Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 267 EMHD



"Nikita bangun sayangku, " bisik Crisstoffer lembut ditelinga sang istri.


"Humm," Nikita menggeliat pelan kemudian melanjutkan tidurnya sembari memeluk tubuh suaminya lagi.


"Niki, ayo bangun, ini sudah pagi sayang, sholat bersama yuk," bisik Crisstoffer lagi kemudian mengecup bibir istrinya yang sedikit terbuka.


"Hmmmpt," Nikita melenguh pelan dalam bibir suaminya.


"Nikita, kamu juga belum mandi. Ajari aku mandi junub sayangku," bisik Crisstoffer dengan tangan bergerak ke bagian bawah selimut mencari sesuatu yang sangat ia sukai dari istrinya.


"Criss, tanganmu..."


"Kenapa dengan tanganku sayang?" tanya Crisstoffer pura-pura tidak mengerti. Ia terus saja memainkan jari-jarinya di permukaan kulit istrinya sehingga membuat Nikita membuka matanya.


"Aku mau mandi dulu, kita mau sholat kan?" ujar Nikita dengan berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang bergerak sangat lembut penuh irama di permukaan kulitnya.


"Niki, tapi aku mau yang ini dulu, boleh ya?" Nikita menggeleng meskipun ia juga sangat menginginkannya.


"Kita belum sholat kan? ayo Criss, kita mandi dulu," ajak Nikita berusaha melepaskan diri dari rengkuhan suaminya.


"Hey, ini belum subuh. Aku cuma bercanda Niki." ujar Crisstoffer tersenyum. Ia sengaja membangunkan istrinya untuk sholat padahal ia masih ingin berkunjung di dalam tubuh sang istri. Inti dirinya masih berkedut penasaran dengan yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu.


"Astagfirullah Criss. Pantas saja aku masih sangat mengantuk. Dan tubuhku oh Ya Tuhan. Aku lelah sekali." ujar Nikita dan kembali masuk ke selimutnya. Ia baru merasakan lelah yang teramat sangat dan sekarang Crisstoffer memintanya lagi.


"Nikita, plis sayangku. Aku belum bisa tidur kalau tidak mengunjungimu lagi," bisik pria itu merajuk. Nikita membuka matanya dan menatap suaminya yang juga menatapnya frustasi.


"Jam berapa ini Criss?" tanya Nikita sembari mencari jam weker di samping ranjangnya. Dan jarum kecil itu menunjukkan angka 2 dini hari.


"Kamu belum tidur sampai sekarang?" tanya Nikita dengan wajah tak percaya. Crisstoffer Anderson menyugar rambutnya dan mengangguk pelan.


"Kenapa? apa kamu tidak suka suasana kamar ini? atau kamu kelaparan? atau kamu tidak bisa tidur karena ada aku di ranjang ini?" tanya Nikita dengan pertanyaan yang sangat banyak. Ia pernah mendengar pengalaman orang lain yang tidak bisa tidur dengan suasana baru atau orang baru.


"Baiklah aku pindah ke sofa," jawab Nikita pada pertanyaannya sendiri. Ia bangun sembari menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya tetapi langsung ditangkap oleh tangan besar suaminya. Karena pria itu juga sedang tidak berpenghalang selembar kain pun juga.


"Kamu mau kemana Hem?" bisik Crisstoffer dengan sangat lembut di telinga sang istri.


"Aku mau melanjutkan tidurku di sofa itu Criss supaya kamu bisa tidur dengan baik."


"Dan aku semakin tidak bisa tidur kalau kamu melakukannya sayang," ujar Crisstoffer sembari menatap mata istrinya.


"Lalu? apa yang bisa aku lakukan Criss? aku kan belum tahu kebiasaanmu selama ini," Nikita meraih tangan suaminya dan menyimpannya di pipinya sendiri. Perempuan cantik itu bingung karena tidak tahu harus membantu apa dalam hal ini.


"Aku tidak tahu kalau kamu punya penyakit insomnia Criss, mungkin kamu perlu ikut terapi sayangku," lanjut Nikita dengan wajah khawatir. Crisstoffer rasanya ingin tertawa terbahak-bahak dengan cara kerja otak istrinya yang merupakan calon dokter itu.


"Apa aku seperti orang dengan keluhan insomnia, Niki?" tanya Crisstoffer dengan senyum gemas diwajahnya.


Rasanya ia ingin menerkam perempuan tak berpakaian ini sekarang juga. Tetapi ia berusaha bersabar, agar istrinya lebih mengenalnya dan mereka bisa semakin dekat bukan hanya dekat secara fisik.


"Yang aku tahu, Stres, Peristiwa traumatis, termasuk Stockholm syndrome, Depresi, Gaya hidup yang tidak sehat, dan Penggunaan obat-obatan tertentu, adalah penyebab orang bisa terkena insomnia, Criss."


"Hem," Crisstoffer mendengarkan kata-kata Nikita sembari meraih tangan istrinya itu ke wajahnya.


"Apa kamu menggunakan obat-obatan tertentu hingga tidak bisa tidur, Criss?" tanya Nikita dengan pandangan mata lurus ke dalam mata biru suaminya.


"Semacam candu mungkin?" wajah perempuan cantik itu berubah ngeri. Ia tidak bisa membayangkan kalau suaminya adalah seorang pecandu.


Crisstoffer Anderson tidak beraksi. Ia hanya diam. Ia ingin mendengarkan pendapat istrinya tentangnya.


"Criss, kenapa kamu diam saja? apa benar kamu sedang mengkonsumsi obat-obatan semacam itu hingga membuatmu susah tidur?" Nikita meraih wajah suaminya agar bisa lebih dekat dengannya. Kedua tangannya ia gunakan untuk membingkai wajah Crisstoffer.


"Kalau benar kamu pecandu, maka aku ingin kamu mengembalikan keperawananku sekarang juga Criss. Aku tidak rela melahirkan anak darimu,. mengerti?!"


"Pffft, hahaha," Crisstoffer Anderson tidak bisa lagi menahan tawanya. Pria itu tertawa terbahak-bahak.


"Astagfirullah. Nikita Anderson, aku tidak menyangka kalau kamu bisa lulus menjadi seorang dokter di Moskow." ujar Crisstoffer masih dengan tawanya yang sangat menyebalkan bagi Nikita.


Perempuan itu mendengus kesal dan menjauhkan dirinya dari suaminya sembari tangannya menarik selimut agar bisa menutupi bagian dadanya yang cukup terbuka.


"Nikita sayangku, aku tidak bisa tidur bukan karena aku insomnia melainkan karena aku adalah pecandu."


"Maksud kamu apa Criss?"


"Karena kamu sudah menjadi candu ku sayang. Dan aku tidak bisa tidur kalau belum merasakan lagi tubuhmu, Nikita Anderson," jawab pria itu kemudian meraih tubuh Nikita kedalam pelukannya.


"Ish, mana ada yang seperti itu Criss. Kamu pasti hanya bercanda kan?"


"Aku berkata jujur Nikita Anderson, sini Tanganmu kalau kamu tidak percaya," jawab Crisstoffer sembari meraih tangan istrinya dan membawanya ke arah inti dirinya.


"Aaaaaa," Nikita berteriak keras karena merasa sangat kaget dengan apa yang ia sentuh.


"Eh kenapa? bukankah kamu sudah merasakannya sayang? aku tersiksa Niki. Aku tidak bisa tidur sebelum aku mendatangimu." ujar Crisstoffer dengan frustasi sembari memejamkan matanya. Tangan istrinya yang masih berada dibawah sana membuatnya lupa diri.


"Nikita, plis sayangku, obati rasa penasaranku padamu," bisik Crisstoffer lembut dengan pandangan memohon.


"Kita kan sudah Criss, apa kamu tidak lelah? aku saja merasakan tubuhku sangat capek." jawab Nikita dengan senyum meringis. Rasa perih masih sangat terasa pada inti dirinya.


"Aku janji akan membuatmu nyaman Niki, tapi tolong bantu aku."


"Aku masih menginginkanmu Nikita, kamu terlalu lezat sayangku." mohon Crisstoffer Anderson sembari meraih bibir Istrinya dan mengulumnya lembut. Nikita pasrah. Ia menyerahkan seluruh tubuhnya untuk diperlakukan sangat manis dan lembut oleh suaminya.


Sampai subuh mereka terus berpacu dengan rasa bahagia dan nikmat tak terkira. Nikita mendessah manja ketika Crisstoffer menyerangnya dengan lembut dan kasar.


Kamar itu menjadi saksi begitu mereka saling berbagi rasa bahagia dan cinta.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍