
Alex menatap takjub pada istrinya yang mencoba semua pakaian yang ia belikan tadi di GUM. Tubuh Aisyah yang tinggi dan putih khas keturunan Eropa dan campuran Arab membuatnya sangat cantik memakai apa saja. Rambutnya yang hitam sebahu dan selalu ia tutupi dengan hijab selama ini ia sanggul ke atas dan mempertontonkan lehernya yang jenjang dan mulus.
Nikita menyuruh mommynya itu mencoba semua pakaian itu di depan Alex atas bisikan Alex sang Daddy. Hingga dengan canggung Aisyah berakting bagai seorang model di depan Alex. Dari pakaian resmi, santai maupun pakaian tidur ia peragakan di depan sang suami yang semakin aneh saja.Setelah itu Alex tersenyum puas.
🍁
Aisyah dan Nikita saling menggelitiki dan kadang tertawa histeris di atas sebuah single bed dalam kamar hotel itu. Mereka tak hentinya bercanda dan bermain seperti sepasang sahabat beda usia, Nikita yang berusia lima tahun sedangkan Aisyah berusia dua puluh tahun.
"Mommy stop!" teriak Nikita dengan nafas tersengal menahan geli.
"Aku lelah, sekarang mau tidur." ujar Nikita lagi sambil menarik bantal bonekanya. Tak lama kemudian gadis kecil itu menutup matanya tetapi Aisyah kembali menggelitiki kedua kakinya, hingga Nikita kembali terjaga, matanya membulat sempurna.
"Hey, sudah baca bismillah sayang?" tanya Aisyah sengaja agar Nikita baru bisa tidur setelah menyebut nama Tuhan.
"Bismillah." jawab Nikita singkat kemudian kembali menutup matanya. Aisyah tak bisa menahan tawanya melihat gaya lucu gadis kecil itu.
"Jangan tertawa mommy, aku nanti tidak bisa tidur. Besok pagi kita akan ke tempat lain lagi, iyyakan dad?" ujar Nikita sambil memeluk erat bantal gulingnya. Alex yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua langsung tersedak karena merasa terciduk diam-diam memperhatikan mereka berdua.
"Eh, iya sayang." jawab Alex sedikit gugup.
"Tidurlah kalian, besok perjalanan kita akan jauh dan lama." lanjut Alex lagi sembari membuka layar handphonenya.
"Daddy tidak ingin menciumku sebelum tidur?" tanya Nikita dengan posisi yang sama. Mata sudah tertutup tapi belum juga tidur.
"Hem, baiklah." jawab Alex kemudian melangkah mendekati tempat tidur. Ia perlahan mendaratkan ciuman keseluruh permukaan wajah putrinya itu seperti kebiasaannya selama ini.
"Good night." ujar Alex sambil memperbaiki posisi selimut putrinya kemudian bersiap kembali ke sofa tempatnya tadi duduk.
"Daddy tidak mencium mommy juga?"
Deg
Alex merasakan tubuhnya membeku. Ia menatap Aisyah yang menunduk malu berharap istrinya itu menolak. Ia takut sesuatu yang ia tahan selama ini jadi memberontak padahal belum mendapat izin dari dokter Sergey Abdullah. Seorang ahli bedah yang sudah membedah senjata andalannya.
Eh, seketika ia langsung teringat akan dokter muda itu yang juga punya niat memperistri Aisyah sebelum dirinya.
"Dad?" panggil Nikita lagi. Alex langsung tersadar dari lamunannya.
"Daddy sudah mencium mommy?"
"Belum, sayang." jawab Alex tanpa melepaskan pandangannya ke arah perempuan yang sudah halal ia sentuh itu. Aisyah rasanya ingin mengubur dirinya ke dalam lubang menghadapi dua ayah dan anak ini. Ia segera berbaring di samping Nikita dan menyembunyikan tubuhnya ke dalam selimut. Alex tahu Aisyah pasti malu, makanya ia meninggalkan tempat tidur itu dan kembali duduk di sofa.
"Dad?" panggil Nikita lagi. Alex sampai jengah karena gadis kecil itu semakin manja saja, padahal ia tidak pernah seperti itu sebelum ia menikahi Aisyah.
"Ucapkan selamat tidur dengan baik, dad!" ujar Nikita lagi, rupanya ia tahu kalau daddy-nya itu tidak melakukan apa yang ia inginkan. Ia sudah mendapat misi dari uncle Max dan Uncle Albert agar Daddynya itu bisa lebih dekat dengan mommy Aisyah.
"Astaga, kamu belum tidur juga?" tanya Alex mulai kesal.
"Mommy yang tidak bisa tidur dad. Ia menggangguku terus." gerutu Nikita yang langsung mendapat cubitan dari Aisyah yang masih betah bersembunyi di bawah selimut tebalnya.
"Awwww mommy... Jarimu seperti jepit kepiting." Alex langsung berdiri dari duduknya dan melangkah kembali ke tempat tidur itu kemudian membuka selimut yang menutupi tubuh Aisyah.
"Kalian tidak bisa tidur kalau bersama terus seperti ini." ujar Alex kemudian mengangkat tubuh Aisyah ala brydal style dan membawanya ke tempat tidurnya sendiri yang masih ada di kamar presiden suite itu.
Tubuh Aisyah semakin membeku diperlakukan manis seperti itu oleh suaminya. Ia berusaha menutupi wajahnya yang sudah terasa panas karena malu dan gugup. Alex kemudian meletakkannya pelan ke atas ranjang dan mengecup bibir istrinya itu lembut, lalu berbisik,
"Tidurlah." Aisyah menutup wajahnya sambil meraba bibirnya di bawah selimut itu. Dadanya terasa berhenti berdetak.
"Daddy!" aku tidak bisa tidur sendiri." rajuk Nikita lagi dengan manja ketika menyadari Aisyah sang mommy sudah tidak ada di sampingnya. Suaranya cukup nyaring di dalam kamar yang tiba-tiba hening dan sepi itu karena dua orang dewasa itu sedang menata debaran jantung mereka yang rasanya semakin menggila.
"Kita tidur sama-sama," jawab Alex akhirnya, yang sudah pusing dengan tingkah laku kedua orang ini. Ia segera merebahkan tubuhnya di samping Nikita. Sambil tak lupa melirik gulungan selimut yang berisi Aisyah di sana di tempat tidurnya sendiri. Tanpa sadar ia tersenyum samar.
🍁
Bunyi dengkuran halus Nikita menandakan kalau gadis cilik itu sudah tertidur dengan nyenyak. Tetapi tidak bagi dua insan yang sedang dilanda resah dan gelisah akibat kecupan singkat selamat malam itu. Sampai tengah malam, mereka berdua hanya bisa membolak-balikkan badan mereka karena tak bisa juga terlelap.
Akhirnya Alex mendatangi Aisyah. Ia membuka selimut yang masih menutupi seluruh tubuh istrinya itu. Ia tahu istrinya itu juga belum tidur. Mata mereka bertemu ketika Alex menyibak kain lembut itu. Tanpa sepatah kata dan salam pembuka ia melabuhkan bibirnya lagi ke bibir istrinya itu yang masih tidak percaya apa yang terjadi. Alex terlalu penasaran dengan rasa yang baru di kecapnya sekilas tadi. Ia dengan lihai memainkan lidahnya di dalam sana dan menekan tengkuk istrinya lebih dalam.
"Aaaaakh" Aisyah dengan susah payah menahan agar tidak mengeluarkan suara tetapi perlakuan lembut Alex padanya membuat dirinya akhirnya mengeluarkan semuanya. Ia sampai menjambak rambut Alex karena merasakan tubuhnya seperti jelly dan merasa tak kuat mengimbangi gaya berciuman suaminya yang kata orang berpengalaman adalah gaya French Kiss.
"Bernafas sayang," bisik Alex pelan di Kupingnya. Aisyah segera menghirup udara sebanyak mungkin. Suaminya betul-betul menghiisap daya hidupnya. Ia tak kuat tapi juga tak ingin menolak. Rasanya begitu lembut, liar dan nikmat. Alex meraba bibir istrinya yang semakin merah dan membengkak. Ia memang terkenal dengan ciuman terlamanya. Dan ia ingin Aisyah mempelajari itu. Perlahan ia mendekatkan dirinya lagi dengan tangan sudah siap membuka kancing pakaian istrinya tetapi tiba-tiba Nikita berteriak karena sedang bermimpi buruk.
"Mommy, don't leave me, hiks."
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya ya, like dan komen dong agar othor semakin semangat update nya.
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
Eh wait, mampir nih dikarya aku yang lain, sapa tahu masih ada nih yang belum mampir di sana