Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 153 EMHD



"Alex, kenapa Nikita belum kembali juga?" tanya Aisyah sembari melepaskan tangan suaminya yang masih betah memeluknya setelah kegiatan panas mereka siang itu.


"Mungkin sedang bermain dengan adek Danil di kamar Kak Omar," jawab Alex lalu kembali memeluk tubuh sang istri dengan posesif.


"Alex, bangun dulu, cari Nikita di kamar Kak Omar, aku khawatir, seharusnya ia sudah kembali kan dan mencari kita."


"Mungkin ia mampir di kamar Maksim." jawab Alex dengan malas, ia kemudian menguap dan akhirnya jatuh tertidur dengan tangan masih memeluk Aisyah.


Dengan pelan perempuan itu melepaskan pelukan sang suami kemudian bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku harus ke kamar kak Omar sekarang, sekalian mencari Danil, ia pasti sudah ingin menyusu," ujar Aisyah lalu memakai pakaiannya, tak lupa ia memakai jilbab instan yang ia lempar asal tadi sewaktu Alex menginginkannya.


Dengan menyeberangi kolam dan juga beberapa kamar, Aisyah akhirnya sampai di kamar Omar dan Anna.


Tok


Tok


Tok


"Kak Omar? apa Nikita ada di dalam bersama kalian?" tanya Aisyah saat pintu kamar itu dibuka oleh sang kakak.


"Tidak, Nikita sudah lama kembali. Memangnya anak itu tidak ke kamarmu?"


"Ah tidak kak. Nikita belum kembali. Entahlah kalau ia mengetuk pintu kamar yang kami kunci tadi," jawab Aisyah dengan sedikit berpikir.


Pasalnya saat Alex menginginkannya tadi dan ingin melakukannya di kolam, mereka malah melakukannya di dalam bathtub di dalam kamar mandi. Jadi kemungkinan Nikita memanggil-manggil dan mereka tidak mendengarkannya.


"Baiklah kalau begitu aku akan mencarinya terlebih dahulu. Tapi eh, bagaimana dengan Danil putraku, apa ia rewel Kak?"


"Baby Danil sedang tidur bersama Anna, tenang saja kami sudah memberinya susu formula." jawab Omar tersenyum.


"Apa Anna sehat? tidak biasanya ia tidur di waktu seperti ini." ujar Aisyah sembari melangkah masuk ke dalam kamar dan menemukan perempuan itu tidur bersama dengan Danil putranya.


"Ia sedang ngidam, Alhamdulillah. Anna hamil dan sedang tidak enak badan." jawab Omar dengan senyum bahagia diwajahnya.


"MasyaAllah, aku senang sekali Kak, kamu akan menjadi daddy." ujar Aisyah sembari memeluk tubuh tinggi dan besar itu.


"Jangan ribut, biarkan mereka tidur. Aku kasihan pada Anna, seharian ini ia muntah dan mual terus menerus."


"Kamu kan dokter kak, kamu pasti bisa menemukan obat yang cocok untuk Anna."


"Yah kuharap begitu, Tetapi sepertinya ia butuh perhatian yang banyak saja dariku."


"Ya ya ya semua perempuan yang sedang hamil pasti butuh itu dari suaminya, yang bisa mengalahkan semua obat di dunia ini."


"Kamu benar sekali, akan kujaga perasaannya agar selalu senang."


"Iya Kak, sekali lagi selamat ya, aku akan keluar mencari Nikita," ujar Aisyah dengan senyum lebar diwajahnya.


Setelah dari kamar Omar, Aisyah mencari putri kecilnya itu ke kamar Albert dan juga Maksim tetapi mereka menjawab bahwa Nikita tidak berada di sana.


"Ya ampun, Nikita sayang kemana kamu?" tanya Aisyah kepada angin yang sedang berhembus kencang dari arah laut biru di luar sana.


"Apa mungkin Nikita bermain ke laut sendirian?" tanyanya lagi dengan pandangan mata ia arahkan ke arah laut dimana ombak besar sedang menggulung seakan ingin menggapai apa saja yang ada dihadapannya. Tiba-tiba ia merinding takut dan cemas.


Kemudian sebuah suara dari arah pintu gerbang Resort mengagetkannya.


"Heru?! ya itu Heru." mata Aisyah berbinar terang saat melihat Heru sedang berjalan ke arahnya dengan membawa banyak makanan ringan di tangannya.


"Iya nyonya. Aku baru saja sampai dan aku bawakan ini untuk Nikita." jawab Heru sembari mengangkat kresek penuh makanan ringan untuk anak-anak.


"Tapi Nikita tidak ada di tempat ini, entah kemana anak itu."


"Apa nyonya sudah mencarinya di semua tempat di lokasi ini?"


"Sudah Heru semua tempat sudah kudatangi begitupun kamar-kamar keluarga Smith dan tidak ada yang melihatnya sama sekali." jawab Aisyah dengan nada khawatir.


"Dan curiga anak itu bermain di pinggir pantai sendirian, sedari tadi ia ingin naik perahu."


"Kalau begitu kita cari Nikita di sana Nyonya, mari..." ajak Heru dan segera melangkahkkan kakinya dengan cepat ke arah bibir pantai.


Heru mengedarkan pandangannya ke segala arah dan menemukan sebuah sampan kecil terombang-ambing di tengah laut dengan seorang bocah kecil di atasnya.


"Astaghfirullah. Bukankah itu Nikita?!" teriaknya sembari menunjuk ke tengah laut.


"Ya Allah!, itu benar Nikita." jawab Aisyah dengan suara tercekat tak percaya dengan penglihatannya.


"Niki! Nikita!!!! kembali ke sini sayang!" teriak Aisyah sembari berlari kedalam air. Ia memanggil terus agar putrinya itu mendengarnya.


"Mommy, aku takut!" balas Nikita dengan teriakan pula, ada nada takut dan tangis didalam suara itu yang lambat laun menghilang dan terbang bersama angin.


Ombak yang semakin besar menjadikan sampan kecil itu semakin menjauh dari daratan.


"Heru cepat cari bantuan dan aku akan mencari Alex," lanjut Aisyah kemudian keluar dari air dan segera berlari sekuat tenaga untuk mencari suaminya.


"Niki kamu jangan panik ya!" teriak Heru kemudian berusaha memanggil petugas penjaga pantai yang mungkin sedang beristirahat siang itu.


"Aaaaaaaa," teriakan Nikita sudah tak terdengar karena sampan yang ia gunakan tiba-tiba terbalik saat ombak besar datang menghempaskannya.


"Niki! Bertahan sayang!" teriak Alex dari arah Resort dengan hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada, ia yang kaget dibangunkan oleh sang istri hanya sempat memakai pakaian yang ada disekitarmya saja.



Dengan kekuatan yang ia punya, ia lari dengan cepat menuju pantai dan meninggalkan Aisyah yang sibuk mencari pertolongan lainnya.


"Ya Allah!, kumohon selamatkan anak itu," teriak Heru sambil mendorong speed boat ke dalam laut. Ia kemudian menaikinya tetapi ternyata ia baru sadar kalau tidak pernah mengendarai kendaraan ini sebelumnya.


"Heru! serahkan padaku, kamu ikut," ujar Alex


Untungnya Alex tiba dengan cepat dan langsung menghidupkan mesinnya dan dengan kecepatan penuh menerjang ombak yang lumayan besar itu.


"Pegangan Her!" teriak Alex saat ia menambah kecepatan speed boat itu untuk meraih Nikita yang sudah tidak tampak di permukaan laut.


"Aku akan melompat Her, dan jaga mesinnya tetap menyala okey?" seru Alex dan kemudian,


Byurrrr


Ia melompat kedalam laut biru itu dan menyelam ke bawah, mencari dimana tubuh gadis kecil itu berada.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍


Semoga Nikita selamat ya😭