
Reisya Rachman setelah lulus Universitas di Moskow kembali ke kampung halamannya dan melamar pekerjaan di Resort Pantai Galumbaya ini awalnya sebagai guide tour untuk para wisatawan yang mengunjungi tempat wisata ini.
Tetapi karena ia cukup berprestasi dan dianggap cakap oleh pemilik Resort ini yakni Rama Putra Tama, sehingga ia diangkat menjadi manager di tempat ini selain juga sebagai tenaga pengajar di sebuah sekolah Internasional.
Sebagai kado pernikahan, ia diberi hadiah menempati resort ini sebagai tempat untuk resepsi dan juga sekaligus tempat liburan dan bulan madu bagi keluarga besar Smith dari pihak mempelai pria.
Semua kamar dikosongkan untuk tamu dari luar sehingga resort itu benar-benar menjadi tempat yang sangat spesial bagi seluruh keluarga karena berubah menjadi lokasi privat yang tidak boleh dikunjungi oleh orang luar atau orang asing yang tidak ada hubungannya dengan sang tuan rumah.
"Ini bagaikan acara bulan madu kita ya," kata Anna sembari menyusuri bibir pantai bersama Omar dengan bertelanjang kaki.
"Iya, kemarin kita berbulan madu hanya dikamar saja sekarang karena pernikahan Albert, kita jadi punya kesempatan berjalan-jalan di pinggir pantai seperti ini."
"Aku ingin tinggal lebih lama di sini Omar, hem. Boleh?"
"Tidak boleh sayang, karena Albert sendiri akan membawa Reisya kembali ke Moskow."
"Benarkah?"
"Iya, begitulah perjanjian mereka sayang, Albert punya banyak pekerjaan di Moskow dan kalau ia tinggal di sini sudah bisa dipastikan Alex dan Maksim akan kewalahan mengurus semua pekerjaan yang ditinggalkannya itu."
"Oh begitu ya?"
"Iya, dan kamu jangan berpikir untuk mau berjauhan denganku, mengerti kamu nyonya Omar?"
"Siap, aku mengerti sayang." jawab Anna kemudian mengecup bibir suaminya sekilas dan segera berlari memburu ombak yang sedang berkejaran di tepi pantai itu."
"Awas kamu Anna, berani memancingku lagi ya," ujar Omar dengan senyum samar diwajahnya. Ia lalu memburu istrinya dan dengan cepat menangkapnya.
"Kamu harus melanjutkan yang tadi di kamar, okey? karena aku tidak suka yang cuma sekilas seperti tadi, Anna." Perempuan itu hanya tersenyum menawan. Ia mengerti kalau sang suami sedang ingin bercinta dengannya saat itu juga.
"Siapa tahu kalau kita cetak di sini kamu bisa hamil sayangku," ujar Omar dengan pandangan mata berkabut gairah. Ia tanpa malu mengangkat tubuh istrinya menuju kamar yang sudah disediakan oleh Heru.
Sementara itu Di tempat lain di Resort itu.
"Adek Danil sudah ngantuk ya mom?" tanya Nikita saat ia melihat adeknya itu sudah menguap berkali-kali dan juga mulai tak nyaman.
Balita berusia hampir 6 bulan itu mulai rewel dan tak betah bermain dengan Zydan putra pertama Rama dan beberapa anak lainnya dari keluarga besar Raditya.
"Ayok Aisyah, kita bawa Zydan untuk beristirahat. Aku juga merasakan pinggangku perlu kasur empuk untuk berbaring." ajak Maryam yang ternyata juga sudah lama ingin mempunyai teman untuk beristirahat.
"Ayok, di sini kan sudah disiapkan kamar untuk kita jadi kita tak perlu kembali ke Hotel." ujar Aisyah kemudian segera meminta izin kepada pemilik Resort itu tuan Rama Putra Tama beserta istrinya yang sangat ramah dan juga baik hati itu.
"Niki, kamu tidak mau istirahat sayang?" tanya Aisyah pada putrinya yang asyik bermain kembali dengan putri pertama dari Rama Putra itu.
"Tidak mommy, aku suka bermain dengan Qiya, ia juga suka menggambar."
"Oh, baiklah kalau begitu kami ke kamar dulu ya sayang,"
Mereka berdua bermain hanya menggunakan bahasa isyarat atau cuma mengatakan YES atau NO.
Bagi anak seusia mereka dengan menggunakan bahasa tubuh saja mereka sudah bisa saling berinteraksi dengan baik.
Maksim segera meninggalkan pesta setelah melihat Maryam sang istri sudah melangkah ke kamarnya yang sudah disiapkan oleh Heru selaku ketua panitia acara khusus untuk tamu undangan spesial dan juga keluarga dari mempelai pria.
"Maryam, kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Maksim saat melihat sang istri nampak meringis saat kontraksi ia merasakan kontraksi ringan diperutnya. Ia begitu khawatir dengan kondisi istrinya itu.
"Aku baik Max, bayi kita hanya belajar menendang, jangan terlalu khawatir seperti itu." Maksim tersenyum dan menyentuh pipi istrinya yang nampak lebih berisi karena kehamilannya itu.
"Maaf tuan dan nyonya, sambil beristirahat di dalam kamar ini ada es buah kelapa muda dan juga tape ketan hitam andalan ibunya Reisya." ujar Heru sembari memanggil pelayan untuk membawakan minuman dan juga cemilan yang dimaksud.
"Kalian bisa mencicipinya dan saya jamin bisa membuat tubuh lebih fresh dan segar." ujar Heru dengan wajah seperti bintang iklan makanan ringan di dalam Televisi.
Aisyah yang sudah siap masuk ke kamarnya yang kebetulan berhadapan dengan kamar Maryam dan juga Maksim meminta pelayan itu membawa minuman es buah kelapa muda itu ke kamarnya. Ia benar-benar sangat haus dan juga gerah.
"Kalau tape ketan hitam ini nyonya, siapa tahu anda berminat, rasanya sangat manis dan mengandung rasa hot yang hakiki," ujar Heru memprovokasi. Aisyah mencicipinya sedikit tetapi sepertinya makanan itu tidak begitu cocok dengan lidahnya.
"Maaf Heru, aku ingin es buah saja. Ini sepertinya enak dan segar." ujar Aisyah dengan senyum diwajahnya.
"Nampaknya ada banyak macam buah di sini." lanjut mommy dari Zydan itu sembari memperhatikan isi gelas tinggi itu.
"Iya nyonya, ada buah naga, semangka, apel dan juga kelapa muda."
"Aku juga mau Heru," pinta Maryam cepat. Dahaganya tiba-tiba minta untuk diobati dengan yang segar-segar.
"Siap nyonya Smith. Dan juga kepercayaan kami disini kalau ibu hamil rajin mengkonsumsi air kelapa muda maka kulit bayi akan putih mulus tanpa cacat." ujar Heru dengan wajah layaknya orang yang sangat berpengalaman dalam urusan ibu hamil.
"Hah sudah, kapan kami istirahat kalau kamu mengganggu terus seperti ini?" timpal Maksim dengan wajah pura-pura kesal. Padahal ia sangat senang dengan orang seperti Heru yang selalu siap kapan dan dimana saja melayani mereka semua. Karena baginya tamu adalah rezeki.
"Baiklah tuan dan nyonya saya permisi dulu dan silahkan beristirahat." ujar Heru dengan senyum diwajahnya.
Pria muda itu baru meninggalkan tempat itu ketika empat orang itu benar-benar telah memasuki kamar mereka masing-masing.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Othor lihat Albert sudah sangat kesal di atas panggung pelaminan.
Pria tampan itu memandang wajah othor dengan wajah memohon agar ia juga diberikan kesempatan untuk ke kamar bersama Reisya sang istri.
Bagaimana nih para readers kita kasih kesempatan gak nih sama raja dan ratu sehari itu untuk bersenang-senang???
Yang setuju tunjuk tangan ya? ðŸ¤