
Crisstoffer Anderson menyeringai saat melihat Nikita Smith sedang berjalan sendirian di depan kamar hotel yang ia tempati sekarang ini. Ya disinilah ia sekarang karena bosan berada di Moskow menunggu sampai hari Senin.
Ini adalah kehebatan sosial media dan juga teknologi informasi sekarang ini, orang sudah tidak bisa menyembunyikan dirinya lama-lama ketika ia selalu terlibat dengan media sosial.
Unggahan Nikita dalam laman media sosialnya membuat Crisstoffer Anderson dengan cepat menemukan kemana gadis ini pergi bersama dengan keluarganya.
Perlahan ia membuka pintu kamarnya dan ingin menculik gadis yang mirip dengan bibi Paula itu kedalam kamarnya tetapi seorang pria sekitar 45 tahun sedang mengobrol dengan gadis itu.
"Kamu malam-malam begini kok masih di luar kamar" tanya Maksim sembari menatap Nikita yang hanya berpakaian tidur itu.
"Aku mengantar Asma uncle, ia merengek ingin tidur bersama Mommy,"
"Oh begitu? baiklah cepat masuk kamarmu dan segera tidur karena besok pagi kita akan kembali ke Moskow."
"Iya uncle," Nikita pun memasuki kamarnya dimana ada Elif dan Danil yang mungkin sudah lama tertidur.
Maksim menatap kesekeliling lorong hotel yang sangat sepi itu kemudian ia memasuki juga kamarnya dengan membawa cemilan untuk Maryam.
Perempuan itu katanya tidak bisa tidur karena merasa lapar di tengah malam sedangkan mereka tidak menyimpan makanan di dalam kamar.
"Kamu lama sekali Max, perutku sampai melakukan unjuk rasa di dalam sini." ujar Maryam saat suaminya memasuki kamar dengan beberapa bungkus makanan yang ada ditangannya.
"Aku hanya mendapatkan ini di restoran hotel di jam seperti ini," ujar Maksim sembari menyodorkan Zhauburek ke hadapan Maryam yang sedang duduk di sebuah sofa single.
"Ini apa Max?"
"Itu adakah kebab khas Kazakhstan, dimana hidangan ini berupa daging yang dipotong kecil kemudian dipanggang di atas api. Katanya makanan ini banyak disukai oleh orang sini."
"Aku coba ya, Bismillahirrahmanirrahim." ujar Maryam dan langsung mencicipi makanan itu.
"Bagaimana rasanya sayang?" tanya Maksim Sembrani memandang terus istrinya mengunyah makanan itu.
"Pastinya rasa makanan ini tidak kalah enak dari kebab pada umumnya sih." jawab Maryam sambil terus mengunyah dengan sangat nikmat.
Rupanya perempuan cantik itu sangat kelaparan setelah begadang menemani ketiga anaknya bermain. Maksim tersenyum kemudian ikut mencicipi juga makanan itu.
"Hemm, ternyata enak juga ya," ujar Maksim dengan senyum diwajahnya.
"Kalau kita lapar, apapun akan terasa enak. Dan ternyata makanan khas Kazhakstan ini semuanya didominasi oleh daging kuda dan kadang onta." timpal Maryam kemudian meminum juice buah yang juga dibawa oleh Maksim.
"Iya, pantas orang Kazakhstan kuat-kuat seperti kuda hahaha," pria itu menatap istrinya dengan penuh cinta.
"Apa mungkin aku juga bertambah kuat setelah makan banyak daging kuda, Maryam?" lanjut Maksim kemudian menghabiskan sisa minuman istrinya.
"Mungkin saja, kalau mau bukti kita coba saja malam ini," jawab Maryam mengerlingkan matanya. Ia tahu betul maksud suaminya memandangnya seperti itu.
"Ya kurasa kita harus menyimpan satu kenangan manis yang tak terlupakan sebelum kita kembali ke Moskow sayang." bisik Maksim dan mulai membuka semua penghalang pada tubuhnya dan istrinya.
"Apa anak-anak tidak akan bangun Max?" tanya Maryam sembari memandang ketiga anaknya yang sudah tertidur di atas ranjang king size di dalam kamar Presidential Suite itu.
"Kamar ini sangat luas sayang, kita bisa melakukannya di mana saja," ujar Maksim dengan pandangan berkilat penuh hasrat.
Rupanya tenaga kuda di dalam dirinya sedang ingin berontak dan ingin beradu kekuatan dengan kuda betina asal Dagestan yang ada dihadapannya.
"Aku ingin sekali melihat dirimu yang lain Max," bisik Maryam dengan gaya sensual yang berhasil membuat pria tampan dihadapannya langsung menangkapnya dan menepuk bokongnya dengan gemas.
Maryam diangkatnya bagai karung goni dan dibawanya menjauh dari ranjang putra-putrinya agar apa pun yang dilakukannya tidak akan mengganggu tidur permata hati mereka.
"Max, kamu kuat sekali sayang, aaaakh." Maryam terus meracau saat suaminya itu memasuki inti permainan dengan agak kasar. Dan rupanya ia sangat suka itu.
Ia terus merintih dan memuji suaminya yang alhasil membuat Maksim semakin diatas angin. Pria itu semakin terbakar jika Maryam sang istri tercinta meracau dan hanya memuji kehebatannya memuaskan dirinya.
"Aaaaakh," Maksim mengerang nikmat saat ia berhasil melakukan pelepasan yang sangat indah.
Rupanya tenaga kuda dan juga permainan kuda-kudaan diantara mereka berdua baru berhenti setelah semuanya sudah sampai pada tujuan yang mereka inginkan.
Maksim langsung mengangkat istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaan mereka agar mereka bisa tidur dengan nyaman disisa waktu malam itu.
"Terimakasih Maryam sayangku, kamu selaku bikin aku bahagia luar biasa," bisik Maksim sambil mengecup lembut bibir Istrinya.
"Kamu juga Max, kamu selalu mengerti aku, aku sangat mencintaimu," Maryam membalas kecupan suaminya kemudian mereka melanjutkan tidur dengan berpelukan dibawah selimut.
🍁
Pagi pun datang, semua orang bersiap-siap memasukkan pakaian dan beberapa oleh-oleh khas Kazhakstan yang mereka beli di beberapa toko yang sudah mereka kunjungi.
"Elif, bagaimana perasaanmu setelah berlibur di sini bersama keluargaku?" tanya Nikita saat sahabatnya itu baru selesai mandi dan bersiap untuk berpakaian.
"Sangat baik Niki, dan kurasa ada sesuatu yang terjadi padaku," ujar Elif dengan senyum samar dibibirnya.
"Hey ceritakan padaku, aku jadi penasaran Elif," seru Nikita dan langsung menghampiri sahabatnya itu.
"Kamu ingat Roman Subkhan?" tanya Elif dengan suara pelan. Nikita langsung menatap gadis cantik di hadapannya itu dengan pandangan serius.
"Ada apa Elif, jangan katakan kalau kalian?" pikiran Nikita mulai menebak-nebak apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Iya Elif, semalam ia menelponku dan mengatakan secara langsung kalau ia sangat menyukaiku, oh ya ampun, hatiku berdebar-debar Niki,"
"Wah selamat, aku pikir pria itu baik dan sopan. Dan kurasa ia memang menyukaimu. Sejak kamu datang kemarin, ia terus mengikuti kemana kita berdua pergi,"
"Hem, ya, tapi aku belum menjawabnya karena kita akan segera berpisah. Menjalin hubungan LDR, Long Distance Relationship itu biasanya sangat berat." jawab Elif dengan senyum diwajahnya.
Mereka terus mengobrol sampai Danil dan juga Asma meminta mereka untuk segera keluar karena mereka harus sarapan dulu di bawah kemudian berangkat menuju Bandara.
Nikita dan Elif begitu kaget luar biasa saat sampai di Restoran. Mereka melihat dosen baru mereka yang seorang psikopat itu sedang mengobrol santai dengan Alexander Smith dan juga kedua uncle kesayangannya.
"Elif, Pak Anderson kenapa bisa ada di tempat ini juga?" bisik Nikita dikuping Elif.
"Aku tidak tahu Niki, mungkin ia secara kebetulan juga menghabiskan weekend ini di sini, tetap tenang Niki dan jangan terpancing okey?" Nikita mengangguk dan mulai melangkah food court. Mengambil beberapa menu pagi itu dan mencari meja yang agak jauh dari para pria yang sedang mengobrol itu.
Dari ekor matanya Crisstoffer Anderson mengikuti terus pergerakan Nikita. Dan itu tidak luput dari mata awas Alex dan juga Maksim.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍