Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 275 EMHD



Keluarga besar Nurzhan Subkhan tiba dari Kazhakstan tepat jam sepuluh pagi di rumah kediaman Emir Moeis Kaya di Moskow.


Mereka datang untuk melamar putri pertama di keluarga itu untuk putra pertama mereka Roman Subkhan.


Seperti umumnya kebiasaan budaya keluarga muslim lainnya. Mereka pun datang dengan membawa banyak hadiah ataupun hantaran pernikahan untuk mempelai perempuan.


Razia Nurzhan Subkhan yang sudah lama menginginkan menantu nampak sangat bahagia saat melihat calon menantunya yang sangat cantik dan lemah lembut itu.


Perempuan itu memeluk Elif dengan sangat gembira seperti menemukan satu anak perempuan yang sudah lama ia inginkan. Maklumlah ia mempunyai 3 orang anak dan semuanya adalah anak laki-laki.


"Elif sayangku, doaku sudah terkabul. Kamu cantik sekali. Dan aku menganggapmu sebagai anak kandungku sendiri," ujar Razia sembari memeluk tubuh mungil itu.


"Terimakasih mama. Aku juga sangat bahagia bertemu dengan Mama." jawab Elif dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


"Katakan apa yang kamu minta sebagai maharmu nak. Kami pasti akan mengabulkannya." ujar Razia sembari memandang wajah cantik itu.


"Aku hanya ingin cinta dari kalian, keluarga dari suamiku," jawab Elif dengan wajah menunduk.


Gadis itu sering mendengar banyak cerita tentang seorang menantu yang tidak diharapkan di rumah mertuanya. Dan itulah yang ia takutkan hingga ia memikirkan untuk terus menunda pernikahan ini.


Gadis itu hanya butuh cinta dan tidak mau yang lain.


Karena di rumahnya sendiri ia sudah dilimpahi banyak cinta dan kasih sayang. Dan ia ingin saat masuk nanti ke dalam keluarga suaminya, ia juga diperlakukan sama.


"Cinta itu tidak bisa diukur sayang. Tetapi kami berjanji akan memberikan cinta dan kasih sayang yang kamu mau. Mintalah yang lainnya." Elif tampak berpikir. Ia tidak tahu harus meminta apa.


Gadis itu tahu kalau keluarga calon suaminya ini adalah salah satu keluarga terkaya di Kazakhstan.


Harta? aku sudah bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh orang tuaku.


Lalu apa lagi?


Lama ia terdiam sembari memikirkan apa yang inginkan. Tiba-tiba ia mengingat tentang mahar Nikita yang begitu istimewa yaitu bacaan Alquran dari seorang mualaf seperti Crisstoffer Anderson.


Apakah aku juga akan meminta hal yang sama?


Apa kata Nikita nanti, ia mungkin akan mengatakan aku menirunya


Aaaaa


"Elif mintalah sekarang nak, karena kami akan segera menikahkan kalian saat ini juga." pinta Razia Nurzhan Subkhan dengan tidak sabar.


"Kamu tahu Elif? bukan hanya Roman yang tidak sabar membawamu pulang ke Kazakhtan tetapi aku juga sangat ingin kamu masuk ke keluarga kami sayang," lanjut perempuan paruh baya itu dengan gemas.


Bertahun-tahun ia meminta pada Tuhan agar diberikan seorang anak perempuan tetapi ternyata baru dikabulkan saat ini dalam bentuk seorang menantu.


"Mama, aku ingin kak Roman memberiku pecahan uang Rubel sesuai tanggal, bulan, dan tahun pertama kami bertemu, boleh kan?" Elif berhasil juga mengucapkan apa yang ia inginkan setelah lama berpikir.


"Baiklah sayangku, mama akan memberitahu pada putraku. Aku yakin ia pasti menyetujuinya," jawab perempuan itu dengan wajah bahagia. Ia sampai memeluk ibu kandung Elif berkali-kali untuk berterimakasih karena melahirkan seorang anak gadis yang cantik dan lembut seperti Elif.


Razia Nurzhan Subkhan pun keluar dari kamar Elif dan memberitahu pada putranya tentang keinginan calon menantunya itu terkait mahar yang harus ada saat ijab Kabul berlangsung.


Roman Subkhan tersenyum senang, ia tentu saja bisa mengabulkan permintaan dari calon istrinya itu dengan mudah. karena hal itu sangatlah gampang untuk dilakukan. Ia sudah mencatat agenda penting itu di dalam memorinya yang terdalam.


Setelah menyelesaikan segala admistrasi yang berlaku di catatan sipil kota Moskow. Keluarga Nurzhan Subkhan Kembali ke rumah kediaman Emir Moeis Kaya untuk melakukan pernikahan secara agama Islam.


"Aku gugup sekali Niki," ujar gadis itu sembari meraih tangan Nikita dan menggenggamnya.


"Hey tenangkan dirimu. Dan berdoalah semoga calon suami tidak salah menyebutkan namamu hahaha," Nikita tertawa sampai mengeluarkan air dari sudut matanya.


"Ya ampun Niki, kamu semakin membuat aku gugup." tangan gadis itu semakin mengeluarkan keringat dingin.


"Hey ada apa denganmu? jangan terlalu tegang begitu." ujar Nikita dengan senyum lucu.


"Kamu tidak pernah seperti ini Elif, bagaimana nantinya kalau suamimu mendatangimu saat malam pertama, kamu mungkin akan pingsan dan membuat kekacauan, hahahaha,"


"Nikita stop! kamu malah membuat Elif semakin panik sayang," tegur Aisyah yang juga ikut masuk ke kamar pengantin Elif.


"Onty, lihat putrimu ia bukannya menghiburku malah membuat aku semakin tegang," lapor Elif pada istri dari Alexander Smith itu.


"Sudah kalian diam saja dan dengarkan Roman mengucapkan ijab kabulnya," mereka pun diam dan menyimak dengan baik pria yang bernama Roman Subkhan itu mengucapkan akad untuk menikahi seorang perempuan bernama Elif Kaya binti Emir Moeis Kaya.


"Sah!"


"Sah!"


"Nah kamu dengarkan Elif, pernikahan kalian sudah sah. Dan kamu resmi menjadi istri dari Roman Subkhan, selamat ya," ujar Nikita sembari memeluk tubuh sahabatnya itu. Elif tak bisa berkata-kata. Ia menangis antara haru dan bahagia.


"Hey jangan menangis Elif. Riasanmu nanti kacau." tegur Nikita berusaha menggoda lagi sahabatnya itu.


"Aku sedih Niki," jawab gadis itu sembari meraih beberapa lembar tissue untuk menghapus airmatanya.


"Tidak usah sedih, kamu harusnya bahagia karena akhirnya kamu menikah. Itu kan yang kamu inginkan?"


"Tapi aku tetap sedih Niki," balas Elif dengan airmata masih mengalir dipipinya.


"Eh kenapa?" Nikita semakin bingung dengan tingkah sahabatnya itu yang berubah jadi gadis cengeng.


"Karena kak Roman akan membawaku pergi dari rumahku dan kamarku ini. Ia akan membawaku pergi ke rumahnya."


"Astagfirullah, aku kira kamu menangis karena apa, sudah kubilang Kazhakstan dan Moskow itu dekat. Kalian bisa sering-sering berkunjung kemari di akhir pekan."


"Tapi kak Roman selalu sibuk dengan pekerjaannya."


"Sudahlah Elif. Kamu terlalu menangisi sesuatu yang belum terjadi. Sekarang hapus airmatamu. Nanti suamimu lari karena riasanmu yang berantakan ini," ujar Nikita berpura-pura marah.


"Baiklah, aku tidak akan menangis lagi," ujar Elif sembari menghapus airmatanya dengan gerakan pelan takutnya riasan wajahnya benar-benar hancur. Nikita tersenyum kemudian memeluk kembali sahabatnya itu.


Tak lama kemudian Roman Subkhan memasuki kamar itu untuk menjumpai perempuan cantik yang sudah sah menjadi istrinya itu.


"Elif, aku tinggalkan kamu bersama dengan suamimu. Jangan sampai kamu berteriak karena tidak kuat, hahaha," bisik Nikita kemudian keluar dari kamar pengantin itu bersama dengan Aisyah sang mommy.


---bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍