
Crisstoffer Anderson menyimpan gadgetnya diatas nakas dan mulai menghampiri sang istri yang sepertinya sedang mengundangnya dengan sangat manis.
Tangannya cekatan membuka pakaiannya sendiri sembari melangkah dengan tatapan tak lepas dari seorang perempuan yang juga menatapnya malu-malu.
"Niki, kamu cantik sekali sayangku," bisik Crisstoffer ketika jarak mereka sudah terkikis. Tangannya yang besar langsung merengkuh pinggang kecil Nikita dan merapatkannya ke tubuhnya.
"Kamu pintar menggodaku Niki," bisik pria itu sembari meraih leher jenjang istrinya dan menghisapnya agak kasar.
"Aaaakh, Criss," Nikita mendessah tak tahan Ketika bibir suaminya mulai mencicipinya dengan sangat kasar tetapi sangat elegan.
Tangan Nikita meremas rambut pria yang sudah menikahinya itu karena tak sanggup menahan serangan-serangan dari pria yang tampak sangat lapar dan haus itu.
Tangan kekar suaminya menahan dengan sangat baik tubuhnya yang ia rasakan lemas bagai jelly dan hampir melorot ke lantai.
Kreeek
Nikita merasakan tangan kiri Crisstoffer merobek lingerienya dengan kasar. Perempuan itu menatap mata biru suaminya yang juga sedang menatapnya dengan pandangan berkilat.
Tiba-tiba, perasaan takut dan khawatir menyerang hatinya hingga ia beranikan dirinya bertanya.
"Criss, aku takut. Kamu tidak akan menyakitiku kan?" perempuan cantik berambut pirang itu mendorong sedikit tubuh suaminya yang tak berjarak dengannya.
Kulit mereka kini sudah saling menyentuh. Karena sudah tidak ada penghalang diantara mereka berdua.
"Jangan takut Niki, just relax,"
"Aku akan membuatmu bahagia sayangku," bisik Crisstoffer disela-sela kupingnya.
Pria itu bahkan menghisap lembut daging disamping kepala perempuan cantik itu hingga Nikita kembali menjerit nikmat.
"Aku mencintaimu Nikita Anderson, sangat...aku juga Ingin kamu memberikan aku keturunan yang baik," racau Crisstoffer sembari menyusuri wajah istrinya dengan bibirnya kemudian turun ke leher dan menggigitnya pelan.
"Aaaaakh, Criss..."
"Sebut namaku sayangku..." bisik Crisstoffer lagi. Nikita bergerak tak karuan dibawah kungkungan dan kekuasaan pria itu. Hingga bibir Crisstoffer berhenti di dua buah benda yang sangat menggodanya yang belum pernah ia cicipi sebelumnya.
"Niki, ini milikku kan?" bisik pria itu kemudian mulai melancarkan sapuan dan rayuan yang sangat lembut di sana. Hingga Nikita merasa tubuhnya bergetar hebat.
Tangan perempuan cantik itu kembali meremas rambut Crisstoffer dengan kasar. Ia menggigit bibirnya menahan untuk tidak menyebut nama Crisstoffer sang suami.
Pria bermata biru itu melepaskan tombol yang masih sangat kecil itu dan menatap sang istri dengan pandangan lembut.
"Kamu suka Niki?" Nikita menutup wajahnya malu. Ia baru sadar kalau sudah mengeluarkan sisi lain dari dirinya sendiri.
Seseorang yang selama ini suka menampilkan wajah kesal pada pria ini kini tanpa malu memancing terlebih dahulu.
Itu karena ia pernah belajar bahwa menawarkan diri atau meminta terlebih dahulu pada suami maka pahalanya lebih besar bagi seorang istri.
Crisstoffer Anderson perlahan meraih tangan Nikita yang sedang menutup wajahnya.
"Kenapa, Hem?" tanya suaminya dengan senyum diwajahnya. Senyum bahagia karena sangat bersyukur istrinya menerimanya dengan sangat baik.
"Aku malu Criss, aku seperti perempuan yang terlalu menginginkanmu," jawab Nikita sembari menolehkan kepalanya kesamping. Ia tak mau menatap wajah suaminya. Wajahnya pasti sudah sangat merah sekarang.
"Kamu tidak akan menganggapku murahan kan?" tanya Nikita lagi masih dengan posisinya seperti itu, belum mau melihat wajah suaminya.
"Nikita sayangku, lihat aku. Tatap mataku," bisik Crisstoffer lembut sembari jarinya meraih dagu istrinya agar mau menatapnya.
"Kamu bukan perempuan murahan hanya karena seperti itu Niki, kamu perempuan spesial yang aku rela memohon di kakimu sayang, aku akan memohon karena aku sangat bahagia dan menginginkanmu. Aku sangat mencintaimu, Nikita." kembali Crisstoffer meraih bibir Istrinya itu dan melumaatnya pelan.
Tangannya pun ikut membelai dan meremas lembut milk sang istri agar Nikita kembali nyaman.
"Niki, sepertinya kamu sudah sangat siap sayang," ujar Criss setelah jari-jarinya mengecek landasan pacu sang istri. Nikita kembali menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan malu sayangku, itu wajar karena kita normal. Lihatlah diriku Niki. Aku sudah sangat menginginkanmu," ujar Crisstoffer sembari membuka telapak tangan istrinya. Mata Nikita berbinar melihat pemandangan indah dihadapannya.
"Aku serahkan diriku padamu sayang. Aku milikmu Niki," lanjutnya kemudian melesakkan senjatanya ke dalam inti Nikita yang sudah siap menyambutnya.
"Criss Awwww. Kamu menyakitiku... tidak! stop it!" Nikita memberontak keras dan berusaha mendorong tubuh besar itu agar berhenti.
"Nikita, please. Tahan sedikit saja sayangku," ujar Crisstoffer sembari menutup matanya merasakan sesuatu yang luar biasa yang tidak pernah ia rasakan dengan siapapun selama ini.
"Stop it! you hurt me Criss!" Nikita mencakar bahu suaminya dengan keras dengan lelehan air mata dipipinya. Tetapi Crisstoffer tidak peduli. Ia terus mendorong dirinya ke dalam karena penasaran. Selaput dara sang istri sepertinya sulit ia tembus.
"Crisstoffer Anderson, I said stop it!' teriak Nikita histeris. Ia memberontak dibawah kungkungan suaminya.
"Nikita, please sayangku. Be relax okey..." Pria itu menghentikan serangannya kemudian meraih bibir Istrinya agar perempuan cantik itu bisa tenang dan menerimanya di dalam sana.
"You hurt me Criss, hiks." Nikita menangis sesenggukan setelah pria itu melepaskan tautan bibir mereka.
"Nikita, look at me baby," bisik Crisstoffer dengan lembut.
"I Can't stop it Niki," lanjutnya kemudian meraih lagi dua buah benda kenyal yang sangat menggodanya itu. Memberinya sentuhan-sentuhan lembut dengan lidah dan tangannya. Hingga Nikita menutup matanya merasakan gelenyar nikmat menjalar ke seluruh sarafnya.
Setelah Nikita kembali santai dan menikmati sentuhan-sentuhannya. Pria itu kembali bergerak dengan ritme pelan kemudian agak kasar agar bisa merobek pertahanan sang istri.
"Criss, Aaaaakh!" Nikita kembali menjerit ketika Crisstoffer benar-benar berhasil menghancurkan benteng pertahanannya.
Crisstoffer Anderson meringis sekaligus tersenyum puas karena Nikita sekarang sudah menjadi miliknya seutuhnya.
Lama mereka beradu kekuatan hingga Crisstoffer berhasil melepaskan lahar panasnya di dalam tubuh Nikita yang sangat ia cintai itu.
"Terimakasih Nikita, aku mencintaimu sayangku," ujar pria bermata biru itu kemudian mengecup lembut bibir Istrinya. Mereka berdua saling bertatapan dengan senyum puas.
Meskipun rasa perih itu masih sangat terasa, tetapi Nikita juga mengucapkan terimakasih pada suaminya yang telah memberinya rasa yang sangat luar biasa.
"Terimakasih juga Criss, aku mencintaimu," ujar Nikita kemudian memeluk tubuh suaminya dengan perasaan sangat bahagia. Crisstoffer Anderson tersenyum samar. Ia sangat bahagia karena akhirnya Nikita mengucapkan juga kalimat yang sangat ingin ia dengar.
"Tidurlah sayangku, kamu pasti sangat lelah," ujar Crisstoffer kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Mengistirahatkan raga yang cukup lelah setelah berjuang cukup keras menggapai nirwana bersama.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍