Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 62 EMHD



"Apa rencanamu hari ini, Al?" tanya Alex pada Albert yang sedang bersiap-siap berangkat pagi itu setelah sarapan dengan sandwich yang disiapkan oleh pelayan. Albert mengedarkan pandangannya ke segala arah seolah mencari sesuatu.


"Dimana istrimu, boss?" tanya Albert pelan seolah sedang ingin membicarakan sebuah rahasia besar.


"Ia tidak ada di sini." jawab Alex dengan rasa penasaran yang tinggi. Pagi itu Aisyah tidak ikut turun untuk sarapan karena masih sangat lelah setelah melayani suaminya semalaman. Ia masih bersantai di kamarnya bersama Nikita.


"Aku ada berita buruk tentang Omar." ujar Albert sembari memelankan suaranya padahal hanya mereka berdua yang ada di sana. Tapi Albert merasa tembok pun bisa jadi telinga jika menyangkut sebuah rahasia.


"Katakan padaku Albert, jangan membuatku penasaran." ujar Alex dengan sedikit emosi karena Albert sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar.


"Beberapa hari ini aku dan Omar begitu sibuk mengumpulkan data-data agar nama baik saudara laki-laki Aisyah itu kembali pulih dan juga karirnya selamat."


"Memangnya apa yang terjadi padanya?" tanya Alex dengan tak sabar, ia makin penasaran dengan informasi yang dibawa Albert itu.


"Ia dituduh korupsi oleh teman-teman kerjanya di Rumah Sakit. Dan ia hanya mempunyai waktu selama 3 hari ini untuk membuktikan kalau ia tidak bersalah, atau ia akan dipenjara." jelas Albert dengan wajah serius. Alex terpana mendengarnya.


"Aku kemarin membantunya menyesuaikan data alat-alat kesehatan yang masuk dan juga data yang ada di lapangan. Dan ternyata ada banyak kejanggalan di sini. Omar sepertinya sengaja di jebak." ujar Albert lagi yang membuat Alex menegakkan punggungnya, tertarik.


"Aku sengaja meminta Omar tidak mengajak siapapun untuk membantu kami mendapatkan bukti karena aku mencurigai ada orang dalam yang terlibat dalam kasus besar ini."


"Kamu tahu? kemarin aku diminta Omar untuk menjemput Aisyah di KBRI karena ia tak sempat mengurus adiknya selama beberapa hari ini. Aku menghubungi nomor handphone yang diberikan Omar padaku tetapi ternyata orang lain yang menjawabnya.


Dan aku bertemu dengan seorang gadis yang mengaku sahabat istrimu. Reisya namanya." Albert bercerita panjang lebar dengan senyum samar di wajahnya kala mengingat seorang gadis manis berhijab dari Indonesia itu.


"Oh, jadi selama ini kamu sering bertemu Omar dan tahu kalau Aisyah sedang bersamanya?" tanya Alex dengan pandangan tajam.


"Aku baru mengetahuinya boss saat Omar meminta bantuanku. Dan kurasa selama ini pria itu yang memang memisahkan kalian berdua."


"Hem, aku tahu, Aisyah sudah menceritakannya padaku. Kurasa itu karena ia sangat menyayangi adiknya." jawab Alex tersenyum. Ia sudah bertemu dengan Aisyah saja dalam keadaan sehat ia sudah sangat bersyukur. Dan ia berniat mengucapkan terima kasih pada Omar yang telah menjaga Aisyahnya selama ini. Meskipun ia pernah sangat menderita karena terpisah dengan perempuan cantik itu. Tetapi ia akan mengganti hari-harinya yang terlewat dengan waktu yang berkualitas bersama istrinya itu.


"Pastikan kamu bisa membantunya Al. Atau hubungi aku secepatnya kalau ada hal yang mencurigakan." ujar Alex tegas. "Dan juga jangan biarkan Aisyah tahu masalah ini."


"Baik boss, aku berangkat sekarang." Albert pun berlalu dari sana. Ia berharap bukti-bukti Omar sekarang sudah mengalami kemajuan yang berarti karena waktu mereka sangatlah singkat.


Setelah kepergian Albert, Alex segera menuju kamarnya di mana Aisyah ada di sana sedang istirahat sambil menyaksikan Nikita belajar. Hari ini ia tidak ingin keluar rumah, ia ingin berkumpul bertiga dengan anak dan istrinya.


Aisyah ternyata sedang menghubungi seseorang dengan menggunakan handphone Nikita karena menurut cerita Albert tadi, Reisya lah yang sedang memegang handphone perempuan itu.


"Reisya. apa kakakku menghubungi nomor ku?" tanya Aisyah yang ternyata sedang bicara sama Reisya sahabatnya.


"Ada yang menghubungimu kemarin dan mencarimu di kantor KBRI, tetapi hanya aku yang ditemuinya. Katanya ia suruhan kakakmu." jawab Reisya dari ujung telepon.


"Siapa namanya?"


"Albert Smith." Aisyah terdiam. Itu kan Albert adik dari Alex suaminya.


"Ah, iya aku sedang bebas hari ini, sekalian aku akan bawakan handphonemu. Share saja alamatmu aku akan kesana nanti."


"Baiklah." ujar Aisyah kemudian menutup sambungan telepon itu. Ia sangat kaget karena Alex sudah berada dibelakangnya dan langsung memeluknya.


"Maaf, aku lupa minta izinmu, karena mengajak sahabatku kemari untuk makan siang. ujar Aisyah tidak enak hati.


"Tak apa sayang, Rumah ini milikmu jadi kamu bebas melakukan apa saja dan mengundang siapa saja." ujar Alex sembari mencium pelipis istrinya lembut.


"Aku juga ingin minta izin mau kerumah Kak Omar. Aku ingin ia tahu kalau kita sudah bertemu dan tentu saja kita perlu menghubungi ayah juga." ujar Aisyah dengan wajah cerahnya. Ia nampak bahagia sekali hari ini. Mungkin karena ia sedang jatuh cinta lagi dan lagi kepada suaminya yang lama ia rindukan.


"Kamu cantik sekali sayang." bisik Alex lembut sembari mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. Ia ingin meraup kembali nikmat dan legitnya bibir istrinya itu tetapi tiba-tiba Nikita memukulnya dari belakang.


"Daddy!" seru Nikita sembari menggoyangkan jari telunjuknya di depan hidungnya.


""Tidak boleh mencium mommy seperti itu." ujar Nikita lagi dan mendorong tubuh Alex menjauh. Aisyah langsung tertawa dibuatnya, karena Nikita selalu saja mengganggu keasyikan daddynya. Alex ingin sekali protes tetapi handphonenya tiba-tiba berbunyi dan nama Albert lah yang sedang memanggilnya saat itu.


Ia lantas menjauh dari dua perempuan yang sangat dicintainya itu untuk menjawab panggilan Albert.


"Ya, ada apa?" tanya Alex langsung tanpa basa-basi.


"Omar ditangkap polisi pas saat aku sampai di Rumah Sakit, aku tidak bisa berbuat banyak. Mereka membawanya sebagai tersangka." ujar Albert dengan suara putus asa.


"Astagfirullah." ujar Alex sembari menarik nafas berat. Ia menatap Aisyah dari jauh. Berharap masalah ini cepat selesai.


"Tapi kan waktu yang mereka berikan belum cukup. Kenapa bisa seperti ini,hah?" tanya Alex dengan nada marah. Ia merasa kasus ini benar-benar sedang diatur oleh seseorang.


"Aku tidak tahu, boss. Omar hanya berpesan agar aku menjaga Aisyah." ujar Albert yang langsung mendapat bentakan dari Alex.


"Kenapa harus kamu yang menjaga Aisyah, aku kan suaminya."


"Maaf boss. Omar tidak tahu kalau Aisyah sekarang bersamamu. Ia pikir istrimu sedang bersama Reisya sahabatnya yang dari Indonesia itu." ujar Albert membela diri.


"Sekarang kamu pulang ke rumah dan kita cari solusinya secepatnya."


"Baik boss. Aku segera kesana." Albert menyimpan kembali handphonenya setelah Alex mematikan panggilan itu terlebih dahulu. Sekali lagi Alex menatap istrinya dari jauh, kemudian segera menghubungi pengacara dan juga orang penting yang ada di dalam Rumah Sakit itu.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor, mana nih dukungan like dan komentarnya...


Vote dan bunganya aku tunggu ya, ngarep hehehe.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍