
Nikita dan Crisstoffer Anderson tiba di rumah peninggalan William Anderson di Birmingham city saat Matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat.
Mereka berdua kemalaman karena harus singgah terlebih dahulu menyapa sang kakek di pemakaman muslim di kota itu setelah keluar dari bandara.
Nikita merasakan perasaan haru ketika memasuki kembali rumah mewah milik almarhum yang sudah diwariskan untuk mereka berdua.
Pertama kalinya Nikita menginjakkan kakinya di rumah ini saat ia diculik oleh Crisstoffer Anderson. Dan itu adalah pengalaman buruk yang pernah ia alami bersama dengan pria itu.
Dan yang kedua adalah saat jenazah William Anderson disemayamkan di rumah ini, itupun pengalaman yang sangat menyedihkan baginya.
Dan sekarang untuk yang ketiga kalinya ia berada di rumah ini dengan suasana berbeda. Hatinya merasa sangat bahagia karena Crisstoffer yang pernah sangat ia benci kini melimpahkannya banyak cinta dan kasih sayang.
Nikita merasa Dejavu ketika ia sudah berada di dalam kamar suaminya yang menggambarkan sisi suaminya yang lain. Aura maskulin begitu sangat terasa dalam kamar itu. Perlahan ia membuka kerudungnya dan menyimpan tas tangannya di atas ranjang.
Matanya memandang sekeliling kamar itu dengan perasaan berbeda. Entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa ingin membalas suaminya yang pernah melecehkannya saat itu.
Bayangan ketika pakaiannya dilucuti paksa oleh pria tampan bernama Crisstoffer Anderson membuatnya menyeringai dengan segala rencana di kepalanya. Tetapi kemudian ia tersentak kaget karena tiba-tiba saja ia merasakan tangan besar memeluknya dari belakang.
"Apa yang kamu pikirkan sayang," bisik pria itu sembari menggigit kupingnya dengan lembut. Entah kenapa pria itu sangat suka menggigit apalagi dibagian-bagian sensitif istrinya. Nikita berusaha untuk tidak terpengaruh. Ia tidak bergerak sama sekali.
"Aku ingin membalasmu Criss dengan sangat kejam," geram Nikita pelan bagaikan gumaman. Pria itu tersenyum kemudian melanjutkan kebiasaannya pada istrinya.
Leher jenjang itu ia gigit dan hisap kembali dengan sangat nikmat bagaikan seorang vampir yang sedang kehausan darah.
Nikita merasakan tubuhnya bergetar hebat. Gelenyar aneh semakin membuatnya tidak tahan untuk mendessah. Perempuan itu menggigit bibirnya menahan untuk tidak mengeluarkan suara-suara yang sangat disukai oleh suaminya.
"Balas aku sekarang Niki, aku sudah lama menantikannya sayangku," pria itu berbisik dengan tangan mengelus lembut bagian lain dari tubuh istrinya.
Nikita dengan sekuat tenaga melepaskan dirinya dan menatap suaminya dengan tatapan tajam.
"Ya, aku ingin membalasmu sekarang tuan Anderson!" ujar Nikita kemudian membuka ikat pinggang suaminya dengan senyum sensual.
Crisstoffer mengulum senyumnya dan memberikan izin pada istrinya untuk membalasnya dengan cara terkejam versi perempuan itu. Dalam hati ia bersorak bahagia. Ia ingin tahu sejauh mana istrinya itu bisa membalasnya.
"Naik kesana Criss!" titah perempuan cantik itu setelah ia berhasil melucuti seluruh kain yang menempel pada tubuh suaminya.
Cucu pertama William Anderson itu mengikuti perintah istrinya patuh. Ia berbaring di atas ranjang dengan ekspresi wajah yang sangat senang.
Sedangkan Nikita sendiri berusaha mati-matian untuk tidak tergoda melihat pahatan yang sangat sempurna pada tubuh itu. Ia membujuk dirinya untuk tidak menelan air liurnya sendiri.
Tangan dan kaki Crisstoffer Anderson ia ikat dengan menggunakan dasi pria itu dimasing-masing ujung ranjang dan mulai membuka pakaiannya sendiri.
"Niki sayang, kamu cantik sekali, tapi plis buka pengikat ini ya," ujar pria itu dengan mata berkabut. Tubuhnya menggeliat tak rela dengan pemandangan itu jika tidak menyentuhnya. Nikita tersenyum miring, ia juga tidak rela tetapi ia ingin menyiksa suaminya sendiri.
"Ayolah sayang, pembalasanmu ini bisa membunuhku Nikita Anderson," geram suaminya sembari mengeratkan rahangnya. Ia sungguh tidak kuat diperlakukan seperti itu perempuan cantik itu.
"Nikmati penderitaanmu Criss," bisik Nikita dengan tangan mulai bergerilya ke seluruh tubuh suaminya.
"Aaaaakh Niki stop it!" Crisstoffer mengerang hebat antara kesal dan juga nikmat. Ia ingin sekali mencengkram kuat dan mencabik-cabik Nikita saat ini juga.
"Tak semudah itu Criss," bisik Nikita merasa menang. ia sungguh ingin menyiksa suaminya pelan-pelan. Jari-jarinya terus bergerak berirama membentuk pola yang sangat indah dan membuat suaminya mengerang frustasi.
"Awas kamu Nikita Anderson, aku pastikan kamu bertanggung jawab sayang aaargh," pria itu terus berusaha melepaskan ikatan tangannya dan berhasil.
"Aaawwwww," Nikita berteriak kaget saat sadar kalau suaminya sudah berhasil melepaskan diri. Ia langsung melompat turun dari ranjang dan berusaha kabur kamar mandi tapi tangan pria bermata biru itu berhasil menangkapnya.
"Awwww lepaskan aku Criss hahhaha," Nikita memberontak sembari berteriak geli karena suaminya terus menggelitiknya.
"Kamu nakal Niki dan aku pastikan kamu akan terjaga semalaman sayang,"
"Kamu yang memulainya sayang, jadi kamu harus bertanggung jawab." Nikita mengalah percuma ia berontak. Suaminya sudah sangat turn on dan bersiap untuk menyerang.
đ
Pagi pertama di Birmingham bersama dengan kekasih hati membuat dunia terasa sangat indah. Nikita bangun tidur pagi itu dengan senyum cerah diwajahnya.
Setelah mandi bersama, Crisstoffer meninggalkan istrinya itu untuk membuat sarapan spesial untuk perempuan cantik yang membuatnya selalu bahagia sepanjang hari ini.
Bayangan kegiatan menyenangkan mereka berdua semalam dan dilanjutkan pagi di kamar mandi membuatnya tak berhenti tersenyum bahagia.
Pria itu ingin melayani istrinya itu dengan sangat baik pagi ini, sebagai ungkapan terima kasihnya karena telah diberikan kebahagiaan sepanjang hampir dua bulan pernikahan mereka.
"Criss, kamu pintar masak ya," puji Nikita pada sarapan buatan sang suami yang sangat enak dan cocok dilidahnya.
"Iya sayang, dan ini kulakukan hanya untukmu dan anak- anakku kelak yang akan lahir dari rahimmu," jawab pria itu dengan senyum diwajahnya.
"Hum, kamu manis sekali sayang," ujar Nikita sembari mengelus lembut tangan suaminya.
Crisstoffer membalasnya dengan balas mengelus lembut tangan istrinya. Setelah sarapan Nikita pun bersiap untuk menjelajahi kota Birmingham.
Tempat wisata di Birmingham juga banyak yang sangat menarik perhatian para turis baik dari dalam negeri maupun luar negeri walau belum sepopuler tempat wisata di Liverpool maupun tempat wisata di London yang terkenal dengan London Eye dan juga Big Ben yang Ikonik
Sama seperti banyak tempat wisata di Inggris lainnya, beragam kegiatan wisata bisa dilakukan oleh para wisatawan di kota terbesar kedua di Britania Raya ini.
"Tempat mana yang ingin kamu kunjungi Niki?" tanya Crisstoffer sembari menghidupkan mesin mobilnya.
Mereka belum sempat membicarakan tempat-tempat wisata yang akan mereka kunjungi selama berbulan madu ini karena sibuk dengan kegiatan yang menyenangkan.
"Aku suka art galeri atau museum," jawab Nikita dengan bayangan segala hal-hal yang berbau seni bisa ia lihat disana.
"Baiklah, kita akan ke Birmingham Museum Art and Galery." jawab Crisstoffer sembari menyerahkan handphonenya pada istrinya.
"Ini untuk apa Criss?"
"Baca tentang Museum yang akan kita kunjungi."
Tempat wisata di Birmingham yang satu ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati berbagai hasil karya seni di Inggris. Museum yang sekarang pengawasannya berada di bawah dewan kota Birmingham ini mulai dibangun pada tahun 1885 dan diarsiteki oleh Yeoville Thomasson.
Setidaknya ada 40 galeri yang di tempat ini yang memajang karya seni, keramik, perhiasan, dan juga berbagai macam karya seni dari logam. Gaya Arsitektur dari bangunan Birmingham Museum Art and Galery ini merupakan perpaduan gaya arsitektur Victorian Baroque dan juga Edwardian Renaisans.
Di Birmingham Museum Art and Galery ini diperkirakan terdapat setidaknya sekitar 500.000 koleksi objek atau barang yang dipajang di sini. Barang tersebut benar-benar dijaga dan ditata rapi sehingga membuat banyak pengunjung senang dan juga betah berlama-lama untuk berada di museum ini
Di Birmingham Museum Art and Galery ini para pengunjung juga sebuah menara jam setinggi 50 meter yang disebut Big Brum. Selain berbagai karya seni di museum ini juga terdapat beberapa koleksi tentang sejarah alam, industri, arkeologi, etnografi, dan sejarah lokal dari berbagai negara.
Birmingham museum ini dibuka untuk umum setiap hari senin sampai sabtu jam 10.00-17.00 waktu setempat dan hari minggu buka mulai pukul 12.30-17.00.Â
Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk ke museum ini namun pengunjung bisa memberikan donasi seikhlasnya di kotak donasi yang ada di dekat museum ini.
Birmingham museum art and galery ini terletak di Chamberlain Square di pusat kota Birmingham sehingga aksesnya mudah bagi kendaraan umum dan pribadi.
Bagi yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkirkan mobilnya di Town Hall Car Park dan berjalan ke museum.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading đđđđđ