu.


"Ini dapur, Tuan." jawab Aisyah kemudian menutup wajahnya malu. Ia sampai kesulitan bicara karena oksigen dalam paru-parunya serasa di ambil semua oleh Alex sang suami.


"Kita ke kamar sekarang." ujar Alex sembari menggendong tubuh Aisyah ala bridal style ke arah kamarnya sendiri.


Ia bisa merasakan tubuh istrinya merespon sangat baik perlakuannya karena tubuh yang ia angkat ini sudah sangat lemas menanti sentuhannya yang lain.


Alex tentu saja tidak akan melakukan hal menyenangkan itu di dapur ini. Ini pertama kalinya mereka bertemu dan itu harus di tempat yang baik, nyaman, dan tentu saja pribadi.


"Daddy, ada apa dengan mommy?" tanya Nikita yang melihat Aisyah sedang digendong oleh daddynya. Ia takut kalau perempuan itu dalam masalah besar.


"Apa ia sakit?" tanya Nikita penasaran karena Alex tidak menjawabnya dan malah melangkah terus melewati kamarnya.


Gadis cilik itu mengikuti terus di belakang Alex sampai mereka berada di depan pintu kamar Alex.


"Daddy stop! bawa mommy ke kamarku saja, aku yang akan merawatnya." ujar Nikita lagi yang masih diabaikan oleh Alex.


Aisyah memandang wajah suaminya yang sama sekali tidak memberi jawaban pada pertanyaan putrinya itu.


"Buka pintunya Niki!" titah Alex dengan suara dingin. Tangannya tidak bisa membuka pintu itu jadi ia meminta Nikita yang melakukannya.


Pintu pun terbuka disertai wajah cemberut dari Nikita. Tetapi Alex tidak peduli, sungguh ia tak mau diganggu sekarang oleh siapapun.


Perlahan ia menurunkan tubuh Aisyah ke atas ranjangnya kemudian ia masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang terasa sudah terbakar oleh gairah pada istrinya. Dan sekarang Nikita datang mengganggunya.


"Mommy sakit apa?" tanya Nikita penuh perhatian. Aisyah kehilangan kata-kata. Ia tak mau menjawab pertanyaan gadis berambut pirang itu.


"Kalau kakimu sakit, biar aku yang memijatnya mommy." ujar Nikita lagi sembari menyentuh kaki mommynya.


"Tidak sayang, mommy baik-baik saja. Sekarang mommy baru ingat kalau kita belum sholat dhuhur. Bagaimana kalau kita sholat bersama?"


"Ayok, kita sholat bersama, yeeei." sorak Nikita senang. Aisyah pun bangkit kemudian masuk ke kamar mandi yang tidak dikunci oleh Alex. Di dalam mereka bertemu dengan wajah canggung.


"Kita sholat dulu, Tuan." ujar Aisyah tak mau menatap wajah suaminya yang sedang menatapnya penuh perasaan.


"Hem." jawab Alex singkat.


---Bersambung--


Mana nih dukungannya yang kuenceng untuk pasangan pengantin lama rasa baru ini hehehehe.


Mawar sekebon, kopi secangkir aku tunggu..like dan komentar juga ya gaess.


Eh, sembari menunggu update berikutnya, yuk mampir di karya teman othor nih. Dijamin oke punya.