Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 127 EMHD



Satu hal yang sangat disyukuri oleh Omar adalah, kedua orang tua Anna juga sudah muallaf jadi ia tak perlu resah dan pusing bagaimana menyematkan nama ayah dari calon istrinya itu pada saat ijab kabul berlangsung.


Anna Peminov binti Juan Peminov, akhirnya sah menjadi istri dari seorang Omar bin Mohamad Yusuf dengan mahar 550 Rubel dibayar tunai karena Allah. Ada banyak do'a dan juga ucapan selamat dari para kerabat dan sahabat pada pagi hari itu di Masjid Agung Moskow.


Setelah acara akad nikah yang berlangsung sangat hikmad itu mereka pun mengambil banyak gambar di sebuah studio dan sepanjang perjalanan dari Masjid, studio, kemudian catatan sipil.


Setelah acara makan malam di restoran mewah, mereka kembali ke rumah kediaman Omar pribadi. Disana adat budaya Dagestan diperkenalkan kembali. Sampai tengah malam mereka menari dan menyanyi bersama. Begitupun makan bersama dengan menu-menu andalan dari koki yang sengaja didatangkan dari desa kelahiran Omar, yaitu Rakhata Dagestan.


Wajah-wajah lelah telah nampak pada semua orang pada malam itu, setelah para sahabat dan juga rekan kerja Omar kembali ke rumah masing-masing. Barulah tuan rumah memasuki kamar mereka sendiri untuk beristirahat.


Aisyah dan juga babynya sudah lama tertidur. Maryam terpaksa tidak menginap disana malam itu, keadaannya yang masih sering mual dan pusing me membuatnya ingin tidur di kamarnya sendiri di Rumah besar Alex.


Sedangkan Nikita yang begitu dekat dengan Anna, selalu menempel pada pengantin wanita itu, hingga bibi Sarah berusaha membujuknya agar ia mau tidur dengannya saja, tetapi putri dari Alex itu tidak mau dan bahkan menangis. Akhirnya malam itu Nikitalah yang menempati tempat tidur pengantin itu bersama Anna. Sedangkan Omar hanya bisa tidur do sofa panjang yang ada di dalam kamar itu.


"Dokter, maafkan aku." ujar Anna kemudian jatuh tertidur. Ia merasa sangat berdosa karena tidak bisa melayani suaminya dengan baik karena Nikita selalu menempel padanya.


"Tidak apa Anns, tidurlah. Aku juga sangat lelah hari ini." jawab Omar yang sangat mengerti keresahan sang istri.


Malam pertama pengantin itu mereka lalui dengan tidur nyenyak setelah berpesta seharian. Mengistirahatkan tubuh dari segala aktivitas yang sangat padat sejak beberapa hari ini.


"Anna? bangun sayang?" panggil Omar pada sang istri yang sedang asyik memeluk bantal gulingnya.


Anna hanya melenguh pelan kemudian melanjutkan tidurnya.


Cup


Omar mengecup lembut bibir istrinya itu lama, hingga sang istri membuka matanya dan menatap mata sang suami yang begitu sangat dekat dengannya.


"Ada apa dokter?" tanya Anna masih dengan wajah bingung. Ia merasa baru saja tertidur dan kini dibangunkan lagi.


"Anna, sekarang sudah subuh, ayo mandi dan sholat bersama." panggil Omar kemudian mengelus lembut tangan sang istri yang sepertinya masih mengumpulkan nyawanya.


"Baiklah, aku akan bersiap." ujar Anna kemudian bangun dari tidurnya. Omar tersenyum dan memberikan istrinya itu baju ganti dan handuk. Rupanya semalam karena kecapekan pengantin baru itu tidak mengganti gaunnya. Untunglah gaun itu bukanlah gaun yang sangat ribet dengan segala pernak-perniknya.


Setelah mandi dan sudah merasa segar, Anna mengambil mukena yang diberikan oleh suaminya. Mereka melaksanakan sholat subuh bersama dengan Omar sebagai imamnya.


"Anna, aku baru punya kesempatan untuk berterima kasih padamu." ujar Omar pada sang istri yang sudah melepas mukena yang ia kenakan.


"Terima kasih untuk apa dokter?" tanya Anna bingung.


"Kamu mau menikah denganku," jawab Omar kembali mendekatkan wajahnya pada istrinya itu.


"Aku yang harus berterima kasih padamu dokter, karena mau menikahiku." ujar Anna sembari menutup matanya karena sang suami mulai menyentuhkan bibirnya kearea pipinya sangat lembut sedangkan tangannya yang kekar, ia lingkarkan dipinggang ramping sang istri.


"Dokter." ujar Anna pelan saat sang suami mulai mengecup matanya yang terpejam. Kemudian turun kebibirnya yang ranum.


"Aku sudah lama ingin ini darimu Anna," bisik Omar dengan suara parau. kembali ia melabuhkan bibirnya pada benda kenyal tak bertulang itu.


"Anna aku menginginkanmu sayang," bisik Omar sembari melumaatnya lembut, pelan, hingga agak kasar.


"Dokter," bisik Anna dengan suara bergetar menahan rasa nikmat yang diberikan oleh suaminya. Ia merasakan tubuhnya sudah mulai lemas, karena udara yang ia punya serasa dihisap habis oleh Omar yang menciumnya begitu lama dan agak nakal.


"Panggil namaku Anna, aku sangat mencintaimu sayang." mereka benar-benar sedang merasakan gelenyar aneh yang merambat di sekujur tubuh mereka.


Anna baru sadar bahwa suaminya sudah melepaskan pakaian bagian atasnya, hingga yang tersisa adalah bra* hitam berenda yang menampakkan maha karya Tuhan yang sangat indah. Begitu segar dan ranum.


Omar menatapnya tak berkedip. Ia benar-benar ingin mengunyah dua benda itu sampai puas. Tangannya sudah ingin membukanya, hingga sebuah suara dari arah tempat tidur membuatku mengurungkan niatnya dengan wajah kecewa.


"Anna? apa yang kamu lakukan dengan uncle Omar?" tanya Nikita yang tiba-tiba saja terbangun. Anna segera meraih apa saja untuk menutupi bagian atas tubuhnya yang sudah terbuka bebas.


"Apakah kamu sakit lagi Anna?"


"Ah tidak, eh Iya Niki," jawab Anna gugup. Ia menatap Omar yang sepertinya sedang sedikit terganggu.


"Maaf." ujar Anna dengan gerakan bibirnya.


"Uncle, periksa penyakit Anna yang betul-betul ya? jangan sampai kambuh lagi."


"Iya Nikita sayang, sekarang tidurlah lagi.


Aku masih mau melanjutkan pemeriksaannya ," jawab Omar tersenyum dan menggenggam tangan Anna sang istri.


"Tapi aku tidak ngantuk lagi uncle, apa ini sudah pagi?" ujar Nikita lantas bangun dari tempat tidur itu.


"Aku mau sholat subuh dulu."


"Ah ya silahkan sayang, ambil air wudhu dulu ya?"


"Iya, aku tahu uncle." Omar dan Anna saling melempar senyum malu. Kemudian Omar kembali mengecup lembut bibir sang istri,


"Anna siapkan dirimu aku akan memeriksa semua milikku ini di Hotel saja, Okey?" ujar Omar sambil meraba tubuh istrinya dengan lembut kemudian meninggalkannya dan mulai berganti pakaian. Sedangkan Anna hanya bisa menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Ia merasakan kalau ia sangat malu karena sangat ingin diperiksa oleh sang dokter, sampai ke titik terdalam dari dirinya.


Readers: Nikita kok suka sekali datang mengganggu ya Thor?


Author: Sengaja, supaya readers gak terlalu serius menikmati😳


Readers:πŸ€”πŸ€­πŸ˜…


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


Eits, jangan kemana-mana dulu, mampir di karya teman aku nih, rekomendid banget.