
Suasana rumah besar bak istana itu kembali ramai dan dipenuhi canda tawa. Ada banyak kebahagiaan yang nampak diwajah penghuni rumah itu.
Kehadiran baby twins menambah keseruan di rumah itu. Putra dan Putri Omar Anna semakin melengkapi kebahagiaan semua orang.
Selama beberapa hari para pria tidak keluar rumah. Mereka sibuk bercengkrama dengan para anggota keluarga yang lainnya.
Mengganti waktu-waktu yang hilang selama beberapa bulan ini. Yang seakan mati dan tak punya keinginan untuk bangkit lagi karena ketiadaan Aisyah sang ratu rumah itu. Nyonya tertua keluarga Smith.
"Aisyee, lihat betapa hidup rumah ini dengan kehadiranmu sayang," ujar Alex saat semua orang menikmati waktu kumpul-kumpul keluarga ini diruang keluarga yang sangat luas itu.
"Bukan hanya karena aku Alex, tapi karena kita semua sebagai satu kesatuan yang utuh, satu tak ada maka akan mengganggu yang lainnya." jawab Aisyah dengan senyum diwajahnya.
"Hem, hari-hari dimana kamu tidak ada, rumah ini bagaikan kuburan sayang, makanya jangan pernah berniat sedikitpun untuk pergi dariku atau dari rumah ini." bisik Alex lembut kemudian meriah bibir Istrinya dan mulai meluumatnya pelan.
"Hmmmpt, jangan disini Alex, kamu tidak lihat mereka melihat kita sayang," bisik Aisyah dengan wajah memerah karena malu. Alex sudah berani sekali menciumnya didepan umum.
"Maafkan aku tapi kamu selalu aku inginkan sayang, bisa kita lanjutkan di kamar saja?" ujar Alex dengan pandangan memohon.
Keinginan untuk mengunjungi sang istri sungguh tak bisa ia tahan sekarang ini.
"Alex, aku bilang tidak, kembalilah ketempatmu bersama para pria di sana. Kita kan baru saja melakukannya tadi pagi. Apa belum cukup?" Aisyah berpura-pura kesal dengan memandang tajam sang suami.
Alex akhirnya mengalah dan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal hingga Aisyah tertawa terpingkal-pingkal di buatnya.
"Mommy ada apa?" tanya Nikita sembari membawa baby Danil kearah mereka berdua.
"Tidak sayang, Daddy nakal Niki, hahahaha" Aisyah terus tertawa dan membuat baby Danil melompat-lompat kegirangan ingin digendong. Alex langsung meraih putranya kemudian berbisik di telinga Aisyah.
"Awas kamu ya, malam ini kubuat kamu berteriak minta ampun," Aisyah kembali tertawa.
"Coba saja, hahaha," Nikita jadi bengong dengan acara bisik-bisik kedua orangtuanya. karena bengong akhirnya ia menuju kamar Baby twins untuk melihat bayi-bayi yang sangat lucu itu.
š
Hari yang dinanti tiba, yakni hari ke empat belas lahirnya baby twins. Acara aqiqah pun digelar sebagai bentuk syukur akan kehadiran makhluk ciptaan Tuhan itu.
Mereka berdua yang dikaruniai banyak cinta dan kasih sayang dari semua orang. Omar banyak berbagi hadiah dan sedekah kepada semua orang yang ia temui dijalan pada hari itu.
Elmira Omar Yusuf dan ElRasyid Omar Yusuf adalah nama kedua bayi kembar itu. Nama yang dipilihkan oleh ayahnya sendiri yaitu dokter Omar bin Mohammad Yusuf.
Empat bayi cilik sudah lahir di dunia ini untuk menemani Nikita sebagai anak tertua di rumah itu. Sedangkan dua lainnya masih berada di dalam kandungan sang ibu yakni di perut Aisyah dan Reisya.
Meskipun begitu ternyata Nikita masih merasa tidak punya teman. Empat balita itu tak bisa ia ajak untuk bermain boneka ataupun mainan lainnya.
Perbedaan usia yang cukup jauh dari keempat adik-adiknya adalah faktor yang paling utama hingga ia kembali sibuk mengikuti kegiatan extrakurikuler di luar sekolah. Seperti Baseball dan juga kegiatan seni lainnya.
Baby Danil dan baby Emran putra Maksim tidak berbeda jauh usianya jadi mereka gampang untuk beradaptasi.
Reisya yang sudah melewati trimester pertama dan sekarang sudah berada pada akhir semester kedua kehamilannya dan sedang dalam kondisi sehat.
perempuan cantik.itu sedang dekat-dekatnya dengan sang suami dan tak ingin lepas meskipun hanya sekejap.
Aroma Albert yang dulu sangat dibencinya kini menjadi kesayangannya sampai-sampai ia ingin selalu menempel pada tubuh suaminya seperti lem.
Meskipun sangat senang dengan itu semua tetapi pekerjaan yang banyak diluar sana akhirnya terganggu juga.
Keinginan Reisya untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan membuatnya kewalahan sendiri.
Untunglah ia selalu rajin berolahraga agar semakin kuat menghadapi kemauan sang istri tercinta setiap saat.
Beda lagi dengan Aisyah, sekarang ia sangat ingin makan buatan tangan Reisya. Ia ingin makan makanan khas Indonesia yang pernah dicicipinya di kampung halaman Reisya dulu.
Setiap hari dua ibu hamil itu kalau tidak sibuk di kasur ya di dapur.
Seperti saat itu setelah mereka berdua melakukan ritual saling memuaskan pasangan.
Kedua ibu hamil itu seperti sedang janjian untuk menuju ke dapur dan membuat makanan yang diinginkan oleh Aisyah sang nyonya besar di Rumah itu.
"Baiklah, sekarang makanan apa yang kamu inginkan nyonya Smith?" tanya Reisya sembari memasang celemek di tubuhnya.
"Aku mau salad seperti yang lagi viral itu di media sosial," ujar Aisyah sembari menelan air liurnya, ia sudah membayangkan akan memakan makanan itu dengan sangat lahap nantinya.
"Siap nyonya!" ujar Reisya dengan penuh semangat. Ia pun mengambil beberapa bahan di dalam lemari pendingin berupa sayuran segar.
"Kalau begitu buatkan segera sayang, aku sudah tak sabar. Dan juga aku ingin sup konro." ujar Aisyah dengan wajah gembira.
Tangannya kemudian ikut membantu menyiapkan bumbu yang diminta oleh Reisya, 3 cm kayu manisā£, 2 butir cengkehā£, 2 lembar daun salam, 2 lembar daun jeruk, Kelapa parut dr 1/4 butir kelapa⣠Secukupnya gula, garam, dan kaldu jamurā£, Secukupnya air ā£dan Secukupnya minyakā£
"Wahh untungnya bumbu-bumbu ini lengkap mesti kita harus memintanya dikirim dari Indonesia ya Sya," ujar Aisyah sembari memandang semua bumbu diatas meja.
Reisya hanya tersenyum. Sejak ia sudah melewati masa ngidamnya yang parah. Ia meminta dikirim dari kampungnya beberapa jenis bumbu dapur yang tidak ada di negara ini.
Perempuan itu sering kewalahan dengan permintaan para perempuan dikeluarga itu untuk menyiapkan makanan khas Indonesia padahal bumbu yang dibutuhkan kadang tidak tersedia di kota itu.
Jadi daripada repot mencari akhirnya ia meminta kepada Suriya sang ibu untuk mengirimkannya lewat jasa pengiriman.
"Bumbu ini harus dihaluskan dulu ya, 8 butir bawang merah, irisā£, 6 siung bawang putih, irisā£, 2 ruas jari lengkuas, irisā£,1 ruas jari kunyitā£, 4 batang sereh, irisā£, 3 butir kemiriā£, 1/2 sdt jintenā£,1 sdt ketumbar bubukā£1/4 sdt pala bubukā£, dan 1 buah kluwek, rendam agar empukā£," jelas Reisya kepada Aisyah.
Dengan cepat Aisyah memanggil beberapa pelayan yang selalu berdiri di sekitar mereka berdua untuk melayani setiap perintah dari kedua nyonya Smith itu.
"Kalian kerjakan yang dibilang oleh nyonya Reisya ya, dan panggil aku setelah semuanya siap," ujar Aisyah sembari berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya disana.
Ia tak sanggup untuk masak-masak saat ini. Ia kelelahan akibat pergulatan panjang dengan sang suami tadi.
Reisya hanya tersenyum dan melanjutkan memberi pengarahan kepada para pelayan.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ššššš