
"Hanya seorang kenalan baru uncle," jawab Nikita singkat. Gadis itu berusaha meredakan debaran di hatinya karena kaget.
Ia tak mau uncle Maksim ataupun Daddynya tahu ia mempunyai masalah dengan pria asing itu, atau kegiatannya semakin dijaga dengan ketat oleh keluarganya.
Maksim hanya diam dan menatap kepergian Lykan Hypersport itu yang semakin menjauh. Seorang kenalan yang memiliki mobil mewah dan termahal di dunia itu cukup mencurigakan bagi Maksim.
"Maaf aku masuk dulu. Aku sangat lelah. Good night uncle Max," ujar Nikita kemudian melangkah masuk ke rumah besar itu. Meninggalkan Maksim yang masih dipenuhi rasa tak nyaman di hatinya.
Nikita tidak mau pusing saat ini kalau uncle Max mencurigai sesuatu. Yang ia mau ia hanya ingin tidur dan berharap ia tak bertemu dengan pria psikopat itu lagi.
"Kasihan Elif, ia jadi ikutan takut," ujarnya pelan. Untungnya gadis itu sudah mengantar Elif ke rumahnya sebelum ia ke rumah ini bersama pria psikopat itu.
"Nikita, kamu sudah pulang sayang?" tegur Aisyah yang kebetulan bertemu dengannya di lorong menuju kamarnya.
"Eh iya mom," jawab Nikita singkat. Aisyah menatap jam dinding di dalam ruangan itu dan menatap kembali wajah putrinya.
"Acaranya cepat sekali selesainya ya, tapi syukurlah sayang, kamu sudah pulang."
"Iya mom, aku mau tidur good night." Nikita mencium pipi kiri dan kanan Aisyah kemudian pergi dari sana.
Aisyah menatap kepergian putrinya itu dengan pandangan curiga. Tetapi ia berusaha untuk tidak memikirkannya.
Perempuan itu melanjutkan langkahnya memeriksa kamar Danil dan juga Asma. Ia ingin memastikan putra dan putrinya itu sudah tidur apa belum.
🍁
Matahari pagi di kota Moskow bersinar begitu terang. Musim dingin sudah berlalu dan Rusia sudah memasuki musim panas yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang.
Berbulan-bulan berada di musim dingin yang sangat basah dan membuat semua orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah membuat mereka begitu bahagia dengan musim yang sangat panas ini.
Bahkan menurut berita yang sempat dilansir di sebuah media Sosial. Tahun ini adalah tahun terpanas di Rusia. Semua orang bersuka ria merayakannya.
Maksim dan Albert, melakukan joging pagi itu disekitar area Rumah besar keluarga Smith. Setelah cukup berkeringat mereka tidak langsung masuk ke dalam rumah.
Dua pria itu menyempatkan diri untuk memeriksa keadaan mesin mobil-mobil mereka yang terparkir cantik dan teratur di dalam garasi.
Tanpa sengaja Maksim memperhatikan body maybech Exelero itu dengan wajah serius.
Mobil yang baru berusia satu pekan sebagai milik Nikita Smith itu sudah mengalami lecet yang teramat parah. Ada sedikit lubang seperti sebuah bekas timah panas juga di sana serta ada bekas gesekan disisi sebelah kanannya.
Pria itu tidak mau menanyakan pada Nikita apa yang terjadi sebenarnya pada pesta Promnight beberapa jam yang lalu itu. Ia hanya memanggil bodyguard yang diberi tugas menjaga gadis itu.
"Ceritakan apa yang terjadi semalam kenapa Nona Niki cepat sekali pulangnya!?" tanyanya pada beberapa bodyguard yang ditugaskan untuk mengawal Nikita pada malam itu.
Para bodyguard itu tidak ada yang menjawab. Mereka berpikir karena nona Nikita sudah pulang dengan selamat jadi mereka sudah tidak perlu khawatir.
Mereka tidak mau bercerita kalau mereka teledor dan tidak melihat nona muda itu pulang.
"Apa saja yang kalian kerjakan hah?!" teriak Maksim dengan wajah marah.
Mereka masih diam. Tak ada satupun yang mampu menjawab.
Bugh
Plak
Maksim memberikan hukuman pada mereka semua. Barulah salah satu dari mereka berani bicara.
"Bagaimana dengan mobilnya, kenapa sampai ada bekas timah panas di sini?!" tanya Maksim sembari menunjuk beberapa lecet yang terdapat pada mobil mewah itu.
Mereka kembali diam karena memang tidak menyaksikan kejadian naas itu.
"Kalian benar-benar tidak bisa diandalkan, aku yakin. pasti ada insiden berbahaya semalam dengan nona Niki. Dan kalian tidak tahu itu, sial!" Maksim dan Albert berlalu dari hadapan mereka dengan emosi diwajahnya.
Ia berharap Alex tidak mengetahui hal ini. Atau ia akan memberikan hukuman yang sangat kejam pada para bodyguard itu. Ia hanya harus mengawasi Nikita lagi dengan baik. Dan pria yang berada dalam Lykan Hypersport itu sangat membuatnya curiga.
🍁
Birmingham, Inggris.
"Selamat pagi kakek," sapa Crisstoffer Anderson kepada seorang pria tua yang sedang berbaring sakit di atas tempat tidurnya.
Semalam saat mendengar bahwa kondisi kakeknya yang merupakan pimpinan dunia hitam itu sedang drop ia langsung terbang dari Moskow ke Inggris dengan membawa sebuah benda yang sudah lama diinginkan oleh kakeknya itu.
"Kakek," panggil Crisstoffer pada tubuh tua William Anderson yang sedang tidur menghadap ke arah dinding.
"Kakek," panggil Crisstoffer lagi dengan suara pelan takut mengagetkan sosok tua itu. Perlahan William membalik tubuhnya dan memandang Crisstoffer sang cucu.
"Criss, kamu sudah ada di sini?" tanya William dengan suara lemahnya. Pria itu mengangguk dengan senyum lebar dibibirnya.
"Lihat, apa yang aku bawa untukmu," ujar Crisstoffer sembari mengangkat sebuah benda berisi microchip yang sangat berharga bagi kakeknya itu.
William tersenyum bangga dengan kemampuan cucunya itu mencuri.
"Kamu hebat Criss, aku bangga padamu," ujar William tersenyum menampakkan gigi-giginya yang masih tampak rapih dan putih.
"Kamu harus sehat dan tidak perlu khawatir lagi, bukti kejahatanmu di Moskow sudah aku curi kakek, dan aku yakin pemerintah di sana tak akan lagi mencarimu sebagai seorang buronan." ujar Crisstoffer kemudian membuka microchip itu dan bersiap untuk menghancurkannya agar tidak menimbulkan masalah baru lagi.
"Hancurkan sekarang Criss."
"Iya kek, aku akan menghancurkannya di hadapanmu agar kamu tenang," ujar pria itu kemudian mengambil korek api dan membakarnya benda kecil itu dihadapan kakeknya sendiri.
"Terimakasih Criss, sekarang bawa aku ke kamar mandi," ujar William kemudian meminta bantuan pada cucunya itu untuk membawanya ke kamar mandi.
Orang tua seperti dirinya terkadang membuang air kecil sangat sering apalagi ia sekarang ini sedang mengidap penyakit prostat.
Crisstoffer Anderson melotot tak percaya saat pandangannya tertumbuk pada sebuah gambar yang terjatuh di saat kakeknya itu bangun dari tempat tidurnya.
Ada banyak tanya yang berkelebat di dalam pikirannya saat itu.Tetapi ia harus membawa William tua itu dulu ke kamar mandi terlebih dahulu.
"Siapa itu kek?" tanyanya pelan saat kakeknya sudah kembali duduk dengan nyaman di atas ranjangnya.
"Siapa? kamu menanyakan siapa Criss?" William balik bertanya dengan pertanyaan cucunya.
"Perempuan yang ada dalam foto itu, siapa itu kek?"
"Dia putriku yang aku tinggalkan di Moskow, dan aku minta bawa ia kemari!"
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍