Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 137 EMHD



"Al, apa cincin pernikahan kalian sudah siap?" tanya Aisyah sembari memandang Albert yang sibuk dengan Nikita.


Pria muda itu sedang memperlihatkan beberapa video-video lucu pada gadis cilik milik Alexander Smith itu.


"Al?" panggil Alex karena pria itu masih tidak merespon pertanyaan Aisyah, istrinya.


"Hum, iya ada apa?" Albert menyerahkan handphonenya pada Nikita kemudian mulai berkonsentrasi pada Alex dan juga Aisyah.


"Apa kamu sudah menyiapkan cincin pernikahan untukmu dan Reisya?" ulang Aisyah dengan menunjukkan cincinnya sendiri di jari manisnya.


"Ah iya, aku sudah siapkan sejak dari Moskow, Jangan khawatir." jawab Albert tersenyum sembari mengangkat jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk huruf O. Aisyah tersenyum senang, artinya tugasnya sebagai kakak ipar tertua berkurang sedikit.


"Sekarang aku ingin tahu ukuran Reisya, Albert?"


"Ukuran apa dan untuk apa?" Albert nampak bingung dengan pertanyaan Aisyah.


"Keseluruhan Tubuhnya Albert, kita perlu membelikan semuanya sebagai hadiah untuk mempelai perempuan."


"Apa aku harus menanyakan padanya?" tanya Albert sembari menggaruk tengkuknya.


"Biar aku saja Al, kamu pasti malu kan, menanyakan itu pada calon istrimu." ujar Aisyah dengan tersenyum samar. Ia lantas mengambil handphonenya dan segera menghubungi Reisya.


Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan seperti ukuran kaki dan juga underwearnya, begitupun warna dan apa saja yang diinginkan oleh sahabatnya itu inginkan, Aisyah langsung mencari semuanya di Mall itu.


"Ah lelahnya, adakah tempat yang bagus untuk makan dan istirahat, Pak Udin?" tanya Aisyah yang sudah merasa lapar dan juga lelah. Udin langsung membawa mereka semua kesebuah restoran di dalam Mall itu yang nampak tidak begitu ramai hingga bisa membuat para wisatawan ini nyaman dan santai.


Jangan tanyakan Maryam yang sedang hamil besar itu, perempuan itu langsung duduk berselonjor santai di ruangan yang di desain dengan gaya lesehan. Maryam meluruskan kakinya yang nampak membengkak dan sangat lelah.


"Lelahnya," ujarnya dengan nafas sedikit memburu efek kehamilannya. Maksim langsung meraih kakinya dan mulai memberikan pijatan-pijatan lembut agar istrinya rilex dan nyaman.


"Terimakasih Max, ini nyaman sekali, Hem." ujar Maryam sembari menutup matanya menikmati perlakuan lembut sang suami.


Alex merasa cemburu melihat Maksim bisa memperlakukan Maryam sebegitu lembut. Ia langsung meminta Aisyah untuk memberikan kakinya juga, ia ingin melakukan hal yang sama pada istrinya itu.


"Tidak perlu Alex, nanti di kamar saja saat kita sampai di hotel." tolak Aisyah pelan, ia sedang ingin mencari ruangan tertutup untuk memberi Asi pada putranya, Zydan.


"Baiklah, tapi kalau kamu lelah, katakan saja padaku ya?" Aisyah mengangguk. Ia sangat lelah dan juga harus mengurus Baby Danil tetapi ia sangat menikmatinya.


"Sayang, berikan baby Danil susu formula saja, usianya saja sudah banyak kan?" ujar Alex penuh perhatian.


"Bagus juga, tapi baby Danil biasanya susah tidur kalau bukan sama aku,"


"Nanti kita biasakan sayang, kasihan kamu, aku juga," ujar Alex dengan tatapan penuh arti.


"Alex!!!"


"Iya maaf,"


Setelah selesai dengan Baby Danil, Aisyah, beserta Alex dan juga baby Danil kembali ke meja mereka lagi.


Maryam sudah menghadapi semangkuk bakso lezat di atas mejanya. Impiannya memakan bakso asli yang dibuat di negara ini Ingin ia wujudkan.


"Unik ya Max namanya, bakso Cinta milik Azzam di novel Ketika Cinta Bertasbih." ujar Maryam sembari mulai mengunyah bulatan-bulatan daging yang diberi nama Bakso oleh orang Indonesia itu.


"Orang Indonesia paling jago memberi nama-nama unik semua makanannya, tuan dan nyonya Smith." ujar Udin sembari memberikan penyedap rasa pada bakso spesial di hadapannya juga. Rupanya mereka semua memesan bakso.


"Ada bakso setan, bakso Raksasa, bakso beranak, bakso granat, bakso mercon, sampai bakso cinta." lanjut Udin yang membuat Maryam tersedak.


"Onty kalau makan tidak boleh bicara," tegur Nikita dengan wajah serius, yang kali ini bukan lagi Maryam yang tersedak tetapi Udin sang tour guide yang sedari tadi berbicara dengan semangat memperkenalkan nama-nama bakso di Indonesia.


Puffft


Aisyah dan Alex langsung tertawa dibuatnya. Mereka berdua merasa sangat terhibur dengan tour guide yang sangat lucu itu. Udin hanya tersenyum cengengesan.


🍁


Hari yang cukup melelahkan bagi mereka semua. Dengan bantuan seorang kurir, barang belanjaan mereka dibawa ke hotel.


"Alhamdulilah, hari ini berjalan dengan lancar. Tapi pakaian kain batik seragamnya belum selesai," ujar Aisyah sembari membaringkan tubuhnya disamping Maryam yang sedang berbaring karena kelelahan.


"Katanya kan pemilik toko itu akan menghubungi kita kalau selesai dijahit." jawab Maryam sembari mengelus perutnya yang sedang mengalami kontraksi.


"Iya, kita tunggu saja informasinya. Kita sebaiknya mulai berkemas karena besok siang kita akan berangkat ke Makassar dengan penerbangan terakhir." ujar Aisyah dengan wajah kembali bersemangat.


"Astaga, kita harus istirahat dulu Aisyah, aku lelah sekali." ujar Maryam sembari menutup matanya. Sungguh ia ingin tidur sekarang. Kalau ia mengikuti kemauan Aisyah ia bisa keteteran. Ia tak sanggup mengikuti kelincahan sahabatnya itu.


🍁


"Ladies and Gentlemen, as we start our descent, please make sure your seat backs and tray tables are in their full upright position. Also make sure your seat belt is securely fastened and all carry-on Luggage ia stored underneath the seat in front of you or in the overhead. Thank you."


"Ibu-ibu dan Bapak-bapak, sembari kita mulai mendarat. Mohon pastikan punggung kursi anda dan meja anda berada dalam posisi tegak. Dan pastikan juga Anda terkait dengan baik dan seluruh barang bawaan tersimpan di bawah kursi di depan anda atau penyimpanan atas. Terima kasih."


"On behalf of the Airlines and the entire crew. I'd like to thank you for joining ia on this trip. We are looking forward to seeing you on board again in the near future. Have a nice day!"


"Atas nama Airlines dan seluruh kru, saya ingin berterimakasih kepada anda atas ikut sertanya dalam perjalanan ini. Kami berharap bisa berjumpa dengan anda dalam perjalanan pada kesempatan yang akan datang. Semoga hari anda menyenangkan!"


Albert tersenyum lebar saat mendengar pengumuman dari kru pesawat yang mereka tumpangi.


"Uncle, kita sudah sampai," ujar Nikita membuyarkan lamunan pria muda calon pengantin itu.


"Iya sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dengan onty Reisya." Albert menyentuh kepala Nikita dan menciumnya. Ia merasakan perasaan yang lain dari yang lain.


Ada rasa senang, gugup, dan juga rindu yang menyeruak dari dalam hatinya. Jutaan Pulau dan ribuan gunung telah ia lewati untuk menemui sang pencuri hatinya.


Dan kini ia sudah tiba di kota tempat tinggal Reisya, gadis yang sebentar lagi ia lamar secara resmi.


Mereka pun turun dari pesawat dan segera menemui seseorang yang ditugaskan oleh Reisya untuk menjemput rombongan keluarga the Smiths itu.


"Excuse me, Ia am Heru." sapa seseorang yang sedang membawa papan bertuliskan.


Welcome to Makassar, The Smiths!


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey???


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


Eist, mampirlah dulu gaess, di karya teman othor nih, dijamin oke punya.