
Nikita dan Elif berpisah di depan gerbang Universitas. Elif dijemput oleh kakaknya sedangkan Nikita masih akan ke rumah uncle Omar.
Gadis itu baru mendapat undangan dari onty Anna Peminov untuk menghadiri acara malam bersama di rumah mereka.
Nikita tersenyum bahagia karena ia sudah meminta izin pada mommy Aisyah dan Daddy Alex kalau ia mungkin akan menginap di rumah uncle dokter itu.
Pasti menyenangkan bermain dengan sikembar ElRasyid dan Elmira. Gadis itu tidak tahu kalau Omar sedang mengatur pertemuan khusus dirinya dengan Crisstoffer Anderson yang juga ia undang.
🍁
Crisstoffer Anderson memasuki ruang kantornya di jejeran Ruangan para dosen di Fakultas itu.
"Hai Pak Anderson apa anda ada waktu untuk sabtu malam ini?" tanya seorang dosen perempuan di fakultas yang sama dengannya itu. Crisstoffer Anderson berhenti melangkah kemudian memandang teman kerjanya itu.
"Tidak, maafkan aku Miss. Aku sudah ada janji makan malam Sabtu ini." jawabnya dengan senyum diwajahnya kemudian ia melanjutkan langkahnya ke arah kubikelnya.
"Oh sayang sekali pak Anderson. Semoga lain kali kita bisa makan bersama. Aku mengundangmu dengan spesial." jawab Miss Ivanov itu dengan tatapan tak biasa.
"Ah ya, aku harap begitu, Miss,"
"Well, silahkan lanjutkan pekerjaan anda Pak."
"Terimakasih Miss," jawab Crisstoffer Anderson dan langsung duduk di kursinya. Pria itu menarik nafas lega karena Miss Ivanov tidak terlalu lama mengganggunya. Malam ini ia akan bertemu dengan Nikita Smith di rumahnya uncle Omar. Kembali pria itu melirik jam tangan mewah di pergelangan tangannya.
"Waktunya masih beberapa jam lagi, sebaiknya aku memeriksa tugas-tugas mahasiswa dulu sebelum berangkat," ujarnya sembari membuka laptopnya.
Tanpa sadar bibirnya tersenyum karena melihat kotak masuknya terdapat nama Nikita Smith. Jarinya dengan cepat mengarahkan cursornya kesana dan membuka email dari gadis cantik itu.
Subjek: Sistem Anatomi manusia yang terdapat dalam ayat-ayat Alquran.
"Tetapi, Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh ciptaan NYA dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati. Tetapi kamu sedikit sekali bersyukur” (As-Sajdah:9)
“Tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka” (Al-Ahqaf: 26)
Mengapa ayat-ayat tersebut mendahulukan penyebutan ”pendengaran” dari pada “penglihatan” ? Rupanya hal ini mendorong para ulama tafsir untuk menemukan sebab-sebabnya. Mengapa demikian?
Sebagian lagi berpendapat bahwa telinga adalah alat untuk mendengar seruan dunia dan akhirat.
Ulama lainnya berpendapat bahwa indra pendengaran pada bayi lebih dulu berfungsi daripada indra penglihatan.
Lantas, bagaimana para ilmuan modern menjawab permasalahan ini?
Ilmu anatomi telah mampu membongkar sebuah kenyataan ilmiah terpendam. Otak terdiri atas beberapa kepingan, yaitu kepingan otak bagian depan, dahi, pelipis, dan kepingan otak bagian belakang.
Pada kepingan-kepingan tersebut terdapat bermacam-macam pusat indra, pusat gerak, dan lainnya.
Setelah mempelajari pusat-pusat pendengaran dan penglihatan, para ilmuan menemukan bahwa pusat pendengaran terletak pada kepingan pelipis dari otak yang berhadapan dengan telinga.
Berbeda dengan pusat penglihatan yang terletak pada bagian belakang otak.
Apabila penyebutan pendengaran dan penglihatan dalam Al-Quran dengan mendahulukan penyebutan “pendengaran” maka ini sesuai dengan susunan anatomi pusat-pusat indra pada otak secara tepat.
Fakta ilmuan yang ditetapkan oleh ilmu anatomi ini baru dapat dibuktikan setelah empat belas abad turunnya Al-Quran. Ini baru dari satu sisi, sedangkan pada sisi lainnya juga terdapat fakta ilmiah yang ditetapkan dalam ilmu embrio (embriologi).
Telinga terus berkembang dan menjadi sempurna sampai bulan ke lima dari kehidupan janin hingga sama dengan perkembangan telinga orang dewasa. Namun, kematangan indra englihatan tidak akan sempurna kecuali setelah kelahiran.
Janin sudah mulai mendengar suara-suara pada saat masih berada di dalam perut ibunya, tepatnya pada saat kandungan berumur lima bulan. Namun, janin tidak dapat melihat cahaya dari berbagai sumber kecuali setelah ia dilahirkan.
Hal ini disebabkan susunan saraf pendengaran lebih dulu berkembang dan matang sebelum perkembangan saraf penglihatan. Perbandingan jangka waktu diantaranya cukup jauh.
Sesungguhnya fakta-fakta ilmiah ini belum diketahui sebelum empat belas abad. Kebanyakan darinya tidak diketahui, kecuali pada abad ini. Bahkan, para ilmuan tempo dulu yakin bahwa indera penglihatan lebih penting dari pada indra pendengaran.
Seorang ilmuan anatomi terbesar dunia, Nagasat Nagamish telah masuk Islam ketika dia sedang berbicara mengenai saraf dan keberadaannya langsung di bahwa kulit (saraf sensorik).
Oleh karena itu, saat kulit terbakar, hilanglah fungsi indra perasa. Lalu, ketika firman Allah disampaikan seorang muslim padanya,
“Setiap kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab” (An-Nisaa’: 56)
Deg
Crisstoffer Anderson menghentikan membaca email dari gadis cantik yang ingin ia peristrikan itu. Hatinya berdebar keras. Ilmu kedokteran yang pernah ia pelajari seperti ditantang untuk membuktikan perkataan gadis itu.
Tubuhnya seketika gemetar hebat ketika jari-jarinya bekerja mencari beberapa sumber yang ia inginkan.
Beberapa bukti ia temukan di dalam sana di dalam laman pencarian ketika ia mengetik satu kata yaitu Al-Qur'an dan anatomi.
Begitu banyak bukti kekuasaan Tuhan yang telah diyakini oleh muslim di seluruh dunia ada di dalam kitab suci itu.
"Untuk apa Nikita Smith mengirimkan ini padaku?" ujarnya setelah membaca semua sumber-sumber itu.
"Apakah itu pertanda kalau gadis itu menginginkan aku seperti kakek Will?" ia terus bertanya pada dirinya sendiri hingga seseorang menepuk bahunya dan membuatnya tersentak kaget.
"Maaf tuan, ini sudah malam, kami akan menutup ruangan ini." tegur seorang penjaga di Fakultas itu.
"Ah jam berapa sekarang?" tanya Crisstoffer Anderson dengan wajah bingung. Ia menatap keseluruhan ruangan kantor itu yang sudah sangat sepi.
"Sudah jam 8 malam tuan," jawab pria tua itu dengan wajah letihnya. Seharian bekerja menjaga keamanan Lingkungan Fakultas adalah pekerjaannya dan sekarang waktu istirahat pria itu jadi tertunda karena ia tidak menyadari waktu.
"Ah Maafkan saya, saya terlalu asyik membaca, maaf sekali lagi," ujar Crisstoffer Anderson dengan wajah tak nyaman.
"Tidak apa tuan, untungnya saya berkeliling memeriksa setiap ruangan sebelum menguncinya dan saya melihat masih ada satu orang yang sedang bekerja di dalam sini,"
"Baiklah, saya akan pergi dan Maafkan saya sekali lagi," Crisstoffer Anderson segera mengambil semua barang-barangnya dan segera keluar dari sana.
"Ya ampun apakah Uncle Omar masih menungguku dijam seperti ini?" tanyanya dengan wajah frustasi.
"Ini sudah sangat tengah malam untuk bertamu di rumah dokter baik hati itu," ujarnya lagi sembari memasuki mobilnya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
*sumber : mahasiswa jurusan Biologi UM angkatan 2007