Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 260 EMHD



"I Accept the marriage of Nikita Smith binti Alexander Smith at the pay of rahman's dowry one until seventeen ayat in cash due to Allah."


"Aku terima nikahnya Nikita Smith binti Alexander Smith dengan mahar surah Ar Rahman ayat satu sampai tujuh belas karena Allah," ucap Crisstoffer Anderson dengan suara lantang.


Pria itu kemudian membacakan surah yang dimaksud dengan wajah tegang karena takut salah.


Audzu billahi minassyaitonirojiim.


Bismillahirrahmanirrahim.


Ar-raḥmān(u).


(Allah) Yang Maha Pengasih,


‘Allamal-qur'ān(a).


telah mengajarkan Al-Qur’an.


Khalaqal-insān(a).


Dia menciptakan manusia.


‘Allamahul-bayān(a).


Dia mengajarinya pandai menjelaskan.


Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān(in).


Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.


Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān(i).


Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).


Was-samā'a rafa‘ahā wa waḍa‘al-mīzān(a).


Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)


Allā taṭgau fil-mīzān(i).


agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.


Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān(a).


Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.


Wal-arḍa waḍa‘ahā lil-anām(i).


Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).


Fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām(i).


Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,


Wal-ḥabbu żul-‘aṣfi war-raiḥān(u).


biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.


Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).


Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?


Sodakollahul adziim.


"Bagaimana para saksi?" tanya imam atau penghulu pada Andreas dan juga Omar sebagai saksi pada pernikahan itu.


"Sah!"


"Sah!"


Semua orang menarik nafas lega, terutama Crisstoffer Anderson yang dinyatakan sah menjadi suami dari Nikita Smith, gadis ia cintai dengan segenap hatinya.


Tanpa sadar pria tampan itu menitikkan air matanya karena bersyukur ia bisa melaksanakan wasiat kakeknya, William Anderson.


Semua orang ikut berbahagia menyaksikan pernikahan saudara sepupu itu, kecuali Julia Webber yang ternyata ikut hadir menyaksikan acara sakral tersebut.


"Sial!" umpatnya dengan wajah memerah karena marah.


"Criss, aku tidak rela kamu perlakukan seperti ini, aku pastikan kalian tidak akan pernah berbahagia." ujarnya dengan mata berkilat.


"Maafkan kami nona, keluarga Smith dan Anderson tidak menerima tamu seperti anda," ujar Maryam dengan senyum diwajahnya. Rupanya istri dari Maksim itu sedang berada disamping gadis yang sedang marah-marah itu.


"Hari ini adalah hari bahagia kami sekeluarga. Dan kami berharap semua orang yang hadir juga ikut berbahagia." lanjut Maryam dengan wajah santai. Julia Webber langsung menatap perempuan berhijab itu dengan tatapan tajam.


"Kenapa? apa aku mengucapkan kalimat yang salah?" tanya Maryam dengan alis terangkat.


"Tentu saja salah. Crisstoffer Anderson itu calon suamiku. Dia sudah melamarku dan kini ia menikah dengan orang lain. Tentu saja aku marah."


"Itu berarti anda belum berjodoh dengan pria itu. Jadi berusahalah untuk melupakan dan merelakan."


"Tidak. Aku tidak mau. Crisstoffer Anderson harus jadi milikku. Aku tidak ingin melepasnya lagi." ujar Julia Webber dengan tegas.


"Apa kamu tidak punya malu nona? merebut suami orang lain itu tidak baik karena tidak akan pernah bahagia."


"I don't care, Pokoknya Crisstoffer Anderson hanya akan jadi milikku." Maryam mendengus mendengar ucapan gadis itu. Ia tidak menyangka ada gadis yang begitu punya kepercayaan diri yang sangat tinggi seperti itu.


"Anda bisa keluar lewat pintu itu nona, jangan rusak pesta bahagia ini dengan keinginanmu yang sangat buruk itu. Karena Tuhan tidak akan membiarkan Anda hidup dengan tenang," ujar Maryam sembari menunjuk pintu keluar dari rumah mereka.


"Terimakasih banyak atas perlakuan tidak sopan anda pada tamu. Permisi!" jawab Julia Webber kepada Maryam dan segera keluar dari rumah kediaman Smith itu.


"Your'e welcome. Enjoy your life!" jawab Maryam dengan wajah gembira.


Sementara itu di kamar pengantin. Nikita yang sangat cantik dengan gaun putih tulang itu menerima kedatangan suaminya dengan menunjukkan wajahnya.


Sebuah roti besar sudah tersedia diatas sebuah piring di hadapan mereka berdua. Bibi Sarah tersenyum kepada Crisstoffer Anderson yang sangat tampan hari itu.


"Sesuai adat kami saat pernikahan terjadi, kamu dan Nikita harus menggigit roti ini secara bersamaan. Dan siapa yang menggigit roti ini lebih banyak maka ia dipercaya akan berhasil memimpin keluarga kedepannya." ujar Bibi Sarah memberikan instruksi.


Crisstoffer Anderson yang tidak pernah mengenal adat budaya seperti ini hanya bisa tersenyum. Meskipun ia tidak percaya dengan hal-hal seperti itu tetapi ia harus mengikutinya atau ia tak akan bisa menyentuh istrinya yang sangat cantik itu.


"Baiklah nenek, aku akan mengalahkan Nikita kalau cuma soal gigit menggigit," ujar Crisstoffer Anderson dengan senyum samar dibibirnya.


"Apa aku sudah bisa mulai?" tanyanya dengan wajah tak sabar. Apalagi Nikita yang sangat cantik itu mendongak dan menatapnya dengan alis terangkat sebelah seakan menantangnya.


"Kamu terlalu bersemangat Criss, hahaha," ujar Reisya dengan tawanya yang renyah. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu ikut tertawa hingga membuat pria itu meremas tengkuknya karena malu.


Bibi Sarah mengangkat roti lebar itu ke depan hidung mereka berdua dan langsung menghitung agar kedua pasangan pengantin itu bersiap.


"Satu, dua, ti..." belum selesai Bibi Sarah menghitung Crisstoffer langsung meraih roti itu dan menghabiskannya tanpa sempat digigit oleh Nikita.


"Wahhh Criss, hitungannya belum selesai. Dan ya ampun kamu menghabiskannya dan tidak menyisakannya untuk istrimu?" Bibi Sarah berucap dengan mata melotot tak percaya.


"Hahahaha," kembali semua orang yang ada di dalam kamar pengantin itu menertawakan kelucuan sang pengantin.


"Kamu sepertinya tidak pernah makan selama seminggu Pak Anderson," cibir Nikita dan kembali membuat semua orang tertawa.


"Ya kamu betul Niki, selama menghapal surah Ar Rahman yang kamu mau aku belum pernah menyentuh makanan sedikitpun."


"Dan ya kamu pun akan aku makan sebentar lagi, maka siapkan dirimu sayang, karena aku mungkin akan sangat kejam dan berbahaya," ujar Crisstoffer Anderson dengan seringaian diwajahnya.


Sepi.


Tiba-tiba, tidak ada lagi suara tawa di dalam kamar pengantin itu. Otak mereka tiba-tiba bertraveling dengan kata-kata yang diucapkan oleh pengantin pria itu.


"Hey, ada apa?" tanya Crisstoffer Anderson sembari memandang ke sekeliling kamar itu karena sepertinya semua orang berhenti bernapas.


"Mesum!" teriak Nikita sembari tangannya memukul lengan suaminya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍